
"kak, kak Sella? kak Sella ada di dalam?" panggil Nadya dari luar kamar Sella namun tak ada sautan apapun dari Sella
"kak, ini aku mau antar baby Al" teriak Nadya lagi karena mungkin Sella tidak mendengarnya
"kak Sel.."
"maaf ya Nad, kakak tadi sedang ganti baju. sini bawa masuk saja" ucap Sella yang kemudian mengajak Nadya masuk ke kamarnya untuk menidurkan baby Al
"oo anak mommy, mommy kangen sekali dengan kamu" ucap Sella seraya mencubit pipi gembul anaknya
"kakak ini, baru juga sebentar tidak ketemu masak iya sudah rindu?" ucap Nadya yang heran dengan kakak iparnya ini, tapi baby Al memang sangat menggemaskan, sehari saja tak bertemu membuat siapapun pasti akan merindukannya
"oh ya kak, kakak kenapa? mata kakak sembab sekali? kakak habis nangis ya? jangan-jangan kakak ada masalah sama kak Zayn?" tanya Sella bertubi-tubi
Sella hanya terdiam mendengar pertanyaan-pertanyaan dari Nadya. karena memang ia tak bisa memungkiri matanya jadi sembab gara-gara kebanyakan menangis
"fiks, kakak pasti ada masalah dengan kak Zayn" saut Nadya lagi yang tak mendapat jawaban apapun dari Sella, itu sudah cukup mengisyaratkan jawaban Sella
"kak, kakak bisa cerita kok sama aku kalau kakak mau cerita" ucap Nadya lagi berharap kakaknya mau berbagi kesedihannya
"kakak, tidak apa-apa kok Nad. kakak hanya tadi kecapean saja. terus mata kakak ini tadi karena kelilipan. kamu tenang saja ya!" jawab Sella di sertai senyuman, berusaha menutupi kesedihan hatinya
"baiklah kalau kakak tidak mau cerita sekarang, mungkin suatu hari kakak bisa menceritakannya padaku. kakak sudah aku anggap seperti kakakku sendiri, bahkan lebih dari kak Zayn" ucap Nadya dengan tertawa memperlihatkan deretan giginya yang putih
__ADS_1
"kamu bisa saja. tapi terima kasih ya Nad kamu sudah baik sekali sama kakak" Sella membelai lembut rambut Nadya, menandakan bahwa ia sangat menyayangi Nadya
"sama-sama kak" balas Nadya. Nadya benar-benar merasa beruntung karena memiliki kakak seperti Zayn dan Sella juga mama Tyas, ia merasa hidupnya sempurna meski sejak kecil ia sudah di tinggal oleh papanya, semua kesedihan Nadya terasa terganti semenjak Zayn menikah dengan Sella. kedua kakaknya sangat menyayangi dirinya
Sella pun merasakan hal yang sama, ia merasa sempurna sejak menikah dengan Zayn. keluarga Zayn begitu baik padanya bahkan ia tak pernah dianggap orang baru dalam keluarga Zayn
sementara Sella dan Nadya sedang mengobrol santai, di lantai bawah Zayn sedang menceritakan keluh kesahnya pada mama Tyas. Zayn yakin jika mama Tyas pasti memberikan solusi untuk masalah yang di hadapinya saat ini
"sayang, jika sedang ada bara api pada diri istrimu kamu jangan pernah menyulutnya dengan api yang lebih besar lagi. kamu harus selalu jadi air yang akan selalu memadamkan api pada diri istrimu. mama tau mungkin ini memang karena salah faham, tapi memang kamu juga yang salah jadi jangan pernah malu untuk selalu minta maaf pada istrimu. wanita itu kalau marah yang bisa meredakannya hanya kelembutan pasangannya, jadi jangan pernah menyerah untuk mendapat maaf dari istrimu" mama Tyas menasehati Zayn agar ia sabar mengahadapi Sella apalagi Sella sedang hamil pasti sangat sensitif
Zayn tersenyum mendengar nasehat dari mama Tyas. "maaf ya ma, Zayn belum bisa jadi anak kebanggaan mama karena belum bisa bahagiakan istri Zayn, menantu mama"
"tidak perlu minta maaf sayang, kamu sudah menjadi suami juga ayah yang baik untuk keluarga kamu. jangan merasa rendah diri, ingat ya kamu itu hebat. kamu anak kebanggaan mama. kamu sangat banyak berubah semenjak menikah dengan Sella" ucap mama Tyas sembari menggenggam tangan Zayn, memberinya kekuatan
saat Zayn dan mama Tyas sedang asyik mengobrol, Nadya turun dari kamar Sella. menghampiri mereka berdua bersama Sella
"ma, ayo kita pulang" ajak Nadya pada mama Tyas
"mama sama Nadya tidak makan dulu?" tanya Sella
"tidak usah sayang. mama masih kenyang. mama pulang dulu ya, jaga kesehatan kamu baik-baik dan juga cucu mama" ucap mama Tyas yang kemudian berpamitan untuk pulang dengan Nadya meninggalkan Sella dan Zayn sendiri dalam keheningan. Sella segera bergegas dari hadapan Zayn saat melihat mama Tyas dan Nadya hilang dari hadapannya namun dengan sigap Zayn memegang tangan Sella, mencegahnya untuk pergi. Zayn tak mau masalah ini berlarut-larut hingga menyebabkan renggangnya hubungan mereka
"sayang, maafkan aku ya! kamu hanya salah faham saja" ucap Zayn namun Sella tak menjawab sepatah kata pun. lidahnya kelu hingga ia tak mampu mengucap apapun
__ADS_1
"aku capek Zayn!" ucap Sella yang kemudian menarik tangannya dari genggaman Zayn lalu meninggalkan Zayn sendiri di ruang tengah. Sella masih belum bisa menerima segala alasan yang keluar dari mulut Zayn. bagi Sella apa yang ia lihat sudah cukup menjelaskan bahwa Zayn masih ada rasa dengan Bianca
"mungkin selama ini Zayn hanya merasa kasihan denganku, bukan mencintaiku" batin Sella yang kemudian berhasil meloloskan air mata dari pelupuknya
......................
hari sudah malam, mata Sella sudah tersisa lima watt saja. ia ingin segera menyusul baby Al ke alam mimpi.
Sella merebahkan tubuhnya di samping baby Al. baru saja ia memejamkan mata, terdengar suara pintu kamar terbuka. Sella membuka kembali matanya dan ia melihat Zayn yang masuk ke kamar, sorot mata Sella tajam menatap Zayn
"aku tidak mau kamu tidur disini" ucap Sella ketus
Zayn tersentak kaget dengan ucapan Sella, ia tak menyangka Sella semarah itu padanya
"mak..maksud kamu aku tidur diluar?" tanya Zayn meastikan, siapa tau Sella hanya mengigau
"iya. terserah kamu mau tidur dimana asal jangan di kamar ini" jawab Sella kemudian ia membelakangi Zayn agar ia tak menatap wajah Zayn lagi, ia terlalu sakit hati
"baiklah kalau itu bisa membuat kamu tenang, aku akan tidur di luar" ucap Zayn yang kemudian pergi dari kamar mereka berdua. meninggalkan Sella dan baby Al sendiri
Zayn pergi ke kamar tamu, merebahkan tubuhnya yang sangat lelah di atas kasur yang ukurannya lebih kecil dari kasur yang ada di kamarnya. ia menghidupkan ponsel miliknya dan terlihat wallpaper dengan wajah Sella juga baby Al terpampang di layarnya.
"maafkan aku sayang, maaf sudah menyakitimu" Zayn berguman sendiri dan kemudian memejamkan matanya, mengistirahatkan pikiran dan tubuhnya berharap ini hanya mimpi dan saat bangun esok pagi Sella kembali seperti semula. kembali menjadi istrinya yang selalu tersenyum bahagia
__ADS_1