
Hari ini bi Sumi tidak menginap di apartemen, karena Zayn berada di apartemen jadi Zayn meminta bi Sumi untuk pulang dan kembali lagi besok pagi
Sella dan Zayn sedang menonton tv, mereka tak ada kegiatan untuk keluar rumah hari ini
"Sel, kemarin dokter berpesan kalau aku harus membawa kamu cek kandungan, bagaimana kalau besok saat jam makan siang, aku antar kamu ke rumah sakit?" tanya Zayn membuka pembicaraan antara keduanya
"boleh, terserah kamu saja" Sella fokus pada acara yang ia tonton
"Oh ya, kamu malam ini belum minum susu kan? aku buatin susu ya?" Zayn bersemangat melebihi Sella
"aku masih kenyang tau, nanti saja aku buat sendiri" Sella sama sekali tak menatap Zayn, ia sangat fokus pada acara drakor yang ia tonton
Zayn yang kesal meninggalkan Sella sendiri di ruang tengah, sedangkan Sella sama sekali tak menyadarinya
Zayn, menuju kamar Sella, dia berinisiatif untuk tidur di kamar itu, siapa tau dia punya celah untuk bisa mengajak Sella malam pertama, tapi karena Zayn terlalu lelah jadi dia ketiduran
Sella yang selesai nonton drakor langsung menuju kekamarnya, dia melongo melihat Zayn tidur di kamarnya, "ngapain dia tidur disini? pasti dia mau mengambil kesempatan dalam kesempitan. aku kerjain saja dia" Sella cekikikan sendiri seperti kuntilanak
Sella rebahan di samping Zayn, dia pura-pura tidur lalu menendang punggung Zayn hingga Zayn hampir terjatuh. Zayn kaget dengan apa yang di alaminya, ia pikir cuma mimpi
Zayn lalu duduk di kasur menoleh di sebelahnya, "masak iya Sella yang sudah menendang aku?" Zayn menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu kembali merebahkan tubuhnya lagi di kasur, baru juga memejamkan matanya Sella kembali menendangnya dan tak dapat di elakkan, Zayn terjatuh ke lantai, untungnya di lantai kamar Sella terdapat karpet empuk, jadi Zayn tidak begitu sakit saat jatuh
"astaga, tubuh kecil ini ternyata punya kekuatan yang besar juga. mana sakit lagi badan aku" Zayn bangkit dari karpet menuju sofa, dia lebih memilih tidur di sofa dari pada dia terus di tendang oleh Sella, sedangkan Sella cekikikan di balik selimut tebal miliknya.
keesokan paginya Sella bangun tak mendapati Zayn ada di kamarnya. Sella beranjak dari kasurnya untuk mengambil minum dan ternyata bi Sumi sedang mencuci peralatan masak
__ADS_1
"bibi pagi sekali sampai sini??" tanya Sella seraya mengambil minum
"masak ini pagi nyonya? ini sudah jam setengah sembilan lo" bi Sumi menoleh ke arah Sella lalu fokus lagi mencuci peralatan masak
"ha? yang bener bi? jadi Zayn sudah berangkat?" Sella membulatkan matanya
"iya, tadi bibi masih masak, tuan sudah berangkat, katanya ada meeting mendadak jadi belum sempat sarapan" bi Sumi menjelaskan pada Sella
"oh ya sudah kalau begitu bi, siapin bekal buat Zayn, setelah ini biar aku antar ke kantornya, sekalian aku mau ke dokter, aku siap-siap dulu"
"baik nya",
Sella berlalu menuju kamarnya untuk mandi terlebih dulu. setelah itu dia ganti baju. dia memakai dres panjang selutut. bagian perut tak begitu ketat sehingga tak memperlihatkan perutnya yang sudah tidak rata lagi. Sella memilih menggunakan sepatu cats supaya tidak membuat kakinya pegal dan tas kecil berwarna hitam. sangat cantik.
"sudah siap bi?" tanya Sella
"ya sudah aku berangkat dulu bi, jagain apartemen ya" Sella mengayunkan langkah
"tunggu nya, ini susunya di minum dulu, nanti tuan marah kalau bibi tidak buat susu untuk nyonya", Sella berbalik arah menghampiri bi Sumi dan mengambil gelas susu yang di pegang bi Sumi lalu meminumnya sampai habis tak tersisa, kemudian dia segera berangkat ke kantor Zayn
Sella ke kantor menggunakan taksi. karena jarak apartemen ke kantor Zayn dekat jadi ia tak sampai setengah jam sudah sampai
sesampainya di kantor, Sella menuju resepsionis untuk menanyakan ruangan kerja Zayn, ya maklum lah Sella tak pernah masuk kantor Zayn
"permisi, ruangan pak Zayn di mana ya?"
__ADS_1
"ada di lantai 7. Anda siapa ya? apa sudah membuat janji?" tanya kembali resepsionis tersebut
"saya istri pak Zayn. apa dia ada di dalam?"
"istri?" resepsionis tersebut melongo. karena ucapan resepsionis tadi agak keras jadi beberapa karyawan yang mendengar langsung memusatkan pandangan mereka pada Sella
"iya, saya istri pak Zayn, memang kenapa?? ada yang salah sama saya?" Sella mengerutkan keningnya, lalu melihat-lihat penampilannya sepertinya baik-baik saja.
"ah tidak bu, cuma kita para karyawan belum tau kalau pak Zayn sudah menikah, jadi kita kaget saja" ujar resepsionis tersebut dengan agak gugup
"oooh saya kira ada yang salah dengan saya"
"tidak bu. oh ya, pak Zayn sedang keluar untuk meeting dan belum kembali, mungkin satu jam lagi, ibu bisa menunggu di ruangannya" ujar resepsionis ramah
"baiklah, terima kasih" Sella berlalu menuju ruangan Zayn
"siapa itu?" tanya seorang wanita pada resepsionis tadi
"ooh itu istri pak Zayn. ga nyangka ya bos kita sudah nikah saja, patah hati deh karyawan cewek disini" ujar resepsionis yang bernama Lisa tersebut
"oh ya? secantik apa sih wanita itu sampai bisa menikah sama bos kita, padahal pak Zayn akan menjadi target aku selanjutnya sebagai mangsa" ujar wanita yang bernama Nindi itu. ya dia adalah wanita pemburu lelaki kaya, entah tua ataupun muda, karena yang dia cari hanya harta kekayaan semata
"waaah, berani sekali kamu Nin, tapi sepertinya kamu tidak akan pernah mendapatkan pak Zayn karena istrinya jauh lebih cantik dari kamu" ujar Lisa mengejek lalu fokus pada laptop di depannya
"siapa bilang, kita lihat saja nanti, aku pasti bisa dapetin hati pak Zayn, biarpun aku cuma jadi selingkuhannya yang penting aku bisa menikmati hartanya, hahaha" ujar Nindi sombong
__ADS_1
"menakutkan" Lisa mencibir Nindi, "sudah sana kamu kembali kerja, bisa-bisa kerjaan aku ga selesai juga" Lisa sedikit mendorong lengan Nindi supaya ia tak mengganggunya bekerja, karena itu juga hal yang sangat tidak penting di bicarakan di kantor
Nindi adalah karyawan bagian administrasi, dia sebenarnya anak gadis yang baik-baik, tapi karena dulu di buang oleh ibu dan bapak tirinya demi menikmati harta kekayaan papanya. kini ia menjadi wanita yang sangat buruk sifatnya, demi memuaskan hasratnya memiliki banyak uang