
satu hari berselang setelah kecelakaan pesawat yang menimpa Melvin beserta anak dan istrinya. beritanya sudah memenuhi layar televisi dan juga media online sejak kemarin. banyak yang menjadi korban dan belum ada satu pun yang di temukan
Vano sudah memberi kabar pada Zayn jika Melvin memang menaiki pesawat yang saat ini mengalami kecelakaan dan sudah di pastikan jika ia juga belum di temukan hingga kini dan kemungkinan untuk hidup sangat kecil karena pesawat meledak terlebih dahulu sebelum jatuh ke lautan
berita menggema di mana-mana membuat orang yang menontonnya bergidik ngeri. membayangkan bagaimana kepanikan para korban saat pesawat mulai oleng
hari ini Zayn dan Vano berencana untuk mengunjungi rumah Melvin namun Sella tak bisa ikut karena tak ada yang menjaga baby Al dan lagi pula Zayn juga melarangnya
ting tung, ting tung
bel rumah Sella berbunyi dan bi Sumi segera berlalu dari dapur untuk membuka pintu. dan nampaklah Vano juga Bianca dari balik pintu
"silahkan masuk tuan, nyonya" ucap bi Sumi dengan ramahnya
"terima kasih bi" jawab Vano dan Bianca bersamaan, dan sesaat kemudian mereka berdua memasuki rumah mewah tersebut
"sebentar saya panggilkan tuan dan nyonya" ucap bi sumi dan kemudian berlalu meninggalkan Vano dan Bianca di ruang tamu
sementara di kamar, Zayn dan Sella sedang menikmati pagi yang dingin ini dengan bermandikan keringat, mencari kehangatan untuk memuaskan hasrat mereka
baby Al yang tertidur menjelang pagi membuat Zayn tak menyia-nyiakan kesempatan agar bisa menyalurkan hasratnya yang sangat menggebu-nggebu
"ssssshhhh" ******* dari mulut Sella membuat Zayn semakin menggila dan justru membuat Sella makin mengerang dengan serangan suaminya yang sangat perkasa tersebut
saat mereka sedang asyik bercumbu tiba-tiba pintu kamar di ketuk
tok tok tok
Sella dan Zayn sontak menghentikan aktivitasnya dan mereka saling pandang. mereka sedikit terkejut karena ternyata ada orang lain di luar kamarnya dan mungkin mendengar apa yang sedang mereka lakukan tapi sangat beruntung, Zayn melapisi dinding dengan pengedap suara jadi tak mungkin terdengar dari luar
"sayang, bagaimana ini?" tanya Sella panik
"biar aku yang buka pintu, aku ganti baju dulu. kamu pakai selimutnya" ucap Zayn seraya meraih celana dan kaos pendek yang ia kenakan tadi. Zayn mengelap keringat yang membasahi wajahnya agar tidak mencurigakan
Sella segera menuruti apa yang d katakan Zayn, ia menyelimuti tubuhnya yang masih polos dan pura-pura tidur
Zayn segera menuju pintu kamarnya, agar ia segera mengetahui siapa yang ada di balik pintu tersebut
"bi Sumi? ada apa pagi-pagi sudah membangunkan kami?" tanya Zayn setelah membuka pintu
__ADS_1
"maaf tuan sudah mengganggu tidur tuan dan nona, tapi di bawah ada tuan Vano dan istrinya sedang menunggu" jawab bi Sumi dengan wajah menunduk karena takut tuannya akan marah
"ooh baiklah. suruh mereka tunggu sebentar. aku akan bangunkan Sella dulu"
"baik tuan" bi Sumi kemudian berlalu dari hadapan Zayn, dan Zayn pun mengunci kembali pintu kamarnya.
"kurang ajar Vano, mengganggu orang saja" gerutu Zayn sembari berjalan ke arah Sella yang sedang pura-pura tidur dengan tubuh polosnya
"sayang, ayo bangun! ada Vano dan Bianca di bawah" ucap Zayn seraya membelai lembut rambut Sella
"apa? benarkah? ya sudah kamu turun dulu, aku mau mandi sebentar"
"bareng saja ya biar cepat?" Zayn mengangkat kedua alisnya dan tersenyum menyeringai. Sella sempat menolak karena pasti suaminya tersebut akan meminta lebih dari sekedar mandi bersama namun ia malah berdebat dengan Zayn, akhirnya ia menuruti kemauan suaminya tersebut karena tak ingin membuat Vano dan Bianca menunggu terlalu lama
hanya lima belas menit mereka mandi dan berganti pakaian, sahabat mereka telah menunggu di bawah dan mereka harus menunda hasrat yang hampir tercapai tadi. itu adalah hal yang sangat tidak mengenakkan untuk Zayn namun ia sudah berencana untuk melanjutkannya malam nanti dengan Sella
"waw lama sekali kalian mandinya, sudah seperti pengantin baru saja. kita menunggu sampai lumutan" ledek Vano saat kedua sahabatnya itu menghampirinya
"lagian siapa suruh kalian kesini pagi-pagi sekali, mengganggu saja" ucap Zayn sembari mencebikkan bibirnya
"sudah-sudah, kalian selalu saja begitu. oh ya, ada apa kalian pagi-pagi kemari?" tanya Sella yang sudah penasaran sembari duduk berseberangan dengan Vano dan Bianca
"ah iya aku lupa. maaf-maaf karena aku belum sepenuhnya sadar dari tidurku" jawab Zayn dengan santainya
"dasar pelupa" ledek Vano lagi. "sayang kamu tunggu disini dengan Sella ya, aku akan pergi kesana dengan Zayn" ucap Vano pada Bianca
"iya. ya sudah kalian segera berangkat saja, cuaca semakin memburuk kalian harus hati-hati." ucap Bianca
"ya sudah aku berangkat dulu sayang. jaga baby Al dengan baik" ucap Zayn kemudian mencium kening Sella penuh kasih sayang, sebegitu cintanya dia pada Sella
Vano yang melihat keromantisan Zayn pada Sella juga tak mau kalah, dia pun ikut mencium kening, pipi dan juga mengecup bibir Bianca
Sella dan Zayn yang melihatnya sangat geli namun mereka juga sering melakukannya jika tak ada orang
"waaah terkontaminasi sudah mata kita ini sayang" ledek Zayn pada Vano. Sella hanya tersenyum menanggapi ledekan suaminya itu
"sudah sana cepat berangkat" ucap Sella
Vano masih belum berhenti beromantisan dengan istrinya, ia masih sempat melontarkan kalimat yang membuat Zayn dan Sella tertawa geli
__ADS_1
"jangan merindukan aku sayang" ucap Vano pada Bianca sebelum mereka berdua benar-benar pergi dari rumah Zayn. Bianca hanya menggeleng mendapati suaminya bertingkah seperti itu
Sella dan Bianca masuk kedalam rumah lalu menuju kamar baby Al. baby Al yang masih tertidur pulas dan sangat menggemaskan membuat Bianca mencubit pipi gembul milik baby Al
"kamu selalu terlihat lucu meskipun sedang tidur" ucap Bianca tersenyum
"sudah bikin saja sendiri, jangan menunda terlalu lama" ucap Sella sembari menghampiri Bianca yang berdiri di samping box baby Al
"iya. aku tidak menundanya Sel, aku dan Vano sudah sepakat untuk segera memiliki momongan ya walaupun itu semua Tuhan yang atur. semoga Tuhan segera memberi kepercayaan padaku dan Vano" jawab Bianca penuh harap kemudian tersenyum
"aamiin, aku doakan ya" ucap Sella
"terima kasih! oh ya, kamu belum cerita dulu bagaimana pertemuan kamu dengan Zayn? aku penasaran Zayn bisa bertemu dengan wanita yang secantik dan sebaik kamu" ucap Bianca sembari menatap wajah Sella, berharap Sella mau bercerita padanya
Sella menghela nafas panjang, kemudian ia mengajak Bianca duduk di tempat tidur baby Al
"dulu aku bekerja di perusahaan milik Melvin, dan Vano pun juga bekerja disana. dan kami bertemu saat aku, Melvin dan Vano meeting dengan Zayn. tapi saat itu aku tidak menyukai Zayn, meliriknya pun tidak sama sekali karena aku suka dengan Melvin. dan apa kamu tahu, aku menikah dengan Zayn pun dulu tanpa di dasari rasa cinta. lucu sekali kalau mengingat masa itu, dulu rasanya mustahil kalau aku bisa secinta ini pada Zayn sekarang" ucap Sella menerawang jauh sembari tersenyum mengingat bagaimana dulu ia tidak suka pada Zayn
Bianca yang mendengar cerita Sella terkejut, bagaimana bisa Sella menikah dengan Zayn kalau dia tidak cinta?
"maksud kamu, kamu di jodohkan dengan Zayn dulu?" tanya Bianca
"tidak Bi. ceritanya panjang bagaimana aku bisa sampai menikah dengan Zayn" jawab Sella
"cerita dong! aku penasaran tau!" ucap Bianca lagi
kemudian Sella bercerita masa lalunya dulu yang di tinggal Melvin dan terpaksa harus menikah dengan Zayn namun ia tidak bercerita perihal kehamilannya dengan Melvin. biarkan itu menjadi rahasia untuknya dan Zayn. orang lain tak perlu mengetahui itu
Bianca yang mendengar cerita Sella pun ikut sedih dengan apa yang sudah terjadi padanya dulu. dia memang tak mengetahui cerita sebenarnya karena Vano juga tak pernah bercerita padanya
"maaf, aku jadi mengungkit masa lalu kamu" ucap Bianca merasa bersalah
"tidak apa, tenang saja. karena sekarang aku lebih bahagia bersama Zayn jadi aku sudah bisa melupakan masa-masa itu, sudah tidak ada dalam benak aku lagi" ucap Sella kemudian tersenyum
"kamu memang wanita hebat" ucap Bianca yang kemudian memeluk Sella. dia begitu kagum padanya
di tengah suasana haru dari kedua musuh jadi sahabat itu tiba-tiba tangis baby Al mulai menggema, ia bangun dari tidurnya karena sudah merasa lapar
Sella dan Bianca langsung berlari menghampiri bayi lucu nan menggemaskan tersebut untuk menggendongnya
__ADS_1