
Di dalam kamar, Sella tak henti-hentinya menangis, dadanya sesak penuh amarah kepada Melvin
"kamu kenapa tega sama aku Mel? kamu sebenarnya kemana?" Sella bermonolog dengan foto yang terpajang di atas nakasnya, fota dirinya dan Melvin
"kamu jahat Mel, kamu udah hancurin hidup aku, apa salah aku sama kamu? gimana nasib anak ini Mel? aku harus gimana? gimana kalo mama sama papa tau? kamu harusnya mikirin nasib aku Mel, kamu bener-bener jahat" Sella menangis sejadi-jadinya, hingga ia tertidur masih dalam memeluk foto itu
keesokan paginya, Leo, Renata dan juga Zayn sudah berada di ruang keluarga. Leo dan juga Renata menunggu penjelasan dari Zayn.
tak lama Sella turun dari kamarnya, dia memakai celana pendek selutut dan T-shirt, tak ada riasan di wajahnya namun sangat cantik natural, matanya sembab akibat menangis semalaman
"pagi ma, pa" Sella menyapa Leo dan Renata lalu duduk di samping Renata
"pagi sayang, kita udah nungguin kamu dari tadi" kata Renata Lembut pada Sella
"mata kamu kenapa sembab?" tanya Leo pada Sella
"gapapa pa" jawab Sella lalu menunduk agar tak kelihatan juga oleh Zayn karena dia malu
"selamat pagi pak Leo, bu Rena, Sella, Zayn" sapa Vano dan juga Adit asisten Zayn
"selamat pagi, silahkan duduk" suruh Leo pada Vano dan Adit, lalu mereka duduk d samping Zayn, Adit sudah siap membantu Zayn menjelaskan pada Leo, Renata dan Sella dengan memberikan bukti-bukti pada mereka
"baiklah om, tante, Sella, karena semua sudah berkumpul saya akan mulai menjelaskan pada kalian apa yang sebenarnya terjadi" Zayn memulai pembicaraan serius
"silahkan Zayn" jawab Leo, Renata dan Sella hanya mengangguk
__ADS_1
flashback on
Zayn bersama dengan Adit ingin menuju ke rumah Melvin untuk ikut menemaninya ke rumah Sella karena hari itu hari pernikahan Melvin dan Sella. sebagai sahabat, Zayn ingin menemani di hari bahagianya
saat tiba di depan rumah Melvin Zayn dan Adit melihat mobil Melvin keluar dari rumahnya di ikuti 3 mobil di belakangnya. Zayn dan Adit hanya saling pandang, lalu mereka mengikutinya karena mereka pikir pasti juga akan ke Rumah Sella
mobil terus melaju, menerabas jalanan kota yang lumayan padat hari itu. Zayn kaget karena mobil itu tidak belok ke arah rumah Sella melainkan ke arah komplek rumah mewah.
Zayn dan Adit tau bahwa pemilik rumah di komplek itu orang-orang yang sangat kaya, para pengusaha, pemimpin perusahaan yang sudah sangat maju
Zayn dan Adit melihat mobil Melvin berhenti di salah satu rumah yang sangat megah. mereka melihat ada banyak mobil di halaman rumah itu, mereka bingung sebenarnya itu rumah siapa, karena selama Zayn menjadi sahabatnya, ia tak pernah di ajak kesitu
Mereka berdua mencoba masuk kedalam rumah itu, terdengar samar-samar orang akad nikah saat mereka ada di halaman rumah, Zayn dan Adit saling pandang lalu mereka berlari ke dalam rumah itu
"Melvin?" Zayn terkejut saat Melvin menikah dengan orang lain di hari pernikahannya dengan Sella, Zayn sangat marah, tangannya mengepal, wajahnya memerah tapi mereka terlambat karena Melvin sudah menjadi suami orang lain
Melvin terkejut dengan kehadiran Zayn di rumah itu, harusnya Zayn dan Vano tak mengetahui hal ini.
Melvin menarik tangan Zayn menuju halaman rumah, Adit mengikuti mereka di belakang untuk mencari bukti pada Sella bahwa Melvin telah menghianatinya
"loe gila, loe brengs*k Mel, loe penghianat" maki Zayn saat mereka sudah sampai di halaman rumah itu
"terserah loe mau ngomong apa sama gue, gue ga peduli Zayn, loe udah terlambat, gue udah jadi suami orang" Melvin ikut emosi saat itu
"loe tega ninggalin Sella Mel, loe udah gila, nyesel gue punya sahabat pecundang kaya loe" maki Zayn lagi
__ADS_1
"loe ga tau masalahnya Zayn, loe ga akan pernah ngerti posisi gue" ucap Melvin
"masalah apa Mel? loe ga pernah cerita apa-apa sama gue dan Vano" ucap Zayn
"gue harus tanggung jawab atas apa yang udah gue lakuin sama istri gue, gue ga bisa nikahin Sella" Melvin menjelaskan pada Zayn
"tanggung jawab apa Mel? loe udah lakuin apa sampai loe tega ninggalin Sella? apa loe ga mikir gimana perasaan Sella? apa loe ga kasian sama Sella? sekarang dia pasti nungguin loe datang ke rumahnya." Zayn masih terus emosi
"gue tau gue salah Zayn tapi gue ga bisa nolak pernikahan ini. sorry kalo gue harus ngorbanin Sella untuk kepentingan gue" Melvin menatap ke arah lain dengan mata agak berkaca-kaca
"apa alasan loe ha? jelasin ke gue sekarang Mel, sekarang juga!" pinta Zayn
"gue hamilin wanita yang sekarang jadi istri gue Zayn, dia minta pertanggung jawaban atas apa yang udah gue lakuin, kalo gue ga nikahin dia, saham papanya yang ada di perusahaan gue sebesar 40% akan di tarik, loe bisa bayangin gimana perusahaan gue kalo sampai saham itu di tarik, gue bisa bangkrut Zayn" Melvin memberi penjelasan lagi pada Zayn
"bruuugg" tiba-tiba Zayn memukul Melvin, "loe emang udah gila Mel, loe ngorbanin Sella demi harta? loe brengs*k! kalo loe ga bisa jaga Sella, ga bisa bahagiain dia harusnya loe ga usah ada hubungan sama dia, harusnya loe ga usah ngasih harapan palsu sama dia!" Zayn sangat marah dan terus menghujam Melvin dengan pukulan bertubi-tubi
Adit yang mengetahui bosnya sudah kalap langsung memeganginya karna bisa-bisa Melvin babak belur di hajar Zayn
"kenapa loe segitu marahnya Zayn? apa loe suka sama Sella? silahkan ambil saja, silahkan datang ke rumahnya dan nikahin dia tapi gue kasih tau, loe bakal nyesel kalo loe nikah sama dia!" bentak Melvin sambil memegang pipinya yang mungkin remuk di hajar Zayn
"apa maksud loe hah? loe gila Mel, brengs*k" Zayn masih tak hentinya memaki Melvin
"ayo bos kita peegi dari sini, banyak orang sudah mulai berdatangan" Adit langsung menarik Zayn keluar dari area rumah itu dan masuk ke mobilnya
"tenangin diri bos dulu, jangan emosi bos" Adit mencoba menenangkan Zayn dengan memberi sebotol air mineral
__ADS_1
"terima kasih! sekarang kita harus ke rumah Sella, cepet dit!" titah Zayn dan Adit melajukan mobilnya
flashback off