
hari ini Sella mengajak Zayn pergi berkunjung ke rumah Bianca dan Vano. Sella berniat untuk meminta maaf pada Bianca karena sudah berfikiran yang tidak-tidak terhadap dirinya dan Zayn. Zayn bangga pada Sella karena ia selalu berjiwa besar, tak malu untuk meminta maaf
Zayn mengajak Sella untuk berangkat sore sepulang dia dari kantor dan Sella juga menyetujuinya lagi pula cuaca hari ini sangat panas, sangat malas keluar rumah di siang hari
Zayn sudah selesai bersiap, lalu ia membantu Sella untuk mengganti baju baby Al yang selesai mandi. bagi Zayn membantu Sella adalah kewajiban, ia tak mau Sella lelah sendirian walau sebenarnya pekerjaan di kantor sudah cukup membuat dirinya lelah tapi dengan melihat kedua malaikatnya itu tersenyum bahagia bisa membuat energi Zayn kembali hingga lelah yang ada di tubuhnya seketika sirna
"sayang, apa kamu sudah siap?" tanya Zayn sembari menggendong baby Al yang sudah tampan dan wangi khas bayi, sama seperti daddynya
"sudah" jawab Sella yang kemudian ia membulatkan matanya melihat Zayn dan baby Al memakai baju yang sama seperti orang yang akan pergi ke kondangan. "kamu kenapa pakai baju sama dengan baby Al?" tanyanya
"kenapa? apa ketampanan kita sama?" tanya Zayn balik
"emm, lebih tampan baby Al sih menurutku" jawab Sella santai sembari berjalan mengambil tasnya
"oh ya? apa aku tidak tampan?" tanya Zayn meyakinkan, ia tak percaya jika dirinya kalah tampan dengan anak lelakinya
Sella membalik badan, berjalan mendekati Zayn yang menggendong baby Al. "kamu tidak tampan, tapi tampaaaaaan sekali. tak ada yang menandinginya" jawab Sella. ia tersenyum lebar, memperlihatkan deretan giginya yang putih
jawaban Sella membuat Zayn tersipu malu hingga ia mengalihkannya dengan mencubit pipi Sella
"auuww" teriak Sella yang kemudian menggosok-gosok pipi mulusnya yang di cubit oleh Zayn
"ayo berangkat" ucap Zayn yang kemudian meraih jari jemari Sella, menggandengnya berjalan keluar kamar
Zayn, Sella dan juga baby Al sudah berada di dalam mobil bersiap untuk berangkat ke rumah Vano dan Bianca namun nampak dari kejauhan satpam rumah Sella membuka pintu gerbang dan muncullah sebuah mobil yang sangat familiar untuk Zayn dan Sella
"Vano?" tanya Zayn yang saling pandang dengan Sella
"kenapa dia malah kesini? kamu belum bilang kalau kita mau kesana?" tanya Sella yang juga bingung. baru saja ingin di kunjungi malah justru ia datang kerumahnya
__ADS_1
"iya aku lupa" jawab Zayn disertai senyum tak berdosa
"sayang, kamu ini bagaimana sih? ya sudah ayo keluar" ucap Sella yang kemudian mereka bertiga keluar dari mobil menunggu Vano dan Bianca juga turun
"Van, Bi ternyata kalian kesini? baru saja kita ingin ke rumah kalian" ucap Zayn membuka pembicaraan setelah Vano dan Bianca turun dari mobil
"oh ya? tau begitu kita tidak kesini" jawab Vano
"tapi ada apa kalian kesini?" tanya Zayn lagi penasaran
"emm,.." baru saja Vano ingin menjawab namun Bianca sudah berjalan mendekati Sella
"maafkan aku sudah membuatmu bertengkar dengan Zayn" ucap Bianca
Sella dan Zayn saling pandang. bagaimana ia dan Bianca punya niat yang sama, sama-sama ingin meminta maaf atas masalah yang sudah terjadi
"aku juga minta maaf karena sudah berpikiran buruk sama kamu" ucap Sella sendu dan mendapat anggukan dari Bianca. dua sahabat yang bertengkar kini kembali lagi bersama
Zayn dan Vano memutuskan untuk mengajak istri-istri mereka jalan-jalan saja, supaya pikiran mereka juga lebih segar. mendekati persalinan, ibu hamil sangat dilarang stress
mereka berlima pergi ke sebuah taman hiburan, meski Sella dan Bianca tidak akan bisa naik wahana tapi setidaknya mereka bisa tertawa bahagia
sampai di taman hiburan raut wajah bahagia nampak dari Sella dan Bianca terutama baby Al, dia menunjuk-nunjuk berbagai wahana seolah-olah ingin menaikinya
"ayo kita jalan-jalan saja, lagi pula kita tidak bisa menaikinya" ucap Sella pada Bianca yang kemudian berjalan di ikuti Zayn dan Vano yang menggendong baby Al
senyum mengembang dari mereka berlima, mata mereka di manjakan dengan berbagai ekspresi orang yang menaiki wahana berbahaya, bahkan suara-suara teriakan mereka menggema di telinga
Sella dan Bianca hanya bermain yang ringan-ringan saja seperti lempar gelang, panah-panahan dan sejenisnya hingga ada tiga boneka yang mereka dapatkan. setelah dirasa lelah, mereka beristirahat di sebuah kursi yang disediakan di sana
__ADS_1
"aku beli minum dulu" ucap Zayn sembari menggendong baby Al, ia tak mau membebankan Sella dengan baby Al, takut Sella kelelahan padahal Sella tak merasa sedikitpun di bebani
"aku ikut" saut Vano yang kemudian berjalan mengikuti Zayn meninggalkan Sella dan Bianca
"Zayn, aku..aku mau minta maaf" ucap Vano membuka pembicaraan dengan Zayn. Zayn menoleh mendengar ucapan Vano karena Zayn bingung kenapa Vano harus minta maaf
"maaf? untuk apa? kamu tidak ada salah denganku" jawab Zayn
"emm, maaf sudah berfikir buruk tentang kamu dan Bianca waktu itu. aku cemburu saat itu Zayn, aku takut kamu dan Bianca masih saling suka" jelas Vano
Zayn tersenyum, dia tak menyangka Vano punya pikiran yang seperti itu padanya, padahal dia tau sendiri jika dirinya sangat mencintai Sella
"tak apa, lupakan saja. kamu tidak salah, aku juga pasti akan melakukan hal sama jika itu terjadi padaku. tapi apa kamu sangat mencintai Bianca?" tanya Zayn yang sontak membuat Vano terkejut
"kenapa kamu tanya seperti itu? harusnya kamu tau bagaimana aku sangat mencintainya" jawab Vano
"kalau kamu mencintainya, kamu harus percaya padanya, jangan mudah menyimpulkan apa yang hanya kamu lihat saja tanpa mendengar penjelasan apapun darinya. aku yakin Bianca juga sangat mencintai kamu Van. jangan pernah ragukan cintanya lagi" Zayn tersenyum, menepuk bahu Vano untuk memberi keyakinan di hatinya
"lagian tidak mungkin aku masih suka dengan Bianca karena istriku sudah sangat sangat cantik melebihi Bianca" Zayn tertawa lebar membuat Vano reflek memukul lengan kekar milik Zayn
"enak saja, istriku juga sangat cantik" protes Vano yang tak terima istrinya di ledek oleh Zayn
"hmm, ya ya ya" Zayn mencebikkan bibirnya.
di tempat lain, Sella dan Bianca merasa tenggorokannya sudah mengering ingin segera minta di guyur air minum tapi Zayn dan Vano belum juga kembali
setelah hampir lima belas menit menunggu akhirnya Zayn dan Vano kembali membawa empat botol air mineral di tambah satu botol susu milik baby Al
selesai minum, mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah malam. tak mau baby Al rewel karena kelelahan
__ADS_1