
di tengah perjalan pulang, perut Nadya berbunyi tanda ia sangat lapar hingga membuat semua orang yang ada di mobil Zayn tertawa, pipinya tiba-tiba merona karena malu
"kak, ayo kita makan dulu, lapar banget ini" rengek Nadya pada kakaknya
"iya kita makan" jawab Zayn sambil tersenyum. kemudian Zayn membelokkan mobilnya pada sebuah restourant untuk menuruti kemauan adiknya
mereka berlima memilih tempat yang disediakan dengan meja luas agar bisa makan bersama dalam satu meja. berbagai menu telah mereka pesan dan tinggal menunggu diantar saja sembari menikmati ice cream
mata para wanita yaitu Sella, Vera dan Nadya berbinar ketika ice cream tersebut masuk kemulut mereka. sangat enak!
"waaaah enak sekali! aaah kak nanti aku mau beli ini di bawa pulang ya?" pinta Nadya pada kakaknya yang super baik hati
"boleh. sama pabriknya juga boleh sekalian!" jawab Zayn santai kemudian menyendok ice cream dan memasukkannya ke dalam mulut
"apa? kakak aneh-aneh saja!" gerutu Nadya yang mendengar jawaban kakaknya itu
Zayn hanya tersenyum saja sambil menghabiskan esnya kemudian ia melihat ke arah istrinya, es yang di makan Sella belepotan di sekitar bibir. Zayn dengan segera mengusap sisa es tersebut dengan jemarinya
"jangan seperti anak kecil kalau lagi makan ice cream, malu sama baby Al" ucap Zayn. Sella hanya tersenyum saja, karena memang ia tadi buru-buru makannya jadi mungkin belepotan kemana-mana
"ehheem, ehheem. bisa jaga perasaan para jomblo ga sih" ucap Adit yang melihat kemesraan bosnya itu. dan sontak membuat Vera juga Nadya melihat ke arah mereka
"kenapa? iri? nih aku tambahin biar kamu tambah iri." ucap Zayn dan kemudian dengan gerakan cepat ia mengecup bibir Sella yang masih ada sisa-sisa ice cream. jantung Zayn berdebar seperti saat pertama mengecup bibir istrinya, ingin rasanya memakan habis bibir Sella namun ia masih sadar dan tak melakukan hal lebih
Sella yang mendapat serangan tiba-tiba hanya diam terpaku. dia tak tau lagi bagaimana wajahnya kini, mungkin sudah seperti kepiting rebus
__ADS_1
"astagaaaaa, kakaaaaak! oh My God, mataku sudah terkontaminasi dengan hal yang buruk!" ucap Nadya yang kemudian menutup matanya dengan kedua tangannya
"sayang, kamu apa-apaan sih? malu tau dilihat mereka bertiga." ucap Sella sambil memukul lengan kekar milik suaminya
"suami kamu mana tau malu!" saut Adit dengan memutar bola matanya malas
Zayn mencebikkan bibirnya menanggapi ucapan Adit, "bilang saja iri, itu ada sisa es di bibir Vera, bersihkan saja supaya kamu tidak iri denganku dan Sella"
sontak Adit melihat ke arah Vera, apa benar yang di ucapkan Zayn karena Adit tak begitu memperhatikan Vera
"kenapa harus aku lagi? apa dia tidak punya tangan?" tanya Adit yang memang benar melihat ada sisa es krim di dekat bibir Vera
"aku juga bisa membersihkannya sendiri. terima kasih" saut Vera yang heran mendengar ucapan Adit tadi, Vera agak kesal di buatnya
"helloooo, kenapa sih orang dewasa ribut terus. capek banget dengar kalian" ucap Nadya yang merasa risih mendengar pertengkaran kakaknya juga asistennya tersebut. mendengar hal itu Zayn, Sella, Adit dan juga Vera malah tertawa. sedangkan Nadya berpikir keras apa yang lucu dari ucapannya sampai mereka bisa tertawa seperti itu sebelum akhirnya makanan yang mereka pesan datang dan mereka menikmatinya
"Sel, aku langsung pulang ya" ucap Vera setelah turun dari mobil
"apa kamu tidak mau masuk dulu?" tanya Sella
"tidak usah, aku capek banget. lain kali aku main kesini" jawab Vera
"baiklah. oh sebentar, Dit kamu antar Vera pulang ya, kan apartemen kamu sama rumah Vera sejalan. kasianlah kalau Vera harus pulang sendiri" ucap Sella
Adit memutar bolamatanya malas, lagi-lagi dia harus jadi sasaran untuk dekat dengan Vera. "karena yang memerintah istri bos jadi aku akan antar" jawabnya datar
__ADS_1
"kurang ajar ini asisten, sebenarnya yang gaji kamu, aku atau Sella sih?" tanya Zayn
"ampun boos!" jawab Adit lalu ia lari masuk ke mobilnya, takut diamuk sama bos sekaligus sahabatnya itu
"tidak usah Sel, aku bisa pulang naik taksi" saut Vera yang sepertinya juga tidak enak harus pulang dengan Adit
"sudah ayo masuk, aku akan antar kamu" saut Adit, dia mengeluarkan kepalanya ke jendela mobil
"sudah sana pulang sama Adit saja" ucap Sella dengan senyum penuh harap. dia berharap agar sahabatnya itu bisa segera mendapatkan jodohnya, siapa tau Adit bisa menjadi jodohnya. beberapa saat kemudian mobil Adit hilang dari hadapan Zayn dan Sella, mereka pun segera masuk kedalam karena sudah rindu dengan baby Al
jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam namun mata Sella dan Zayn belum juga ingin terpejam, sedangkan baby Al sudah ada di alam mimpi setelah oma dan tantenya pulang tadi
"sayang, entah aku harus senang atau sedih sekarang" ucap Sella yang berada di pelukan suaminya
"kenapa?" tanya Zayn penasaran
"Melvin sudah pergi untuk selamanya, dan tak ada lagi yang harus aku khawatirkan, aku tak perlu khawatir lagi jika baby Al sudah besar karena ia tak akan pernah bertemu dengan Melvin. apa kamu juga merasakan hal yang sama?" tanya Sella dengan menengadahkan wajahnya
"iya sayang, mungkin ini hikmah di balik kepergian Melvin. tapi aku tidak pernah khawatir jika baby Al bertemu dengan Melvin, dia tetaplah anakku, sampai kapanpun. jadi sekarang kamu jangan khawatir lagi ya, aku akan jadi daddy seutuhnya untuk baby Al. oh mungkin sudah saatnya untuk buat adiknya baby Al, ayok!! apa kamu sudah siap?" tanya Zayn dengan senyum menyeringai
"apa harus secepat ini?" tanya Sella balik
"maybe, tapi aku tak mau menunda terlalu lama" ucap Zayn dan kemudian ia dengan segera memulai aksinya bersama dengan istri tercintanya
semua yang terjadi dalam hidup mereka seperti sebuah mimpi, seperti terjadi dengan begitu saja dan tak pernah terbayangkan. tak pernah ada yang tau bagaimana hari esok yang akan di hadapi oleh keduanya. seseorang yang membuat Sella khawatir ternyata telah pergi untuk selamanya, akankah mereka selalu damai dengan kehidupannya? entahlah..
__ADS_1
haaiiiiii pembaca kesayanganku!! jumpa lagi denganku. maaf ya udah absen lama banget, dan udah buat kalian nunggu-nunggu lanjutan ceritanya. insyaAllah mulai hari ini aku aktif lagi dan terima kasih masih setia dengan ceritaku. peluk hangat untuk kalian 😘😘