Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Enam Bulan


__ADS_3

Sella dan Zayn bisa bernafas lega setelah kedua ibu rempong tadi meninggalkan apartemen. mereka benar-benar di buat pusing oleh pertanyaan-pertanyaan mereka yang sangat tidak masuk akal menurut Sella dan Zayn


"sayang, aku benar-benar tidak menyangka mama kamu bisa mengucapkan kata-kata yang seperti itu tadi. waaah aku hampir gila menanggapi setiap pertanyaan yang di berikan" ucap Sella pada Zayn sembari mengganti piyama tidur


"sama aku juga, aku tidak pernah melihat mama seperti itu, yang aku tau mama pendiam, apa mungkin karena saking bahagianya mama jadi berubah?" tanya Zayn


"entah. yang terpenting mereka berdua sudah pulang. aku sudah seperti orang bodoh saja di depan mereka" gerutu Sella, lalu ia naik ke kasur dan menyelimuti tubuhnya juga tubuh Zayn, bersiap menuju ke alam mimpi


Zayn mendekap Sella dengan penuh kasih sayang, memberikan kehangatan dan kenyamanan untuk Sella supaya ia bisa tidur nyenyak


"good night sayang, cuup" Zayn mengecup pucuk kepala Sella


"night too sayang" Sella pun memeluk erat Zayn. mereka bak perangko yang tak bisa di pisahkan


...****************...


satu bulan, dua bulan, tiga bulan, empat bulan sudah berlalu. kini kandungan Sella sudah memasuki usia enam bulan, perutnya sudah membesar, dan tak ada tubuh langsing yang dimilikinya. bentuk tubuhnya jadi padat berisi tapi tidak gemuk


Zayn semakin gemas dengan Sella, menurutnya Sella semakin seksi dengan bentuk tubuh yang seperti itu. ia semakin betah untuk selalu memeluk Sella, bahkan saat bekerja pun Zayn selalu merindukan istri tercintanya


"sayang, hari ini kamu ada jadwal periksa kan? waah aku senang sekali setiap bulan bisa melihat anak kita" ucap Zayn seraya memeluk Sella yang sedang makeup dari belakang


"iya sayang, hari ini aku ikut kamu saja ya ke kantor supaya tidak bolak balik. nanti aku tunggu di kamar kamu saja" ucap Sella


"baiklah"


selesai bersiap Sella dan Zayn pergi menuju kantor Zayn, perasaan bahagia selalu menyelimuti pasangan ini.

__ADS_1


di dalam mobil pun, Zayn tak henti-hentinya mengecup tangan Sella, tangan seorang wanita yang sangat ia cintai setelah ibunya


setibanya di kantor, Sella dan Zayn menuju ruangan Zayn. Zayn di sambut dengan setumpuk berkas yang harus ia cek dan tanda tangani


"sayang, kamu mau langsung masuk ke kamar?" tanya Zayn pada Sella saat masuk ruangannya


"tidak, aku duduk di sofa dulu saja" jawab Sella sembari medudukkan dirinya di sofa


"baiklah" Zayn menuju ke kursi kehormatannya. dia sudah bersiap dengan setumpuk berkas yang di berikan oleh Adit


satu per satu berkas di cek, dan di tanda tangan oleh Zayn. dia fokus melihat berkasnya karena tak ingin ada yang salah sedikitpun


begitu banyak berkas yang harus ia urus hingga melupakan jika ada istrinya di ruangan tersebut


"sayang, apa kamu mau kopi? aku buatin ya?" tanya Sella sembari menghampiri Zayn di kursinya


Sella terkejut saat dirinya berada di pangkuan Zayn, "sayang jangan begini nanti ada yang masuk, malu tau. nanti kita dikira pasangan lebay" ucap Sella protes


"biarin saja, siapa yang berani sama bosnya. mau aku pecat?" ucap Zayn yang tak melihat wajah Sella, malah ia tetap fokus pada berkasnya


Sella kesal sekali dengan suaminya, selalu ada-ada saja tingkahnya terkadang bikin geleng-geleng kepala


Zayn selesai dengan semua berkasnya dan Sella masih anteng di pangkuan Zayn. Zayn tak mengizinkan Sella sedikitpun untuk bergerak


"sayang aku ini berat Loh, apa kamu tidak capek?" tanya Sella seraya mengalungkan tangannya di leher Zayn


"tidak" jawab Zayn singkat, tapi ia justru langsung mencium bibir Sella yang sedari tadi sudah menggodanya dan Sella terkejut dengan serangan Zayn tiba-tiba.

__ADS_1


"Zayn ini ada bebe.." Adit nyelonong masuk ke ruangan Zayn dengan membawa beberapa berkas dan mendapati bosnya bermesraan dengan istrinya, dia malu sendiri melihatnya


Sella yang terkejut dengan kedatangan Adit langsung turun dari pangkuan Zayn, dia jadi salah tingkah sendiri, sedangkan Zayn bersikap biasa saja tanpa ada rasa malu


"o..o.. maaf mengganggu kalian" Adit langsung balik badan dan mau keluar tapi Zayn buru-buru memanggilnya


"apa tidak bisa ketuk pintu dulu sebelum masuk? ada apa?" tanya Zayn pada Adit


"ya maaf, mana tau ada bu bos disini. lagian kalian punya kamar, kenapa harus melakukannya disini?" protes Adit karena di salahkan oleh bosnya kemudian Adit berjalan kearah Zayn dan menyerahkan berkas perjanjian kontrak dengan klien baru, "ini berkasnya kamu cek dulu, baru aku revisi. oh ya, apa kamu tau ternyata yang akan menjadi klien kita ini adalah Bianca, katanya dia sudah berhenti menjadi model dan sekarang menggantikan papanya untuk memimpin hotel Daisy" jelas Adit dan sontak membuat Sella melotot kearah Zayn dan Adit bergantian, tapi sayangnya Zayn dan Adit tak melihatnya


"Bianca mantan kamu?" tanya Sella pada Zayn penasaran


"bu bos tau soal Bianca?" tanya Adit sembari duduk di kursi depan Zayn


"iya, waktu kita ke Surabaya dulu ternyata Bianca ngirim foto aku lagi berdua sama dia dan sudah membuat Sella jadi salah paham, hampir saja aku di ceraikan tu sama dia dikira selingkuh" jelas Zayn


Adit yang mendengar hanya manggut-manggut saja.


"ooh ya, besok kita akan ke hotel untuk bertemu dengan Bianca, tadi asistennya sudah mengabari" ujar Adit lagi


"harus ya di hotel? memang tidak ada tempat lain? di sini misalnya, atau di cafe saja?" protes Sella yang tiba-tiba menyaut penjelasan Adit yang di tujukan untuk Zayn


"sayang, kamu kenapa sih? tenang saja, aku tidak sendirian ketemu Bianca, kan aku sama Adit. lagian kita ketemu juga tidak di kamar hotel, kamu tidak usah khawatir" ucap Zayn seraya mengecup tangan Sella yang berdiri di sampingnya


"iya bu bos, bu bos tidak usah khawatir. aku yang akan jagain Zayn dari godaan Bianca" ujar Adit


"ya sudah terserah kalian saja" ucap Sella seraya berjalan kearah sofa, mendudukkan tubuhnya disitu. hatinya berkecamuk, rasanya tidak rela jika suaminya harus bertemu dengan mantan pacarnya, apalagi Bianca adalah wanita yang pernah di cintai Zayn setengah mati. tapi ia juga tau bahwa Zayn sudah melupakan Bianca dan sangat mencintai dirinya, lagian Sella tau Zayn tidak mungkin menghianatinya. Zayn juga melakukan kerja sama karena mencari uang untuknya juga anaknya

__ADS_1


jam sudah menunjukkan waktunya makan siang. sudah waktunya Zayn mengantar Sella untuk cek kandungan. ia sudah tak sabar untuk mengetahui jenis kelamin anaknya karena setiap cek usg bayinya selalu menyembunyikan kelaminnya, mungkin mau kasih surprise buat daddy dan mommy ya


__ADS_2