Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Berhasil


__ADS_3

siang ini Sella sudah bersiap untuk bertemu Vano


"drreett,dreett" ponsel Sella berdering


"halo Van, bagaimana? apa kamu sudah siap?" tanya Sella saat mengangkat telfonnya


"sorry Sel, gue nggak bisa ketemu hari ini, besok saja ya. gue ada meeting mendadak siang ini!" jelas Vano di seberang sana


"ouwh, begitu ya? baiklah tak apa Van. lain kali saja kita ketemu!" ucap Sella lesu kemudian ia mematikan sambungan telfonnya


Sella sedikit kecewa karena hari ini ia tak jadi bertemu Vano untuk mengorek soal Bianca. entah perasaan apa yang membuatnya ingin segera mengetahui sebab Zayn berciuman dengan Bianca. ia merasakan bahwa Zayn memang mungkin tidak bersalah dalam hal ini, meski ia tidak yakin 100% tapi ia tau jika Zayn tidak melakukan itu, tapi ia juga tak bisa menutupi bahwa hatinya sakit


......................


malam telah tiba, Sella merasa kesepian karena Zayn belum juga pulang. tak biasanya ia pulang malam lagi semenjak dirinya hamil tua


Sella masuk ke kamar tamu, ia masih belum mau tidur dengan Zayn dulu. merebahkan tubuhnya di kasur dan bermain ponsel untuk menemani sepinya. karena ia sangat mengantuk jadi ia tertidur dengan ponsel yang masih menyala


tak berapa lama Zayn pulang, dan langsung tertuju untuk menemui istrinya yang pasti sedang di kamar tamu karena ia tau istrinya masih marah jadi tidak mungkin tidur di kamar mereka


Zayn membuka pintu dan ternyata pintu tak terkunci, ini adalah kesempatan untuk Zayn bisa masuk ke dalam.


Zayn muncul dari balik pintu, ia tersenyum melihat istrinya sudah terlelap. kemudian ia memutuskan untuk segera membersihkan diri sebelum menyusul istrinya ke alam mimpi


setelah selesai mandi dan mengganti pakaian ia segera menuju kamar tamu, dimana istrinya tertidur


Zayn masuk kamar dengan hati-hati, ia tak mau Sella terbangun. setelah mengunci pintu ia segera naik ke tempat tidur menyusul Sella. ia memeluk Sella yang kebetulan menghadap ke arahnya, membenarkan posisi tidur Sella agar ia tidur dengan tangannya sebagai bantal sedangkan Sella tak bergeming sedikitpun, ia malah memeluk Zayn dengan nyamannya dan Zayn pun segera menyusul Sella ke alam mimpi


......................


sang mentari telah menampakkan sinarnya, dan dua insan yang sedang terlelap masih menyembunyikan tubuhnya di balik selimut.


Sella menggeliat, meregangkan otot-ototnya yang pegal meskipun tidurnya semalam sangat nyaman. ia mulai membuka matanya dan membelalakkannya lebar-lebar


"Zayn? kenapa bisa dia tidur disini? astaga, dia dengan leluasanya memelukku semalaman?" gerutu Sella sembari membuka selimut dan mendapati tangan Zayn melingkar di perutnya tapi piyamanya masih utuh, tak ada yang terbuka sedikitpun


"waah aku kecolongan malam ini, bisa-bisanya ya dia masuk ke kamar ini. apa dia itu tidak berfikir kalau aku masih marah sama dia?" Sella terus menggerutu menerutuki kesalahannya yang tidak tau jika Zayn sudah tidur dengannya, dan tiba-tiba..

__ADS_1


"cuup. selamat pagi istriku" Zayn mengecup bibir Sella yang tidak bisa diam dengan matanya yang masih tertutup


"ah Zayn, kamu apa-apaan sih? menyebalkan sekali!" gerutu Sella lagi tapi sangat nampak jika pipinya merona tiba-tiba di cium Zayn


"memangnya kenapa? apa aku salah jika mencium istriku sendiri?" tanya Zayn dengan mengangkat sebelah alisnya


"tidak salah. yang salah itu kamu mencium wanita lain di depan istrimu. ah sudahlah, mengingat kejadian itu membuat aku sakit hati terus" ucap Sella kemudian memanyunkan bibirnya dan ingin segera beranjak dari kasur meninggalkan Zayn tapi Zayn justru memeluk Sella erat


"sayang jangan pergi! aku ada hadiah untuk kamu!" ucap Zayn dengan manjanya


"aku bukan wanita yang mudah di suap dengan hadiah, kamu tau itu?" ucap Sella dengan ketus


"yakin? tunggu sebentar!" ucap Zayn kemudian ia melepas pelukannya pada Sella dan mengambil ponselnya yang ada di nakas. ia membuka galeri ponselnya dan menunjukkannya pada Sella


"apa ini?" tanya Sella sembari mengambil ponsel dari tangan Zayn


"lihat saja!" jawab Zayn dengan santai


Sella terlihat melongo dan membelalakkan matanya setelah melihat apa yang ada di ponsel Zayn


"ini benar?" tanya Sella setelah selesai melihat ponsel Zayn


"tapi bagaimana ceritanya kamu bisa mengambil vidio ini?" tanya Sella penasaran


"jadi begini ceritanya" Zayn mulai menceritakan pada Sella


flashback on


sore ini Zayn dan Adit datang nenemui Vano di cafe. mereka sudah janjian bertemu setelah pekerjaan Vano selesai, dan karena kebetulan ia sedang banyak kerjaan jadi ia bisa bertemu dengan Adit dan Zayn pukul enam sore


"jadi ada apa?" tanya Vano yang penasaran sedari tadi


"gue mau minta bantuan sama loe, rencananya gue hari ini gue mau cari bukti kalau gue memang cuma di jebak sama Bianca" jelas Zayn pada Vano


"ooo masalah itu. sebenarnya gue juga yakin sih kalau loe cuma di jebak tapi gau tau pasti Sella tidak akan percaya kalau tidak mendengar sendiri dari mulut Bianca, iya kan?" tanya Vano dengan menyeruput cappucino panas miliknya


"yups, jadi begini nanti loe bilang kalau ada meeting mendadak terus gue akan memasukkan sesuatu ke minumannya dan setelah itu dia akan mabuk dan loe bisa nanya masalah itu ke dia, gue dan Adit yang akan ambil vidio, oke?" jelas Zayn dengan antusias karena ia yakin jika rencana Adit akan berhasil

__ADS_1


"baiklah. gue akan hubungi dia sekarang. nanti gue pindah disitu supaya dekat dengan kalian" ucap Vano sambil memunjuk meja yang letaknya hanya sekitar beberapa meter saja dari mejanya saat ini. Zayn dan Adit tersenyum lebar


"halo Bi, bos besar minta kita menemui klien di cafe Sunshine sekarang, aku sudah sampai disini, aku tunggu kamu, jangan lama-lama karena ini klien penting kata bos besar" ucap Vano pada Bianca di seberang sana kemudian mematikan sambungan telfonnya kemudian mereka bertiga tertawa.


hanya butuh 30 menit saja Bianca sudah menampakkan batang hidungnya. ia terlihat memarkirkan mobil mewahnya. dan mereka bertiga segera melancarkan aksinya. Vano mulai pondah tempat duduk, Zayn dan Adit sedikit menutupi wajahnya dengan topi dan masker jadi tak di kenali sedikitpun


"lama sekali" ucap Vano saat Bianca duduk di kursinya


"salah sendiri mendadak sekali. mana kliennya?" tanya Bianca sambil melambaikan tangannya pada pelayan untuk memesan minumnya.


"10 menit lagi sudah datang. tunggu sebentar" ucap Vano


beberapa menit kemudian pelayan suruhan Adit datang membawa minuman pesanan Bianca yang sudah di masukkan obat ke dalamnya. Bianca tanpa curiga langsung menyeruput orange jus kesukaannya dan beberapa menit kemudian ia merasakan pusing dan gayanya sudah seperti orang mabuk


"berhasil" ucap Adit dan Zayn dengan mata berbinar


"Bi, kamu kenapa?" tanya Vano pura-pura panik


"aku tidak apa-apa!" jawab Bianca dengan tawa-tawa tidak jelas kemudian Vano mengangkat jempolnya tanda memang berhasil. Zayn segera bersiap untuk mengambil vidio


"oh ya Bi, aku mau nanya dong. waktu itu kan kamu ciuman sama Zayn, memang dia masih mau ciuman sama kamu secara dia kan sudah punya istri dan sepertinya juga dia sudah tidak suka sama kamu?" tanya Vano mengintrogasi


"hahaha, ya kalau dia sadar dia tidak akan mau. karena dia tidak sadar dan berhalusinasi jadi dia mau ciuman sama aku, sebenarnya aku menginginkan lebih malam itu tapi istrinya keburu datang dan merusak rencanaku. tapi tidak apa-apa, dengan begitu aku bisa sedikit membuat cinta Sella pada Zayn goyah, siapa tau dengan begitu aku bisa memiliki Zayn lagi kalau suatu saat mereka bercerai, hahaha" ucap Bianca tanpa sadar


"lalu, bagaimana dia sampai tidak sadar?" tanya Vano lagi


"Vano, Vano, ya aku masukin sesuatu ke minumannya waktu itu supaya Zayn mau dengan aku, hahaha. ah sudahlah, kamu sudah seperti wartawan yang banyak nanya" jawab Bianca kemudian menidurkan kepalanya di meja, tanda ia sangat pusing. Vano mengangkat jempolnya lagi dan tersenyum lebar, rencana mereka bertiga berhasil.


Zayn dan Adit juga tersenyum lebar, mereka senang akhirnya bisa mendapat bukti kalau Zayn hanya di jebak oleh Bianca. Adit segera membantu Vano untuk mengangkat Bianca ke mobilnya karena saat ini Bianca sudah tidak sadarkan diri.


"Van, terima kasih ya kamu sudah membantuku" ucap Zayn


"sama-sama Zayn, loe tidak usah khawatir. kita kan sahabat" ucap Vano dengan memegang pundak Zayn. "ya sudah gue pulang dulu mengantar Bianca. loe kasih surprise ke istri loe dengan vidio ini, dia pasti seneng banget" ucapnya lagi


"baiklah. Ayo Dit!" ajak Zayn pada Adit, dan kemudian mereka bertiga pulang masing-masing


fashback off

__ADS_1


...****************...


maaf ya teman-teman baru bisa up, karena sakit lambungku baru saja kambuh. pinginnya tetap up tiap hari tapi manusia hanya bisa berencana dan Allah yang berkuasa jadi masih di kasih nikmat sakit di tengah penulisan novel yang sudah dicintai para pembaca. doain author supaya sehat terus ya gais.. sudahkah kalian like dan vote? yuk scrool lagi ke atas siapa tau ada yang kelewat untuk like. terima kasih untuk kalian yang masih setia menunggu, aku doakan kalian selalu sehat dan selalu di beri kelancaran segala urusan, aamiin..


__ADS_2