Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Cara Seksi


__ADS_3

"apa yang mau kamu jelasin sama aku? apa yang kamu sembunyikan dari aku? apa yang tidak aku tau dari kamu Zayn? cepat bilang sama aku!" Sella memukul-mukul dada bidang milik Zayn lalu Zayn menghentikannya dengan meraih kedua tangan Sella lalu mengecupnya, kemudian menuntunnya untuk duduk di sofa supaya Sella bisa lebih rileks. Sedangkan Zayn duduk di bawah supaya bisa menghadap ke wajah Sella, lalu ia mengusap air mata yang masih terus membanjiri pipi Sella


"sayang, semua tidak seperti yang kamu pikirkan. ya memang Bianca mantan pacar aku, dia seorang model terkenal saat ini tapi dia tidak lebih baik dari kamu. dulu aku pacaran sama dia hampir dua tahun saat aku baru merintis bisnis dan dia pun baru menjadi seorang model. susah senang kita lalui bersama tapi saat karirnya sudah mulai naik dan aku masih belum begitu sukses, dia meninggalkan aku dan berpacaran dengan seorang model juga. di situ aku benar-benar merasa muak, aku benci dengan kesetiaan, karena aku merasa di permainkan oleh cinta dan kesetiaan. setelah aku putus dari Bianca, aku bangkit bekerja lebih keras lagi supaya aku bisa kaya dan banyak yang mengejar-ngejar aku. terbukti, hanya waktu beberapa bulan aku bisa sukses dan banyak wanita yang mengejar aku, dari situ aku jadi suka menpermainkan hati wanita, aku jadi playboy, suka gonta-ganti pasangan, hingga saat itu aku ketemu kamu waktu meeting, aku rasa debaran yang aku rasakan saat itu beda, beda dengan wanita-wanita yang selama ini sebanarnya menjadi pelampiasanku saja karena aku tidak bisa melupakan Bianca. saat itu aku cerita ke mama kalau aku bertemu kamu, mama memberi banyak nasehat yang akhirnya membuat aku sadar bahwa sebuah kesalahan yang dilakukan seseorang bukan menjadi alasan untuk menyakiti hati banyak orang. dan memang semenjak aku ketemu kamu waktu itu, aku sudah berhenti jadi playboy. aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak lagi menyakiti hati seorang wanita apa lagi hidupku di kelilingi wanita-wanita hebat, kamu, mama dan Nadya. aku sangat beruntung bertemu kamu di waktu yang tepat" Zayn menjelaskan panjang lebar pada Sella, Sella menatap mata Zayn, mencari kebenaran di dalamnya


"terus apa maksud foto itu? kenapa kamu bisa sama dia?" tanya Sella


"waktu itu aku lagi istirahat sama Adit, habis makan bekal dari kamu, terus Adit ngajak aku beli kopi di kedai kopi dekat area cabang akhirnya ketemu sama si Bianca, katanya dia lagi ada pemotretan di Mall dekat situ terus dia ikut gabung sama aku dan Adit, aku sudah menghindar dari dia, harusnya kamu bisa lihat dong di foto itu, kan aku nggak lihat kamera, wajah aku juga cemberut, sudah dipastikan kalau aku tidak menyukainya, jangan cemburu buta dong sayang, kan tidak baik" Zayn mencubit pipi Sella


"ya siapa yang tidak cemburu kalau suaminya dekat-dekat dengan wanita lain apa lagi itu mantan pacar yang sangat di cintainya" protes Sella, "terus ya, kenapa kamu baru pulang, semalam kemana saja? kamu kan sudah janji untuk tidak menginap? kamu juga tidak hubungi aku? lagi pacaran sama wanita itu?" tanya Sella ketus


"sayang, kok gitu ngomongnya, kan aku sudah bilang, aku sudah muak sama dia, aku tidak suka lagi sama dia, cuma kamu yang ada di hati aku. kamu harus selalu ingat itu!" ucap Zayn,


"kemarin waktu aku mau pulang hujan turun dengan derasnya, cuaca tidak mendukung untuk naik pesawat jadi semua penerbangan dari Surabaya di batalkan, dan cuaca buruk berlanjut hingga dini hari tadi, aku sama Adit menginap di hotel dekat area cabang untuk beristirahat dan aku juga tidak bertemu dengan Bianca di hotel itu. setelah tadi pagi pukul setengah lima penerbangan di buka kembali, Adit segera memesan tiket dan aku baru bisa pulang sekarang. aku mau menghubungi kamu tapi ponsel Adit habis batrei dan dia tidak bawa charger jadi tidak bisa telfon kamu" jelas Zayn lagi


"beneran?" Sella memicingkan matanya


"iya sayang, kalau tidak percaya nanti Adit aku suruh kesini biar jelasin sendiri ke kamu" ucap Zayn

__ADS_1


"boleh, aku mau dengar dari kalian berdua, dan sementara Adit belum kesini, hp kamu aku yang bawa, aku tidak mau kalau kalian merencanakan sesuatu" ujar Sella


"silahkan saja kamu bawa, kamu ambil juga boleh!" Zayn mengedip-ngedipkan matanya


"ish dasar. oh ya satu lagi, dari mana dia dapat nomor kamu? apa jangan-jangan kamu yang kasih ke dia?" tanya Sella penuh selidik


"entah, mungkin dia masih menyimpan nomor aku dari dulu, karena aku tidak pernah ganti nomor" jelas Zayn


"awas saja ya, kalau kamu berani hubungi dia lagi, ak.." belum selesai Sella bicara Zayn menghentikannya dengan sebuah kecupan di bibirnya, pipi Sella merona


"aku akan menghentikan omelan kamu dengan cara seksi, coba kamu bicara lagi aku akan melakukannya lagi" ukar Zayn


"silahkan, coba saja kalau bisa" ucap Sella dan benar saja, Zayn kembali mengecup bibir Sella lagi dan bahkan lebih dari mengecup, kini sudah berubah menjadi ciuman, ciuman yang di rindukan kedua insan yang sedang jatuh cinta. Zayn meraih tengkuk Sella dan Sella merangkul leher Zayn supaya ciuman yang mereka nikmati bisa lebih dalam lagi hingga Sella melepaskan ciumannya karena ia hampir kehabisan nafas. Zayn mengusap bibir manis Sella yang kini menjadi candu untuknya yang sangat basah karena pertenuan saliva mereka


"sayang, kamu harus percaya sama aku. sebuah hubungan akan langgeng apabila kedua pasangan selalu berkomitmen, berkata jujur dan saling percaya. aku tidak akan pernah menduakan kamu, tapi mungkin mentigakan kamu" ujar Zayn dengan tertawa dan auto dada bidangnya mendapat tinju dari tangan mungil Sella


"bercanda kamu nggak lucu tau" gerutu Sella

__ADS_1


"jangan marah. kamu harus selalu ingat kalau aku benar-benar mencintai kamu, apa adanya. jangan berfikiran negatif lagi, kasian anak kita" Zayn memeluk Sella, memeluk sosok yang sangat ia rindukan ketika jauh. dan Sella pun mebalas pelukan Zayn, laki-laki yang sudah hampir membuatnya gila tadi malam


Sella merasa lega karena semua yang ia pikirkan tentang Zayn adalah salah. Zayn sangat mencintainya, tapi Sella meragukan ketulusan cinta Zayn. laki-laki yang harusnya berhak bahagia dengan wanita yang lebih baik, bukan seperti dirinya, yang sudah ternoda oleh laki-laki.


Sella merasa beruntung memiliki Zayn, bisa menerima kekurangannya padahal laki-laki seperti Zayn bisa mendapatkan wanita yang baik


"I Love You" bisik Zayn di telinga Sella


"Love you too" bisik Sella juga di telinga Zayn, kemudian Zayn melepas pelukannya dan menunduk di depan perut Sella


"makasih ya anak daddy, udah jagain mommy, kamu anak hebat" Zayn menciumi perut Sella gemas, ia sudah tak sabar melihat bayi dalam perut Sella, betapa lucunya nanti bayi itu


Sella merasa geli dengan ulah Zayn. Zayn lalu menghentikan kegiatannya di perut Sella. Zayn kemudian menidurkan Sella di sofa, dia mulai mencium kembali bibir manis Sella, menyesapnya hingga memerah, lalu tangannya mulai bergerilya pada tubuh Sella dan Sella menghentikannya


"sayang, nanti saja, apa kamu tidak lelah?" tanya Sella


Zayn hanya menggeleng dan membuka seluruh baju yang di kenakan Sella, begitupun dengan dirinya. kini Sella dan Zayn sama-sama polos. lalu Zayn menggendong Sella membawanya ke dalam kamar mandi dan melanjutkan kegiatan panas mereka di dalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2