Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Hukuman


__ADS_3

"sayang, kamu dimana??" Zayn memanggil-manggil Sella sesampainya di apartemen tapi tak ada yang menyaut, bi Sumi sudah pulang jadi ia juga tidak bisa menanyakan keberadaan Sella


Zayn berkeliling untuk mencari Sella tapi tidak menemukannya. ia juga mencoba menghubungi ponsel Sella tapi ternyata ponsel Sella tertinggal di rumah


"sayang, kamu dimana sih sebenarnya?" Zayn mondar mandir di ruang tamu, mengkhawatirkan Sella. dia juga menghubungi Nadya tapi Sella tak ada di sana. lalu dia menghubungi mama Rena tapi tak ada jawaban


Zayn semakin panik karena tidak ada kabar sama sekali, kemana dia harus mencari Sella. di tengah kepanikan Zayn tiba-tiba pintu apartemen terbuka, nampaklah tiga wanita di balik pintu tersebut


"mama? Sella?" Zayn melongo melihat tiga wanita dengan tangan penuh kantong belanjaan


"hai Zayn, maaf ya mama ngajak Sella belanja tidak bilang dulu sama kamu" ucap Tyas saat sudah masuk ke dalam apartemen


"iya Zayn, maafin mama juga ya. Sella tidak salah, kalau ada yang di salahkan, salahkan saja mama, ini ide mama kok" ujar Renata dengan meletakkan belanjaan lalu mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu


"iya sayang, tadi aku sudah coba hubungin kamu tapi tidak kamu angkat terus ponsel aku ketinggalan jadi tidak bisa hubungin kamu lagi. maaf ya" ujar Sella kemudian ia memeluk Zayn, ia tau pasti suaminya sangat khawatir padanya karena ia tak biasa keluar rumah tanpa kabar.


"awas saja, nanti aku akan menghukummu" ucap Zayn berbisik di telinga Sella. Sella hanya tersenyum, ia mengerti hukuman apa yang dimaksud suaminya


Sella melepas pelukan suaminya kemudian ia mengambilkan minum untuk kedua mamanya juga suaminya


"silahkan diminum ma" Sella meletakkan tiga gelas di atas meja.


"terima kasih sayang" ucap Tyas dan Renata bersamaan dan Sella membalas dengan senyuman


setelah mereka mengobrol, Tyas dan Renata pamit untuk pulang. sebenarnya Zayn ingin mengantar mereka pulang tapi mereka berdua menolak dengan alasan Zayn pasti capek jadi mereka pulang dengan menggunakan taksi


"ayo ikut aku!" Zayn menarik tangan Sella, mengajaknya ke kamar


"sayang tunggu, ini belanjaan aku kamu bawakan dulu" protes Sella pada Zayn

__ADS_1


"sudah diam, aku akan menghukummu karena kamu sudah membuat aku khawatir hari ini" ucap Zayn yang masih terus menuntun Sella


sampai di kamar, Zayn tak menunggu lama dia langsung mencium bibir Sella, ********** hingga habis, tak ia beri kesempatan untuk lepas sedikitpun hingga mereka berdua seperti kehabisan nafas lalu melepas ciuman panas tersebut


"sayang, aku belum mandi. aku mandi dulu ya, bau banget aku" ucap Sella sambil menciumi bau badannya sendiri yang sebenarnya selalu wangi tapi ia tidak percaya diri jika berhadapan dengan suaminya dalam keadaan belum mandi. ia ingin selalu terlihat bersih dan wangi supaya suaminya selalu senang


"bareng ya?" pinta Zayn dengan senyum menyeringai


"tidak, nanti aku masuk angin." ucap Sella yang kemudian berlalu ke kamar mandi. tak lama ia mandi karena takut kalau masuk angin. Saat Sella keluar Zayn sudah berdiri di depan pintu kamar mandi


"pakai ini! ini hukuman buat kamu" ucap Zayn seraya menyerahkan lingerie yang malah mirip bikini, dengan celana G-string dan ada baju luarnya lengan sesiku berwarna navy


Sella membelalakkan matanya melihat apa yang di bawa Zayn, "sayang, aku sudah tidak seseksi dulu, mana pantas aku memakai ini? yang lain saja, biar aku pilih sendiri" protes Sella


"bagiku kamu selalu seksi. aku tidak terima penolakan, pakai saja ini!" titah Zayn bak raja yang tak bisa di bantah


"ya sudahlah. sudah sana cepat mandi" ucap Sella yang kemudian mengambil lingerie yang di bawa Zayn. Zayn tersenyum lebar saat istrinya menuruti kemauannya kemudian ia segera mandi


Zayn keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan di pinggangnya. ia melihat Sella sangat cantik malam ini. Zayn menuju kaca besar di kamarnya, membuka gorden yang menutupi kaca tersebut, terlihat pemandangan lampu-lampu di gedung pencakar langit tersebut


Sella hanya terdiam, menunggu apa kejutan yang akan di berikan suaminya.


Zayn berjalan ke arah Sella, menarik tangannya agar Sella terbangun dari duduknya


"you are so sexy" ucap Zayn seraya menyisihkan anak rambut Sella yang berada di wajahnya. Sella hanya tersenyum kemudian Zayn menautkan bibirnya pada bibir Sella. ciuman yang awalnya romantis menjadi sangat panas. bahkan tangan Zayn sudah membuka baju luaran yang di kenakan Sella, hanya tersisa bikininya saja


gairah Zayn semakin memuncak melihat Sella seperti ini. sangat indah menurut Zayn meski perutnya sudah membesar. dadanya menjadi padat berisi saat kehamilannya bertambah tua


Zayn kemudian menuntun Sella, mendudukkannya di tepi ranjang kemudian ia mematikan lampu kamarnya. tak ada cahaya di kamar itu, hanya ada cahaya dari luar yang melewati kaca besar kamarnya yang tadi sengaja ia buka

__ADS_1


cahaya remang-remang ditambah hujan yang tiba-tiba turun menambah suasana menjadi sangat romantis


"sayang, nanti dilihat orang" protes Sella, karena memang posisi kasurnya tepat pada kaca besar tersebut


"biarin saja" jawab Zayn singkat, ia tak peduli pada orang lain, yang penting ia tak mengganggu hidup orang lain


Zayn melanjutkan aksinya, mencium kembali bibir Sella yang sudah membuatnya candu itu. ciumannya semakin panas, hingga menyusuri setiap inci tubuh Sella, ia tak melewatkannya sedikitpun


Zayn membuka tali pengait bh milik Sella kemudian ia lanjutkan pada tali G-stringnya. Zayn menidurkan Sella di kasur kemudian ia juga membuka handuk yang sedari tadi masih bertahan di pinggangnya. menutupi tubuhnya dan tubuh Sella dengan selimut, hingga mereka berdua bergulat di bawah selimut


dinginnya udara malam ini karena turun hujan berbanding terbalik dengan dua insan yang sedang beradu di balik selimut. mereka merasakan panas hingga keringat membanjiri tubuh keduanya, padahal AC di kamar mereka juga menyala tapi tak mampu melawan panasnya hawa tubuh mereka


Sella hanya menurut apapun yang di lakukan Zayn karena semua itu membuatnya candu, menginginkan sesuatu yang lebih saat Zayn mulai menyentuhnya. begitupun Zayn, tubuh Sella bagai racun yang sudah meracuninya, selalu menginginkannya setiap waktu.


hampir dua jam mereka bergulat di bawah selimut akhirnya Zayn tumbang di samping Sella. mengatur nafasnya yang tersengal-sengal seperti orang sehabis lari maraton


setelah nafasnya mulainteratur, Zayn membantu Sella ke kamar mandi untuk membersihkan diri, "biar aku bersihkan" ucap Zayn kemudian menggendong Sella ke kamar mandi karena Sella pasti sudah sangat lelah dengan kegiatan malam ini


Zayn menyalakan shower kemudian membasuh **** ***** Sella dan menuangkannya sabun


"sayang sudah biar aku sendiri, aku malu" ucap Sella


"kenapa malu? aku sudah lihat ratusan kali, bahkan mungkin ribuan kali, dan aku juga melakukannya lebih dari ini saat kita melakukan kegiatan panas. kenapa baru malu sekarang? nanti kalau kamu melahirkan juga aku yang akan mengurus kamu" ucap Zayn seraya memberikan handuk pada Sella


"terima kasih" hanya itu yang mampu Sella ucapkan untuk suaminya yang sungguh dan tulus mencintainya. ia tak menyangka Zayn akan secinta itu pada dirinya. ia tak perlu merendah lagi karena suaminya begitu sangat mencintainya bagaimanapun keadaanya


"ayo" Zayn menuntun Sella menuju kasurnya. mereka bersiap untuk tidur, seperti biasa, Zayn memberikan lengannya sebagai bantal untuk Sella


"sayang, terima kasih untuk malam ini. maaf membuatmu lelah" ujar Zayn lalu mencium kening Sella

__ADS_1


"sama-sama" jawab Sella yang juga memeluk erat suaminya. tak rela siapapun akan mengambil Zayn dari dirinya. tak lama terdengar dengkuran halus dari Sella menandakan jika ia sudah tertidur kemudian Zayn pun menyusul Sella ke alam mimpi. untuk menyambut hari esok yang mungkin akan lebih gila lagi


gimana-gimana? panas tak malam ini? aku harap kalian baca part ini pas lagi sama suami yaa 😁


__ADS_2