
"dreeet dreeettt" ponsel Sella berbunyi
"halo Zayn, kamu udah sampai?" tanya Sella saat menjawab telfon
"iya, kamu dimana? apa perlu aku masuk?" tanya Zayn
"ga perlu, aku udah turun, tunggu sebentar yaa" jawab Sella lalu mematikan sambungan telfonnya
"waah dasar ga ada sopan santun, belum juga di jawab udah di matiin" gerutu Zayn
setelah beberapa menit menunggu, Sella akhirnya masuk mobil dengan wajah murung
"lama banget sih?" tanya Zayn saat Sella masuk mobil
"yaudah sih, aku ga minta kamu jemput juga, kan kamu sendiri tadi yang mau jemput aku, kok sekarang malah nyalahin aku? aneh banget kamu" Sella emosi, padahal Zayn niatnya ga serius marah tapi malah Sella kepancing, gara-gara Melvin ini mah, fix.
"yaudah iya maaf, aku salah" Zayn mengalah karena memang tadi dia tak berniat marah, "kenapa pulang belanja malah cemberut? uangnya kurang?" Zayn menoleh ke arah Sella lalu fokus lagi pada kemudi
"enggak, kamu tau aku tadi ketemu siapa?" Sella menoleh pada Zayn
"mana aku tau, kan kamu belum cerita."
"astaga Zayn, kamu tu bener-bener ya" Sella semakin cemberut
"ih gitu aja marah, jangan marah-marah terus nanti kamu cepet tua gimana? masak suaminya masih ganteng tapi istrinya udah tua?"
"bodo amat" Sella benar-benar kesal dengan kelakuan Zayn
"iiih gemes banget sih kamu" Zayn mencubit pipi kanan Sella
"Zayn sakit tau. kamu nih bukannya hibur aku malah bikin aku tambah kesel aja"
"iya maaf. emang tadi ketemu siapa?"
"Melvin" Sella mulai berkaca-kaca, aahh kenapa Sella cengeng siihh
"Melvin? sama siapa? istrinya? terus dia ngapain kamu? kamu gapapa kan? kalo dia nyakitin kamu lagi, bilang sama aku biar aku hajar dia" Zayn terlihat emosi saat Sella bertemu dengan Melvin, dia mengingat bagaimana Melvin merendahkan Sella waktu itu
"ya tadi istrinya sempet berebut lipstik sama aku, ih apa kamu tau, istrinya tu nyebelin banget, dia tu resek banget ya, aku tu bener-bener kesel sama mereka, rasanya pengen aku cabik-cabik aja muka mereka" Sella cerita dengan sangat antusias
"kesal karena berebut lipstik sama istrinya apa sama Melvin? kamu cemburu ya lihat Melvin sama orang lain?" selidik Zayn
"iiih, apaan sih orang aku ga cemburu juga, kan aku udah move on" Sella jawab ngasal
"benarkah? kalo gitu kamu udah cinta sama aku?" Zayn matanya berbinar menatap Sella
"ya ga gitu juga sih. ah tau ah kamu ni nyebelin banget" Sella menatap keluar jendela, menghindari Zayn yang akan mengetahui jika pipinya merona
"kenapa aku yang nyebelin?" Zayn mengernyitkan keningnya
__ADS_1
"tau" jawab Sella ketus
20 menit perjalanan mereka akhirnya sampai di rumah, saat mereka sampai ternyata Leo dan Renata sudah ada di rumah
Leo dan Renata yang melihat Sella dan Zayn pulang bersama mereka merasa heran, mimpi apa mereka semalam, hal yang mereka harapkan ternyata sudah sedikit terwujud meski belum sepenuhnya Sella menerima Zayn
"waaahhh, apa yang terjadi nih waktu mama sama papa ga ada?" Renata menyambut Sella dengan meledek
"ih mama apaan sih, ga ada apa-apa juga. mama sama papa baru pulang?" tanya Sella
"iya sayang, kalian dari mana kok bisa barengan? dari jalan ya?" Renata terus menggoda putrinya
"enggak, Sella abis dari kantor Melvin suruh ambil gaji pas dulu itu ma terus aku ke Mall jalan-jalan" jelas Sella
"iya ma, aku baru pulang dari kantor terus jemput Sella. Oh ya ma, pa, apa mama sama papa hari ini sangat lelah?" tanya Zayn
"tidak Zayn, ada apa?" tanya balik Leo
"hari ini aku rencananya mau ajak mama sama papa ketemu orang penting, apa bisa?"
"siapa itu? apa ada hubungannya sama papa mama?"
"iya pa, apa papa, mama dan Sella mau ketemu sama mama aku?"
"wah mama mau Zayn, mama juga pengen ketemu sama besan mama, ya kan pa?" tanya Renata
"iya Zayn papa juga pengen kenal keluarga kamu, jam berapa kita kesana?" Leo tak kalah antusiasnya dari Renata
"yaudah, papa tunggu"
"baik pa, permisi" Zayn naik ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap ke rumah mamanya, begitupun Sella.
selesai mandi Sella ingat jika ia membelikan hadiah untuk Zayn. ia berniat memberikannya sekarang, lalu ia menuju kamar Zayn
"tok tok tok" terdengar suara pintu di ketuk, Zayn dari kamar mandi langsung menghampiri dan membuka pintu
"iya ada apa?" Zayn membuka pintu dan melihat Sella ada dibaliknya
"Zayn, kamu kenapa ga ganti baju dulu?" Sella berteriak
"Zayn yang kaget langsung menutup mulut Sella dengan tangannya lalu menarik Sella masuk ke kamarnya dan menyandarkannya di balik pintu
"sssssttt, jangan teriak-teriak kenapa sih, kamu tu hobby banget ya teriak kaya gitu bikin orang jantungan aja, kalo mama sama papa dengar nanti dikira aku apa-apain kamu lagi" gerutu Zayn
"iya-iya maaf, abisnya kamu ga pake baju kaya gitu" protes Sella
"emang kenapa? takut terpesona sama tubuh aku?"
"ish dasar. kepedean banget jadi orang"
__ADS_1
"awas kalo kamu sampe terpesona sama ketampanan dan kegagahan aku" Zayn berbisik di telinga Sella, tubuhnya dan Sella sangat dekat, tak ada yang memakai baju ataupun pakaian dalam di antara mereka
Sella hanya berbalut kimono dan Zayn hanya menggunakan handuk sepinggang. Rambut Zayn yang basah menambah ketampanan yang ia miliki, dada bidang, perut kotak-kotak menjadi nilai plus untuknya
Sella merasakan desiran aneh saat nafas Zayn berhembus di telinganya, jantungnya berdegup kencang, wangi maskulin Zayn membuatnya terpesona
Zayn tak kalah berdebarnya karna tubuhnya yang bisa di bilang hampir menempel pada tubuh Sella. bahkan dadanya tak sengaja menempel pada Sella dan ia merasakan kalau Sella tak memakai bh saat ini
sebagai laki-laki normal, dia hampir saja terpancing untuk menyentuhnya. bahkan bagian bawahnya sudah menegang, buru-buru ia berdiri dengan sempurna menjauh dari Sella, karna ia tak mau melakukan penyatuan tubuh tanpa cinta
"kamu mau ngapain kesini?" Zayn mencoba mentralkan suasana, karna ia tau Sella juga pasti sangat gugup
"ee eh ini apa aku mau ngasih ini buat kamu" jawab Sella gugup sambil menyerahkan tas belanjaan pada Zayn
"apa nih?"
"buka aja"
"ini buat aku?"
"iya, itu hadiah buat kamu karna tadi kamu udah nganter aku, semoga kamu suka ya. aku ga tau ukurannya sih tapi kayanya itu pas buat kamu"
"makasih ya, aku pasti suka"
"ya udah kamu ganti baju, aku juga mau siap-siap" Sella mau berbalik ke pintu tapi Zayn menahannya
"tunggu sebentar Sel"
"ada apa lagi?" Sella kebingungan
"pakein ya" ucap Zayn sambil menyerahkan kemeja pada Sella
"harus gitu aku yang makein, emang kamu ga punya tangan?" protes Sella
"tangan aku sakit tadi abis jatuh di kamar mandi" Zayn alesan, dia mau cari kesempatan dalam kesempitan xixixi
"alesan aja, dasar. ya udah sini mana aku pakein
Sella memakaikan kemeja pada Zayn, mengaitkan kancingnya, membenarkan kerahnya
Zayn sangat senang saat ini, ia sudah seperti suami istri beneran dengan Sella meski hanya di pasangkan kemeja saja oleh Sella
Zayn menatap wajah Sella, cantik sangat cantik meski tanpa riasan pun Sella sudah sangat cantik, sangat candu untuk di tatap, Zayn sangat menyukainya
"selesai" ucap Sella membuyarkan lamunan Zayn, "emb sebentar ada yang kurang, nih lengannya belum di rapikan. oke sudah" Sella tersenyum melihat penampilan Zayn, sangat tampan
"makasih" ucap Zayn dan membalas senyum Sella
"sama-sama. aku pilihin celananya sekalian" Sella lalu menuju ke arah lemari milik Zayn, Zayn hanya pasrah apa yang di lakukan Sella, justru ini keuntungan untuk dirinya, bisa berlama-lama dalam satu kamar dengan Sella meski mereka tak melakukan kegiatan panas xixixixi
__ADS_1
"nih, pasti cocok sekali" Sella menyodorkan Celana jeans hitam pada Zayn. "eh tapi tunggu, gantinya setelah aku keluar. ya udah aku mau siap-siap dulu" Sella berlalu dan keluar dari kamar Zayn, dan Zayn masih terpaku di tempatnya sambil tersenyum tak henti-hentinya, hatinya sangat berbunga-bunga.