
Zayn memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam Mall dengan menggandeng tangan Sella
"kita makan dulu ya, aku lapar banget?" ajak Zayn
"iya" jawab Sella menurut saja
mereka pergi ke sebuah cafe yang terletak di dalam Mall. Sella yang memilih tempat duduk di pojokan dan Zayn hanya menurut. lalu mereka memesan makanan
"Sellaaa?" panggil seseorang yang ternyata itu adalah Vera sahabatnya
"Veraaaaaaaa" seru Sella dan mereka berpelukan, "gue kangen banget tau sama loe" tambah Sella
"gue juga" ucap Vera seraya melepas pelukannya, "kalian baru sampai?" tanya Vera
"iya, ayo duduk sini kita makan bareng, kangen tau, kita udah lama ga pernah makan bareng" ucap Sella seraya duduk
"gapapa nih? gue ga ganggu kan?" tanya Vera meyakinkan
"enggak kok, iya kan sayang?" tanya Sella pada Zayn, Vera yang mendengar Sella menyebut kata sayang langsung membulatkan matanya
"iya gapapa kok, tenang saja" jawab Zayn
"apa loe sudah bisa menerima Zayn?" bisik Vera pada Sella
"iya" jawab Sella singkat, "eh loe kesini sama siapa?" tanya Sella
"ooh gue sama sepupu gue, dia lagi nyalon dan gue di suruh nungguin terus gue kelaparan jadi gue tinggal kesini saja nyari makan" jelas Vera
Sella dan Vera asyik cerita sendiri hingga Zayn seperti obat nyamuk, tak di anggap ada. hingga akhirnya makanan mereka datang
mereka bertiga menikmati makanan yang di pesan dengan menyelipkan obrolan-obrolan ringan
"apa Melvin masih sering ke kantornya yang lama?" tanya Zayn pada Vera yang auto membuat Sella menoleh
"jarang banget, tapi kemarin dia ke kantor sama istrinya yang super duper nyebelin, katanya sih mau lihat kinerja pak Johan. dan apa kalian tau, sekarang pak Vano seperti sudah tidak penting lagi untuk pak Melvin karena katanya kemana-mana pak Melvin pergi istrinya selalu ikut dan pak Vano di larang ikut, padahal kan pak Vano asisten pak Melvin" jelas Vera seraya memasukkan sesendok makanan ke mulutnya
"oh ya? untunglah aku bukan istri yang seperti itu" Sella membanggakan dirinya
di tengah-tengah obrolan mereka seseorang menghampiri Vera
"Ver, kok loe makan ga ajak gue sih, harusnya loe tungguin gue selesai nyalon" ujar wanita itu yang ternyata Nindy. Nindy adalah sepupu Vera
Sella, Zayn dan Vera menoleh ke arah Nindy secara bersamaan
__ADS_1
"pak Melvin? waah tidak menyangka ketemu bapak disini" ucap Nindy kegirangan
"kamu siapa ya?" tanya Melvin, sedangkan Sella dan Vera saling pandang
"apa bapak tidak tau saya? ya ampun pak, saya ini bagian administrasi di perusahaan bapak, masak bapak tidak mengenal saya?" tanya Nindy dengan genit membuat Sella, Vera juga Zayn merasa risih
"maaf, tapi saya tidak tau kamu, karena yang selalu mengurus segala laporan Adit jadi saya tidak tau karyawan satu persatu" jawab Zayn yang otomatis membuat Sella juga Vera ingin tertawa
"oh tidak apa-apa pak, kalau begitu bagaimana kalau sekrang kita kenalan supaya di kantor kita bisa saling sapa" Nindy mengulurkan tangannya pada Zayn
"tidak, terima kasih." jawab Zayn sinis, "sayang, kamu sudah selesai kan makannya? ayo kita pergi" Zayn meraih tangan Sella, "Ver kita duluan ya" ucap Zayn dan berlalu dari hadapan Vera juga Nindy, sedangkan Sella hanya pasrah mengikuti Zayn
"sayang, apa benar kamu tidak mengenalnya? aku lihat dia sangat menyukaimu" ujar Sella dengan wajah cemberut
"kenapa? kamu cemburu?" tanya Zayn
"emm nggak sih, cuma ga suka saja ada wanita lain deket-deket kamu" jawab Sella
"itu namanya cemburu" ucap Zayn seraya merangkul Sella
Sella hanya tersenyum. saat berjalan, Zayn melihat ada manekin di pasangkan lingerie, pikirannya pun melayang
pasti Sella seksi sekali memakainya. aku akan membelikannya. batin Zayn
"sayang sebentar ya aku mau ke toilet, kamu tunggu di sana dulu" ujar Zayn seraya menunjuk tempat duduk yang di sediakan pihak Mall
Zayn masuk ke toko yang menjual lingerie tersebut, banyak macam model yang di jual. Zayn sebenarnya sangat malu masuk ke toko itu tapi demi melihat bidadari seksinya menggunakan lingerie dia hapus pikiran malunya
Zayn tak mengerti mana yang bagus untuk Sella, yang ia tau hanya semakin tipis bahannya dan banyak bagian yang terbuka semakin menarik untuk di pakai
"ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya seorang karyawan yang melihat Zayn sedikit kebingungan
"eee iya ini, aku mau beli lingerie buat istriku. kami masih pengantin baru jadi tolong kamu carikan yang bagus ya" jawab Zayn
"baik tunggu sebentar" karyawan tersebut lalu mengambilkan berbagai model dan berbagai warna. Zayn terbelalak karena semua yang di bawa sangat-sangat menggoda iman
"silahkan dipilih tuan!" ucap karyawan tersebut
"bungkus semua" ucap Zayn yang membuat karyawan tersebut membulatkan matanya
"semua? ini ada sepuluh tuan, di bungkus semua?" tanya karyawan itu
"memangnya kenapa? kamu pikir aku tidak kuat bayar?" tanya Zayn balik
__ADS_1
"bukan begitu tuan. baiklah tunggu di kasir dan lakukan pembayaran, saya akan mengantar kesana" karyawan tersebut meninggalkan Zayn lalu membungkus semua lingerie tadi
Selesai melakukan pembayaran dan mendapatkan apa yang di inginkan, Zayn kembali menemui Sella
"kamu lama sekali?" gerutu Sella, "itu apa?" Sella melihat Zayn membawa bungkusan di tangannya
"ooh ini tadi aku beli jaket, makanya kamu nunggu agak lama, maaf ya sayang!"
"iya. ya sudah ayo kita pulang" ajak Sella
Sella dan Zayn meninggalkan Mall. perasaan Zayn berbunga-bunga, ia sudah tak sabar ingin melihat Sella memakai lingerie itu
jalanan tak begitu macet, hingga Sella dan Zayn cepat sampai di apartemen. Sella segera merebahkan tubuhnya di kasur, karena dia begitu lelah, matanya seperti terkena lem, tak tahan untuk segera tidur. Zayn pun merasakan hal sama, akhirnya mereka berdua tertidur
Zayn terbangun dan melihat jam di ponselnya, sudah jam 7 malam
"apa aku dan Sella tertidur selama itu? astagaaa aku lapar banget, pasti Sella juga akan merasa lapar setelah bangun tidur nanti" ujar Zayn bermonolog
Zayn pergi ke dapur, mengambil beberapa bahan untuk di masak. dia ingin membuat Sella bahagia dengan hal-hal kecil seperti ini
Zayn membawa makanan ke dalam kamarnya. Sella yang mencium aroma masakan langsung menggeliat dan membuka mata, mencari di mana sumbernya
"sayang ayo makan, ini aku buatin bakmi goreng dan susu khusus buat kamu" ucap Zayn seraya meletakkan nampan ke atas nakas
"waaah makasih sayang. kamu memang terbaik" puji Sella. tak menunggu lama langsung ia lahap, begitupun Zayn. cacingnya sudah meronta-ronta minta di kasih makan
Selesai makan dan minum susu Sella berniat mandi karena tubuhnya gerah sekali
"sayang sebentar" Zayn menarik Sella agar dia tidak mandi dulu
"ada apa?" tanya Sella penasaran
"aku punya hadiah buat kamu" Zayn mengambil bungkusan yang ia bawa tadi, "buka" titah Zayn dan Sella segera membukanya, karena ia penasaran sebenarnya jaket apa yang di beli Zayn
Sella membelalakkan matanya saat mengetahui apa yang ternyata di beli Zayn
"kamu ngapain beli beginian? sebanyak ini lagi, buat apa?" tanya Sella
"ya buat kamu pakai, memangnya buat apa? masak iya buat aku?" Zayn mengerutkan keningnya
"kamu nyuruh aku pakai ini? yang benar saja!" Sella mengerucutkan bibirnya
"ayolah sayang, membahagiakan suami itu wajib" ujar Zayn, "kalau tidak mau pakai semua ya setidaknya malam ini saja kamu pakai" pinta Zayn
__ADS_1
"ah sudahlah, kamu tu selalu aneh-aneh saja" Sella berlalu ke kamar mandi dan mengabaikan Zayn
Zayn kecewa karena keinginannya tidak terpenuhi, jadi dia memutuskan untuk pergi dari kamarnya