Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Siapa Yang Mau Dulu


__ADS_3

"drreeett, drreeet" pagi-pagi ponsel Sella berdering tapi sang empunya masih menikmati tidurnya di dekapan Zayn. sedangkan Zayn merasa terganggu dengan suara ponsel yang terus berdering, nyaring sekali di telinganya. karena ia tak mau sampai istrinya terbangun karena mendengar suara ponsel jadi dia terpaksa harus mengangkatnya dengan mata masih terpejam


"halo, siapa ini?"


"astaga Zayn, mama sudah berkali-kali menghubungi ponselmu tapi tak ada jawaban, dan ini mama menghubungi ponsel Sella beberapa kali baru kamu jawab. kalian masih tidur?" ternyata mama Zayn yang menghubungi Sella


"mama? ada apa ma pagi-pagi menelfon kami?" tanya Zayn balik


"ini sudah siang nak, sudah jam tujuh, lagian apa kamu itu tidak ke kantor jam segini belum bangun? oh ya itu tidak penting untuk mama, ada yang harus mama tanyakan. apa benar Sella hamil?" tanya mama Zayn penasaran


"apa? ma..mama ta..tau dari mana soal ini?" tanya Zayn gugup


"kamu kenapa gugup begitu? mama tau dari Nadya, kemarin malam dia cerita sama mama. nanti sore sepulang Nadya kuliah mama kesana ya, mama mau nengokin menantu mama yang lagi hamil. sudah ya nak, mama mau rawat bunga di taman dulu, nanti kalau cucu mama sudah lahir, ganti cucu mama yang mama rawat. salam untuk Sella ya nak" Tyas menutup sambungan telfonnya tanpa menunggu jawaban apapun dari Zayn, karena ia sangat bahagia akan mendapat cucu.


"halo ma, halo? dasar mama" gerutu Zayn dan membuat Sella terbangun dari mimpi indahnya


"siapa yang telfon?" tanya Sella dengan suara serak khas bangun tidur


"mama, nanti sore mau kesini nengokin kamu. sayang, kamu bilang ke Nadya kalau kamu hamil?" tanya Zayn


"bi Sumi yang bilang, tapi biarlah memang aku sudah berencana untuk memberitahu mama Tyas dan mama Rena, karena cepat atau lambat mereka akan tau dan kenapa harus di sembunyikan, ini berita bahagia kan sayang? mereka juga tidak akan tau kalau aku bukan hamil anak kamu" ujar Sella


"sayang, dia adalah anakku. kamu harus selalu ingat itu" Zayn mencubit pipi Sella yang sedikit tembam setelah hamil ini


"makasih ya sayang, you're the best" ujar Sella yang kemudian semakin memeluk Zayn erat


"sudah, aku mau mandi dulu, aku harus bekerja mencari uang untuk kamu dan anak kita. apa kamu mau memandikan aku?" Zayn menyeringai, tersenyum licik

__ADS_1


"tidak terima kasih. bisa-bisa kamu tidak jadi mandi, aku sudah lelah karena ulah kamu tadi malam. kamu benar-benar tidak ingat apa kata dokter Susan, kan aku tidak boleh kecapean" Sella mengomel karena memang Zayn tak ada lelahnya untuk menuntaskan hasratnya, setiap ia dekat dengan Sella rasanya gairahnya tiba-tiba muncul. seperti kemarin malam, sudah tiga ronde yang ia tuntaskan bersama Sella. dan untuk yang keempat kalinya saat jam empat pagi Sella menolak karena ia mengeluh pinggangnya sangat pegal. meskipun yang banyak mendominasi adalah Zayn tapi ia sangat kelelahan


"kalau kamu tidak menikmatinya, aku tidak akan melakukannya terus" ujar Zayn, dan pipi Sella bersemu merah. karena memang benar, Sella selalu menikmati apapun yang dilakukan oleh Zayn, bahkan terkadang dari tatapan matanya ia menuntut untuk di perlakukan lebih oleh Zayn


"ah sudah-sudah sana cepat mandi" Sella membelakangi Zayn dengan tubuh polos yang ditutupi selimut


"kamu selalu saja menggemaskan. cuup" Zayn mencium pundak Sella yang polos, putih mulus lalu bangkit dari kasur menuju kamar mandi


perasaan Sella selalu saja berdebar saat Zayn berada di dekatnya. Zayn selalu bisa membuatnya menjadi istimewa, tak hanya dari ucapan tapi juga dari tindakan. dia selalu bisa membuktikan bahwa dia sangat mencintai Sella


......................


sore hari Sella dan bi Sumi mempersiapkan hidangan untuk menyambut Tyas dan juga Rena beserta Leonard karena tadi Sella sekalian undang mama papanya untuk makan malam di apartemennya


hari ini Zayn pulang lebih awal, Sella dari siang sudah menghubunginya agar ia tak pulang terlambat seperti biasanya. karena ia tak mau mengecewakan mama, papanya dan juga mertuanya jika Zayn sampai tidak ada di rumah, ia tak mau mereka mengira jika Zayn tak peduli pada keluarga meski Zayn bekerja juga untuk Sella dan anaknya


semua hidangan sudah tersaji di meja makan, tinggal menunggu para tamu datang. Zayn pun sudah bersiap menyambut mamanya juga mertuanya dan tak menunggu lama bel pun berbunyi


mereka berempat buru-buru masuk, tak sabar bertemu Sella terutama Tyas dan Renata.


"Sellaa!" seru Renata saat melihat Sella menyambutnya, "selamat ya sayang atas kehamilan kamu, mama senang sekali sebentar lagi mama punya cucu" ujarnya lagi sembari memeluk erat Sella


"makasih ya ma" Sella membalas pelukan dari seseorang yang telah melahirkannya tersebut


"sama-sama sayang" jawab Renata kemudian melepas pelukannya karena ada Tyas yang mengantri di belakangnya untuk memberi ucapan selamat juga pada Sella


"selamat sayang, mama juga ikut senang atas kehamilan kamu, semoga kamu selalu di beri perlindungan dan keselamatan sampai nanti kamu melahirkan ya. Zayn hebat sekali bisa langsung membuat kamu hamil" ucap Tyas yang juga sembari memeluk Sella dan sontak membuat Sella membulatkan matanya, ia tak menyangka mertuanya akan mengucapkan hal itu hingga ia lupa tak memeluk balik mertuanya. Zayn yang mendengarpun ikut malu atas ucapan mamanya.

__ADS_1


"tidak usah kaget begitu sayang. kita juga pernah muda, ya kan bu Rena, pak Leo" ucap Tyas dan langsung mendapat sambutan tawa dari Renata dan Leonard


astaga, kenapa para orang tua malah bicaranya begini? batin Sella


kenapa mamaku bisa bicara hal seperti ini di depan banyak orang? batin Zayn


Zayn dan Sella bak orang linglung, tak tau harus bicara apa.


"emm mari ma, pa silahkan duduk" ujar Zayn untuk memecah kecanggungan akibat ucapan mama Zayn


"ah iya kita sampai lupa duduk saking senangnya ya bu Tyas" ucap Renata


mereka bertiga lalu duduk di ruang tamu apartemen. bi Sumi menyiapkan minum dan juga camilan berupa cookis yang di buatnya tadi bersama Sella


"eh sayang, udah berapa minggu usia kandungan kamu?" tanya Renata pada Sella untuk membuka pembicaraan


"ee..anu ma, baru lima minggu. iya baru lima minggu kata dokter, iya kan sayang?" tanya Sella pada Zayn sambil mengedip-ngedipkan matanya supaya bisa membantunya untuk berbohong pada orang tuanya juga mertuanya


"iya ma, baru lima minggu kata dokter karena beberapa hari lalu kita baru periksa" ucap Zayn menjelaskan


"oooh berarti baru malam pertama langsung jadi ya?" ucap Tyas menggoda


Zayn dan Sella membulatkan matanya, menelan salivanya hingga terasa habis, lalu mereka saling pandang satu sama lain. belum sempat mereka berdua menjawab, Renata sudah menyelanya lagi


"ngomong-ngomong siapa yang mau duluan, Sella apa Zayn?"


Sella dan Zayn semakin di buat pusing oleh pertanyaan kedua orang tua tersebut, pertanyaan yang tidak harus di jawab sepertinya

__ADS_1


"aaa iya benar sekali bu Rena, katanya kalau yang mau dulu mamanya pasti mirip mamanya, dan kalau yang mau dulu papanya pasti mirip papanya, iya kan bu Rena?" ujar Tyas yang malah membuat Zayn, Sella, Leonard dan Nadya hanya geleng-geleng kepala


"ihh mama, ada anak kecil juga ngomongnya ga di rem" protes Nadya dan langsung meninggalkan para orang dewasa yang membicarakan hal tidak penting baginya, sedangkan Tyas dan Renata malah tertawa melihat tingkah anak-anaknya yang mereka rasa sangat kebingungan dengan segala pertanyaan mereka


__ADS_2