
"Sella apa kamu udah siap?" panggil Zayn dari balik pintu kamar Sella
"iya udah, ayo berangkat" jawab Sella setelah membuka pintunya, Zayn hanya terpaku menatap Sella, tak banyak riasan di wajahnya tapi entah kenapa dia sangat cantik, pakaian yang di kenakan pun sangat sopan, beruntungnya Zayn mendapatkan Sella meski belum sepenuhnya Sella bisa menerimanya
"woy, kenapa ngelamun? terpesona ya sama kecantikan aku?" tanya Sella ngeledek
"iya" jawab Zayn masih dalam keadaan terpesona
"ish dasar, ayok berangkat" Sella menarik tangan Zayn, membuyarkan lamunannya
"ah iya"
Mereka berdua menuruni tangga, dan ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka, ya siapa lagi kalo bukan Leo dan Renata
"mama sama papa kenapa senyum-senyum?" tanya Sella saat sudah bergabung dengan orang tuanya
"gapapa sayang. kalian sudah siap? ayo kita berangkat" ajak Renata
"mama sama papa bawa mobil sendiri apa bareng sama kita?" tanya Zayn
"papa sama mama bawa mobil sendiri aja, karna nanti sepulang dari rumah kamu, papa mau ada urusan sebentar" jawab Leo
"urusan apa pa? mama kok ga tau?" Renata penasaran dengan ucapan suaminya
"yang tadi itu lho ma, temen papa telfon tadi" Leo mengedip-ngedipkan matanya memberi kode pada Renata
"oooh iya mama lupa, ya sudah ayo kita berangkat"
Mereka berempat berangkat ke rumah Zayn dengan dua mobil, dan perjalanan agak padat sore itu mungkin karena waktunya orang pulang kerja dan besok weekend jadi banyak orang bepergian. perjalanan yang hanya memakan waktu 40 menit jadi di tempuh dengan waktu 1 jam
"rumah kamu masih jauh" tanya Sella sembari melihat jalanan
"enggak, bentar lagi nyampe" jawab Zayn. Zayn melajukan mobilnya memasuki komplek perumahan mewah, sebanding dengan kemewahan di komplek rumah Sella
Zayn membelokkan mobil di sebuah rumah dengan gerbang tinggi berwarna hitam, dia membunyikan klakson lalu satpam membukakan gerbang tersebut, dua mobil memasuki halaman rumah itu
"ayo ma, pa, Sella kita masuk" ajak Zayn. Zayn menekan bel beberapa kali dan pintu terbuka
"kak Zayn?" Nadya kaget kakaknya datang tapi tak memberi tau dulu. "Loh ini kan kak Sella, pacar kak Melvin kan? kok kesini sama kakak, kak Melvin mana?" Nadya nyerocos, memberi pertanyaan bertubi-tubi pada Zayn
__ADS_1
"anak kecil ga usah kepo" jawab Zayn, tak mau meladeni pertanyaan adeknya yang super kepo itu
"mari pa, ma, masuk. ayo Sel" Zayn membawa mereka bertiga masuk ke rumahnya
"ma, pa? apa maksudnya kak Zayn sih, mereka siapa?" Nadya masih bingung dengan kakaknya
"selamat datang tuan muda, sebentar saya panggilkan nyonya" sapa salah seorang asisten rumah tangga
"iya bi."
beberapa menit kemudian seorang paruh baya berjalan kearah mereka, wajahnya masih segar meski guratan keriput menghiasi wajahnya
"Zayn, kamu sudah datang nak" sapa Tias, mama Zayn
"iya ma. ma ini istri Zayn, yang waktu itu Zayn cerita ke mama, dan ini mertua Zayn"
"ini istri kamu? cantik sekali kamu nak" Tias memuji kecantikan menantunya, lalu memeluknya dengan tulus dan penuh kasih
"terimakasih tante, tante juga cantik sekali" Sella tersenyum manis dan membalas pelukan mertuanya
"kenapa tante? hei mama ini kan mamanya Zayn, kamu istri Zayn jadi kamu juga anak mama, panggil saja mama seperti Zayn" pinta Tias sambil melepas pelukannya
"baik ma" Sella tersenyum manis
"iya, saya Tias bu, senang sekali bisa bertemu dengan kalian semua"
"sebentar, istri? mertua? nikah? apa sih maksud semua ini ma? kak Zayn, jelasin sama aku apa maksudnya kak?" Nadya sedari tadi penasaran dengan sebenarnya apa yang sudah terjadi
"jadi kakak kamu udah nikah Nad, sekarang kamu punya saudara perempuan seperti keinginan kamu" Tias menjelaskan pada Nadya yang terlihat shock
Nadya membulatkan matanya, dia sangat terkejut tapi dia juga senang, "jadi beneran kak Zayn nikah? sama kak Sella?"
"iya, kan dulu kamu pengen kakak punya istri seperti kak Sella" Zayn mengelus rambut Nadya
Nadya tak menghiraukan Zayn dan malah berjalan ke arah Sella dan memeluknya, "kak, makasih ya udah mau jadi istri kak Zayn, makasih udah mau jadi kakak aku"
"iya sama-sama, jadi adek yang baik ya" Sella mencubit pipi Nadya dan mereka berdua tertawa, semua yang ada disitu ikut tertawa, suasana keluarga yang diselimuti kebahagiaan
mereka semua duduk di ruang tamu, berbincang santai tapi Leo masih penasaran, kenapa mama Zayn sudah mengetahui kalau dia sudah menikah
__ADS_1
"ehem, Zayn bagaimana mama kamu bisa tau kalau kamu sudah menikah?"
"oooh itu pa"
flashback on
sehari setelah pernikahan Zayn pulang ke rumahnya, dia ingin memberi tau mamanya jika ia sudah menikah, dia sempat ragu takut mamanya tak menerima pernikahannya dengan Sella
"ma, ada yang mau Zayn omongin sama mama" ucap Zayn ragu-ragu
"mau ngomong apa nak? bicaralah" Tias berucap lembut, karna dia adalah sosok ibu yang tak pernah emosian, dia selalu menghadapi segala sesuatu dengan tenang
"janji ya ma, jangan marah sama Zayn"
"iya nak, kan mama ga pernah marah sama kamu, ngomong saja ada apa? apa ada hal yang penting?"
"Zayn, Zayn udah nikah ma" Zayn ragu-ragu mengucapkannya
"uhuk uhuk. apa kamu bilang? kamu sudah nikah? kamu ga lagi bercanda kan Zayn?"
"enggak ma, Zayn serius, Zayn udah nikah kemaren"
"sebentar, mama shock, aduh dada mama rasanya sesak"
"ma, mama gapapa kan ma? maafin Zayn ya ma udah buat mama kaget, dan maaf juga Zayn ga bilang dulu sama mama karna ininjuga pernikahan mendadak"
"mendadak? maksud kamu apa Zayn? aduh kepala mama pusing"
Zayn menceritakan kejadian yang menimpa Sella saat itu yang akhirnya membuat Zayn punya tekad untuk menikahinya.
"jadi karna keterpaksaan kamu menikahinya?" tanya Tias setelah mendengar penjelasan Zayn
"bukan ma, sebenernya Zayn sudah lama menyukainya tapi Melvin yang lebih dulu mendapatkannya jadi Zayn mengalah untuk sahabat Zayn ma tapi malah dia menghianati Sella"
"Zayn mama sebenarnya shock karna pernikahan kamu yang mendadak ini, apalagi kamu ga ngasih tau mama dulu tapi mama mengerti maksud kamu, kamu sudah menjadi laki-laki yang baik"
"makasih ya ma, mama mau mengerti Zayn. tapi istri Zayn masih belum bisa menerina Zayn ma, ya karna memang dia tidak mencintai Zayn" Zayn tiba-tiba meredup
"sabar sayang, kamu harus yakin suatu saat nanti istri kamu akan mencintai kamu, yang penting kamu harus selalu berusaha" Tias meyakinkan Zayn yang tak punya semangat
__ADS_1
"terima kasih mama" Zayn memeluk Tias. mamanya memang tempat paling teduh untuk Zayn bercerita keluh kesahnya
flashback off