
sinar mentari memamerkan keindahannya, membuat Sella mengerjap-ngerjapkan matanya saat cahayanya masuk melalui celah gorden di kamarnya
"sepertinya aku kesiangan" guman Sella sembari menggeliatkan tubuhnya, pegal-pegal menjalar di tubuhnya
saat Sella ingin bangun, Zayn yang sudah rapi dengan pakaian kantor pun masuk ke dalam kamar membuat Sella badmood
"selamat pagi sayang! kamu sudah bangun?" tanya Zayn pada Sella yang memanyunkan bibirnya karena masih marah
"kalau kamu lelah istirahatlah, aku yang akan menjaga baby Al" ucapnya lagi. Zayn sangat tidak tega melihat Sella kelelahan
"tidak usah. aku bisa menjaganya sendiri. kamu berangkat saja sana" ucap Sella dengan nada ketus
"sudah jangan membantah, hari ini waktunya kamu untuk istirahat" ucap Zayn tak ingin di bantah, karena ia juga tak ingin terjadi apa-apa dengan bayi yang ada dalam kandungan Sella
"lagian ya, bagaimana kamu mau menjaganya. kamu harus pergi ke kantor kan? sudahlah Zayn, biar baby Al di rumah saja denganku" protes Sella lagi
Zayn tersenyum kecut mendengar Sella menyebut namanya, itu tandanya Sella masih marah dengannya
"aku yakin kok, kamu tidak pernah kan cinta sama aku? kamu cuma kasian kan sama aku karena nasib buruk yang menimpaku waktu itu? jujur saja Zayn, aku tak masalah kalau memang itu benar!" ucap Sella dengan memalingkan wajahnya, tak mau Zayn melihat raut sedih yang ada pada wajahnya
Zayn membelalakkan matanya mendengar ucapan Sella. bagaimana bisa, Sella meragukan cintanya selama ini hanya karena salah paham. "maksud kamu apa sih? apa kurang semua yang aku lakukan selama ini untuk kamu? apa kurang membuktikan kalau aku benar-benar cinta sama kamu? semua yang terjadi kemarin tidak seperti yang kamu pikirkan. kamu hanya salah paham tapi kamu tidak pernah mau mendengar penjelasanku" Zayn menaikkan sedikit intonasi suaranya karena ia tak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Sella
"apa yang perlu kamu jelaskan? semua sudah jelas Zayn, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kamu menghampiri Bianca dan memeluknya. kamu tersenyum bahagia saat itu, apa lagi yang harus di jelaskan? apa Zayn? kamu masih cinta sama dia? iya?" Sella pun ikut menaikkan suaranya
"cukup Sel. semua tuduhan kamu itu salah. aku tau aku salah sudah memeluk Bianca, tapi itu tidak sengaja, aku kira itu kamu. kalau aku tau itu Bianca, mana mungkin aku memeluknya" Zayn terus membela diri agar Sella tak terus menuduhnya yang tidak-tidak
Sella terdiam mendengar ucapan Zayn. dia ingat memang saat itu ia dan Bianca berencana untuk memakai baju kembar yang mereka beli di mall saat pergi bersama. ia mulai berfikir, mungkin memang benar Zayn salah orang waktu itu
Zayn mendekat ke arah Sella yang duduk di kasur. ia meraih jari jemari Sella yang mungil. "aku benar-benar minta maaf kalau memang aku salah. tapi aku sama sekali tidak ada niat untuk memeluk Bianca. percaya sama aku, aku cinta sama kamu"
Sella tak menjawab ucapan Zayn, namun air mata yang lolos dari matanya sudah cukup menjelaskan jika ia sedang tidak baik-baik saja. tiba-tiba ia merasa perutnya keram dan sangat sakit
__ADS_1
"aauuuuuwh" teriak Sella membuat Zayn panik. ia meringis dan terus memegangi perutnya
"sayang kamu kenapa? kita kerumah sakit sekarang" dengan sigap Zayn membopong Sella untuk di bawa ke rumah sakit dan memanggil bi Sumi untuk menjaga baby Al yang masih tertidur
......................
"bagaimana keadaan istriku San? bagaimana dengan bayinya? apa mereka baik-baik saja?" tanya Zayn pada dokter Susan, dokter kandungan yang menangani Sella sewaktu hamil baby Al dan kehamilannya yang sekarang
"Sella hanya mengalami keram perut saja. dia hanya butuh istirahat dan jangan banyak pikiran supaya hal ini tidak terjadi lagi. ibu hamil tidak boleh stress Zayn, ingat itu!" ucap dokter Susan menjelaskan
"baik San, terima kasih ya!" ucap Zayn dan mendapat anggukan dari dokter Susan
di mobil Sella hanya terdiam sembari melihat ke arah luar jendela, perutnya masih sedikit nyeri karena keram tadi
"sayang, tadi dokter bilang kamu tidak boleh banyak pikiran dan tidak boleh stress. kamu juga harus banyak istirahat" ucap Zayn membuka pembicaraan di antara mereka
"kamu yang membuat aku stress" jawab Sella ketus
"iya, maafkan aku ya. maaf aku sudah salah sama kamu" Zayn membelai lembut kepala Sella dan Sella hanya terdiam. hatinya masih belum bisa menerima permintaan maaf dari Zayn
beberapa menit kemudian sampailah mereka di rumah. teriakan baby Al menyambut mereka
"mom..my, mom..my, dad..dy"
Sella dan Zayn tersenyum melihat anak mereka yang semakin pintar dan tumbuh besar. wajah tampannya menambah nilai lebih untuk baby Al
"oo anak daddy, sini sama daddy" ucap Zayn sembari menggendong baby Al yang berlarian ingin menghampiri mereka. "mari kita antar mommy ke kamar, mommy mau istirahat" imbuhnya lagi. Zayn menuntun Sella yang masih sedikit lemas dan menggendong baby Al menuju kamarnya
baby Al terus saja bicara dengan gaya bicara yang masih terbata-bata, membuat Zayn semakin gemas mendengarnya sampai mereka berada di kamar. Zayn menurunkan baby Al di sofa dan membantu Sella untuk merebahkan tubuhnya
"kamu makan dulu ya, aku ambilkan sekarang" Zayn menawari makan pada Sella karena sedari tadi Sella belum makan. Sella pin mengangguk karena ia sudah merasa sangat lapar
__ADS_1
Zayn menggendong baby Al lagi, mengajaknya ke bawah untuk mengambil makanan. beberapa menit kemudian ia kembali dengan bi Sumi yang sudah membawakan makanan di atas nampan untuk Sella
"saya permisi dulu ya tuan" ucap bi Sumi yang kemudian meninggalkan Sella, Zayn dan baby Al di kamar
Zayn menurunkan baby Al di samping Sella. baby Al tak hentinya menatap Sella. mungkin ia merasa jika mommynya sedang sakit
"aku suapin ya?" tanya Zayn pada Sella
"tidak usah, aku bisa sendiri. lebih baik kamu ke kantor saja" jawab Sella masih dengan nada yang ketus
"sayang, mana mungkin aku meninggalkan kamu dalam keadaan seperti ini. lagian tadi aku sudah bilang sama Adit kalau aku tidak ke kantor hari ini, jadi kamu tenang saja." ucap Zayn menjelaskan dan lagi-lagi Sella tak menjawab. ia hanya menghela nafas dalam-dalam untuk menetralkan perasaannya
"dad..dy, mom..my atit?" tanya baby Al terbata-bata
"iya sayang. do'ain mommy dan adik bayi ya supaya cepat sehat supaya nanti bisa main lagi sama Al sama daddy" ucap Zayn lembut pada baby Al. dan baby Al hanya manggut-manggut saja mendengar penjelasan daddynya
Sella tersenyum melihat kelucuan anak pertamanya itu. dia sangat cerdas.
Zayn mengambil makanan yang ada di atas nampan. ia mencoba menyuapi Sella agar bisa makan
"buka mulutnya" pinta Zayn
"tidak usah, aku bisa sendiri" bantah Sella
"sudah. aku tidak menerima bantahan. kamu diam dan tinggal buka mulut saja" ucap Zayn lagi dan kali ini Sella pasrah karena ia lelah harus berdebat terus dengan Zayn, membuatnya pusing
sesuap demi sesuap masuk ke dalam mulut Sella. nasi lengkap dengan sayur dan lauk daging ayam telah habis masuk ke dalam perut Sella di tambah satu gelas susu ibu hamil sebagai pelengkap nutrisi untuknya
Zayn mengambil obat juga vitamin yang di berikan oleh dokter Susan untuk Sella tadi kemudian memberikannya pada Sella agar Sella cepat sembuh
"sekarang tidurlah. aku akan menjaga baby Al. jangan over thinking, aku tidak mau terjadi apa-apa dengan kamu dan anak kita" ucap Zayn sembari membelai lembut pucuk kepala Sella dan Sella hanya mengangguk
__ADS_1
"ayo kita keluar. jangan ganggu mommy, mommy mau istirahat dulu" Zayn kemudian menggendong baby Al dan keluar dari kamar. membiarkan Sella untuk beristirahat