
"bayi kalian sehat sekali, lihatlah dia sangat aktif" ujar dokter Susan sambil menunjuk monitor
Zayn dan Sella tersenyum bahagia. bayi dalam kandungan Sella tumbuh dengan sehat
"apa hari ini kita bisa lihat jenis kelaminnya San?" tanya Zayn yang sedari tadi sudah penasaran
"sebentar ya, semoga bayinya berputar supaya kita bisa lihat" ujar dokter Susan
dan benar, hari ini Zayn dan Sella bisa tau jenis kelamin anaknya. setelah beberapa menit menunggu akhirnya bayi mungil itu berputar dan seperti menggeliat di dalam perut Sella, membuat Sella, Zayn dan Susan gemas
"lucu sekali bayi kalian, di dalam perut saja sudah menggemaskan seperti itu. dan ini kalian lihat, jenis kelaminnya laki-laki" jelas dokter Susan dengan menunjukkan pada Sella dan Zayn di monitor
"waaah benar laki-laki?" Zayn bahagia sekali mendengar dari dokter Susan jika anaknya laki-laki
"iya, selamat y untuk kalian. saya rasa sudah cukup untuk hari ini karena tidak ada masalah dan keluhan apapun. selalu jaga kesehatan ya Sel. oh ya, aku mau tunjukkan sesuatu lagi sama kalian, mari duduk di sana" ujar dokter Susan lalu bangkit dari kursi sebelah Sella menuju mejanya di ikuti Sella dan Zayn
"ada apa San?" tanya Zayn lalu dokter Susan membuka sebuah buku seperti majalah atau apalah itu.
"nah, berhubung usia kandungan Sella hampir memasuki trimester ketiga dan perutnya juga sudah membesar, aku mau menunjukkan posisi-posisi yang diperbolehkan saat kalian berhubungan badan di usia kehamilan Sella saat ini" jelas dokter Susan
"memang harus ada aturannya seperti itu?" tanya Zayn dengan mengangkat kedua alisnya
"ya iya dong, tidak boleh sembarangan untuk menjaga kondisi kandungan Sella. ini kalian lihat" ujar dokter Susan sembari menunjukkan gambar-gambar yang terdapat pada buku tersebut.
"kalian sudah tau kan mana yang boleh dan mana yang tidak, jadi kalian bisa lebih hati-hati lagi" ujar dokter Susan lagi
"lalu, apa kita boleh melakukan hubungan badan sampai Sella hamil tua?" tanya Zayn penasaran
__ADS_1
"boleh saja asal frekuensinya di kurangi, jangan setiap hari" jawab dokter Susan sembari tertawa yang membuat Zayn tersenyum dan menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal
"sayang, kamu ada-ada saja pertanyaannya" gerutu Sella, karena ia malu pada dokter Susan harus bertanya hal-hal seperti itu
"tidak apa-apa Sel. baiklah jika tidak ada pertanyaan lagi, ini resep vitamin yang harus di tebus" ujar dokter Susan sembari menyerahkan resep pada Sella kemudian Sella dan Zayn pamit untuk pulang
"sayang tunggu disitu sebentar, aku ke toilet dulu, kebelet dari tadi" ujar Zayn lalu ia menuju ke toilet dan Sella duduk di kursi ruang tunggu
dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikannya lalu menghampirinya
"Sella, apa kabar?" sapa seseorang pada Sella yang tengah menunggu Zayn
"kamu?" Sella bangkit dari kursi lalu berniat untuk pergi menghindari laki-laki itu, ya laki-laki itu adalah Melvin, ayah dari bayinya
"Sella tunggu" Melvin mencoba mencegah Sella pergi menghindarinya dengan memegang tangannya
"oke aku lepaskan" Melvin melepaskan tangannya dari tangan Sella, "Sel, kamu hamil? apa yang di kandungan kamu itu anak aku? hasil dari hubungan kita waktu itu?" tanya Melvin penasaran
deg
"tidak usah mimpi Mel, aku sudah menikah dan ini adalah anak aku dan suamiku jadi kamu tidak usah mengira bahwa ini adalah anak kamu, camkan itu" ujar Sella dengan nada ketus karena sudah terpancing emosi
"menikah? siapa laki-laki yang sudah menikahimu? siapa laki-laki yang mau menerima wanita yang sudah ternodai oleh laki-laki?" tanya Melvin
plaaaakkkkk, tangan mungil Sella melayang ke arah pipi Melvin dan meninggalkan bekas merah disana
"hei, beraninya kamu menampar suamiku?" teriak seorang wanita yaitu istri Melvin, Yolanda. hingga membuat beberapa orang yang ada disitu menoleh ke arah mereka
__ADS_1
Yolanda menghampiri Melvin dan Sella.
"sudah sayang, malu di lihat banyak orang" ujar Melvin, mencegah Yola supaya tidak berisik dan berulah
"biarkan saja. lagian kamu kenapa diam saja sudah di tampar wanita ini? oooh sebentar, kamu bukannya teman kampus Melvin ya, kita pernah ketemu kan dulu di Mall? aku tidak lupa dengan wajah kamu yang sok polos ini ternyata kamu mau mengganggu suamiku, dan suamiku tidak mau jadi kamu menamparnya? sebentar, kamu kan sedang hamil, apa anak dalam kandungan kamu tidak punya ayah sehingga kamu harus menggoda suami orang, iya?" ujar Yola dengan sombongnya
pllaaaakkkk, lagi-lagi tangan Sella melayang, kali ini tepat di pipi mulus Yola. hatinya sakit di hina oleh Melvin dan Yola. Melvin yang berada disitu membelalakkan matanya saat Yola di tampar oleh Sella, ia tak menyangka jika Sella seberani itu. sedangkan Yola langsung memegang pipinya yang kemerahan akibat tamparan Sella, ia merasakan sedikit perih
"kurang ajar kamu ya, beraninya kamu menamparku setelah tadi kamu menampar suamiku?" Yola mengangkat tangannya hampir melayang menyentuh pipi mulus Sella namun ada tangan yang berhasil mencegahnya
"jangan sekali-kali berani menyentuh istriku, atau aku patahkan tangan kalian" ancam Zayn lalu meremas tangan Yola hingga meninggalkan bekas kemerahan lalu melepaskannya
Zayn? jadi Zayn benar-benar menikahi Sella? batin Melvin
"oooh jadi kamu suaminya? jagain tu istrinya supaya tidak suka menggoda suami orang. emm sepertinya aku pernah ketemu sama kamu, kamu laki-laki yang mengacaukan pernikahanku dengan Melvin kan? ooh pantas saja ya, kalian suami istri pembuat onar!" ujar Yola, membuat darah Zayn mendidih, ingin sekali ia menghajar Yola jika seandainya Yola adalah laki-laki, tapi ia berusaha untuk tenang dan tidak terpancing emosi
ditengah mereka sedang bersitegang, ada dua security yang datang menghampiri mereka karena mereka berempat sudah membuat keributan di rumah sakit
"diam, jangan ribut disini? silahkan kalian pergi atau ikut saya ke kantor" ucap salah seorang security tersebut
"jangan ganggu-ganggu istriku lagi." ucap Zayn di depan wajah Yola, "dan loe Mel, ajarin istri loe supaya punya sopan santun kepada orang lain. hari ini gue diam, tapi lihat saja kalau sampai gue lihat loe dan istri loe ganggu istri gue lagi, gue nggak akan tinggal diam!" ancam Zayn, sorot matanya tajam menatap mata Melvin, seoalah-olah hewan buas yang akan bertarung dengan musuhnya lalu ia mendorong sedikit pundak Melvin,
"bawa saja dua orang pembuat onar ini pak." ujar Zayn lagi, " ayo sayang kita pergi!" Zayn merangkul Sella lalu meninggalkan Melvin, Yola juga dua security tersebut
"hah, bisa-bisanya dia mengancam kita. hei awas ya kalian!" teriak Yola yang malah membuat gaduh
"hei diam! ayo ikut saya ke kantor!" ucap seorang security sambil menarik tangan Yola untuk di bawa ke kantor mereka
__ADS_1
"lepasin saya. tidak perlu ke kantor kalian, saya mau pulang" ucap Yola ketus lalu menarik tangan Melvin dan meninggalkan dua security tersebut. hari ini dia sudah di buat kesal atas kejadian yang menimpanya. dia merasa di rendahkan karena telah di tampar oleh seseorang, seumur-umur baru kali ini ada yang berani menamparnya, apalagi dia adalah anak konglomerat, siapa yang berani melawannya. tapi tidak dengan Sella, ia sama sekali tidak takut kepada Yola.