Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
CEO baru


__ADS_3

Di dalam mobil, Zayn dan Sella sama-sama diam, mereka tak ingin berbicara sama sekali, tapi tiba-tiba


"krruuuukk" perut Sella berbunyi menggelegar memecah kesunyian di antara mereka. pipinya merona karena malu pada Zayn


"kamu lapar?" tanya Zayn dengan tersenyum


Sella menggaruk kepalanya yang tak gatal, "hmmb iya sih, tadi kan aku ga sarapan"


"yaudah mau makan apa? aku beliin." ucap Zayn


"lagi pengen ayam geprek, kita berhenti di depan ya, ada warung ayam geprek enaaaakkk banget disitu, aaaaahhh jadi tambah laper" ucap Sella dengan air liur yang hampir ngeces 😁


"iya, terserah kamu" ucap Zayn. ia melihat warung geprek yang lumayan besar, ini bisa disebut cafe yang nyediain ayam geprek.


Sella buru-buru turun karena cacing dalam perutnya sudah meronta-ronta, apalagi bayinya pasti sudah minta makan


"mbak, ayam geprek dua ya, minumnya jus alpukat sama... Zayn suka minuman apa ya, aku ga tau lagi"


"sama moccacino panas mbak" Zayn menyaut dari belakang, karena nampak Sella tak tau apa minuman kesukaannya


"baik, silahkan di tunggu ya mas, mbak" ucap pelayan itu sembari menunjuk meja yang kosong, karena pagi itu full pembeli.


"silahkan" Zayn menarik kursi untuk di duduki Sella


"makasih" Sella membalas dengan senyum yang manis


"Sel, abis ini kamu ada acara atau janji?" tanya Zayn membuka pembicaraan di antara mereka


"kenapa?" tanya Sella balik


"aku mau ngajak kamu ketemu seseorang, apa kamu mau?" tanya Zayn lagi


"emang siapa? orang penting? sampe harus ngajak aku segala" jawab Sella


"iya, orang yang sangat penting buat aku, buat kamu juga nantinya. harusnya aku mau ngajak mama papa juga, tapi sepertinya hari ini mereka ga akan pulang" ujar Zayn


"tapi tadi mama ngabarin aku kalo mereka pulang nanti siang, ya kemungkinan sore udah nyampe rumah sih" kata Sella

__ADS_1


"oh ya? yaudah ketemu orang pentingnya nanti sore aja nunggu mama sama papa pulang" Zayn tersenyum semangat


"iya terserah kamu aja" Sella membalas senyum


"makanan datang. silahkan mbak mas yang cantik dan ganteng" ucap pelayan dengan ramah


"terima kasih" balas Sella dan Zayn bersamaan


"ayok makan" Sella langsung menyantap makanan yang ia tunggu-tunggu dari tadi, matanya sungguh berbinar melihat ayam geprek di depannya


"aku udah sarapan loh tadi, aku temenin kamu makan aja" jawab Zayn sambil nyeruput moccacino miliknya


"terus ini siapa yang makan?" tanya Sella dengan mulut penuh, "yaudah buat aku aja, boleh kan?" tanya Sella lagi dengan mengedip-ngedipkan matanya


"emang habis?" Zayn mengangkat alisnya


"habislah, cuma ayam geprek doang" Sella menjawab sambil terus memasukkan makanan ke mulutnya


"yaudah abisin aja biar sehat" ucap Zayn ngasal


"kenapa? kan bener kalo kamu makannya banyak jadi sehat, emang aku salah?" Zayn heran dengan Sella yang tiba-tiba ngegas


"ya ga juga sih. iya emang kamu bener" jawab Sella mengiyakan daripada Zayn curiga dengannya yang tiba-tiba marah


dua porsi ayam geprek sudah Sella habiskan, lalu mereka melanjutkan perjalanan ke kantor Melvin. 15 menit perjalanan mereka sampai di tempat tujuan


Sella berjalan berdampingan dengan Melvin, banyak pasang mata yang melihat mereka dan bisik-bisik, mungkin masih membicarakan pernikahan Sella yang gagal dengan Melvin


"mbak, mau ketemu sama bu Vio" ucap Sella pada resepsionis


"baik, silahkan mbak, bu Vio ada di ruangannya" kata resepsionis pada Sella


Sella dan Zayn menaiki lift untuk menuju ke ruangan Vio. Sella memencet angka di mana ruangan Vio berada, kemudian pintu lift terbuka


"selamat pagi bu Vio" sapa Sella, "hai Ver" sapanya pada Vera sahabatnya yang sudah sangat lama tak bertemu, lalu mereka berpelukan tanda mereka saling rindu


"hai, pagi Sel. gimana kabar kamu?" tanya Vio

__ADS_1


"baik bu, ibu sendiri gimana?" tanya balik Sella


"saya baik. oh ya silahkan duduk, saya harus berbicara penting sama kamu mengenai pekerjaan kamu" Vio memulai pembicaraan


"iya bu, saya juga harus bicara penting sama ibu, silahkan ibu bicara terlebih dulu" ucap Sella


"baiklah, ini mengenai kinerja kamu selama ini untuk perusahaan, kamu selalu tanggung jawab dalam pekerjaan, kamu cekatan, kamu cerdas jadi CEO baru kita meminta kamu untuk tetap stay di perusahaan ini" ujar Vio menjelaskan pada Sella


"CEO baru?" ucap Sella dan Zayn bersamaan


"emang kemana Melvin?" tanya Zayn penuh selidik


"pak Melvin pindah ke perusahaan milik mertuanya pak Zayn, sudah dua minggu pak Melvin tidak di kantor ini" ucao Vio


"lalu siapa yang jadi CEO di sini?" tanya Zayn


"pak Johan, adik pak Melvin pak."


"bukannya dia kuliah di luar negeri? kapan dia balik?" Zayn sangat kepo, satu bulan tak berhubungan dengan Melvin dia sudah ketinggalan banyak berita


"iya pak, pak Johan pulang saat pernikahan pak Melvin, dan saya juga kurang tau kenapa pak Johan bisa memimpin perusahaan ini. yang saya dengar perusahaan ini masih di bawah pantauan pak Melvin, jadi pak Johan masih di awasi oleh pak Melvin. jadi gimana Sel, apa kamu setuju untuk bekerja kembali di sini?" tanya Vio memastikan


Sella menoleh pada Zayn yang duduk di sampingnya. dia dilema, di satu sisi dia ingin bekerja untuk menghilangkan bosan, tapi di sisi lain dia tidak ingin berurusan lagi dengan Melvin.


Zayn hanya mengangkat bahu, tanda ia menyerahkan segala keputusan pada Sella


"maaf bu, tapi saya kesini juga punya tujuan. sebelumnya saya ingin meminta maaf, saya ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini, saya ingin fokus pada rumah tangga saya, jadi istri yang baik untuk suami saya" jelas Sella yang seketika membuat Zayn menoleh padanya, begitupun juga Vera, dia kaget karena ternyata Sella sudah menerima Zayn, Vera ikut bahagia atas perubahan pada diri Sella


"baiklah, saya tidak bisa memaksa kamu untuk tetap bekerja disini. dan ini gaji kamu yang tersisa disini dulu dan ini pesangon dari perusahaan" Vio menyerahkan amplop coklat pada Sella


"baik bu, terima kasih untuk semuanya, maaf bila saya ada salah sama ibu, saya pamit" ucap Sella dan bersalaman dengan Vio kemudian Vio membalas jabatan tangan itu


"Ver, semangat terus ya. kalo ada waktu main ke rumah aku, aku tunggu" Sella memeluk Vera, dan Vera membalasnya


"pasti aku main, lagian rumah kita kan deket, kapan-kapan kita ghibah ya"


"hehehehhe" mereka berdua tertawa bersama.

__ADS_1


__ADS_2