
"sayang, aku berangkat dulu yaa" ucap Zayn seraya mencium kening Sella yang kebetulan sedang berdandan sehabis mandi supaya lebih segar
"iya, kamu hati-hati ya" ucap Sella, kemudian mencium tangan Zayn.
Zayn berangkat langsung menuju hotel milik Bianca, karena Adit sudah ada di perjalan ke hotel juga
Adit telah sampai di hotel lebih dulu dan sudah di sambut oleh asisten Bianca yaitu Vano, sahabat Zayn juga Melvin. Vano telah berhenti kerja dari Melvin karena dia tidak tahan dengan kelakuan istrinya yang super menyebalkan. sebenarnya Melvin tak mengizinkan tapi istrinya malah menyuruh Vano untuk pergi dari kehidupan Melvin, karena menurut istrinya jika Melvin terus bersama dengan Vano akan membawa dampak buruk untuk Melvin. Melvin akan menjadi suami yang tidak nurut kepada istri, jadi Vano lebih leluasa untuk berhenti bekerja. sedangkan Melvin hanya diam menuruti apa saja permintaan istrinya itu.
Zayn tiba di hotel dan memarkirkan mobilnya, kemudian menuju ruangan yang sudah diberitahu oleh Adit
beberapa mata tertuju padanya karena ketampanan yang ia miliki menarik banyak lawan jenis untuk menatapnya. rambutnya sedikit agak panjang, di sisir kearah belakang, menggunakan celana berwarna hitam dan jas warna senada. tatapan mata tajam dengan bola mata berwarna coklat, alis tebal dan kulit putih bersih. siapa yang tidak terpana melihat ketampanan seorang Zayn
sesampainya di ruang meeting yang sudah di siapkan oleh Vano selaku asisten Bianca, Zayn sedikit terkejut karena melihat ada sahabatnya yang sudah lama tak pernah bertemu
Zayn tersenyum kemudian segera menghampiri Vano dan Adit, karena Bianca belum ada di ruang meeting
"loe apa kabar?" ucap Zayn kemudian berjabat tangan dan memeluk Vano
"gue baik, loe sendiri gimana? Sella apa kabar?" tanya Vano sembari membalas pelukan Zayn
"baik juga. oh ya, loe ngapain disini?" tanya Zayn dengan melepas pelukannya
"gue sekarang jadi asisten Bianca, gue sudah tidak kerja sama Melvin lagi" ucap Vano seraya duduk di kursi di ikuti Zayn
"ngomong-ngomong loe kenapa berhenti kerja sama Melvin??" tanya Zayn setelah duduk di kursinya
"panjang ceritanya, intinya Melvin sudah berubah, tidak seperti dulu lagi" jawab Vano dan Zayn hanya manggut-manggut mendengar jawaban Vano. baru mereka mengobrol, Bianca masuk ke ruangan meeting
"pagi semuanya, maaf ya sudah membuat kalian para lelaki menungguku" ucapnya dengan sombong. bukannya menjawab, mereka bertiga justru melongo melihat penampilan Bianca. pasalnya Bianca berpakaian seperti mau pergi ke club
"kalian kenapa? terpesona dengan penampilanku?" tanyanya lagi dengan sombong, "hai Zayn, apa kabar?" Bianca mengulurkan tangannya pada Zayn tapi Zayn tak menanggapinya, malah ia membuang muka supaya tidak melihat tubuh Bianca yang terbuka dimana-mana
"Bi, apa kamu tidak punya baju lagi selain ini? kamu kan orang kaya, harusnya beli baju yang tidak kurang bahan seperti ini dong" tegur Vano sebagai asisten Bianca, karena ia di beri tanggung jawab oleh papanya Bianca untuk menjaga anak semata wayangnya. sontak ucapan Vano membuat Zayn dan Adit menahan tawa
__ADS_1
"OMG Vano, kamu itu sebagai asisten bukan penata busana, jadi lebih baik kamu diam saja!" ujar Bianca kemudian ia duduk berseberangan dengan Zayn
astagaa, kenapa wanita ini malah duduk didepanku? batin Zayn yang terus mengalihkan pandangan dari Bianca
"Bi, kamu harus nurut sama aku, kalau tidak aku akan lapor sama tuan besar!" ancam Vano
"pakai ini saja" Vano memakaikan jas yang tadi di pakainya, untuk menutupi tubuh Bianca. Bianca mengerucutkan bibirnya, ia gagal untuk menggoda Zayn dengan kemolekan tubuhnya gara-gara asistennya tersebut
"Zayn, kamu kenapa tidak berani menatapku? apa kamu takut tergoda?" ucap Bianca dengan mengedip-ngedipkan matanya, ia berharap Zayn akan tergoda kembali dengannya
"ayo kita mulai saja meetingnya" ucap Zayn. ia tak mau menanggapi apapun yang di ucapkan Bianca di luar obrolan tentang pekerjaan
mereka meeting lebih dari tiga jam karena Bianca terus saja mengalihkan pembicaraan, alasannya karena ia ingin berlama-lama melihat Zayn tapi untunglah ketiga lelaki tersebut paham apa yang ada di otak Bianca jadi tak ada yang menanggapi, apalagi Vano, ia terus menegur Bianca yang tidak profesional
"Van,, gue balik dulu ya, terima kasih kerja samanya" ucap Zayn seraya menepuk bahu Vano
"harusnya kamu terima kasih sama aku, bukan Vano" gerutu Bianca dengan menyilangkan tangan di depan dadanya, "oh ya Zayn, kalau kamu lagi bosen di rumah, kamu boleh menginap di hotel ini" ujar Bianca dengan senyum genitnya
"oke, nanti aku akan menginap disini sama istri aku, gratis yaa?" ucap Zayn kemudian berlalu dari hadapan Bianca dan Vano di ikuti Adit
"sudah tidak usah di kejar! apa kamu tadi tidak dengar kalau Zayn sudah punya istri?" ucap Vano yang langsung membuat Bianca menyurutkan wajahnya
sampai di kantor Zayn segera mendudukkan tubuhnya di sofa. ia masih tak habis fikir dengan Bianca, beraninya dia menggodanya lagi, dulu dia yang meninggalkan dirinya tapi kini ia mengejar-ngejarnya lagi, tapi hati Zayn sudah tertutup untuk istrinya seorang
"hei, kamu kenapa ngelamun? ngelamunin Bianca?" tanya Adit saat masuk keruangan Zayn
"enak saja. oh ya, kamu kan jomblo, mendingan kamu pacarin saja tu si Bianca supaya dia tidak menggodaku lagi" ucap Zayn dengan membuka ponselnya
"yaa akan aku pertimbangkan, karena sebenarnya dia anak baik, hanya saja salah jalan" ujar Adit
"bagus!" ucap Zayn singkat karena ia fokus pada ponselnya, karena ada 10 panggilan tak terjawab dari istrinya. ia mencoba menghubungi Sella tapi tidak ada jawaban kemudian ia coba untuk chat juga tidak ada balasan, Zayn sedikit khawatir karena tidak biasanya Sella tidak mengangkat telfonnya
Zayn kembali fokus pada pekerjaannya, karena hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus segera ia selesaikan
__ADS_1
jam sudah menunjukkan pukul empat sore, waktunya Zayn untuk pulang. ia masih memikirkan Sella, karena hingga sore kini Sella tak memberi kabar juga
"sayang, kamu dimana sih?" guman Zayn sendirian di dalam mobil
saat Zayn masih sibuk memikirkan Sella di dalam mobil di tengah kemacetan karena waktunya orang pulang kerja, Zayn melihat ada ibu-ibu dengan perut besar berdiri di pinggir jalan dengan seorang lelaki yang mungkin saja suaminya kemudian Zayn menepi dan menghampiri ibu-ibu tersebut
"bapak sama ibu mau kemana?" tanya Zayn saat turun dari mobilnya dan menghampiri pasanga tersebut
"ini mas, istri saya mau melahirkan tapi kami dari tadi nunggu angkot belum ada yang lewat mas" jawab suami ibu-ibu tersebut
Zayn melihat wajah ibu tersebut sudah pucat, seperti menahan sakit, ia jadi tidak tega dan mengingat istrinya yang juga tengah hamil
"mari pak saya antar saja, kasihan istri bapak nanti kalau nunggu angkot mungkin lama lagi" ujar Zayn kemudian membuka pintu mobil bagian belakang. suami istri tersebut masuk kedalam mobil Zayn. Zayn mencari jalan pintas supaya bisa cepat sampai di rumah sakit karena ibu-ibu tersebut sudah mulai merintih kesakitan
"sabar buk sabar, sebentar lagi kita sampai, tarik nafas buk" ujar suaminya sembari mengelus perut istrinya, lalu bergantian pinggangnya
ibu tersebut semakin kesakitan dan suaminya terus menenangkannya dengan berbagai cara supaya istrinya tidak panik. Zayn melihat pemandangan yang luar biasa indah, di usia mereka yang bisa di bilang tidak muda lagi seperti usianya dengan Sella tapi pasangan suami istri tersebut saling mensuport, saling menyayangi, dan selalu menjaga pasangannya dimanapun berada
sampai di rumah sakit, Zayn berlari untuk memanggil petugas IGD supaya ibu tersebut segera di bantu untuk melahirkan.
setelah ibu tersebut di bawa ke ruang bersalin Zayn segera pamit karena ia juga harus mencari istrinya yang tidak ada kabar sedari tadi
"pak ini ada sedikit rezeki untuk keluarga bapak, semoga bisa membantu untuk perawatan bayinya ya, mohon di terima ya pak! Oh ya, biaya rumah sakit juga sudah saya tanggung jadi bapak tidak usah bayar apapun ya" ujar Zayn dengan menyerahkan amplop coklat pada suami ibu tersebut
"kenapa mas repot-repot sekali, saya di antar ke rumah sakit saja sudah sangat berterima kasih. bagaimana saya harus membalas semua kebaikan mas?" tanya lelaki tersebut dengan mata sudah berkaca-kaca
"do'akan istri saya saja pak, karena ia juga sedang hamil" ujar Zayn dengan tersenyum lebar
"baiklah, aku akan selalu mendo'akan semoga persalinannya nanti lancar, anak juga ibunya bisa selamat" ujar lelaki tersebut, ia sudah meneteskan air mata. ia bersyukur hari ini bertemu orang baik
Zayn bergegas pulang setelah berpamitan pada lelaki tersebut. dia harus segera sampai rumah, tak sabar bertemu istri tercintanya. tapi istrinya tak ada kabar, tak mengangkat telfonnya juga membalas chatnya, kemana sebenarnya Sella?? *staytune yaaaaaaa
ini penampilan Zayn hari ini, ganteng banget kaaaaaann?? siapa yang ga klepek-klepek kalau orangnya seganteng ini 😍😍😍 duuh gas deh peluk suaminya sambil lihatin foto ini. halu dikit boleh lah ya 😁*
__ADS_1