
hari ini tak terasa umur baby Al genap lima bulan, ia sudah bisa tersenyum dan bisa diajak bercanda. setiap hari baby Al mengajak mommy dan daddynya untuk begadang hingga kantung mata menghiasi wajah mereka, tapi mereka tak pernah sedikitpun mengeluh dan merasa lelah karena itu adalah anugerah terindah untuk mereka
sore ini Zayn mengajak baby Al untuk bermain di taman, sedangkan Sella hanya duduk dan menikmati secangkir cappucino sembari mengamati kedua laki-laki gantengnya itu
cantik sekali mom Sel
ada kebahagiaan tersendiri untuk Sella, melihat senyum yang terukir di wajah suami juga anaknya. begitu sayangnya Zayn pada baby Al yang jelas bukan darah dagingnya sendiri. Sella selalu berharap jika sampai kapanpun Melvin tak akan pernah tau kalau baby Al adalah anaknya. Sella sudah sangat bahagia dengan kehidupannya yang sekarang. Melvin hanya akan menghancurkan kebahagiaannya saja
"sayang, ayo kesini!" panggil Zayn dari kejauhan
Sella hanya menggeleng, dia memilih duduk manis di kursi taman
"nikmatilah waktu kalian berdua sambil melihat sunset" teriak Sella. ia tertawa dengan memperlihatkan gigi putihnya
Zayn terlihat mencebikkan bibirnya, padahal ia ingin bermain dengan Sella juga namun ternyata Sella tidak mau
"lihatlah, mommymu tidak sayang pada kita" Zayn berbicara pada baby Al, seolah mengadu padanya. Zayn sengaja berbicara agak keras supaya Sella mendengarnya, dan jelas sekali Sella mendengar ucapan Zayn
"hei sayang, jangan suka mengadu pada baby Al" teriak Sella lagi
Zayn berbalik tertawa, dia melihat istrinya memanyunkan bibirnya, terlihat sangat kesal padanya. saat kedua orang tua tersebut saling berdebat, bi Sumi datang menghampiri mereka
"tuan, non Sella, ada tamu di depan"
"siapa bi?" tanya Sella
"teman tuan dan non katanya"
"oh ya, suruh masuk saja"
__ADS_1
bi Sumi pun berlalu dan diikuti Sella juga Zayn yang menggendong baby Al
"Vano, Bianca? ternyata kalian yang datang?" ucap Zayn saat mengetahui yang datang adalah sahabatnya Vano beserta Bianca
"iya Zayn, maaf mengganggu waktu kalian" ucap Vano
"ah tidak, tenang saja"
"hai ganteng, kamu semakin gendut saja. lama kita tidak bertemu" ucap Bianca pada baby Al yang berada di gendongan Zayn, Bianca merasa gemas sekali dengan baby Al yang memiliki pipi tembam
"iya tante, karena mommy selalu memberikan susu yang terbaik untukku dan ASI mommy khusus hanya untuk daddy" ucap Zayn dengan santainya. sontak membuat Sella membulatkan matanya, bisa-bisanya Zayn berbicara tidak sopan di depan anaknya apalagi ada Vano dan juga Bianca disitu
"sayang, jangan berbicara seperti itu di depan baby Al, tidak baik" protes Sella dengan pipinya yang memerah karena malu akibat ulah suaminya
"maaf sayang!" Zayn tersenyum tanpa rasa bersalah sedikitpun
Vano dan Bianca hanya tertawa melihat kelakuan dua orang tua ini
"oh iya Zayn, Sel. kita kesini ingin memberitahu sesuatu yang penting" ucap Vano yang menetralisir suasana
"aku dan Bianca akan segera melangsungkan pernikahan! ini undangannya, jangan lupa datang!" ucap Vano sembari menyerahkan undangan mewah kepada Zayn
Sella dan Zayn hanya saling pandang, mereka tak percaya jika Vano dan Bianca akan menikah, karena dulu Bianca sangat benci pada Vano. tapi Sella juga mengingat bagaimana dirinya dulu tidak begitu suka kepada Zayn, sekarang ia setiap hari di buat jatuh cinta oleh suaminya
"kalian pasti kaget ya?" tanya Bianca saat melihat raut wajah kebingungan dari Zayn dan juga Sella, "sama aku juga" imbuhnya lagi
Zayn dan Sella semakin terlihat seperti orang linglung di depan Vano juga Bianca.
Vano dan Bianca tak bisa menahan tawanya saat sahabatnya itu berekspresi kebingungan
"sudah jangan bingung begitu, walau sebenarnya aku juga bingung, tidak tau kenapa aku bisa jatuh cinta dengannya. yang jelas saat ini aku bahagia bisa menikah dengan lelaki yang mencintaiku" ucap Bianca diikuti dengan senyuman
__ADS_1
"selamat ya kalian, kita ikut senang" jawab Sella tak kalah bahagianya
"terima kasih. oh ya, ini baju untuk kalian berdua besok datang ke pernikahan kita, sudah ada baju untuk baby Al juga jadi kalian bisa couple" ucap Bianca sembari menyerahkan sebuah paperbag besar pada Sella
"kenapa repot-repot sekali? kalian kira kita tidak punya uang untuk membeli baju? tapi terima kasih, setidaknya kita bisa berhemat" ucap Zayn disertai tawa
"sayang! kamu ini dasar." ucap Sella dengan matanya melotot, suaminya selalu saja begitu, barcandanya kelewatan
"tidak apa-apa Sel, tenang saja" ucap Vano yang juga tertawa
......................
malam telah larut, namun baby Al masih betah, belum juga memejamkan matanya sedangkan mommy dan daddynya sudah menguap terus menerus
baby Al masih terus mengoceh dan mengajak bercanda membuat kedua orang tuanya tak bisa tidur
tiba-tiba dalam benak Sella terlintas sebuah kekhawatiran, ia khawatir jika besok pada acara pernikahan Vano, Melvin akan datang juga. ia takut Melvin akan bertemu dengan baby Al, karena semakin besar baby Al semakin mirip dengan Melvin
"sayang, apa besok kita tidak usah mengajak baby Al saja? kita titipkan pada mama Tyas atau mama Rita." tanya Sella dengan wajah yang gelisah
"kenapa kamu tiba-tiba ingin meninggalkan baby Al? Vano dan Bianca sudah memberikan baju untuk baby Al juga. pasti mereka berdua akan kecewa jika kita tidak mengajak baby Al" ucap Vano yang masih fokus dengan mengajak baby Al bermain
"aku khawatir, Melvin ada disana juga. aku khawatir kita akan bertemu dia lalu dia melihat baby Al lalu dia akan curiga kalau baby Al adalah anaknya, kemudian dia akan mengambilnya dariku, bagaimana kalau itu terjadi sayang?"
mata Sella sudah berkaca-kaca, ia membayangkan sesuatu hal yang belum tentu terjadi di esok hari. Zayn menegakkan badannya yang semula membungkuk menghadap baby Al. ia pegang tanggan Sella, memberikan keyakinan jika itu semua tak akan terjadi
"sayang, itu tidak akan terjadi, aku yang akan melindungi kalian. aku tidak akan membiarkan tangan kotor Melvin menyentuh kamu dan baby Al. bagaimana kamu bisa punya pemikiran seperti itu?"
"sayang lihatlah, semakin besar baby Al semakin mirip dengan Melvin, bukan denganku apalagi kamu. bagaimana dia tidak akan curiga? semua ini memang salahku, maafkan aku telah melibatkan kamu dalam masalah hidupku. kamu harus menikah dengan wanita yang sudah hamil dengan lelaki lain, kamu harus ikut merawat dan membesarkan anaknya yang padahal bukan anak kamu."
Sella terisak di hadapan Zayn, ia bersalah atas segala yang terjadi dalam kehidupan rumah tangganya bersama Zayn. padahal Sella adalah korban keegoisan seorang Melvin
__ADS_1
"jangan pernah berbicara seperti itu lagi, aku tidak suka. aku tidak pernah berfikir sedikitpun bahwa baby Al bukan anakku, sampai kapanpun baby Al tetaplah anakku dan tidak ada yang bisa memisahkan kita bertiga, ingat itu!"
Zayn memeluk Sella, memberikan ketenangan pada Sella, ia sangat mengerti bagaimana perasaan Sella saat ini. rasa khawatir pasti ada di hatinya karena bagaimanapun suatu saat nanti Melvin akan bertemu dengan baby Al tapi Zayn tak akan membiarkan Melvin mengambil baby Al darinya