Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Maafkan Kami


__ADS_3

sampai rumah Zayn menyuruh istrinya untuk segera bersiap, karena sebentar lagi mereka harus berangkat. tak ada drama dengan baby Al, karena sudah di jaga oleh mama Tyas yang sebenarnya kebetulan mama Tyas dan Nadya berkunjung kerumah Zayn dan Sella


"kak, aku ikut melayat ke rumah kak Melvin ya!" ucap Nadya saat Zayn sedang menggoda baby Al di gendongan mama Tyas


"iya boleh. bersiaplah dengan kak Sella!" ucap Zayn yang menoleh pada Nadya


"baiklah. terima kasih kakak" ucap Nadya sembari menuju kamar kakaknya. sampai depan kamar, Nadya mengetuk pintu dan Sella menyuruhnya untuk masuk. saat Nadya masuk Sella masih mengenakan handuk yang hanya dililitkan pada tubuhnya dan sedang memilih pakaian di lemari besarnya. Sella lupa bahwa ada beberapa tanda merah yang di buat suaminya terekspos. Nadya yang melihatnya sontak sedikit malu dan terkejut


"kak, apa kak Zayn seganas itu?" tanya Nadya polos. meski ia belum pernah melakukan hal di luar kewajaran tapi ia tahu jika itu adalah tanda yang dibuat saat merengkuh kenikmatan karena ia pernah melihat di artikel dan juga teman kuliahnya yang menjadi simpanan om-om dan dia punya tanda seperti itu juga


"maksud kamu ganas apa Nad?" tanya Sella balik karena ia belum menyadari perihal tanda merah itu


"itu kak, tanda merah di dada kakak. banyak sekali" ucap Nadya dengan mengangkat kedua alisnya


Sella yang mendengar ucapan Nadya sontak melihat dadanya dan benar memang Zayn meninggalkan banyak tanda merah di sana. pipi Sella merona, bagaimana bisa hal intim seperti ini di ketahui oleh adik iparnya. Sella sangat malu sampai ubun-ubun rasanya


ah Sella bodoh sekali kamu, harusnya tadi kamu pakai kimono, kenapa hanya pakai handuk? jadi ketahuan Nadya kan? batin Sella


"ee ini kakak di gigitin nyamuk. iya di gigit nyamuk semalam waktu jaga baby Al" jawab Sella sebisanya


"hah? apa kakak tidak pakai baju sampai harus di gigit nyamuk di dada kakak?"tanya Nadya lagi


Lidah Sella kelu untuk menjawab pertanyaan Nadya lagi. "ee itu apa, kakak pakai piyama tipis jadi gigitannya tembus. iya seperti itu Nad" jawab Sella semakin ngasal


"oh ya? jangan-jangan itu nyamuk laki-laki. apa nyamuk itu berambut hitam?" tanya Nadya dengan menggoda kakaknya. dia sebenarnya menahan tawa karena saat ini wajah Sella seperti kepiting rebus

__ADS_1


Sella membelalakkan matanya mendengar pertanyaan Nadya. dia semakin berkeringat. sebenarnya tak masalah jika yang mengetahui itu Bianca atau teman lainnya yang sudah menikah. ini yang mengetahui malah Nadya, Sella jadi bingung harus menjawab apa karena Nadya belum menikah


"ah hahaha iya. ah tidak kan nyamuk tidak punya rambut. sudahlah ayo kita harus segera bersiap sebelum kakak kamu nanti marah-marah karena kita ganti bajunya lama" ucap Sella salah tingkah. "aku ganti baju di kamar baby Al saja" ucapnya lagi kemudian buru-buru ia pergi ke kamar baby Al. ia tak mau sampai Nadya tahu lebih banyak lagi tanda merah di gunung kembarnya


"ini semua gara-gara Zayn, dia selalu saja membuat banyak tanda merah di tubuhku. menyebalkan! kalau begini aku kan malu sama Nadya" gerutu Sella sembari berganti pakaian


Nadya melepaskan tawanya saat kakak iparnya itu hilang di hadapannya. wajah kakak iparnya itu sangat menggemaskan bila sedang malu pantas saja kakaknya sangat mencintainya


Zayn, Sella, Nadya, Adit juga Vano dan Bianca yang baru saja datang sudah siap untuk berangkat tinggal menunggu Vera yang juga ingin melayat bersama Sella sahabatnya


mereka menunggu sekitar sepuluh menit dan Vera datang menggunakan taksi. lalu mereka pun segera berangkat


"dit, kamu sama Vera ya. aku sama Sella dan Nadya!" ucap Zayn saat mereka berjalan ke arah mobil


"karena cuma kamu yang sendiri. aku dan Vano sudah berpasangan." jawab Zayn dengan senyum yang sombong, karena sahabatnya sekaligus asistennya itu masih jomblo. "siapa tahu nanti Vera bisa jadi pacar kamu. kalau kamu tidak mau, aku curiga kamu penyuka sesama jenis" bisiknya pada Adit


Adit terbelalak mendengar ejekan dari Zayn


"enak saja! aku laki-laki normal." jawab Adit


"astaga kalian ini berdebat terus, kalau begini kita kapan berangkatnya? sudah Vera sama Adit satu mobil saja sama kita, repot banget." ucap Sella kesal karena suaminya terus berdebat dengan Adit


"nah ide yang bagus. terima kasih Sella, istri bos yang cantik" ucap Adit kegirangan karena tidak jadi berduaan dengan Vera saja


"jangan memuji istriku. cukup aku saja yang boleh memujinya" sahut Zayn dengan posesifnya. iya deh iya, Sella cuma boleh di puji sama daddy Zayn aja 😁

__ADS_1


Vano dan Bianca yang mendengar perdebatan dua sahabat itu hanya bisa tertawa dan menggeleng saja. Vano dan Bianca sama-sama tahu kalau Zayn sudah mencintai seseorang pasti dia akan sangat menjaganya tapi jika sudah di sakiti dia bisa berubah 180 derajat. sama halnya seperti saat bersama Bianca dulu namun takdir berkata lain, Sella memang sudah di takdirkan sebagai jodohnya. jika Zayn berjodoh dengan Bianca mungkin persahabatan mereka tak akan seseru ini


dua puluh menit perjalanan mereka dari rumah Zayn ke rumah Melvin. saat mereka memasuki halaman rumah Melvin, banyak sekali orang disana. karangan bunga berjajar rapi di halaman rumahnya. begitupun dengan mobil-mobil mewahnya. para keluarga, kerabat juga teman-temannya sedang berkumpul di dalam rumah untuk menggelar do'a bersama agar Melvin beserta anak istrinya bisa meninggal dengan tenang. sungguh, mungkin hal seperti ini tak pernah terbayangkan dalam benak mereka sedikitpun


Zayn beserta rombongan masuk ke dalam rumah Melvin untuk mengikuti do'a bersama sebagai penghormatan terakhir


tak berapa lama do'a bersama telah selesai dilaksanakan. Zayn beserta rombongan menghampiri kedua orang tua Melvin yang terlihat sangat terpukul karena kepergian anak sulungnya tersebut. di sana juga nampak adik Melvin yaitu Johan yang sama juga nampak sangat sedih atas kepergian kakaknya


"om, tante, Jo, kami turut berduka cita. kalian harus bersabar. ini semua adalah ujian. jangan berlama-lama larut dalam kesedihan, Melvin pasti tak akan suka melihat kalian seperti ini" ucap Vano membuka pembicaraan di antara mereka


"iya Van, terima kasih. terima kasih karena kalian sudah mau datang kesini untuk mendo'akan Melvin. maafkan segala kesalahan Melvin" ucap papa Melvin yang tak kuasa membendung air matanya


saat mereka larut dalam kesedihan tiba-tiba mama Melvin berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Sella yang duduk di sebelah Zayn


"Sel, tante minta maaf atas semua kesalahan Melvin yang pernah dilakukan padamu dan juga kesalahan om dan tante. maafkan kami yang sudah jahat sama kamu" ucap mama Melvin disertai tangisan sampai terisak


Sella yang mendapati itupun agak terkejut hingga ia hanya bisa terdiam. ia bingung harus menjawab apa


"apa kamu masih belum bisa memaafkan kami Sel?" tanya mama Melvin lagi karena Sella tak kunjung menjawab pernyataannya


"sa..saya..saya sudah melupakan masalah itu tan dan saya sudah memaafkan om, tante dan juga Melvin. tante jangan merasa bersalah terus, kita lupakan saja" jawab Sella dengan bijak. Zayn yang mendengar jawaban istrinya mencoba menguatkannya. ia genggam tangan mungil milik istrinya. ia tau tak mudah untuk Sella berbicara seperti itu setelah apa yang sudah mereka lakukan padanya


"terima kasih Sel, kamu memang wanita yang sangat baik" ucap mama Melvin. ia terlihat sangat lega setelah Sella mau memaafkannya


beberapa saat kemudian Zayn beserta rombongan berpamitan untuk pulang. namun Zayn dan Vano harus berpisah jalan karena arah rumah mereka berbeda

__ADS_1


__ADS_2