Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Hadiah


__ADS_3

kabar Sella sadar telah sampai ke telinga kedua orang tuanya dan juga mertuanya. mereka bertiga dengan penuh semangat segera datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan putri mereka dan juga cucu mereka


sekarang Sella sudah di pindahkan ke ruang rawat VIP karena hanya tinggal menunggu pemulihan saja Sella sudah boleh pulang


Zayn meminta ruangan dengan tempat tidur nyaman dan lebar, tv juga sofa untuk tempat duduk keluarga yang menjenguk. rumah sakit rasa hotel ini mah 😁


kedatangan kedua mama rempong membuat suasana ruangan Sella menjadi riuh, kedua mama tersebut berebut untuk menggendong cucu pertama mereka


Sella, Zayn, Nadya dan papa Leo hanya tertawa melihat tingkah kedua mama tersebut. kedua mama tersebut selalu heboh jika baby Al melakukan pergerakan meski hanya sekedar menggeliatkan tubuhnya, menurut mereka itu sangat menggemaskan


saat sedang asyik dengan baby Al dan keriuhan kedua omanya, dokter masuk untuk memberikan kabar bahagia pada mereka


"pak Zayn, ibu Sella besok siang sudah bisa pulang karena ibu Sella bisa rawat jalan di rumah. hanya tinggal belajar jalan saja kan, asalkan hari ini sudah bisa jalan, besok bisa pulang"


semua keluarga tersenyum bahagia, akhirnya mereka bisa berkumpul lagi rumah, apalagi ada baby Al yang akan menjadi idola baru bagi mereka


sore hari, Zayn membantu Sella untuk belajar jalan. kaki Sella masih terseok-seok saat berjalan di tambah lagi luka sayat setelah operasi masih sedikit terasa di perutnya


pelan tapi pasti Sella akhirnya bisa berjalan meski belum kuat untuk berjalan jauh seperti biasanya, Zayn sangat mengerti itu dan itu tidak masalah untuk Zayn. ia menerima apapun yang ada pada diri istrinya


malam sudah larut, sudah waktunya Sella untuk istirahat. baby Al sudah di bawa ke ruang bayinya dan tinggal Sella dan Zayn di ruangan itu


Zayn tidur di samping Sella, karena tadi ia meminta tempat tidur yang luas, inilah alasannya, ia ingin tidur di samping istrinya


"sayang, terima kasih telah sabar menemaniku" ucap Sella sambil menoleh ke arah wajah suaminya


Zayn kemudian bangkit menghadap Sella, menyangga kepalanya dengan satu tangannya


"boleh aku minta satu permintaan sebelum tidur?"


"apa?" tanya Sella balik


tanpa berbicara apapun, Zayn menautkan bibirnya pada bibir Sella. Zayn merindukannya, bibir yang telah menjadi candunya, yang beberapa hari kemarin berubah menjadi pucat namun sekarang sudah kembali ke warna alaminya, pink.

__ADS_1


Sella juga merindukannya hingga ia membalas ciuman Zayn yang membuat tubuh Zayn memanas. sebagai laki-laki normal, ciuman Sella telah menggugah gairahnya, namun otaknya masih normal, ia tak mau menyakiti istrinya


setelah lama mereka saling pagut, mereka melepas ciuman panas itu. kemudian Zayn mengusap bibir pink Sella yang basah dengan jarinya


"tidurlah sayang, besok kita akan bertemu dengan hadiahmu" ucap Zayn


Sella pun membalas dengan senyuman khasnya, "terima kasih sayang"


mereka berdua pun menuju ke alam mimpi yang indah, tak sabar menunggu hari esok


......................


keesokan paginya, sebelum Sella di perbolehkan pulang, Zayn mengajak Sella dan baby Al ke taman. Sella menggunakan kursi roda dengan baby Al di pangkuannya. Zayn yang mendorongnya. aura bahagia terpancar dari wajah mereka berdua, hingga senyuman selalu terukir di wajah mereka sepanjang mereka jalan ke taman


Zayn memilihkan tempat yang sejuk untuk baby Al dan Sella berjemur. karena pagi ini sangat cerah namun udaranya dingin


seperti ini penampilan daddy Zayn saat mengajak mommy Sella dan baby Al berjemur di taman. cerah sekali kan, cuacanya? bukan daddy Zayn ya yang cerah 😁😁 serasa pengen jadi baby Al deh, bisa di cium-cium tiap waktu sama orang ganteng 😝



Zayn segera berlalu untuk mengambil susu anaknya, ia tak mau sampai baby Al menangis seperti waktu itu, saat ia kehausan dan daddynya lama sekali membuat susunya


Sella menikmati udara pagi ini, sudah beberapa hari ia tak merasakan kesegaran udara pagi, yang ia hirup hanya bau obat-obatan saja


saat ia memandangi wajah baby Al yang terlelap, seseorang dari masa lalu datang menghampirinya, ya siapa lagi kalau bukan Melvin


"Sella, kamu sudah sadar?" tanyanya saat menghampiri Sella


"Melvin? ka..kamu sedang apa? pergi sana, aku tidak ada urusan lagi dengan kamu!" bentak Sella dan memalingkan wajahnya dari Melvin


"Sel, aku hanya ingin tau keadaan kamu saja, karena kemaren lusa, aku tau kamu sedang koma setelah melahirkan. hai baby Al, apa kabar kamu?" ucap Melvin sembari mendekatkan wajahnya pada baby Al


sontak ucapan Mlevin membuat Sella menoleh ke arah Melvin dan hampir saja mengenai pipi Melvin yang sedang mendekatkan wajahnya ke baby Al, kemudian ia memalingkan kembali wajahnya, ia heran dari mana Melvin bisa tau nama anaknya, dan dari mana ia tau jika dirinya koma?

__ADS_1


"ia mirip sekali dengan kamu. sama sekali tak mirip Zayn" lagi-lagi ucapan Melvin membuat Sella menoleh ke arahnya, membuat hatinya sakit saja


"tapi maklum lah, biasanya anak laki-laki mirip dengan ibunya" imbuhnya lagi


"sedang apa kamu? pergi sana, jangan ganggu keluargaku!" Zayn yang tiba-tiba muncul mendorong tubuh Melvin hingga hampir terjatuh. Melvin terkejut dan hampir saja tidak bisa mengimbangi tubuhnya


"kamu tidak apa-apa kan? kamu diapakan sama dia? bilang saja kepadaku!" ucap Zayn yang sudah tersulut emosi melihat Melvin mendekati Sella dan baby Al


"tidak apa-apa, sudah ayo masuk saja. kasihan baby Al kepanasan" ucap Sella dengan memegang tangan kekar milik Zayn, agar ia tidak berantem dengan Melvin


Zayn menurut apa kata Sella, dari pada ia harus meladeni Melvin lebih baik ia membawa Sella dan baby Al masuk kedalam


Zayn menatap Melvin tajam, dan Melvin pun membalas tatapan Zayn dengan mata birunya yang tajam. Melvin seperti tak terima Zayn bisa memenangkan hati Sella begitu cepat, namun ia sadar semua itu karena kesalahannya pada Sella


hati Zayn masih sakit jika mengingat Melvin menyia-nyiakan Sella demi harta, dan kini ia datang dan berada sangat dekat dengan Sella, Zayn tidak akan membiarkan itu. sudah banyak pengorbanan yang ia lakukan selama bersama Sella, ia menerima keadaan Sella yang hamil bersama orang lain, bisa menerima anak yang di kandung Sella meski itu bukan darah dagingnya sendiri, ia rela tidak di cintai Sella selama beberapa bulan namun ia tidak pernah menyesal dan mengeluh sedikitpun karena cintanya pada Sella sangatlah tulus, ia tak oernah mempermasalahkan bagaimanapun keadaan Sella. maka dari itu, ia tak rela kehilangan Sella sedikitpun


hari sudah siang dan dokter sudah memperbolehkan Sella untuk pulang. Zayn membawa Sella dan baby Al ke dalam mobil dengan menggunakan kursi roda seperti tadi pagi


di dalam mobil mereka hanya saling pandang dan tersenyum, betapa bahagianya hati mereka saat ini


"loh sayang, kita mau kemana?" tanya Sella saat Zayn melajukan mobilnya melewati jalan yang tidak biasanya mereka lewati ke arah apartemen


"kan aku sudah bilang kalau hari ini aku akan memberikan hadiah untuk kamu, jadi kita ambil dulu hadiah kamu" jawab Zayn yang masih fokus pada kemudinya


hati Sella bertanya-tanya namun ia hanya menurut saja apa kata suaminya. sampai mereka memasuki sebuah komplek perumahan mewah. Zayn membawa mobilnya memasuki sebuah hunian mewah dengan gerbang menjulang tinggi, halaman rumah tak begitu luas namun cukup untuk memarkir lima sampai enam mobil. pilar-pilar besar berdiri kokoh di teras rumah tersebut. rumah bergaya minimalis modern tersebut terpampang di depan mata Sella dan Zayn


Zayn membantu Sella turun dari mobil dan mendudukkannya di kursi roda. Zayn tak mau Sella kelelahan hanya karena berjalan saja


Sella yang menggendong baby Al dan Zayn mendorong kursinya. hati Sella berdebar, sebenarnya apa hadiah yang akan di berikan Zayn padanya?


sampai di depan pintu, Zayn memencet bel dan beberapa detik kemudian pintu terbuka. dan baru selangkah mereka masuk kedalam rumah, mereka di kagetkan oleh beberapa orang


"surpriseeeeeee"

__ADS_1


__ADS_2