Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Hamil??


__ADS_3

pagi ini Zayn bangun awal karena dia harus ke kantor, Adit sudah menghubunginya jika pagi ini dia ada meeting dengan klien besar, jadi Zayn tak mau menyia-nyiakan itu


selesai bersiap-siap, Zayn ke dapur untuk membuat sarapan, tapi dia tak melihat Sella


apa dia belum bangun? pikirnya


Zayn berjalan menuju kamar Sella, mengetuk-ngetuk pintu beberapa kali tapi tak di buka.


"Sel, Sella. kamu belum bangun?"


"aku sudah bangun, tapi aku tidak enak badan, ada apa?" Sella menjawab dengan suara serak, sebenarnya Sella sudah terbangun sejak tadi pagi, tapi karena dia kembali mengalami morning sick jadi dia merasa Lemas, dia memilih untuk tidur lagi saja


"buka pintunya, ayo kita ke dokter!" teriak Zayn lagi


"tidak usah, kamu ke kantor saja, aku cuma pusing, nanti aku minum obat"


"beneran?"


"iya gapapa, udah kamu berangkat aja"


"ya sudah, kalau ada apa-apa hubungi aku ya"


belum Sella menjawab, bel berbunyi. Zayn berjalan ke ruang tamu untuk membuka pintu


"pagi tuan, saya ART yang kemarin tuan hubungi" sapa seorang wanita paruh baya yang akan menjadi ART di apartemen Zayn


"oh iya silahkan masuk. kamu langsung masak saja karena istri saya lagi ga enak badan, dia belum sarapan. nanti kamu antar sarapan ke kamarnya ya, saya mau ke kantor dulu" jelas Zayn pada wanita itu, bu Sumi namanya


"baik tuan, saya permisi" Bu Sumi berlalu meninggalkan Zayn dan menuju ke dapur, sementara Zayn langsung berangkat ke kantor


sampai di kantor, Zayn di sambut Adit dengan setumpuk berkas yang harus dia cek dan tanda tangani


"Zayn, klien kita sudah hampir sampai sini, kita harus segera bersiap" ucap Adit yang masih berkutat dengan berkas-berkas, begitupun Zayn


"baiklah, mana berkas presentasinya?" tanya Zayn


"permisi pak Zayn, pak Adit, klien sudah datang" ucap sekretaris Zayn


"ayo Dit, kita ke ruang meeting" ajak Zayn, dan mereka berdua menuju ruang meeting, menunggu klien masuk ruangan

__ADS_1


"selamat pagi Pak Zayn, Pak Adit, akhirnya bisa berjumpa dengan Anda Pak Zayn" sapa klien Zayn yang cara bicaranya agak terbata-bata karena bukan asli orang Indonesia. Dia adalah klien dari perhotelan bintang lima yang akan bekerja sama dengan Zayn.


"selamat pagi Mister Robert. mari silahkan duduk" Zayn mempersilahkan duduk klien tersebut


"oke mari Pak, kita mulai meetingnya" Adit memulai pembicaraan, kemudian dia membuka berkas yang akan di tunjukkan pada Pak Robert


dua jam sudah meeting berlangsung, dan Pak Robert setuju dengan harga yang di tawarkan Zayn, lalu mereka tanda tangan kontrak tanda sepakat untuk bekerja sama.


setelah klien pulang, Zayn dan Adit bisa bernafas lega, akhirnya mereka bisa bekerja sama dengan klien besar


Zayn mengambil ponselnya, dia ingin memberitahu Sella bahwa kerja samanya kali ini berhasil


"10 panggilan? kenapa Bi Sumi menghubungiku banyak sekali?" Zayn kaget sekaligus panik, dia mencoba menghubungi bi Sumi lagi untuk mengetahui apa yang terjadi


"halo bi, ada apa?" tanya Zayn saat bi Sumi mengangkat telfonnya


"nyonya tuan, nyonya pingsan" jawab bi Sumi di seberang sana


"pingsan? ya sudah aku pulang sekarang. Dit tolong kamu urus semua berkas ini, nanti kamu antar ke apartemenku, aku belum bisa cek sekarang" Zayn panik dan buru-buru pulang


sesampainya di rumah, Zayn langsung menuju kamar Sella, dia melihat Sella sudah tergelatak lemas di tempat tidur, di situ juga terdapat satpam, yang membantu mengangkat Sella ke tempat tidur, karena tadi bi Sumi panik jadi dia memanggil satpam untuk membantunya


"Sella kenapa bi? bibi sudah panggil dokter?" Zayn bertanya sembari memegang kening Sella yang panas


"ya sudah. tapi bagaimana bisa pingsan sih bi?"


"tadi nyonya mau minum tuan, lalu saya ke dapur untuk ambil minum tapi nyonya ikut ke dapur juga dan tiba-tiba pingsan" jelas bi Sumi


di sela-sela pembicaraan mereka bel berbunyi, dan bi Sumi berlalu untuk membuka pintu


"ini tuan dokternya" ucap bi Sumi


"Susan?" Zayn mengangkat alisnya, ternyata dokter yang di hubungi bi Sumi adalah teman Zayn


"waah Zayn, tak menyangka kita bisa bertemu lagi. ini istri kamu?" Susan mendekat ke arah Sella


"baik pak, saya permisi dulu karena bapak sudah datang" ucap satpam itu


"baik pak, sekali lagi terima kasih"

__ADS_1


satpam tersebut meninggalkan kamar Sella, begitupun bi Sumi


"cepat periksa San, ada apa sama istriku" Zayn sangat panik


dokter Susan memeriksa Sella, mulai dari cek tekanan darah, meletakkan stetoskop pada dada Sella dan kemudian dia menuju perut. dokter membuka piyama tidur Sella dan dia melihat perut Sella agak membesar meski belum terlalu terlihat


"kenapa mesti ke perut? apa dia sakit lambung?" Zayn bertanya dengan polosnya


"sudah diam saja" dokter Susan membenarkan kembali piyama Sella


"emmb begini Zayn, istri kamu tak apa-apa hanya saja kelelahan. mungkin kamu selalu mengajaknya lembur sampai dia kelelahan begini?" Susan menggoda Zayn


"apa? aku tidak pernah lembur sama istriku" Zayn menjawab dengan kepolosannya


"astagaa, maksudku kamu jangan terlalu berlebihan mengajaknya berhubungan intim"


Zayn membulatkan matanya, dia tidak menyangka jika dokter Susan akan bicara seperti itu padahal sudah jelas jika ia tidak pernah melakukan apapun pada Sella


apa hanya karna adegan berciuman membuatnya lelah? sepertinya tidak mungkin, pikir Zayn


"tidak usah bengong begitu. kalau kamu terlalu sering melakukan hubungan di usia kandungan istrimu yang masih muda, akan sangat rentan keguguran"


jederrrrrr, Zayn bagai tersambar petir di siang hari


"mak..maksud kamu istriku hamil?" Zayn bergetar mendengar penjelasan dokter Susan


"iya, istri kamu hamil, dan kemungkinan usia kandungannya sekitar 10 minggu, apa dia belum memberitahumu?" dokter Susan penasaran dengan ekspresi Zayn yang kaget


"dia tidak bilang apa-apa padaku, mungkin dia mau memberiku kejutan" raut wajah Zayn berubah drastis, matanya memerah dan tangannya mengepal


"apa kamu tidak bahagia mendengar istrimu hamil?"


"aku bahagia" Zayn menatap Sella tajam, matanya berkaca-kaca, dia merasakan dadanya tiba-tiba sesak


"baiklah Zayn, kebetulan karena aku dokter kandungan, kamu bisa bawa istri kamu untuk cek USG ke rumah sakit, kamu bisa menemuiku, nanti aku akan memberikan beberapa edukasi kehamilan untuk kalian berdua. kalau begitu saya pamit dulu" dokter Susan membereskan peralatannya lalu meninggalkan Zayn di kamar Sella


Zayn masih tak percaya dengan ucapan dokter Susan


aku tidak pernah meniduri Sella, tapi kenapa dia bisa hamil. tapi usia kandungannya 10 minggu, berarti dua bulan lebih, sedangkan aku menikah dengan Sella kurang lebih satu bulan, apa dia hamil anak Melvin?

__ADS_1


hati Zayn bertanya-tanya, dadanya bergemuruh menahan emosi yang ingin meluap.


kira-kira, Zayn bisa terima Sella ga yaa??


__ADS_2