
Zayn berjalan menghampiri mertuanya dan mamanya dalam keadaan lemas. ia seperti kehilangan arah setelah mengetahui kenyataan Sella koma usai melahirkan
"Zayn kamu kenapa? bagaimana keadaan Sella? bayinya bagaimana?" tanya mama Renata panik
bukannya menjawab, Zayn malah menyandarkan tubuhnya pada tembok kemudian duduk. ia menyembunyikan wajahnya diantara kakinya yang ditekuk lalu menangis sejadi-jadinya. membuat semua orang yang ada disitu bingung dan semakin panik.
"Zayn kenapa? ada apa?" tanya mama Tyas
"Sella koma, ma, pa" jawab Zayn lirih di tengah tangisnya
ucapan Zayn bak sambaran petir untuk mamanya juga mertuanya terutama mama Renata, putri semata wayangnya kini sedang koma di dalam sana hingga membuatnya tak sadarkan diri
"ma, bangun ma" pak Leo menepuk-nepuk pipi istrinya agar tersadar dari pingsannya. hanya beberapa detik para suster membawa mama Renata untuk dirawat
"mama tenang ya, kak Sella pasti kuat melewati ini semua" Nadya memeluk mamanya. memberikan ketenangan untuk mamanya.
Zayn begitu kacau hari ini, disaat ia kedatangan malaikat yang selalu ia nanti setiap hari tapi justru ia harus menerima kenyataan bahwa istrinya koma
"permisi pak, bu Sella akan kami pindahkan ke ruang ICU" ucap seorang dokter yang mendatangi Zayn masih dalam keadaan terpuruk
Zayn kemudian bangkit dari duduknya dan ikut mengantar Sella ke ruang ICU, begitupun mama Tyas dan Nadya
sampai ruang ICU tak ada yang boleh untuk masuk, mereka hanya diizinkan melihat Sella dari kaca. hancurnya hati Zayn melihat istrinya dipenuhi dengan alat-alat pengobatan. ada sekitar lima dokter yang mengelilinginya di dalam sana. tadi ia melihat anaknya di ruang NICU, sekarang ia melihat istrinya di ruang ICU, dadanya sesak menerima kenyataan ini
"yang sabar pak, kami akan melakukan yang terbaik untuk istri juga anak bapak. semoga saja istri anda segera melewati masa kritisnya" ucap seorang dokter yang ikut menangani Sella tadi, mengagetkan Zayn dalam lamunannya
"sebenarnya apa yang terjadi dok? kenapa menantu saya bisa sampai koma?" tanya mama Tyas dengan terisak
"karena pendarahan hebat bu. kami menganalisa kemungkinan bu Sella sebelum pendarahan mengalami jatuh, atau melihat sesuatu yang membuat ia shock. untung saja pak Zayn segera membawa ke rumah sakit jadi kami masih bisa menyelamatkan bayinya. berdoa saja pak, bu, supaya bu Sella cepat sadar. saya permisi dulu" jelas dokter tersebut
__ADS_1
Zayn masih belum bisa berfikir penyebab istrinya bisa mengalami pendarahan hebat, baginya yang terpenting saat ini adalah kesembuhan istrinya dan juga kesehatan anaknya
......................
pagi-pagi sekali Adit datang dengan membawa sekantong baju untuk Zayn. semalam Zayn menelfon Adit jika Sella di rawat di rumah sakit, dan ia memesan baju pada Adit. Adit merasa iba melihat penampilan Zayn yang acak-acakan berdiri di depan kaca ruangan Sella, air matanya terus mengalir membasahi pipi
"Zayn, ini baju kamu. mandilah dan berganti baju, aku yang akan menunggu Sella."
"terima kasih Dit, aku mandi dulu. titip Sella sebentar" ucap Zayn yang kemudian berlalu untuk membersihkan diri.
Adit duduk di kursi tunggu dekat ruangan Sella sambil menunggu Zayn.
"Adit, kamu sedang apa disini?" tanya seseorang yang mengagetkan Adit yang sedang memainkan ponsel
"Melvin? kamu sendiri sedang apa disini?"
"aku sedang mengantar isriku cek kandungan, dan kebetulan lewat sini, kamu sedang apa? saudara kamu ada yang sakit?"
"Sella koma setelah melahirkan anaknya kemarin, dan sekarang anaknya juga sedang di rawat di ruang NICU" ucap Adit yang menghampiri Melvin
"ruang NICU? anaknya prematur?" tanya Melvin dengan menoleh ke arah Adit
"iya"
tiba-tiba ponsel Melvin berdering dan membuat pembicaraan mereka terputus
"Dit, aku permisi dulu. istriku sudah waktunya untuk cek kandungan. semoga Sella segera sadar dan bayinya segera sehat" Melvin pun berlalu dari hadapan Adit.
beberapa menit kemudian Zayn sudah kembali, ia tak ingin berlama-lama meninggalkan istri juga anaknya. meskipun mereka berada di ruang terpisah, tapi Zayn selalu berusaha untuk menjaga mereka bersama
__ADS_1
"sudah selesai? kamu tunggu sini sebentar ya, aku belikan sarapan dulu, pasti dari tadi malam kamu belum makan. kamu harus jaga kesehatan supaya bisa tetap menjaga Sella dan anak kalian" ucap Adit. dan tanpa menunggu jawaban dari Zayn, ia langsung berlalu meninggalkan Zayn sendiri
Zayn berjalan ke ruangan Sella. ia kembali melihat istrinya yang masih terbaring disana, belum ada tanda-tanda Sella akan bangun. sesaat kemudian dokter Susan menghampiri Zayn. dokter Susan baru tau jika Sella telah melahirkan dan sekarang koma, karena kemarin dokter Susan sedang cuti
"Zayn, kamu yang kuat. selalu berdoa supaya Sella cepat sadar"
"terima kasih San. apa kamu sudah melihat anakku? bagaimana keadaannya? pagi ini aku belum kesana." ucap Zayn disertai senyum getir. begitu banyak beban yang ia pikul saat ini
"kamu tenang saja. aku akan berusaha memberikan perawatan yang terbaik untuknya. anak kamu hanya butuh menambah berat badan dan menguatkan pernafasannya saja. dia sangat lucu, mirip sekali dengan kamu"
ucapan dokter Susan malah membuat Zayn merasa sedih. mana mungkin, anak itu bukan darah dagingnya, tapi orang lain bilang mirip dengannya, pintar sekali menghibur.
"terima kasih, aku titip anakku ya!" ucap Zayn dengan senyum yang memaksakan
di sela-sela obrolan Zayn dan dokter Susan, dokter yang menangani Sella kemarin menghampiri mereka
"pagi pak Zayn, pagi dokter Susan"
"selamat pagi dok" jawab Zayn dan dokter Susan bersamaan
"saya akan memeriksa keadaan ibu Sella dulu ya" dokter tersebut kemudian masuk keruangan Sella ditemani seorang suster. mengecek beberapa peralatan yang menempel pada tubuh Sella. beberapa menit kemudian keluar dan menghampiri Zayn dan dokter Susan lagi
"bagaimana dok keadaan istri saya?" tanya Zayn saat dokter menghampirinya
"berdoa saja minta yang terbaik pak, semoga ibu Sella cepat sadar. karena untungnya kemarin waktu saya dan tim periksa, paru-paru dan ginjal ibu Sella tidak sampai terkena komplikasi reaksi obat bius yang di akibatkan dari pendarahannya jadi kemungkinan ibu Sella masih bisa selamat. pak Zayn bisa menstimulasinya dengan mengajak ibu Sella berbicara, pasti ibu Sella bisa mendengar dan merasakan" jelas dokter tersebut
"apa saya boleh masuk ke dalam dok?" tanya Zayn dengan mata yang sudah berkaca-kaca. satu kata dokter yang terngiang di telinganya bahwa Sella masih bisa selamat membuat dirinya kembali bersemangat
"silahkan pak. ajaklah ibu Sella berbicara tentang kebahagiaan keluarga kalian, supaya ibu Sella punya semangat untuk bangun lagi" ucap dokter tersebut sembari menepuk bahu Zayn, menguatkannya. karena dokter tau, ini adalah keadaan yang berat untuknya
__ADS_1
"semangat Zayn" ucap dokter Susan yang tak lupa memberi semangat pada temannya itu
udah hari selasa, jangan lupa vote ya teman-teman supaya author semangat, dan jangan lupa berdoa agar Sella cepat sadar dan segera berkumpul dengan Zayn dan babynya