Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Kesalahan


__ADS_3

suasana yang dingin, lampu mati membuat gejolak Melvin bangun, tubuhnya yang tertindih tubuh Sella tak ada jarak di antara mereka, mereka saling menatap, Melvin menarik tengkuk Sella dan mendaratkan bibirnya pada bibir Sella, menyesapnya, me****tnya hingga suara kecapnya terdengar


entah setan apa yang merasuki mereka berdua, Melvin menyisihkan anak rambut Sella yang menutupi pipinya, dia mulai mencium telinga Sella dan menyusurinya hingga ke leher, desir aneh di rasakan Sella, tubuhnya seketika menghangat


tangan Melvin sudah mulai nakal, meraba seluruh bagian sensitif milik Sella, sungguh setan telah merasuki mereka dan Sella sama sekali tak melawan sedikitpun, matanya terpejam menikmati setiap sentuhan Melvin


Melvin yang bertubuh kekar dengan gampang membalik posisi dan kini dia di atas tubuh Sella dan Sella semakin tak bisa bergerak, pasrah dengan segala perlakuan Melvin


tak menunggu lama mereka melakukan penyatuan tubuh, penyatuan yang seharusnya dilakukan setelah menikah, setelah sah menjadi suami istri tapi mereka mencuri start


sudah satu jam lebih mereka bersatu dan akhirnya Melvin melakukan pelepasan, menumpahkan semua pada rahin Sella dan mereka berdua terkulai lemas hingga tertidur di sofa selama dua jam


Melvin merasakan tubuhnya dingin hingga dia terbangun, melihat sekeliling tapi lampu juga belum nyala, hujan masih turun dengan derasnya walau sudah tak sederas tadi


dia ingin membangunkan Sella tapi tak tega karna dia terlihat sangat lelah, lalu dia akan menggendong Sella ke kamar. saat dia mengangkat tubuh Sella, dia melihat noda darah dan tandanya Sella masih perawan


ada rasa menyesal di hati Melvin, harusnya mereka tak melakukannya, harusnya mereka sedikit bersabar, tapi nasi sudah menjadi bubur dan Sella pun tak menolak bahkan menikmatinya


Melvin menaruh tubuh Sella pada kasur king size miliknya, lalu menyelimutinya dan memeluknya, mencium kening Sella tanda Melvin sangat mencintai Sella, dan tak lama ia menyusul Sella ke alam mimpi dengan tubuh yang masih sama-sama polos


jam sudah menunjukkan pukul 9.30, mentari bersinar dengan terangnya, mencoba masuk lewat sela-sela kaca besar yang tak tertutup gorden


Sella mengerjap-ngerjapkan matanya, silau akan sinar mentari yang sudah hampir tinggi, dia menggeliat merasakan badannya pegal-pegal, dan bagian sensitifnya agak perih, lalu dia mengingat apa yang terjadi semalam


dia membalik tubuhnya dan melihat Melvin masih tertidur pulas, tangannya melingkar di perut Sella, Sella kaget dan bangun sehingga membuat Melvin pun terbangun

__ADS_1


"sayang ada apa?" tanya Melvin dengan suara serak khas bangun tidur


"sayang apa yang sudah kita lakukan semalam? kenapa kita bertindak bodoh?" Sella sedikit menyesali kesalahan yang sudah dia lakukan dengan Melvin, matanya sendu dan bulir air mata jatuh ke pipi mulusnya


"hei, kenapa menangis? lihat aku, aku sebentar lagi jadi suami kamu, kenapa mesti takut, kita akan menikah sayang, tenang ya!" Melvin bangun dan memeluk Sella yang masih terisak


"kamu harus janji, jangan pernah tinggalin aku ya" Sella melepas pelukannya dan menatap mata Melvin, berharap menemukan ketulusan dan kejujuran Melvin


"i never leave you, promise" ucap Melvin yakin dan mengaitkan jari kelingkingnya pada kelingking Sella, janji yang tak ingin ia ingkari, hanya ingin bersama Sella selamanya


Sella tersenyum mendengar janji Melvin, dia sangat percaya bahwa Melvin tak akan meninggalkannya, lalu dia kembali memeluk Melvin, dengan tubuh mereka yang hanya tertutup selimut


kembali merasakan gejolak panas di tubuh masing-masing saat kulit mereka bersentuhan akhirnya mereka melakukan kesalahan ke dua kali.


"sayang, bajuku kemaren dimana?" teriak Sella pada Melvin yang masih ada di kamar mandi


"ada di ruang tengah" jawab Melvin


Sella yang mendengar jawaban dari Melvin langsung berjalan ke ruang tamu hanya dengan mengenakan kimono mandi milik Melvin, Sella terkejut membulatkan mata dan mulutnya melihat ruang tengah sangat berantakan, baju mereka berdua berserakan di lantai


Sella malu sekali mengingat kejadian semalam, yang membuatnya melakukan kesalahan terindah


dia memunguti semua pakaian miliknya dan milik Melvin, saat mengambil kaos putih yang di pakainya dia melihat ada noda darah, kaos itu tak sengaja tertindih saat mereka melakukan penyatuan, tapi untunglah setidaknya noda itu tak mengenai sofa


Sella tersenyum kecut melihat noda itu, dia tak menyangka akan menyerahkan kesucian untuk Melvin saat belum sah menjadi istrinya, tapi janji Melvin terngiang di kepala Sella jadi dia tak perlu sedih lagi

__ADS_1


dia kembali ke kamar dengan membawa pakaiannya dan Melvin, Sella tak tau jika Melvin sudah selesai mandi jadi dia nyelonong masuk saja ke kamar Melvin


"aaaaaaa, sayang kenapa ga ganti baju di dalam saja sih" Sella kaget dan menutup matanya dengan setumpuk baju yang di bawanya


"kenapa di tutupi? bukannya semalam kamu udah ngeliat semuanya? dan baru satu jam yang lalu kamu juga melihat tubuh polosku lagi" Melvin menjawab santai karna memang baru sejam yang lalu Melvin dan Sella melakukan penyatuan yang kedua


pipi Sella bersemu merah, dia merasa malu pada dirinya sendiri


"kenapa diam saja? memang benar kan?" tanya Melvin lagi sambil mengernyitkan dahinya


"ish apaan sih kamu, malu tau" Sella sewot pada Melvin karena di goda terus sama Melvin


"masak sih malu? kayaknya kamu selalu menikmatinya" Melvin terus menggodanya


pipi Sella menghangat, dia merasa malu dengan Melvin karna memang benar Sella sangat menikmatinya


"ah tau ah, kamu nyebelin banget" Sella memanyunkan bibirnya dan berlalu meninggalkan Melvin


"dasar wanita, gengsinya gede banget" Melvin berguman pelan tapi masih terdengar oleh Sella


"apa kamu bilang?" Sella langsung menoleh saat mendengar ucapan Melvin


"aahh tidak-tidak, kamu salah denger. Oh ya, karna kamu ga ada baju ganti jadi aku pesenin online aja, bentar lagi juga dateng" ucap Melvin sembari melanjutkan ganti bajunya yang tertunda


"baiklah, terima kasih"

__ADS_1


__ADS_2