Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Membatalkan Hadiah


__ADS_3

hari-hari dilewati Sella dan Zayn dengan merawat kedua buah hatinya. kini mereka semakin sibuk namun membuat mereka bahagia


saat ini adalah puncak kebahagiaan dalam hidup Zayn dan Sella, mereka bersyukur dan selalu berdoa agar kehidupan mereka selalu seperti ini


hari ini umur baby Milo sudah genap dua bulan, Zayn dan Sella berniat untuk mengundang Bianca dan Vano ke rumahnya, mereka hanya ingin berkumpul saja karena sudah lama mereka tidak bertemu semenjak mereka melahirkan


"sayang, undang juga Vera dan Adit" ucap Zayn pada Sella. Sella pun mengangguk, "pasti, Vera sahabatku jadi aku akan selalu mengundangnya dalam setiap acaraku" jawab Sella


Sella mengotak-atik ponselnya dan menghubungi seseorang yang ternyata Vera


"halo Ver, apa hari ini kamu sibuk?" tanya Sella membuka pembicaraan


"ada apa Sel? hari ini aku ada acara dan aku berniat mengundangmu untuk datang di acaraku" jawab Vera di seberang sana


"oh ya, acara apa? dengan senang hati aku akan datang kesana" ucap Sella penasaran


"hari ini aku dan Adit akan mengadakan acara pertunangan. datang ya Sel, kamu salah satu orang yang paling aku tunggu di acara ini!" jawab Vera


"benarkah? apa aku tidak salah dengar? aaaaaa selamat ya Ver, aku ikut bahagia mendengarnya. aku pasti datang nanti, kamu jangan khawatir." ucap Sella yang ikut merasakan kebahagian yang dirasakan sahabatnya itu


"terima kasih Sel, aku tunggu kedatangannya" ucap Vera yang kemudian mematikan sambungan teleponnya


Zayn yang penasaran pun akhirnya bertanya pada Sella, sebenarnya ada apa hingga istrinya itu terlihat sumringah


"sayang ada apa? Vera ada acara apa?"

__ADS_1


"sayang, apa Adit tidak memberitahumu jika hari ini ia akan bertunangan dengan Vera?" tanya Sella. ia heran kenapa suaminya tidak bercerita padanya, karena secara ia adalah bos dari Adit


Zayn membulatkan matanya mendengar pertanyaan Sella. Adit sama sekali tidak memberitahunya, ia hanya cerita jika ia sudah resmi berpacaran dengan Vera namun untuk masalah pertunangan ini Adit tidak bercerita


"Adit tidak berbicara apapun padaku. kurang ajar ya, bisa-bisanya dia tidak menghargaiku sebagai atasan" ucap Zayn kesal. bagaimana tidak, dirinya sebagai atasan juga sahabat Adit tidak diberitahu oleh Adit


9


"sayang jangan begitu, sudahlah mungkin dia hanya ingin memberi kejutan untuk kita, atau mungkin juga dia tidak mau merepotkan kita yang terpenting sekarang Adit dan Vera akhirnyaa akan menikah. aku bersyukur sekali orang-orang di sekeliling kita bisa hidup bahagia dengan orang-orang yang mereka cintai" ucap Sella yang seketika membuat Zayn melunak, melupakan masalah Adit yang tak memberitahunya


"aku juga bersyukur bisa hidup bahagia bersama orang yang aku cintai. terima kasih sudah hadir di hidupku" ucap Zayn di sertai senyuman termanisnya, tak lupa tatapan tajam matanya yang bisa membuat Sella salah tingkah


Zayn sadar mungkin dirinya tak muda lagi. ia bukan anak abg yang baru jatuh cinta namun ia selalu bisa menemukan cara agar hubungannya bersama Sella tetap harmonis. terkadang perhatian-perhatian kecil yang mereka berikan satu sama lain sangat berarti, dengan seperti itu cinta akan semakin bertumbuh kembang di hati mereka.


jam sudah menunjukkan pukul empat sore, Zayn dan Sella sudah bersiap untuk pergi ke acara pesta pertunangan Vera dan Adit.


Zayn dan Sella tidak membawa serta baby Milo, hanya membawa baby Al saja karena baby Milo masih terlalu sangat kecil untuk diajak ke tempat ramai


sampai di rumah Vera, Zayn dan Sella bertemu dengan Bianca dan Vano, dan nampak mereka juga tidak membawa anak mereka untuk datang di pesta ini


Vera dan Adit menyambut kedatangan sahabat-sahabatnya itu. senyum merekah di wajah mereka, akhirnya apa yang selama ini mereka impikan sebentar lagi akan terwujud


"Veraaaaaa, selamat ya!" Sella berteriak kegirangan memeluk sahabatnya itu. "aku sangat bahagia hari ini kamu dan Adit bertunangan. semoga lancar sampai hari pernikahan kalian ya!" imbuhnya lagi yang kemudian melepas pelukannya dari sahabatnya itu. tak terasa air mata Sella menetes, ia sangat terharu. mungkin Vera tak bisa ia mintai pertolongan lagi seperti sebelum ia menikah, kini ia akan mempunyai keluarga sendiri dan pasti prioritas utamanya kini keluarga barunya


"terima kasih kalian sudah hadir disini. dan mungkin pernikahan kita akan di gelar satu bulan lagi. kalian wajib datang!" ucap Vera dan mendapat sambutan yang antusias dari Sella juga Bianca, mereka sebisa mungkin akan membantu dalam acara pernikahan Vera dan Adit

__ADS_1


"tenang, kita pasti datang. kalau butuh apa-apa jangan sungkan menghubungi kita ya. kita pasti siap membantu" ucap Bianca yang juga sangat antusias


"iya pasti" jawab Vera mantab


para lelaki yaitu Adit, Zayn dan Vano juga asik berbincang sendiri sebelum acara pertunangan dimulai


"Zayn, maaf aku tidak memberitahumu soal acara ini" ucap Adit yang merasa tak enak hati pada Zayn karena bagaimanapun Zayn adalah sahabatnya


"hmm, tak masalah tapi aku akan membatalkan hadiah yang akan aku berikan kepadamu karena kamu tidak memberitahuku masalah ini" ucap Zayn santai sembari menyeruput minuman yang ada di tangan sebelah kanan, dan yang kiri setia menggendong baby Al yang sangat tampan, dirinya saja kalah tampan dengan anaknya itu


Adit membelalakkan matanya mendapati ucapan Zayn, hadiah pernikahan yang akan di berikan padanya kini justru batal karena keinginan Vera yang tak mau memberitahu siapapun perihal pertunangannya ini


"tidak usah melotot begitu, itu kan kemauanmu sendiri" imbuh Zayn yang melihat Adit hanya terdiam. Adit semakin menciut di buatnya. impian untuk berbulan madu keliling eropa selama satu bulan tinggal impian saja


"untung saja aku mencintai Vera, tak apalah walau hanya bulan madu di vila puncak" batin Adit sembari mengerucutkan bibirnya


"ya sudahlah, nasib memang nasib aku hanya bisa bulan madu di rumah saja" ucap Adit dan sontak membuat Zayn dan Vano saling pandang kemudian tertawa, ia merasa sahabatnya itu sangat polos


"kenapa tertawa? mau mengejekku? ah kalian memang tega kepadaku" ucap Adit lemas


"jangan memikirkan bulan madu, nikahi saja dulu baru bulan madu" ucap Vano dan membuat Adit memicingkan matanya kemudian menghela nafas dalam, tapi memang benar apa yang dikatakan oleh Vano, untuk saat ini ia harus fokus pada pernikahan yang akan segera di laksanakan satu bulan lagi


acara demi acara pertunangan telah selesai di gelar, bahagia dan haru menyelimuti kedua pasangan kekasih dan juga keluarganya begitupun sahabat-sahabat mereka


Zayn dan Sella berpamitan untuk pulang karena tak tega dengan baby Milo yang di tinggal sendiri dengan Nadya dan mama Tyas. kenapa Sella tak pernah menitipkan anak-anaknya pada mama Rena? karena mama Rena harus mengurusi butik, beberapa tahun terakhir ini butiknya sangat laris manis jadi terkadang belum banyak waktu untuk menjaga cucunya. sebenarnya mama Rena ingin sekali bisa setiap waktu di butuhkan selalu ada namun untuk saat ini masih belum bisa, lagipula butik ini nantinya akan jadi milik Sella juga cucu-cucunya. Sella sendiri tak mau mengganggu mamanya yang sibuk. sedangkan mama Tyas yang lebih punya banyak waktu di rumah jadi memilih menjaga cucu-cucunya. mama Tyas sadar, jika ia tak bisa memberi harta untuk anak dan cucunya jadi ia memilih memberikan waktu dan kasih sayang untuk mereka sehingga tumbuhlah anak-anak seperti Zayn dan Nadya yang mempunyai hati sangat tulus dan penuh kasih sayang pada orang lain, semoga begitu pula dengan baby Al dan baby Milo.

__ADS_1


__ADS_2