Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Minta Jatahku


__ADS_3

Sella masuk ke ruangan Zayn, dia melihat sekeliling ruangan. kesan minimalis dan sangat nyaman terdapat pada ruangan Zayn, warna dominan putih dan cream membuat siapapun betah untuk berlama-lama di ruangan itu


Sella mendudukkan diri di sofa empuk ruangan itu, mengambil ponselnya lalu menggambil gambar ruangan tersebut dan mempostingnya di akun sosmednya


thanks to the past, because of you I found a more beautiful future


caption yang di tulis Sella pada unggahan fotonya. lalu dia menaruh ponselnya di meja dan berdiri menuju kaca besar yang terdapat di sisi sebelah kiri ruangan Zayn. Sella melihat pemandangan gedung-gedung pencakar langit di balik kaca itu, dia tersenyum.


lalu dia menuju ke meja kerja milik Zayn, dan ada yang menarik perhatian Sella yaitu foto dirinya dengan Zayn waktu berwisata, foto Zayn sendiri dan juga foto Sella sendiri, di jadikan dalam satu frame


Sella juga melihat ada tali rambut yang berbentuk seperti gelang, terdapat nama Sella di tali rambut tersebut, dan di bawah tali itu terdapat tulisan My Future Love, di balut bingkai sangat lucu, berjajar dengan fotonya bersama Zayn


Sella tersenyum melihat ini semua,


"ternyata kamu begitu sangat mencintai aku Zayn" guman Sella seraya mengembalikan bingkai tali rambut tadi


Sella menata meja Zayn yang sedikit berantakan, mungkin tadi ia buru-buru jadi tidak sempat menata mejanya


setelah selesai menata meja, Sella kembali ke sofa untuk merebahkan diri


"apa disini tidak ada kamar? ah aku sangat mengantuk. Zayn lama sekali belum kembali juga" Sella menggerutu sambil memejamkan matanya, padahal baru dua jam yang lalu ia terbangun dari tidurnya, sekarang sudah mengantuk lagi dan tak berapa lama Sella sudah berada di alam mimpi


Zayn kembali dari meeting bersama Adit, dia tak tahu jika ada Sella datang karena Lisa lupa memberi tahu


Zayn masuk ke ruangannya, begitupun Adit.


"Sella? kapan dia datang?" Zayn terkejut melihat Sella sudah tertidur di sofa, dia melihat ada juga kotak bekal di meja


Zayn menghampiri Sella di sofa, lalu dia memegang tangan mungil milik Sella lalu menciumnya dan itu membuat Sella menggeliat lalu membuka matanya


"Zayn, kamu sudah kembali?" Sella bertanya dengan suara serak khas bangun tidur


"iya, kamu tumben kesini ada apa? kalau mengantuk lebih baik jangan kesini, tidur saja di rumah" ujar Zayn

__ADS_1


"aku membawakanmu sarapan tadi sebenarnya tapi kamu tidak ada jadi aku menunggu disini dan ketiduran karena aku cari-cari tidak ada kamar pribadi di ruangan kamu" ujar Sella


"siapa bilang tidak ada, hanya saja kamu yang tidak tahu. sini aku tunjukkan" Zayn menarik tangan Sella, menuntunnya ke sebuah lemari berisikan buku-buku, lalu Zayn memencet remot dan terbukalah lemari itu menuju ke ruangan. Sella membelalakkan matanya, bibirnya melongo tak percaya dengan apa yang di lihatnya, ternyata suaminya hebat juga bisa menyembunyikan ruangan


Zayn membawa Sella masuk lalu memencet remot dan tertutup kembali lemari tersebut


"Zayn, ini beneran? aku kira ruangan seperti ini cuma ada di film-film saja" ujar Sella masih tak percaya


"nggak usah lebay, banyak kok kantor-kantor dengan ruangan seperti ini, hanya saja kamu tidak tahu" ujar Zayn merendah


"oh ya? aku baru tahu." Sella melihat sekeliling kamar, terdapat sofa di pojok kamar dan tempat tidur Queen size yang sangat nyaman, di sampingnya terdapat nakas, dan ada jendela kaca kecil. Zayn tak memasang jendela kaca besar karena itu adalah ruang privasinya, ia tak ingin ada yang tau


Sella merebahkan tubuhnya di kasur


"hah, kalau saja tadi aku tau disini ada kamar, pasti aku akan tidur disini dengan nyaman" ujar Sella


Zayn tak menjawab, ia malah ikut merebahkan tubuhnya di samping Sella lalu memeluk tubuh Sella. Sella hanya membelalakkan matanya saat Zayn tiba-tiba memeluknya


"mau minta jatahku" Zayn menjawab dengan santai


"apa?" Sella semakin membulatkan matanya


"kenapa kaget begitu? aku memang mau minta jatahku, jatah sarapan yang tertunda" jawab Zayn enteng, dia sangat senang menggoda istrinya, "kamu kira aku mau minta jatah apa?" Zayn mengangkat alisnya


"ee..ee..tidak, bukan apa-apa. ya sudah ayo kita makan, aku juga belum makan loh. katanya kamu mau ngantar aku ke dokter saat jam makan siang, jadi kita makan sekarang saja" pinta Sella


Zayn bangun dari kasur lalu dia mencium perut Sella, ada desiran aneh yang di rasakan Sella


"anak daddy belum makan? kasian sekali sih, sekarang kita makan ya!" ujar Zayn di depan perut Sella sembari mengelus perut Sella. Sella merasa bahagia ternyata Zayn sangat menyayangi anaknya meski itu bukan darah dagingnya sendiri, kini Sella tak merasa sendiri lagi untuk membesarkan anaknya


"iya daddy" jawab Sella menirukan suara anak kecil dan itu membuat Zayn mendongak melihat Sella, Sella bangun dari kasur dan tersenyum melihat Zayn, lalu Zayn mencubit pipi Sella gemas, istrinya benar-benar lucu menurutnya


"cuup" Zayn mengecup bibir Sella yang menjadi candu untuknya saat ini. dia sebenarnya ingin melakukan lebih tapi ia takut tidak bisa menahan dirinya karena dia dan Sella harus berkonsultasi dahulu pada dokter sebelum melakukan hubungan, "ayo kita makan" Zayn menuntun tangan Sella dan Sella hanya mengikuti kemauan suaminya

__ADS_1


Sella membuka kotak bekal yang di bawanya


"makanlah, aku sudah kenyang" Zayn berkata pada Sella saat Sella memberikan makanan pada Zayn


"apa kamu mau membuat anakmu menangis jika aku makan sendirian?" Sella mengomel pada Zayn, menyebut kata anakmu membuat dadanya bergetar, takut Zayn tak akan menerima itu


"baiklah, demi anak kita, tapi aku maunya di suapin ya" Zayn mengedip-ngedipkan matanya


"dasar manja banget kamu" Sella mencebikkan bibirnya.


sesuap demi sesuap Sella terus memasukkan makanan ke mulutnya dan juga Zayn, sampai habis di tempat bekal yang ia bawa tadi


Sella mengambilkan minum untuk dirinya juga Zayn. lalu ia membereskan kotak bekal dan gelas yang ia gunakan tadi


"sudah?" Zayn bertanya pada Sella yang sibuk membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan


"ya, ayo berangkat Zayn" ajak Sella. Zayn berdiri lalu menggandeng tangan Sella, ia menariknya keluar ruangan


"Zayn, tapi ini apa maksudnya? malu dilihat banyak orang. aku malu sama karyawan kamu, dikira pamer lagi" Sella menggerutu di samping Zayn


"kenapa malu? emang kamu panuan?" Zayn mengerutkan keningnya


"ish, kamu ni emang ga bisa serius ya kalau diajak ngomong" Sella semakin menggerutu


"sudah diam, aku tidak terima penolakan. lagian siapa yang berani mengejek bosnya, mau aku pecat mereka? sudahlah ayo kita berangkat" Zayn kembali menuntun Sella, mengajaknya berangkat ke rumah sakit.


para karyawan tak henti-hentinya menatap mereka berdua, kebanyakan dari mereka banyak yang shock karena baru ini bos mereka membawa wanita.


tak luput juga dari pandangan Nindi, dia memandang sinis pada mereka berdua.


"tunggu saja tanggal mainnya" guman Nindi pelan


maafkan author baru up gays, benar-benar lagi sibuk. terima kasih masih setia menunggu, peluk hangat untuk kalian..

__ADS_1


__ADS_2