
Sella sedang menggendong baby Al yang selesai mandi, tiba-tiba bel berbunyi. Sella berjalan keluar menuju pintu dengan jalan perlahan-lahan
siapa yang datang sore-sore begini, batinnya
Sella membuka pintu dan nampak dua orang sedang berdiri di depannya, Vano dan Bianca
"kalian? silahkan masuk Van!" ucap Sella
"aku tidak kamu suruh masuk juga?" tanya Bianca menggoda
Sella menoleh ke arah Bianca dengan mengangkat kedua alisnya
"iya kamu juga, silahkan masuk!" jawab Sella
Sella berjalan terlebih dulu kemudian di ikuti Vano dan Bianca di belakangnya
"silahkan duduk" ucap Sella, Vano dan Bianca segera duduk berseberangan dengan Sella
"Zayn kemana Sel?" tanya Vano membuka percakapan mereka
"lagi ke supermarket, sebentar lagi juga pulang, tunggu sebentar ya. Oh ya Van, aku nitip baby Al sebentar, aku buatkan minum kalian berdua dulu" ucap Sella sembari memberikan baby Al pada Vano
"baiklah. seharusnya kamu tidak perlu repot-repot" jawab Vano
Sella kemudian ke dapur untuk membuat minuman. tinggallah Vano dan Bianca yang ada di ruang tamu. beberapa menit Sella meninggalkan mereka lalu ia kembali lagi dengan membawa nampan berisikan dua gelas moccacino, namun Sella tercengang karena melihat Vano dan Bianca berpelukan dan saling pandang, sedangkan baby Al ada di gendongan Bianca
"kalian sedang apa?" tanya Sella yang baru dari dapur
"ah..ee..kita..tadi Bianca hampir jatuh jadi aku menangkapnya dan akhirnya terjadi seperti yang kamu lihat sekarang. ini tidak seperti yang kamu pikirkan Sel" jelas Vano dengan agak gugup
"iya benar, kita tidak ngapa-ngapain kok" ucap Bianca juga meyakinkan Sella
"baiklah aku percaya. ah ya ini silahkan diminum"
Sella memberikan minuman pada Vano dan Bianca. mereka masih terlihat salah tingkah karena kepergok Sella. Sella hanya bisa menahan tawa melihat wajah mereka yang memerah
"sayang, aku pulang" teriak Zayn yang tiba-tiba masuk karena melihat pintu terbuka. ia tak tau jika ada Vano dan Bianca disitu
"ini pemba...Vano? Bianca?" Zayn terkejut melihat dua orang ada di depannya
astagaa, bisa hancur reputasiku sebagai CEO kalau mereka tau aku membeli pembalut, batin Zayn
"kamu kenapa kaget begitu?" tanya Vano yang keheranan melihat wajah Zayn tampak gugup
__ADS_1
"ha? ah tidak, sebentar aku letakkan belanjaanku dulu" Zayn buru-buru lari menyembunyikan kantung kresek berisikan pembalut Sella, ia malu jika Vano dan Bianca sampai tau bahwa dia belanja barang yang tidak semestinya untuk dia beli meskipun itu untuk istrinya
Sella hanya tersenyum melihat tingkah lucu suaminya. dia sangat yakin suaminya terpaksa melakukannya.
setelah meletakkan kantung kreseknya, Zayn segera bergabung dengan Sella, Vano dan Bianca di ruang tamu.
Vano kemudian berbisik pada Zayn saat Zayn baru saja duduk di sampingnya
"apa kamu sebucin itu sekarang? sampai-sampai belanja pembalut pun mau?"
Zayn membelalakkan matanya mendengar ucapan Vano, ia tak menyangka Vano mengetahui isi kantung kresek yang ia bawa tadi
"tidak usah mengejekku begitu, awas saja kalau sampai kamu nanti bucin pada Bianca!" balas Zayn mencebikkan bibirnya
"enak saja"
"kalian berdua sedang membicarakan apa? sampai berbisik-bisik begitu?" tanya Sella heran
"ah tidak. hanya masalah pekerjaan" jawab Vano santai
Vano dan Bianca berpamitan setelah hampir tiga jam mereka di rumah Zayn. cerita berbagai hal tentang kehamilan Sella, saat ia koma dan bagaimana terpuruknya Zayn saat itu hingga Sella sadar dan kembali sehat setelah melewati masa kritisnya, semua itu memberi banyak pelajaran untuk Vano dan Bianca
"oh ya sebentar, ada sesuatu untuk baby Al" ucap Bianca. "Van, cepat ambil tadi hadiahnya di dalam mobil" imbuhnya lagi
Vano kemudian menuju mobil dan membawa stroler keluaran terbaru dan sebuah sofa kecil berbentuk seperti bantal
"tidak-tidak, itu dari Vano" ucap Bianca menyela
"bukan, kan tadi kamu yang milih" protes Vano pada Bianca
"tapi kamu yang membayarnya" protes Bianca balik
Sella dan Zayn saling memandang melihat Vano dan Bianca berdebat begitu. lucu sekali menurut mereka
"sudah-sudah. kenapa kalian jadi bertengkar, ini dari kalian berdua. begitu saja kok repot banget" ucap Zayn mencoba menghentikan perdebatan antara bos dan anak buahnya
"terima kasih ya" ucap Sella, dan di balas senyuman oleh Vano dan Bianca, kemudian mereka benar-benar pergi dari rumah Zayn
Sella dan Zayn membawa baby Al dan hadiah-hadiah yang di berikan Vano dan Bianca ke kamar baby Al. kemudian Sella buru-buru mandi karena ini sudah malam. sebenarnya Zayn melarang tapi Sella memaksa, ia tidak enak jika tidak mandi
Sella meletakkan baby Al di tengah-tengah, di apit olehnya dan Zayn
"sayang, kenapa baby Al di tengah? kamu saja di tengah? kalau kamu di situ bagaimana aku memeluk kamu?" protes Zayn
__ADS_1
"astaga sayang, kalau baby Al di pinggir terus jatuh bagaimana? apa kamu tidak kasian?" jawab Sella sambil memeluk baby Al dan menghadap ke arah suaminya
"apa kamu juga tidak kasian kalau aku tidak bisa tidur karena jauh dari kamu?"
"kenapa kamu manja sekali? sebenarnya bayinya itu kamu atau baby Al?" tanya Sella heran
Zayn nampak frustasi dengan jawaban Sella, ia akan kesulitan tidur jika tak memeluk Sella. namun bukan Zayn namanya jika ia tak punya ide-ide cemerlang
Zayn bangkit dari tidurnya kemudian berjalan memutar dan sekarang berada di posisi belakang tubuh Sella yang tidur miring.karena kasur mereka berukuran besar jadi masih ada tempat di belakang Sella dan baby Al juga tidak akan jatuh karena tempatnya luas. juga Zayn memberikan guling di samping baby Al
Sella ingin tertawa, namun Sella sangat mengerti bagaimana suaminya itu selalu kesulitan tidur jika tidak dekat dengannya
"sudah aman, sekarang waktunya tidur" ucap Zayn merasa senang. kemudian ia memeluk Sella yang membelakanginya. baru saja Zayn memejamkan matanya, baby Al menangis minta susu
Sella langsung bangkit dan menggendong baby Al. sedangkan Zayn berlari membuatkan susu untuk baby Al
"sayang, sudah belum?" tanya Sella yang mencoba menenangkan baby Al
"sebentar sayang"
"ooo cup cup sayang, sebentar ya. daddy masih membuat susu untuk kamu" Sella terus menenangkan baby Al
"ini" Zayn menyerahkan botol susu pada Sella dan Sella langsung memberikannya pada baby Al dan seketika tangisan baby Al berhenti. Sella dan Zayn bisa bernafas lega
setelah habis setengah botol kecil sesuai yang di sarankan dokter Susan, baby Al bukannya tidur. ia malah membuka matanya lebar-lebar, seperti tak ingin tertidur kembali
Zayn dan Sella saling pandang kemudian mereka tertawa karena anaknya mengajak mereka begadang
mata Zayn sudah tak bisa di ajak kompromi lagi tapi baby Al masih bertahan dengan mata lebarnya
"tidurlah, biar aku yang jaga baby Al. besok kamu harus kerja kan?" ucap Sella sembari mengusap lembut rambut Zayn yang terbaring di samping anaknya
"tapi aku tidak tega melihat kamu menjaganya sendirian"
"tak apa, tidurlah! setelah ini baby Al juga pasti tidur"
Zayn pun mengangguk kemudian belum sampai lima menit ia sudah masuk ke alam mimpi. Sella sangat kasihan pada suaminya karena karena selama di rumah sakit, suaminya tak bisa beristirahat dengan nyaman jadi sekarang Sella yang mengalah untuk menjaga anaknya
setelah hampir dua jam baby Al mengajak begadang akhirnya tertidur juga. Sella tersenyum karena sekarang ia bisa beristirahat menyusul suami dan anaknya
sebelum tidur, ia pandangi wajah suami dan anaknya. wajah penuh kepolosan dari mereka berdua membuat Sella ternyuh. memiliki Zayn sudah membuat ia bahagia, di tambah kehadiran baby Al membuat hidupnya semakin sempurna
"terima kasih kalian berdua sudah hadir dalam hidupku. aku mencintai kalian"
__ADS_1
Sella mengecup pipi Zayn dan baby Al, kemudian ia menyusul mereka berdua ke alam mimpi. duuh sweet banget sih!!
ooh yaa. jangan lupa follow ig author ya @rishawulan