
"kenapa sih kamu lesu sekali? apa tidak sarapan?" tanya Adit yang melihat bosnya itu sangat tidak bersemangat
"tidak" jawab Zayn singkat
"lalu kenapa? oh aku tau, pasti tadi malam tidak mendapat jatah ya dari Sella?" goda Adit
"huh, boro-boro dapat jatah, Sella dekat denganku saja sudah mau muntah" jelas Zayn dengan jengkel
"kok bisa? apa kamu tidak mandi? atau kamu tidak pakai parfum? uangmu sebanyak itu tapi beli parfum saja tidak mampu? oh astaga Zayn" Adit terus saja mengoceh dan akhirnya mendapat hantaman buku dari Zayn karena Zayn semakin kesal. asistennya itu bukan menghibur malah mengejek. "auw sakit tau"
"makanya, diam saja kalau tidak bisa memberi solusi" ucap Zayn
"lagian kenapa sih Sella bisa muntah saat dekat dengan kamu? kalau begitu, bisa-bisa kamu akan puasa selama sembilan bulan" ucap Adit yang membuat Zayn penasaran
"puasa apa sembilan bulan? yang aku tau puasa cuma satu bulan?"
"puasa memuaskan hasrat kamu, hahahha" Adit tertawa terbahak-bahak membayangkan bosnya itu akan sangat sangat sangat frustasi jika hasratnya tak terpenuhi dan akhirnya ia mendapat lemparan buku lagi dari Zayn karena ucapannya itu
"auw, sakit Zayn. galak sekali kamu sudah seperti perempuan lagi datang bulan" ucap Adit sembari mengusap-usap pipinya yang panas terkena buku
"makanya tidak usah mengejekku" ucap Zayn kesal
"iya-iya maaf. tapi apa itu bukan bawaan bayi yang ada di perut Sella?"
"kata bi Sumi memang bawaan bayi. hah aku benar-benar frustasi, mau cium pipi Sella saja butuh perjuangan." jelas Zayn
"sabar lah Zayn. kamu pasti bisa melewati ini. ini kan juga bukan kemauan Sella. Sella mana bisa sih jauh dari kamu" ucap Adit agar sahabatnya itu sedikit terhibur
__ADS_1
"terima kasih Dit" ucap Zayn singkat
hari ini dilewati Zayn hanya dengan rasa malas, dia juga memikirkan kata-kata Adit jika dia akan berpuasa selama Sella hamil hingga pekerjaan pun tak ia selesaikan dan melimpahkan semua pada Adit
......................
malam ini Zayn mencoba memejamkan mata agar ia bisa tertidur terlebih dahulu sebelum Sella kembali ke kamar sehabis menidurkan baby Al di kamarnya. Sella sengaja menidurkan baby Al dikamarnya agar ia bisa belajar dekat dengan Zayn, ia takut jika terbiasa tidak dekat dengan Zayn. Sella juga ingin melawan rasa mualnya jika dekat Zayn
"sayang, apa kamu sudah tidur?" tanya Sella saat mendapati suaminya sudah memejamkan mata
"hmm, ada apa?" tanya Zayn balik dengan masih memejamkan matanya. ia tak mau menatap wajah istrinya, ia takut tak bisa menahan perasaannya
"sayang, kenapa jutek begitu? kamu marah sama aku?" tanya Sella
"tidak, aku tidak marah. sudah ayo tidur, besok pagi aku ada meeting" jawab Zayn yang masih saja memejamkan matanya
Zayn terpaksa membuka matanya dan ia mendapati istrinya sangat cantik malam ini. apalagi Sella hanya memakai piyama tidur transparan yang sangat menggugah gairah Zayn. lalu ia buru-buru memejamkan matanya kembali
"ada apa? kamu benar-benar marah ya sama aku?" tanya Sella penasaran
"sayang, tolong ganti baju kamu. apa kamu tidak sadar, kamu sudah membuat aku tersiksa" jawab Zayn dengan suara serak yang sudah menahan hasrat. Sella yang mengetahui suaminya sudah tergoda segera menutup hidungnya dengan tangan kemudian mendekat pada Zayn
"sayang, aku sudah bisa dekat dengan kamu" ucap Sella dengan suara parau karena hidungnya ia tutup
"jangan memaksa sayang, sudah ayo tidur saja. aku tidak mau kamu sampai kenapa-napa kalau memaksa dekat denganku begini" ucap Zayn yang kemudian membuka matanya. Zayn menelan saliva karena di depan matanya ia melihat sebuah pemandangan. belahan dada Sella terlihat jelas yang membuat Zayn tak mampu menahan lagi
"sayang, maksudnya apa? kamu benar-benar membuat aku sangat-sangat tersiksa. kamu tau kan, aku tak bisa menahannya kalau dekat dengan kamu begini?" protes Zayn dengan wajah yang sudah memerah
__ADS_1
"kamu lucu sekali kalau begini. kamu sangat..."
saat Sella berbicara tiba-tiba ia di serang oleh Zayn. dia segera meraih dua gunung kembar milik Sella, menyesapnya kuat hingga membuat Sella mendesah hingga ia lupa melepas tangan yang menutup hidung dan mulutnya. dan beberapa saat kemudian Sella merasakan perutnya mual dan ingin muntah
"sebentar sayang, aku mau muntah" ucap Sella kemudian ia membenarkan bajunya dan segera berlari menuju kamar mandi. Zayn nampak kaget, ia yakin jika istrinya masih belum bisa berhubungan dengannya. sedetik kemudian ia sadar dan segera menyusul Sella ke kamar mandi
"sayang kamu tidak apa-apa"
"tidak sayang, aku tidak apa-apa. maaf ya" ucap Sella dan kemudian keluar dari kamar mandi
"aku bilang juga apa. makanya tidak usah menggodaku, kamu saja masih belum bisa dekat denganku" ucap Zayn sembari menuntun istrinya ke tempat tidur
"maafkan aku ya. aku tidak bisa membuat kamu bahagia" ucap Sella dengan mata yang sudah berkaca-kaca. ia sangat merasa bersalah pada Zayn. ia sangat tau jika suaminya itu tak bisa menahan hasratnya jika sudah terpancing, apalagi semenjak ia memiliki anak, bisa setiap hari meminta jatah.
"hei, kenapa kamu berbicara seperti itu? kamu tidak salah sayang. aku sangat bahagia dengan kamu. ini hanya masalah kecil. kamu jangan khawatir ya" ucap Zayn menenangkan Sella. tangannya yang kekar mengelus kepala Sella yang berjarak sekitar lima puluh senti darinya. ia tak mau membuat Sella sakit jadi ia mengalah, ia tidur agak menjauh dari Sella
"terima kasih ya, kamu selalu mengerti aku" ucap Sella dengan tersenyum. ia lega suaminya sangat mengerti dirinya.
"iya sayang. ya sudah ayo kita tidur saja. aku boleh cium dede bayi kan?" tanya Zayn penuh harap
"boleh dong. aku tutup hidung dulu, hehehe" ucap Sella. Zayn gemas sekali dengan istrinya itu.
"selamat malam anak daddy, mimpi indah ya!" ucap Zayn kemudian ia menciumi perut Sella. Zayn bahagia dia akan memiliki anak dengan Sella, darah dagingnya sendiri, meski ia sudah menganggap baby Al itu anak kandungnya.
"I Love You daddy. aku dan mommy sangat sayang sama daddy" ucap Sella yang menirukan suara anak kecil hingga membuat Zayn semakin gemas.
"kamu kenapa sih menggemaskan begini? selamat malam sayang. I Love you" ucap Zayn dan kemudian mencium kening Sella
__ADS_1
dua insan yang selalu di beri kebahagiaan ini kini harus sedikit bersabar yang terpenting bayi dalam kandungan Sella selalu sehat, karena ini semua adalah anugrah dari yang Maha Kuasa.