
Pagi-pagi sekali Sella terbangun dan dia tak mendapati Zayn di kamar, kemarin sewaktu Sella tidur Zayn juga tak ada di kamar, jadi Sella tak tau apakah Zayn tidur di kamar atau tidak
Sella merasakan tenggorokannya kering, dia menuju dapur untuk mengambil minum. dia mendengar suara tv menyala, "apa Zayn yang sedang menonton tv?" guman Sella
Sella lalu mengecek ruang tv dan ternyata Zayn tertidur di sofa dengan tv yang masih menyala, "kenapa dia tidur disini?" guman Sella lagi
Sella memandang wajah Zayn, ketampanan jelas sangat terlihat di wajah Zayn. Sella membelai lembut pipi Zayn, lalu mengusap rambutnya
"sayang, kenapa tidur disini?" Sella mencoba membangunkan Zayn. Zayn yang merasa tidurnya terusik mencoba membuka matanya, dia melihat wajah cantik Sella di depannya
"kamu ngapain disini?" tanya Zayn dengan suara serak khas bangun tidur
"mau ngambil minum tadi terus aku lihat kamu ketiduran disini, kamu kenapa tidur disini?" tanya Sella balik
"enggak papa" jawab Zayn lalu membelakangi Sella, karena Sella tak mau menuruti keinginannya tadi malam
"sayang kamu marah sama aku? aku minta maaf deh" ucap Sella
"enggak, aku ga marah" jawab Zayn ketus
"tuh kan, nada bicara kamu saja beda. aku minta maaf ya. sayang, maafin aku!" Sella memeluk Zayn dari belakang, sebenarnya Zayn tak tega melihat Sella harus mengemis minta maaf padanya tapi ini cara satu-satunya supaya Sella mau menuruti keinginannya
tak mendapat jawaban dari Zayn, Sella merasa sangat bersalah pada Zayn, harusnya kemarin dia menuruti saja kemauan Zayn, toh Zayn hanya meminta dia untuk memakainya saja, dan yang melihat juga hanya Zayn
biar ku pakai saja nanti malam, batin Sella
Sella bangkit dari duduknya karena Zayn tak mau bicara padanya. dia ke dapur untuk mengambil minum yang tadi sempat tertunda karena menghampiri Zayn
saat Sella di dapur, bi Sumi datang
"waah kebetulan bibi sudah datang, bibi mau masak kan, aku bantuin ya" ucap Sella
"tidak usah nyonya, saya bisa masak sendiri" jawab bi Sumi
"enggak papa bi, saya mau buat bekal untuk Zayn" ucap Sella
"baiklah kalau begitu" bi Sumi mengiyakan kemauan Sella
Sella membantu bi Sumi dengan cekatan, meskipun dia tidak bisa masak tapi dia ingin belajar, supaya nanti suatu saat bisa masak sendiri untuk Zayn dan anak-anaknya
__ADS_1
hampir sejam Sella berada di dapur untuk membuatkan bekal Zayn.
"bibi saya kekamar dulu ya, mau nyiapin baju kerja Zayn dulu" Sella berlalu menuju ke kamar. sesampainya di kamar ia mendengar suara gemericik air
pasti Zayn sedang mandi, batin Sella
Sella menyiapkan kemeja berwarna putih, celana abu-abu dan jas warna senada. lalu dia merapikan tempat tidur yang belum sempat ia rapikan tadi. setelah semua bersih tak lupa menghidupkan pengharum ruangan untuk menambah kesegaran dan aroma therapi.
Sella tersenyum melihat kamarnya bersih dan wangi, "selesai, sekarang waktunya mandi"
saat ingin pergi ke kamar tamu, Zayn keluar dari kamar mandi. Sella yang melihat Zayn keluar langsung menghampirinya
"sayang, aku sudah menyiapkan baju buat kamu, dan aku sudah menyiapkan bekal juga" ucap Sella
"terima kasih" hanya kata itu yang di ucapkan Zayn, sebenarnya ia tak tega harus mendiami Sella tapi itu demi keinginannya.
Sella tau Zayn masih marah tapi ia mencoba terus untuk mengajaknya bicara, siapa tau Zayn bisa luluh
"biar aku bantu pakaikan baju ya" Sella buru-buru mengambil baju yang sudah disiapkannya tadi
Zayn hanya menurut dengan perlakuan Sella, dia malah sangat bahagia sekarang Sella sangat perhatian padanya. Zayn tak tahan ingin memeluk Sella, menciumnya untuk mengungkapkan rasa bahagianya tapi ia harus ingat dengan misinya
"selesai. emm sebentar, kamu tunggu sini sebentar" Sella mengambil pomade milik Zayn yang ada di laci nakas
dengan telaten Sella memakaikan pomade pada rambut Zayn, sedikit menyisirnya dengan jari, "sepertinya kamu harus potong rambut sedikit, rambut kamu sudah agak panjang" kata Sella tapi tak dapat jawaban apa-apa dari Zayn
"sudah selesai. waaah ganteng banget suami aku" Sella senyum merekah melihat penampilan suaminya karena hasil dari tangannya
"aku berangkat dulu" ujar Zayn, dia tak mau rencananya gagal kalau harus berlama-lama dengan Sella, tak kuat menahan hasrat untuk mengungkapkan betapa bahagianya dia saat ini
Sella mencoba bersabar, karena mungkin memang ini salahnya
jangan menangis Sella, jangan menangis. batin Sella
"apa kamu tidak mau mencium baby kita dulu sebelum berangkat. gapapa kamu marah sama aku, tapi kan baby kita ga ikutan salah" ucap Sella yang langsung membuat Zayn balik badan dan menghampiri Sella, ia menunduk di depan perut Sella
"daddy berangkat dulu ya sayang, jangan nakal! kasian mommy" ucap Zayn lalu mencium perut Sella yang di balut piyama
ada perasaan bahagia yang di rasakan Sella, meski bukan dirinya yang di cium, setidaknya Zayn tidak melupakan bayinya
__ADS_1
"iya daddy, hati-hati di jalan ya. aku sayang daddy" ucap Sella menirukan suara anak kecil yang semakin membuat Zayn tidak tahan lama-lama dengan Sella
astaga Sella, kamu kenapa menggemaskan sekali, mana tahan aku marah sama kamu, satu jam saja aku sudah tidak kuat. batin Zayn
Zayn buru-buru balik badan dan pergi dari kamar itu, tapi lagi-lagi Sella menghentikannya
"sayang sebentar" Sella berlari dan memeluk Zayn dari belakang. medekap penuh kasih sayang badan tegap yang ada di depannya itu
"sayang, sekali lagi maafin aku ya. kamu hati-hati kerjanya. aku mencintaimu" ucap Sella dan meluncur sudah air mata yang tertahan sejak tadi tapi buru-buru ia menghapusnya karena tak ingin Zayn melihatnya menangis. Sella lalu melepas pelukannya dan Zayn pun langsung pergi ke kantor
selepas Zayn pergi, Sella membersihkan diri dan berniat memindahkan baju-bajunya ke kamar barunya dengan Zayn
Sella meminta bantuan bi Sumi untuk membersihkan baju-baju di kamar lamanya lalu membawanya ke kamar barunya
"taruh disitu saja bi, biar saya tata sendiri" ucap Sella
"biar saya bantu ya nyonya" ucap bi Sumi
"tidak usah bi. oh ya, jangan panggil saya nyonya karena saya belum tua dan bukan nyonya besar, panggil nona saja, oke?" pinta Sella
"tapi nanti tuan marah, saya takut" ucap bi Sumi
"sudah tidak apa-apa, nanti biar saya yang bilang. bibi bersihkan kamar tamu saja, ganti sprei dan selimut yang bersih, kalau mau bibi juga boleh tidur disitu" ujar Sella
"ah tidak usah non, saya istirahat di belakang saja. baiklah kalau begitu saya permisi dulu" ucap bi Sumi lalu meninggalkan Sella sendirian di kamar
satu per satu baju di masukkan ke dalam lemari raksasa di kamar Zayn hingga tak terasa sudah selesai
"terus makeupku ini mau taruh dimana? tak ada meja rias disini. besok-besok biar aku pesan saja meja rias" gerutu Sella
"sementara aku taruh laci di lemari saja" ucapnya lagi
selesai sudah proses pemindahan baju-baju Sella, sekarang ia sudah resmi menjadi Nyonya Zayn Bachtiar seutuhnya. oh tidak, Sella tak mau di panggil nyonya karena dia belum tua 😁
"ah ada yang lupa" Sella mengambil kantong plastik yang di berikan Zayn kemarin, mengeluarkan isi-isinya
"pasti Zayn senang sekali kalau aku menggantungnya di lemari, pasti dia merasa di hargai karena aku tidak mengabaikan pemberiannya lagi" ujar Sella
"waah ini seperti lemari penjual lingerie" Sella tertawa kecil melihat lemari gantung penuh dengan lingerie pembelian Zayn
__ADS_1