Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Rumah Baru


__ADS_3

semua keluarga telah berkumpul di rumah baru Zayn dan Sella, untuk menyambut Sella dan baby Al pulang dari rumah sakit sekaligus memberi kejutan ulang tahun yang telah disiapkan Zayn untuk Sella


"selamat ulang tahun kakak" sambut Nadya dengan penuh semangat, kemudian ia menyerahkan sebuket bunga untuk Sella. dalam hati Sella masih bertanya-tanya, kenapa ia di bawa ke rumah ini? dan kenapa semua keluarga berkumpul disini?


Zayn kemudian mendorong kursi roda hingga masuk ke dalam rumah. aura bahagia terpancar dari mereka semua yang ada di situ


"selamat ulang tahun sayang" mama Rena mencium kening Sella dan tak lupa pipi gembul cucunya


"selamat ulang tahun ya nak, terima kasih sudah memberikan cucu untuk mama" mama Tyas pun memeluk Sella penuh hangat


"sini kak, kita tiup lilin dulu sebelum kak Zayn memberikan hadiah untuk kakak" ucap Nadya yang telah menyiapkan kue ulang tahun untuk Sella. di sana telah berjajar orang-orang tersayang yang di miliki Sella, tak lupa juga Vera dan Adit yang ikut datang di undang oleh Zayn. sebenarnya Zayn juga mengundang Vano, namun Vano masih ada kepentingan katanya


Zayn mendorong kursi hingga Sella berhadapan dengan kue tersebut.


"jangan lupa, buat permohonan kak" bisik Nadya di telinga Sella, dan Sella membalasnya dengan tersenyum


"fwuuuh" Sella telah meniup lilin tersebut dan semua bertepuk tangan


sekarang giliran Zayn yang memberi kejutan untuk Sella, ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berbungkus kertas pink


"ini hadiah untuk kamu, dan baby Al" ucap Zayn yang menunduk di hadapan Sella kemudian menyerahkan kotak tersebut pada Sella


"apa ini?"


"buka saja"


pelan-pelan Sella membuka kotak tersebut dan kemudian bertanya


"ini kunci apa? bukannya ini kunci rumah?"


"yups betul sekali, itu adalah kunci rumah ini, dan itu artinya rumah ini adalah hadiah untuk kamu dan baby Al" jelas Zayn dengan memegang tangan lembut Sella


Sella membuka matanya lebar-lebar, tak percaya dengan apa yang baru saja Zayn katakan


"mak..maksud kamu ini rumah baru kita?"


"iya, mulai sekarang kita akan tinggal disini. apa kamu suka?" tanya Zayn dengan mengangkat satu alisnya


"terima kasih sayang, aku tidak bisa berbicara apa-apa lagi. hanya terima kasih yang bisa aku ucapkan" ucap Sella lalu memeluk Zayn hingga ia lupa ada baby Al di pangkuannya

__ADS_1


"aduuh cucu mama bisa kehabisan nafas kalau begini" goda mama Tyas karena baby Al di apit oleh kedua orang tuanya yang sedang berpelukan. hingga semua orang yang ada disitu tertawa karena ucapan mama Tyas


Sella merasa sangat beruntung memiliki Zayn, laki-laki yang sangat mencintainya. sebagai wanita ia benar-benar di hargai oleh Zayn.


Sella terharu memiliki keluarga yang juga sangat menyayanginya, bahkan mertuanya sendiri sudah bukan seperti mertua melainkan seperti ibu kandungnya


hari sudah sore dan waktunya baby Al untuk mandi. seharian tadi baby Al sudah di gendong kesana kemari oleh para orang dewasa dan pasti membuat tubuhnya berkeringat


"sayang, dimana kamar kita? apa kamu sudah menyiapkan kamar juga untuk baby Al?" tanya Sella sembari mengikuti kemana Zayn mendorong kursi rodanya


"tenang saja. apa kamu kuat jalan ke lantai dua?" tanya Zayn


Sella hanya mengangguk kemudian ia turun dari kursi roda


"biar baby Al aku yang gendong" Zayn mengambil alih baby Al, kemudian ia menuntun tangan Sella untuk naik ke lantai dua, letak kamar mereka


Sella di buat takjub dengan kemewahan rumah ini. meski tak ada lift dalam rumah itu, tapi desain arsitekturnya luar biasa menurutnya. rumah kedua orang tuanya juga mewah namun masih kalah dengan rumah baru yang di beli Zayn


kaca-kaca besar banyak menghiasi dinding-dindingnya sehingga akan banyak sekali cahaya yang memasuki rumah tersebut. pemandangan luar juga dengan leluasa bisa dilihat dari dalam


"silahkan masuk tuan putri!" ucap Zayn saat membuka pintu kamar yang memiliki dua daun pintu


Zayn menuntun Sella menuju balkon dan Sella melihat luar biasa indahnya pemandangan. dari balkon Sella bisa melihat kolam renang dan juga taman yang sengaja Zayn buat untuk istrinya. di taman tersebut juga di sediakan kursi taman dan gasebo untuk duduk-duduk santai bersama keluarga


"sayang, aku benar-benar tidak bisa berkata apapun, terima kasih untuk semuanya" ucap Sella dan air mata sudah tak terbendung lagi dari matanya


"sama-sama. oh ya, ada satu lagi yang belum aku tunjukkan"


Zayn kemudian membawa Sella masuk kembali kekamarnya dan menuju sebuah pintu.


"ini kamar baby Al" ucap Zayn saat membuka pintu. Sella tak menyangka jika suaminya membuat pintu tembusan ke kamar baby Al. memudahkan mereka jika baby Al menangis sewaktu-waktu


"Vera dan Nadya yang menata semua ini. bagus kan? tapi kalau kamu tidak suka, kamu bisa merubahnya" kata Zayn saat membawa Sella masuk ke kamar baby Al


"tidak, aku sangat menyukainya" ucap Sella dengan tersenyum


warna biru mendominasi kamar baby Al, wallpaper bergambar doraemon dan juga gambar-gambar kartun bertema laki-laki menghiasi dinding kamar baby Al. seluruh lantainya beralaskan karpet bulu super empuk berwarna biru laut, terdapat ranjang mini juga di dalam sana. ada lemari pakaian baby Al bergambar doraemon terletak di pojokan dan di sebelahnya ada lemari tempat mainan baby Al. Vera dan Nadya telah menyiapkan semua untuk baby Al, tak ada yang kurang


Sella meletakkan baby Al pada ranjangnya, dan ingin memandikannya namun Zayn mencegahnya karena Sella belum begitu kuat

__ADS_1


"biar aku saja yang memandikannya"


"apa kamu bisa?" tanya Sella memastikan, karena pasti suaminya belum mengerti cara memandikan bayi, membuat susu saja ia bingung bagaimana mau memandikan bayi?


"bisa, aku sudah melihat tutorial di youtube" ucap Zayn di iringi tawa tanpa rasa bersalah


"memandikanmu saja aku bisa, apalagi cuma memandikan baby Al, tentu aku sangat bisa" imbuhnya lagi


"ish, apa sih kamu ini, dasar mesum. ya sudah aku siapkan dulu airnya"


Zayn semakin tertawa gemas melihat wajah istrinya yang merona, ia yakin bahwa istrinya sangat malu


baby Al sudah selesai mandi, aroma bayi menyeruak di hidung Zayn dan Sella. mereka sangat gemas dengan baby Al yang super ganteng tersebut


"sudah cepat mandi, nanti baru aku. apa mau aku mandikan juga seperti baby Al?" tanya Zayn penuh modus


"tidak terima kasih" jawab Sella singkat


Sella pun segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, badannya terasa lengket sekali. di dalam kamar mandi ia baru teringat kalau ia belum membeli pembalut tadi sepulang dari rumah sakit, jadi tidak ada persediaan sama sekali. kemudian ia keluar lagi dan menghampiri Zayn yang ada di kamar baby Al


"sayang, apa aku bisa minta tolong?" tanyanya


"apa? minta aku memandikanmu?" tanya Zayn penasaran dan berharap Sella menjawab iya


"bukan"


"lalu apa?"


"tolong belikan aku pembalut di supermarket, aku lupa tidak membeli tadi, tolong ya?" ucap Sella berharap Zayn mau membelikannya


Zayn membelalakkan matanya saat tau Sella ingin memintanya membelikan pembalut


"aku? seorang CEO membeli pembalut? ooh yang benar saja sayang. mau taruh dimana mukaku kalau nanti aku bertemu temanku atau klienku?"


"ouwh jadi kamu tidak mau? ya sudah aku beli sendiri saja, biar aku pingsan di jalan sekalian dan di culik oleh orang jahat" ucap Sella dengan raut wajah sedih dan berhasil membuat Zayn luluh


"baiklah-baiklah, aku akan membelikanmu. tunggu baby Al disini, aku segera kembali"


Zayn langsung pergi menuju supermarket, membelikan pembalut untuk istrinya. Zayn bucin banget yaa? 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2