
Sella terbangun karena di kagetkan dengan suara alarm di ponsel Zayn. tangannya meraih ponsel di nakas lalu mematikannya.
Sella berniat untuk bangun karena dia ingin pergi jalan-jalan sekitar apartemen saja, mumpung masih pagi udara tak begitu banyak polusi tapi tangan Zayn yang masih setia memeluknya malah semakin erat
"mau kemana?" tanya Zayn dengan suara serak khas bangun tidur
"emmm.. ayo kita jalan-jalan" jawab Sella
"masih ngantuk" jawab Zayn singkat dengan mata terpejam
"katanya kamu sayang sama anak kita, kalau kamu sayang harusnya kamu mau menuruti kemauan anak kita, ini bukan kemauan aku loh, ini kemauan bayi" ujar Sella dengan memelas, ia tau cara apa yang bisa meluluhkan Zayn
"aah iya-iya kita jalan-jalan" gerutu Zayn, ia tak bisa menolak jika sudah urusan anak
"ya sudah ayo bangun" ajak Sella
"tapi ada syaratnya" ucap Zayn tak mau kalah
"apa?" tanya Sella
"bilang terima kasih sayang" ucap Zayn dengan tersenyum
"harus gitu?" Sella mengerutkan keningnya
"ya terserah kamu saja. kalau tidak mau ya kita tidak jadi jalan-jalan. ayo nanti keburu siang" Zayn tak sabar di panggil sayang oleh Sella
Sella berpikir, kalau dia tidak mau bilang nanti tidak jadi jalan-jalan, tapi tidak ada salahnya juga karena dia sudah mau menerima Zayn
"iya-iya. terima kasih sayang" ucap Sella lirih
"apa? aku ga dengar?" Zayn pura-pura tidak dengar
"terima kasih sayang" Sella sedikit berteriak di telinga Zayn, Zayn merasa telinganya sedikit berdengung akibat ulah Sella. Zayn yang gemas langsung meciumi wajah Sella bertubi-tubi.
"sudah ayo kita berangkat" ajak Sella
Zayn dan Sella bersiap kemudian mereka turun untuk jalan-jalan. senyum merekah di bibir Sella, dia bahagia karena bisa menikmati udara pagi hari sebelum banyak polusi
tangan Sella dan Zayn tak pernah lepas bergandengan, seperti abg yang sedang kasmaran
sekitar 45 menit mereka jalan-jalan sekitar apartemen lalu mereka memutuskan untuk kembali saja karena perut sudah sangat keroncongan
__ADS_1
"sayang, kamu mau makan apa? kita delivery order saja ya" tanya Zayn, karena weekend dan Zayn ada di rumah jadi bi Sumi tidak masuk kerja, alhasil mereka berdua harus delivery order makanan untuk sarapan pagi ini
"terserah kamu, aku mau mandi dulu, gerah banget" ucap Sella dan berlalu ke kamar Zayn. Zayn pun memesan makanan untuknya dan Sella, lalu menyusul Sella ke kamarnya
suara gemericik air terdengar dari luar, Zayn memainkan ponselnya sambil menunggu Sella di balkon kamarnya
sudah hampir setengah jam Zayn menunggu Sella mandi tapi ia tak kunjung keluar, badannya sudah sangat lengket, akhirnya ia memutuskan untuk mandi di kamar Sella
selesai mandi dan mengganti pakaian, Zayn membawa makanan yang ia pesan ke kamarnya, dan ia melihat Sella duduk di kursi balkon
Sella hanya menggunakan jubah mandi milik Zayn dan handuk kecil di kepalanya
"kamu baru selesai mandi? aku dari tadi nungguin kamu, harusnya tu tadi kita mandi berdua biar cepat" gerutu Zayn saat ia sudah mendekati Sella, tak sengaja ia melihat belahan payudara milik Sella, membuat gairahnya memanas. Zayn tau bahwa saat ini Sella tak mengenakan BH untuk membungkus gunung kembarnya
apa kamu mau menggodaku? batin Zayn
"ngarep banget" bisik Sella di telinga Zayn seraya berdiri ingin masuk ke dalam kamar, tak menunggu lama Zayn menarik tengkuk Sella lalu ******* habis bibir Sella. rasa pappermint bekas pasta gigi Sella masih terasa, menambah aroma segar di tengah ciuman panas Zayn
Zayn menggendong Sella mendudukkannya di sofa, ia menutup pintu dan gorden kamarnya agar tak ada yang melihat adegan panas mereka. kembali ia menyerang bibir manis milik Sella, dan Sella pun mulai terpancing oleh Zayn, ia membalas setiap sesapan yang di berikan Zayn
Zayn menggerayangi tubuh Sella, tangannya mulai aktif untuk menyentuh bagian sensitif milik Sella
Sella hanya mendesah saat benda kenyal miliknya di mainkan oleh Zayn, dia merasakan bagian bawahnya sangat basah
Zayn menyusuri leher jenjang milik Sella, turun ke bawah dan berhenti di gunung kembar Sella, bermain-main disitu yang pasti akan membuat candu Zayn
Zayn melepas jubah mandi Sella dan benar saja, Sella tak memakai BH dan juga CD, Sella sudah seperti menantang Zayn. Sella hanya pasrah atas perlakuan Zayn, karena ia juga menginginkannya dan juga menikmatinya.
tinggallah tubuh polos dengan perut yang tak rata, menambah gairah Zayn semakin menggebu-gebu, kemudian ia melucuti semua pakaiannya, mereka berdua sama-sama tak terlindung dari sehelai benang pun
"apa kamu siap?" bisik Zayn, Sella hanya mengangguk, dan tak menunggu lama Zayn pun melakukan penyatuan tubuh
erangan demi erangan, lenguhan demi lenguhan, ******* demi ******* menggema di kamar Zayn, untung saja kamar tersebut kedap suara, jadi tak akan ada yang mendengar
hingga akhirnya Zayn telah mencapai puncak kenikmatan dan terkulai di samping Sella, dan entah Sella sudah mencapai puncak kenikmatan yang keberapa karena mereka sudah melakukannya lebih dari satu jam setengah. darah bule Zayn udah kelihatan nih 😁
Zayn memeluk Sella, mencium pucuk kepala Sella, "maaf membuatmu lelah"
"tidak, kita sama-sama menikmatinya" Sella juga memeluk Zayn
"ayo aku bantu ke kamar mandi" Zayn bangun lalu menggendong Sella ke kamar mandi, meletakkannya di bathup, dengan tubuh yang sama-sama masih polos
__ADS_1
Zayn mengisi bathup dengan air hangat untuk memberikan kenyamanan pada Sella, dan ia pun masuk ke bathup juga karena ukuran bathup yang cukup untuk dua orang
"sayang, apa tadi kamu kesakitan?" tanya Zayn seraya menuangkan sabun
"apa kamu lupa kalau aku sudah tidak perawan?" tiba-tiba raut wajah Sella berubah
"hei kenapa sedih? mau kamu sudah tidak perawan, sudah punya anak dua, anak lima tetap saja bagiku kamu perawan. jangan berkecil hati, aku tetap mencintai kamu, apapun dan bagaimanapun keadaan kamu" Zayn mencium pipi mulus Sella
"terima kasih ya. entah bagaimana aku jika bukan kamu yang jadi suamiku" Sella tersenyum sendu pada Zayn
"aku sudah pernah bilang kan, aku tidak sebaik yang kamu pikir. setiap manusia pernah melakukan kesalahan, tapi sebaik-baik manusia adalah mau memperbaiki kesalahan dan tak mengulangi kesalahan yang sama" ujar Zayn yang sok bijak
"tumben pinter suamiku" Sella dan Zayn tertawa bersama
selesai mereka ritual mandi, Zayn segera mengambilkan baju untuk Sella.
"sayang, sepertinya baju kamu harus di pindah kesini, besok biar bi Sumi bersihkan kamar kamu" ujar Zayn seraya menyerahkan baju untuk Sella
"iya terserah kamu saja. Zayn.." Sella belum selesai bicara, Zayn melotot ke arahnya karena ia tak mau di panggil itu lagi oleh Sella
"jangan panggil namaku lagi, panggil sayang! kamu harus ingat itu" titah Zayn bak raja yang harus di turuti kemauannya
"maaf sayang, aku masih suka lupa" Sella memelas supaya Zayn tak marah padanya
"cuup" Zayn mengecup bibir Sella, "cepat ganti baju, setelah itu kita makan. pasti makanannya sudah tidak enak, kita cari makan di luar saja ya" ajak Zayn
"harusnya tadi kita makan dulu, pasti kan ga mubadzir makanannya" protes Sella
"kan kamu yang menggodaku tadi" protes balik Zayn
"kenapa aku yang di salahkan? kan kamu yang tiba-tiba menyerangku" Sella mengingat bagaimana bringasnya Zayn tadi
"ya salah kamu selesai mandi tak mengganti baju, siapa yang tidak tergoda melihat dadamu terbuka begitu? aku sebagai lelaki normal ya pasti tergoda dong" Zayn juga mengingat Sella yang nampak menggairahkan di balik jubah mandinya, dan ternyata memang benar
Sella yang mengingat dirinya tak mengenakan BH tadi merasa malu, memang salahnya sudah memberikan umpan pada Zayn hingga mereka melakukan adegan pagi pertama, bukan malam pertama 😁
"ah sudah-sudah, ayo berangkat aku lapar" rengek Sella
"iya, ayo" Zayn dan Sella pergi ke pusat perbelanjaan untuk makan dan sekalian belanja, karena tadi Sella sudah memakan roti selai jadi dia sedikit kenyang
panas ga? panas ga? panas ga? kalo kurang panas, panasin pakai kompor yak, xixixi
__ADS_1
maaf yaa baru up, sedang kurang sehat