
Zayn dan Sella pulang menuju rumah mama Tyas untuk mengambil baby Al yang di titipkan pada Nadya
"hai sayang, kamu sudah menunggu mommy terlalu lama ya? maaf ya!" seru Sella yang baru saja bertemu baby Al. dengan senyum mengembang, baby Al menghampiri Sella dan Zayn yang baru datang
"mommy, daddy" ucapnya
"terima kasih ya Nad, sudah menjaga baby Al" ucap Sella pada Nadya
"iya kak sama-sama" jawab Nadya
dan beberapa saat kemudian Zayn merasakan perutnya sakit lagi. ia meringis kesakitan sembari memegangi perutnya yang kotak-kotak
"sayang, sakit lagi?" tanya Sella panik
"iya, aduh kenapa ya bisa tiba-tiba sakit terus tiba-tiba hilang?" ucapnya sambil menahan sakit
mama Tyas yang mendengar suara Zayn kesakitan segera menghampirinya.
"Zayn ada apa? kenapa kamu kesakitan begini?" tanya mama Tyas yang juga ikut panik, sama halnya dengan Sella
"tadi Zayn juga sakit begini ma di rumah sakit, lalu waktu diperiksa dokter katanya sakit perutnya sudah sembuh dan dokter juga bilang kalau Zayn tidak apa tapi sekarang sakit lagi seperti ini" jelas Sella
"aduuh ada-ada saja kamu ini, sebentar mama ambilkan obat" ucap mama Tyas yang kemudian berdiri mengambil obat untuk Zayn
Sella pergi ke dapur mengambil air hangat untuk Zayn. dan baru saja Sella ingin memberikan air tersebut pada Zayn, tiba-tiba Zayn berbinar. ia tak merasakan perutnya melilit lagi
Sella yang melihat Zayn tersenyum hanya saling pandang dengan Nadya.
"kakak sudah sembuh?" tanya Nadya
"iya, kok tiba-tiba sakitnya hilang lagi ya? sayang, aku kenapa sih sebenarnya?" tanya Zayn yang heran dengan apa yang terjadi pada dirinya
__ADS_1
"apa kamu cuma bercanda? mau mengerjai kita semua, iya?" tanya Sella ketus
"tidak sayang, aku tidak bercanda. aku benar-benar sakit perut tapi sekarang sudah hilang lagi" Zayn mencoba menjelaskan, karena ia tak mau Sella marah padanya. dan saat itu mama Tyas juga datang membawa obat untuk Zayn namun melihat Zayn sudah tidak kesakitan lagi, mama Tyas heran
"kamu sudah sembuh? kamu bercanda Zayn?" tanyanya
"tidak ma, aku tidak bercanda. aku tadi benar-benar sakit, aku tidak bohong. aku juga heran kenapa bisa begini. sebentar sakit, sebentar lagi sembuh, aneh sekali" ucap Zayn sembari menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal
mama Tyas pun merasa heran, kenapa bisa Zayn sakit perut tapi dengan secepat kilat bisa sembuh lagi, dan begitu terulang lagi
"mama tau, sayang kamu pasti sebentar lagi mau melahirkan" ucap mama Tyas yang sontak membuat Sella, Zayn dan Nadya ternganga menatap mamanya
"mama tau dari mana kalau kak Sella mau melahirkan?" tanya Nadya dengan menaikkan sebelah alisnya
"ya karena ini persis sekali seperti waktu mama mau melahirkan kakak kamu, almarhum papa yang merasakan sakit perut. persis seperti kak Zayn begini" ucap mama Tyas penuh semangat karena pasti sebentar lagi cucu keduanya akan lahir
Zayn mengerutkan keningnya, seakan tak percaya dengan ucapan mamanya, mana ada istrinya yang melahirkan kok suaminya yang sakit
"memangnya ada ma seperti itu?" tanyanya penasaran
"iya ma, aku senang bisa membantu meringankan rasa sakit yang akan dialami Sella. aku selalu berdoa supaya aku ikut merasakan sakit seperti yang dialami oleh Sella dan Tuhan mengbulkannya" ucap Zayn dan membuat mata Sella barkaca-kaca, terharu dengan kasih sayang yang di berikan suaminya pada dirinya
"terima kasih" Sella memeluk suami tampannya itu. betapa beruntungnya ia memiliki laki-laki yang sangat tulus mencintainya
......................
Zayn dan Sella pulang ke rumah bersama baby Al, mama Tyas dan Nadya. mama Tyas tak mau kehilangan momen kelahiran cucu keduanya itu, dia akan selalu menemani Sella dan membantunya
Sella di bantu Nadya berkemas perlengkapan bayi yang akan di bawa ke rumah sakit nanti. ada dua tas yang sudah mereka siapkan, sedangkan mama Tyas terus ada di samping Zayn yang perutnya sebentar sakit sebentar hilang, memang seperti orang mau melahirkan
mama Tyas mengelus pinggang Zayn agar sedikit meredakan rasa sakitnya. matanya berkaca-kaca mengingat dulu ia bersama almarhum suaminya juga seperti ini
__ADS_1
"andai saja papamu masih hidup, betapa bahagianya ia melihat kamu menuruni sifatnya. sifat yang tak mau melihat istrinya sakit sendirian. pasti papa akan sangat senang cucunya segera lahir Zayn. pa, kami disini merindukanmu" batin mama Tyas yang meloloskan air matanya dari peraduan namun dengan segera ia mengusapnya agar Zayn tak melihat kesedihan pada dirinya
beberapa saat kemudian, papa Leo dan mama Rena ikut datang ke rumah Zayn. mereka juga tak ingin melewatkan momen kelahiran cucu kedua mereka
mama Tyas dan mama Rena kemudian berbagi cerita bagaimana dulu mereka saat akan melahirkan. ada tawa, haru dan sedih yang mereka rasakan, namun segala sakit yang mereka rasakan langsung sirna begitu melihat buah hati yang hadir diantara mereka
Sella dan Nadya yang membawa dua tas menuruni anak tangga tanda sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit
mama Rena dengan segera memeluk Sella saat Sella sampai di bawah. ia terharu karena anak kecil yang dulu selalu manja padanya kini akan memiliki dua anak. masih tak menyangka secepat itu waktu berlalu
saat semua sudah siap, mereka semua berangkat kerumah sakit tak terkecuali baby Al. Sella ingin mengajak baby Al karena ingin menambah semangatnya jika baby Al juga ada di sampingnya
dua puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Sella dan Zayn yang terus meringis kesakitan segera menemui dokter Susan untuk rencana operasi Sella
"Zayn kamu kenapa?" tanya dokter Susan yang melihat Zayn menahan sakit
"tidak apa-apa San, hanya sakit perut saja" jawab Zayn. "lalu bagaimana, kapan Sella akan di operasi?" tanyanya lagi
"satu jam lagi. sekarang aku dan suster akan mempersiapkan operasinya dulu. Sella boleh beristirahat di ruang rawatnya." jelas dokter Susan dan mendapat anggukan dari Zayn
"baiklah, kita akan menunggu disana" ucap Zayn yang kemudian berlalu bersama Sella dari ruangan dokter Susan menuju ruang rawat VVIP yang sudah di sewa oleh Zayn untuk istrinya
Zayn merebahkan tubuhnya di sofa, ia terus memegangi perutnya yang kesakitan kemudian Sella menghampirinya. ia duduk sejajar dengan perut Zayn.
"sayang, jadi seperti ini rasa sakit yang akan kamu alami jika akan melahirkan?" tanya Zayn
bukan menjawab namun Sella malah meminta maaf pada Zayn, "sayang, maaf sudah membuat kamu tersiksa" ucap Sella sembari mengusap lembut wajah Zayn yang pucat
"jangan minta maaf! kamu sama sekali tidak
membuatku tersiksa" Zayn meraih tangan Sella kemudian menciumnya
__ADS_1
"padahal dulu aku yang ingin merasakan sakit ini tapi justru kamu yang merasakannya. sekali lagi terima kasih ya untuk perjuangannya" ucap Sella
"perjuangan kamu lebih berat ketimbang aku, jadi aku yang harus berterima kasih" Zayn mencium tangan Sella berkali-kali membuat Sella tersanjung di cintai pria seperti Zayn. pengusaha kaya raya, tampan, bertanggung jawab dan sangat mencintai keluarganya, perfect!!!