Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Pinggir jalan


__ADS_3

hari itu terasa sangat melelahkan untuk keluarga Leonard, tapi rasa penasaran masih menyelimuti hati Leonard, siapa sebenarnya Zayn, dan kenapa dia datang untuk menikahi anaknya? kemana sebenarnya Melvin, dia menghilang bak di telan bumi


"permisi om tante, hari ini saya akan pulang ke apartemen bersama Vano dan asisten saya" Zayn yang selesai membersihkan dirinya ingin segera pulang, dia tak ingin berharap lebih atas pernikahannya dengan Sella, karna dia tau Sella tak menginginkannya


"kenapa kamu mau pergi?" tanya Renata


"iya, kenapa kamu pergi?" tanya Leonard yang juga kebingungan kenapa menantunya itu malah ingin pulang ke apartemennya


"saya tidak enak om, kan saya juga menikah dengan Sella hanya keterpaksaan untuk menyelamatkan keluarga om, jadi mana mungkin saya tinggal disini" ujar Zayn


"malam ini kamu tidur disini saja, lagi pula kamu kan sudah jadi menantu saya, kamu juga punya hutang penjelasan dengan saya, selama kamu belum menjelaskan kepada saya, saya tidak akan membiarkan kamu pergi dari rumah ini" ujar Leonard agar Zayn tidak pergi dari rumahnya


"baik om, besok pagi saya akan jelaskan sama om apa yang sebenarnya terjadi, saya juga membawa bukti jadi saya tidak asal menjelaskan"


"baiklah, sekarang kamu istirahat saja, kamar Sella ada di lantai dua" Leonard menunjuk kamar Sella agar Zayn tidur disana


"ah tidak perlu om, saya tidur di kamar tamu saja, Sella juga pasti tidak suka saya ada disana" tolak Zayn


"ya sudah, itu kamar tamunya, silahkan kamu pilih, ada dua kamar tamu" tunjuk Renata pada Zayn


"ya sudah pak Leo, bu Renata saya permisi dulu, selamat malam" ucap Vano lalu berdiri dan meninggalkan rumah Leonard di ikuti asisten Zayn


saat mereka selesai berbincang, Sella turun dengan wajaj yang sudah bersih dari makeup, rambut di kuncir kuda dan hanya memakai piyama lengan panjang tapi kecantikannya tetap terlihat


Zayn tak hentinya menatap wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu,


kamu kaya gitu aja cantik banget, beruntungnya lelaki yang kamu cintai, bisa melihatmu seperti ini setiap hari,


batin Zayn, dia tak ingin berharap jadi suami yang sesungguhnya untuk Sella, Sella tidak mencintainya, dia hanya mencintai Melvin, pria yang menghilang di hari bahagianya


"ma ada makanan ga sih? aku laper banget" tanya Sella sembari menghampiri papa, mamanya dan Zayn


"jam segini kamu laper?" tanya Renata agak kaget karena tak biasanya Sella sudah larut malam makan, pasti dia takut gendut


"iya ma, laper banget, tapi aku pengen makan bakso deh kayanya" ujar Sella


"sayang ini sudah jam setengah satu malam dan kamu minta bakso, mana ada?" keluh Renata

__ADS_1


"banyak kali ma yang masih buka, di pinggir-pinggir jalan juga pasti masih ada" rengek Sella terus


"sudahlah Sella, jangan ngerepotin orang terus, buat aja mie instan, nanti juga kenyang" bujuk Leo


"ah papa tu ga ngerti banget orang ngidam" Sella keceplosan saking pengennya makan bakso


"ngidam?" Renata, Leo dan Zayn bertanya secara bersamaan


"eh em maksud aku tu lagi pengen aja, pengen pake banget kaya orang ngidam gitu, kan yang suka pengenan juga bukan orang hamil aja kan, mama juga biasanya suka pengen kalo ada tas branded terbaru, iya kan ma, kadang mama ngrayu-ngrayu papa biar di beliin" Sella malah menjadikan mamanya sebagai sasaran karena dia keceplosan


"iya juga sih" Renata malah tertawa kecil menanggapi ucapan Sella, "tapi ya mana ada bakso jam segini, besok aja belinya" bujuk Renata


"emmbb, Zayn tolong beliin ya, plisss!" Sella memberanikan diri untuk meminta bantuan Zayn, padahal dia tidak suka dengan Zayn


"aku? ya sudah aku beliin" karena ada Leo dan Renata, Zayn tak enak hati menolak Sella


"aku ikut ya!" pinta Sella


"ya sudah ayo", mereka pun berangkat menggunakan mobil Leo karna mobil Zayn di bawa oleh asistennya


di dalam mobil mereka sama-sama diam, enggan bicara, Sella masih terlihat termenung, dia hanya melihat keluar jendela, pandangan matanya kosong, mungkin dia sangat terpukul dengan kejadian hari ini


tadi dia terlihat baik-baik saja, sekarang dia terlihat sangat rapuh, batin Zayn


Sella mencoba menghubungi seseorang yang pasti itu adalah Melvin.


"telfon siapa?" tanya Zayn


"kepo banget" jawab Sella ketus


"ya udah kalo ga boleh tau" Zayn kembali fokus pada jalanan


"tuh ada bakso, kamu tunggu sini bentar aku beliin." ucap Zayn yang melihat warung bakso masih buka


tak ada jawaban dari Sella, dia hanya melamun memikirkan Melvin, Melvin dan Melvin


beberapa menit Zayn kembali ke mobil dengan membawa dua bungkus bakso, untuknya dan Sella, karna dia juga laper malam itu

__ADS_1


Zayn kembali melajukan mobilnya untuk pulang. Sesampainya di rumah Sella langsung menuju dapur mengambil mangkuk, dia sudah benar-benar ngiler


"ga sabar banget makannya, pelan-pelan kenapa sih, keselek baru tau rasa" ujar Zayn yang melihat Sella makan dengan lahapnya, sudah seperti orang tidak makan satu minggu


"aku tu laper banget tau" jawab Sella singkat


Zayn pun tak mau kalah, cacing-cacing di perutnya sudah memberontak meminta makan, saat ingin menyuap baso Sella malah memintanya


"emmb itu baksonya buat aku aja ya" pinta Sella dengan memelas


"astagaa, kamu kan udah makan, aku laper tau" protes Zayn


"yaiya sih, tapi masih kurang" Sella nyengir dan mata berkedip-kedip meminta di kasihani


"ya sudah ini" Zayn memberikan baso yang ada di sendoknya


"bukan satu tapi semuanya" pinta Sella lagi


"semua? kamu sebegitu laparnya sampe bakso satu porsi masih kurang?" protes Zayn, "ya sudah makan saja semua, aku udah kenyang lihat kamu makan" Zayn menyerahkan mangkuk baksonya pada Sella


"makasiih Zayn" Sella tersenyum bahagia mendapati bakso Zayn


Zayn lalu mengambil roti tawar dan mengolesinya dengan selai blueberry kesukaannya, dia sangat heran kepada Sella yang makan banyak banget, dia sampe geleng-geleng kepala


"emmb Zayn aku mau tanya sesuatu" ucap Sella di sela-sela makannya


"tanya apa?" jawab Zayn sambil mengunyah rotinya


"apa alasan kamu datang kesini dan nikahin aku? kamu pasti tau kan Melvin ga dateng kesini, kamu tau alasannya kan??" Lolos sudah air mata Sella


"aku tau semua tentang Melvin tapi aku akan jelaskan besok di depan papa kamu juga, bukan sekarang" jawab Zayn


"kenapa Zayn kenapa? bilang sama aku sekarang, kenapa Melvin pergi ninggalin aku Zayn, salahku apa Zayn?" Sella masih terus menangis sesenggukan


"maaf Sel aku ga bisa, tapi aku janji besok aku akan kasi tau semua, jadi setelah kamu selesai makan kamu harus segera istirahat, kamu pasti capek banget" ujar Zayn


"kamu jahat" Sella langsung berlari ke kamarnya meninggalkan Zayn yang masih memakan rotinya di meja makan

__ADS_1


...........


maaf ya sayang-sayangku, dua hari ga up karena ada kesibukan, harap maklum ya.. terima kasih sudah mampir, semoga kita selalu diberi kesehatan, aamiin..


__ADS_2