
Zayn dan Sella dalam perjalanan menuju rumah keluarga papa Leo. Sella sangat merindukan anaknya yang super menggemaskan. beberapa jam tanpa baby Al di sampingnya membuat Sella hampa meskipun sudah ada suaminya namun baby Al baginya adalah sumber kebahagiaannya
"sayang, ayo lebih cepat lagi. ah aku sudah tidak sabar bertemu baby Al" seru Sella dengan wajah menggemaskan, membuat Zayn mencubit pipi kanannya dan kemudian fokus pada kemudinya lagi
"aauuw sakit tau" Sella memegang pipinya yang memerah karena ulah suaminya
"sabarlah, sebentar lagi sampai" ucap Zayn yang tetap fokus pada kemudi
dan benar saja, selang beberapa menit mereka sudah sampai di rumah mewah milik papa Leo. Sella segera turun dari mobil setelah Zayn memarkirkan mobilnya di garasi besar rumah tersebut. Sella berlari menuju pintu rumah, ia sudah tidak sabar bertemu baby Al
"sayang hati-hati" teriak Zayn yang juga turun dari mobil. ia menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang begitu merindukan putranya
baru saja Zayn berucap, karena ketidak hati-hatian Sella justru membuatnya hampir saja terjatuh untungnya ada sang suami yang dengan sigap menangkapnya dan mereka seperti orang yang sedang berdansa, saling berpelukan. bertepatan dengan itu, mama Rena keluar dengan menggendong baby Al. mama Rena malu melihat anak dan menantunya bermesraan di depan pintu
"apa kurang waktu kalian semalam tadi hingga sampai rumah pun masih menempel seperti ini? jangan sampai cucu mama lihat, nanti bisa rusak matanya." ucap mama Rena menggoda anak dan menantunya
Zayn dan Sella menjadi salah tingkah seperti maling yang kepergok. untunglah ada baby al yang bisa menetralkan suasana. baby Al mengoceh dan tertawa seakan bahagia bertemu dengan mommynya
"ouw sayang, anak mommy. mommy merindukanmu" Sella mengambil baby Al dari gendongan mama Rena. ia peluk erat baby Al dan menciumi pipi gembulnya
"ayo masuk, kalian pasti lelah dan butuh istirahat." ucap mama Rena dan sontak membuat Zayn dan Sella saling pandang tanpa menjawab apapun
"maksud mama, kalian lelah pasti setelah menghadiri resepsi pernikahan teman kalian. iya kan?" tanya mama Rena memecah kecanggungan antara mereka meski sebenarnya mama Rena tau apa yang mereka lakukan semalam karena bagaimanapun mama Rena dan papa Leo pernah muda juga
"ee..iya ma. ya sudah ayo masuk" jawab Zayn dan kemudian mereka berempat masuk ke dalam rumah
......................
beberapa hari ini cuaca sangatlah buruk, sering terjadi hujan badai dengan waktu yang tidak tentu dan terkadang terjadi secara tiba-tiba. dengan adanya cuaca ekstrim seperti ini, Zayn yang seharusnya terbang ke Surabaya untuk mengunjungi kantor cabangnya harus ia batalkan, Sella sangat melarangnya karena ia tak mau jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan
__ADS_1
dan kebetulan sekali hari ini weekend jadi Zayn dan Sella memanfaatkan waktu untuk family time di rumah saja. menghabiskan waktu bersama baby Al
Zayn dan Sella menemani baby Al di ruang tv sembari mengeluarkan berbagai macam mainan milik baby Al. meski baby Al masih bayi tapi Zayn sangat suka membelikan mainan untuknya, ya walaupun baby Al tidak begitu mengerti dengan beberapa mainan yang di belikan olehnya
"hello namaku Al, nama kamu siapa?" ucap Sella dengan menirukan suara anak kecil dan memegang mainan dinosaurus di depan baby Al. baby Al yang melihatnya tertawa menggemaskan membuat Sella dan Zayn tertawa juga
saat mereka sedang asyik bermain, acara yang mereka tonton kemudian berganti menjadi acara berita yang mengabarkan bahwa ada kecelakaan pesawat dari Jakarta menuju London. Zayn dan Sella yang awalnya fokus pada baby Al, kini mengarah ke tv di depannya
"kasihan sekali. semoga para korban cepat di temukan" ucap Sella saat melihat acara berita tersebut
dan dalam layar televisi di perlihatkan siapa saja nama-nama penumpang yang menjadi korban kecelakaan pesawat tersebut. dan betapa terkejutnya mereka berdua setelah membaca nama "Adhiasta Melvino Adiguna" dan "Yolanda Wira Atmadja" dan ada beberapa nama balita yang termasuk dalam kecelakaan pesawat tersebut. diantara nama-nama balita tersebut tertulis sebuah nama "Shakira Eluise Adiguna" yang mereka yakini bahwa itu adalah anak Melvin dan Yola melihat dari nama belakang yang digunakan sama dengan nama keluarga Melvin
"sayang, a..apa itu Melvin yang kita kenal?" tanya Sella yang hampir tidak percaya dengan berita di depannya
"iya sayang. aku tahu siapa nama panjang Melvin. apa pertemuan kita beberapa hari lalu dengannya adalah pertemuan terakhir?" Zayn mencoba mengingat pertemuannya untuk terakhir kali dengan Melvin saat resepsi pernikahan Vano
"mungkin. aah kasihan sekali mereka. kenapa harus mengalami kecalakaan naas ini. bagaimana nasib anaknya? aku sebagai seorang ibu, tak tega melihatnya." Sella terlihat matanya berkaca-kaca. Zayn memahami bagaimana perasaannya, karena ia sebagai orang tua pasti juga merasakan hal yang sama.
"drrreeeett, drrreeeett" ponsel Zayn berbunyi tanda panggilan masuk, dan tertera nama Vano di layarnya
"halo Van" jawab Zayn saat mengangkat telfonnya
"apa kamu sudah mendengar kabar soal Melvin?" tanya Vano di seberang sana
"iya baru saja aku melihat beritanya di tv. apa sudah di konfirmasi oleh pihak keluarga jika Melvin memang naik pesawat tersebut?"
"aku juga belum tahu. tapi namanya terdaftar sebagai penumpang pesawat. ya sudah aku cari informasi dulu ya, nanti aku kabari lagi" Vano menutup sambungan telfonnya
Zayn meletakkan ponselnya di sofa, dan kembali fokus pada Sella dan baby Al. pikirannya masih melayang, memikirkan berita yang baru saja ia lihat. sebenarnya ia juga sedih karena bagaimanapun Melvin dulu adalah sahabatnya, bertahun-tahun mereka bersama. suka dan duka mereka lewati bersama. janji yang terucap antara mereka, takkan pernah meninggalkan satu sama lain bagaimanapun keadaan mereka. namun semua berubah saat keadaan memaksa mereka untuk tak bisa bersama. saat visi dan misi antara mereka sudah tak sejalan lagi. ia segera menepis pikirannya tersebut. tak mau terlihat murung di depan istrinya, dan jadilah ia menggoda istrinya yang sedang sedih
__ADS_1
"sudah sayang jangan sedih! apa kamu masih mencintainya hingga kamu menangisi kepergiannya? ooh aku sangat cemburu!"
Sella sontak menoleh ke arah Zayn, lalu memukul lengan kekar milik Zayn.
"apa begitu pendeknya pikiranmu sampai meragukan cintaku? aku sama sekali tidak menyangka" Sella membuang muka, dia semakin terlihat sedih karena Zayn baru saja meragukan cintanya
Zayn semakin serius untuk menggoda istrinya lagi
"ya siapa tahu. aku tidak pernah tahu bagaimana perasaan terdalam kamu padanya? bagaimana jika kamu belum melupakan dia sepenuhnya?"
Sella lagi-lagi di buat geram dengan ucapan Zayn yang tidak masuk akal. bagaimana bisa suaminya itu berpikiran yang tidak-tidak. sudah jelas jika selama ini ia sangat mencintai suaminya, bahkan sudah tak ada tempat untuk laki-laki lain
"Zayn cukup! kamu benar-benar membuatku marah kali ini. terserah apa kata kamu, aku tidak peduli. terserah kalau kamu meragukan cintaku, terserah apa mau kamu Zayn"
Zayn terkejut, Sella benar-benar marah. jika ia sudah memanggilnya dengan sebutan nama, berarti Sella sangat marah. Zayn segera memeluk Sella yang membelakanginya. ia tak mau Sella salah paham, padahal niatnya ingin menggoda Sella malah justru menjadi masalah
"sayang maaf, aku cuma bercanda. jangan marah ya! aku percaya sama kamu, aku tidak pernah sedikitpun meragukan cintamu. maaf, maafkan aku!"
Sella tak menjawab apapun, ia menggendong baby Al dan kemudian ingin berdiri namun tangan kekar Zayn mencegahnya. ia tak mau melepas pelukannya
"sayang jangan pergi, maafkan aku! aku mohon, aku cuma bercanda tadi, tolong maafkan aku!"
Sella menenangkan dirinya sendiri, ia tak mau terbawa emosi dan akan menjadi pemicu masalah besar dalam rumah tangganya. kemudian ia berbalik dan berhadapan dengan Zayn. ia tatap mata coklat milik Zayn, mencari kebenaran disana
"jangan pernah ulangi lagi. aku tidak suka kamu meragukan cintaku yang padahal kamu tau seberapa besar cintaku buat kamu, buat anak kita"
Zayn tersenyum mendengar jawaban dari Sella. sesaat kemudian ia mencium kening Sella.
"maaf aku telah menyakitimu. aku tidak akan mengulanginya lagi"
__ADS_1
Sella mengangguk, tanda ia memaafkan kesalahan suaminya