Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Dua Bayiku


__ADS_3

Zayn membuka matanya yang terasa berat. ia memegangi kepalanya yang teramat pusing. Zayn berniat bangun namun ia rasa ada sesuatu yang menindihnya. dilihatnya seseorang yang sangat ia rindukan, ya Sella masih setia tidur dengan menyandarkan kepalanya pada dada Zayn


Zayn tersenyum, ia merasa senang karena Sella ada di dekatnya lagi. baru saja ia ingin membelai rambut Sella, Sella terbangun mengerjap-ngerjapkan matanya. tak ingin ketahuan jika Zayn sudah sadar, Zayn kembali memejamkan matanya


Sella menggeliatkan tubuhnya, meregangkan otot-otot kaku di tubuhnya karena semalam posisi tidurnya tak benar. ia lihat Zayn masih memejamkan matanya, kemudian ia pegang keningnya untuk mengecek suhu tubuh Zayn dan ternyata Zayn masih demam


Sella menghela nafas panjang, kemudian ia belai lembut pipi Zayn yang di tumbuhi sedikit bulu-bulu halus. "sayang, maaf kalau aku sudah merepotkanmu sampai kamu bisa sakit begini. sayang, aku minta maaf sudah marah sama kamu. aku..aku hanya cemburu, aku tidak mau kehilangan kamu itu saja. maafkan aku, aku sayang banget sama kamu" guman Sella dengan wajah sendu


Zayn yang mendengar ucapan Sella, hatinya begitu berbunga-bunga. ia kemudian memegang tangan Sella yang masih ada di pipinya lalu membuka matanya, "aku juga sayang banget sama kamu" ucapnya disertai senyuman


Sella terkejut tiba-tiba Zayn bangun dari tidurnya dan membalas ucapan sayangnya.


apa dia mendengar perkataanku? batin Sella. Sella terlihat kikuk saat itu hingga ia melontarkan pertanyaan seadanya


"kamu sudah bangun?"


"iya. terima kasih sudah merawatku semalam" jawab Zayn


"aku tidak merawatmu, aku hanya membantu saja." elak Sella karena ia gengsi harus mengakuinya


"oh ya? lalu ucapan kamu kalau kamu takut kehilangan aku itu benar?" goda Zayn


tiba-tiba pipi Sella merona, jangan-jangan tadi Zayn mendengar ucapannya, dia malu jika Zayn benar-benar mendengarnya


"kapan aku berbicara seperti itu? mungkin kamu hanya mimpi saja" elak Sella lagi yang sontak membuat Zayn tertawa


"sudah jangan berbohong! aku sudah mendengar semuanya. tapi kenapa kamu mau merawatku? bukannya kamu benci sama aku? tanya Zayn

__ADS_1


"hmm, ternyata rasa sayang aku lebih besar dari benciku, dan sepertinya aku tidak bisa benci dengan kamu" ucap Sella. ia genggam jari jemari Zayn yang hangat karena tubuhnya demam. memberikan keyakinan jika dirinya memang menyayangi Zayn


"terima kasih sayang sudah mau memaafkan aku. aku benar-benar tersiksa jauh dari kamu" ucap Zayn sendu. netra coklatnya menatap Sella dalam, berharap Sella memberi maaf yang tulus untuk dirinya


Sella selalu saja terhipnotis dengan mata indah milik Zayn. mata yang selalu menatapnya dengan tulus penuh kasih sayang.


"aku juga minta maaf sudah jahat sama kamu"


"kamu tidak jahat, aku tau kamu hanya cemburu. dan mungkin jika aku ada di posisi kamu juga pasti akan melakukan hal yang sama. tapi ngomong-ngomong kenapa baju kamu bisa di pakai sama Bianca?" tanya Zayn yang penasaran sebenarnya apa yang terjadi


Sella mengingat kembali kejadian waktu itu kemudian ia bercerita jika ia dan Bianca memang berniat memakai baju yang sama tapi saat berangkat ke tempat senam, Bianca tak memakai bajunya, ia ingin memakai bajunya saat selesai dari senam. saat mereka selesai berganti baju dengan baju kembar mereka, tak sengaja baju Sella terkena air minum yang di tumpahkan oleh ibu-ibu hamil lainnya yang ceroboh jadi terpaksa Sella harus mengganti kembali baju yang di pakainya dan menyuruh Bianca untuk menunggu di depan hingga akhirnya membuat Zayn mengira jika itu adalah Sella


"jadi benar kan memang kamu salah paham? aku benar-benar tidak tau jika itu adalah Bianca, ya aku mengira itu kamu tanpa curiga sedikitpun. tapi kok kamu bisa bareng sama Vano waktu itu?" tanya Zayn lagi


"emm waktu itu aku baru beli minuman sembari nyari kamu tapi aku ketemu Vano di parkiran mobil jadi aku ajak masuk dan akhirnya melihat kalian berdua" jelas Sella. "ngomong-ngomong Vano dan Bianca apa sudah baikan?" tanyanya


"nanti kalau kamu sudah sembuh, kita ke rumahnya" ucap Sella di sertai senyuman dan mendapat anggukan dari Zayn. Zayn begitu lega karena masalah yang menerpa rumah tangganya telah selesai. ia sadar, tak mungkin rumah tangga selalu berjalan mulus, pasti selalu ada saja ujian yang akan datang, tapi rasa cinta diantara mereka berdua akan selalu mengalahkan setiap ujian


......................


hari sudah sore dan Zayn merasa badannya sudah baikan setelah di rawat Sella. apa mungkin Zayn sakit karena kurang kasih sayang dari Sella? 😁


Zayn mengajak baby Al bermain di kamarnya sembari menunggu Sella yang mengambilkan makanan untuk baby Al. baby Al selalu bahagia jika bermain dengan daddynya, semoga selamanya baby Al tak pernah mengetahui jika dirinya bukan anak kandung Zayn


"selamat sore sayang-sayangnya mommy. waktunya makan!" ucap Sella yang baru saja memasuki kamar baby Al. kemudian Zayn dan baby Al menoleh secara bersamaan. senyum mengembang di bibir baby Al ketika mommynya membawakan makanan untuknya


Sella membawa dua piring makanan yang membuat Zayn heran, masak iya baby Al akan di suapi sebanyak itu

__ADS_1


"sayang, kenapa bawa dua piring?" tanyanya


Sella tak menjawab, dia malah menata meja kecil sebagai tempat menaruh dua piring tersebut. "aku akan menyuapi kalian berdua, karena sekarang kalian adalah dua bayiku. aku tidak menerima penolakanmu sayang, jadi lebih baik kamu menurut saja" ucap Sella dengan wajah yang sumringah


Zayn tak menolak, justru ia sangat suka jika harus disuapi oleh Sella. bagaimana tidak, sudah beberapa hari ini ia diabaikan oleh tangan istrinya itu


sesuap demi sesuap, sendok yang satu berganti dengan sendok yang satunya, tangan Sella sibuk memasukkan makanan ke mulut Zayn dan baby Al. mereka berdua memang sudah seperti bayi Sella.


"sebentar lagi aku akan punya tiga bayi, pasti sangat ramai dan lucu jika wajah-wajah menggemaskan kalian ada di depanku. memanggilku bergantian sehingga aku sangat sibuk, ahh aku tidak sabar menunggu waktu itu tiba" ucap Sella dengan antusias dan bahagia. Zayn tersenyum melihat istrinya sebahagia ini, ia sangat bersyukur bisa mengembalikan senyum istrinya lagi seperti dulu


"apa wajahku juga menggemaskan?" tanya Zayn


"iya lah sayang, kamu salah satu bayiku yang menggemaskan" jawab Sella


Zayn mendekati wajah Sella yang sedang tersenyum itu, sorot tajam mata coklatnya bak panah yang menusuk ke hati Sella. lagi-lagi Sella dibuat tak berdaya dengan tatapan Zayn


"jangan bilang aku menggemaskan karena aku ini sangat tampan" ucap Zayn dengan suara bassnya membuat Sella tak berkedip sama sekali. laki-laki di depannya ini terus menerus membuatnya jatuh cinta berkali-kali.


Zayn kemudian menjauhkan kembali wajahnya dari wajah Sella. ia tertawa kecil melihat istrinya terdiam


"apa kamu selalu terpesona denganku? padahal sudah lama aku jadi suamimu." ucap Zayn lagi, menyadarkan Sella dari lamunannya


Sella terlihat salah tingkah, ia memang tak bisa berkata apa-apa jika Zayn sudah menghipnotis dirinya dengan mata indahnya itu. ia seolah hanyut masuk ke dalam mata Zayn


"apa tidak boleh kalau aku selalu terpesona dengan suamiku sendiri?" tanya Sella dengan mengangkat kedua alisnya


"semau kamu saja, karena semua dari ujung rambut hingga kaki adalah milikmu" ucap Zayn yang berhasil membuat pipi Sella merona.

__ADS_1


karena malu dengan Zayn, Sella mengalihkan pandangannya ke baby Al yang masih asik dengan mainannya.


__ADS_2