Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Pernikahan Adit


__ADS_3

satu bulan berlalu, kini saatnya Zayn dan Sella datang ke acara pernikahan Adit dan Vera. seperti biasa, Zayn selalu saja menunggu Sella yang belum selesai bersiap. wanita memang selalu ingin terlihat sempurna walau sebenarnya tanpa dandan pun mereka sudah cantik, apalagi Sella yang pada dasarnya sudah memiliki wajah yang cantik


"sayang, apa belum selesai?" tanya Zayn sembari memainkan ponselnya


"ya sebentar lagi, tinggal memakai lipstik saja" jawab Sella yang sibuk dengan make upnya


setelah dirasa dirinya sudah cantik, Sella pun mengajak Zayn untuk berangkat


"ayo kita berangkat!" ucapnya yang telah berdiri di depan Zayn yang sedang duduk di sofa kamar mereka


Zayn mendongak menatap wajah istrinya, sangat cantik bak ratu kerajaan. tak banyak riasan yang dikenakan namun sangat indah di pandang


Zayn berdiri dan tetap terus menatap wajah istrinya, tak berpaling sedikitpun. "ehhem, kamu cantik sekali" ucapnya


Sella tersipu malu mendengar pujian Zayn, meski iansering mendengar itu dari Zayn namun tetap saja dirinya selalu tersanjung


"terima kasih suamiku" jawabnya. ia merasa pipinya kini sudah merona. tanpa menjawab Zayn dengan sigap mengecup bibir mungil milik Sella. tak mau menyesap atau ********** karena nanti Sella pasti akan marah jika ia harus memakai lipstik lagi. ia hanya menempelkannya saja. Sella terpaku dengan sikap Zayn yang kemudian Zayn melepas bibirnya dari bibir Sella lalu memeluknya. "jangan pernah tinggalkan aku, sedikitpun" ucapnya sendu


Sella membalas pelukan suaminya itu, bahkan semakin erat tanda ia tak akan meninggalkan Zayn, bagaimanapun keadaannya. "tak ada alasan untuk aku pergi meninggalkanmu. jangan pernah berfikir seperti itu" ucapnya, hingga tak terasa air matanya lolos dari peraduan. sangat bahagia dan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata perasaannya saat ini


Zayn melepas pelukannya dari Sella, "aku mencintaimu" ucapnya. menatap dalam mata Sella


"I Love You more" jawab Sella disertai senyum termanisnya. Zayn mencubit pipi Sella


"ayo berangkat" ajak Zayn yang kemudian menggandeng tangan Sella yang mungil


hari ini Zayn dan Sella sengaja tak mengajak baby Al karena Nadya ingin baby Al di rumah saja bersama baby Milo


Zayn dan Sella berasa seperti orang yang masih pacaran saja, di dukung paras mereka berdua yang awet muda apalagi Sella yang tubuhnya tidak berubah walau sudah memiliki dua anak


sampai gedung pernikahan Adit dan Vera, Zayn dan Sella segera turun untuk masuk ke dalam gedung karena takut acara akan segera dimulai


jari jemari saling bertautan, mereka berjalan menyusuri area gedung. setelah mendapati itu tempat di gelarnya pernikahan Adit dan Vera, mereka pun masuk. tamu sudah banyak yang berdatangan, siap menjadi saksi penyatuan cinta dua insan yang saling mencintai ini


serangkaian acara telah usai dilaksanakan, satu per satu tamu pun meninggalkan gedung pernikahan Adit dan Vera. begitupun Zayn, Sella, Vano dan Bianca yang bertemu tadi saat baru sampai di dalam gedung


sebelum pulang, Zayn ingin memberi sebuah pada Adit sebagai hadiah pernikahan untuknya


"ini untukmu" ucap Zayn sembari memberikan sebuah amplop coklat pada Adit


Adit menerima dengan hati berdebar, penasaran kira-kira hadiah apa yang di berikan oleh atasannya itu. perlahan ia membuka amplop tersebut dan matanya berbinar kegirangan karena Zayn memberikan dua buah tiket pesawat untuk Adit pergi ke eropa bersama Vera

__ADS_1


"apa..apa aku mimpi?" ucap Adit. ia mengucek matanya berkali-kali seakan tak percaya dengan apa yang ada di depannya. Zayn, Sella, Vano, Bianca dan juga Vera tertawa melihat tingkah Adit.


"kamu tidak mimpi. aku tepatin janjiku, aku memberikan hadiah honeymoon untukmu. semoga pulang nanti, kalian membawa kabar gembira untuk kita." ucap Zayn


Adit tertawa lebar, impiannya kini jadi kenyataan, pergi ke eropa bersama orang yang paling ia cintai


"selamat bersenang-senang, dan setelah kamu pulang, aku yang akan berangkat kesana bersama Sella dan anak-anak kita jadi kamu harus mengurus semua pekerjaanku disini" imbuh Zayn lagi yang berhasil membuat Adit mengerucutkan bibirnya. tapi tak masalah baginya, yang penting ia bisa berangkat ke eropa


......................


"sayang, apa benar kita akan ke eropa?" tanya Sella membuka pembicaraan saat mereka ada di mobil


"iya, selama ini kita tidak pernah liburan. aku ingin liburan bersama kamu dan anak-anak. pasti baby Al akan sangat senang, ini pertama kalinya dia ke eropa" jawab Zayn bersemangat sambil tetap fokus pada kemudinya


"apa kamu pernah ke eropa?" tanya Sella lagi. ia penasaran kenapa hanya baby Al yang pertama kali kesana, karena dirinya juga belum pernah, dulu saat belum menikah hampir saja berangkat bersama Vera namun ia batalkan karena Melvin tak mengizinkan dengan alasan tak bisa hubungan jarak jauh, padahal rencananya Sella disana hanya dua minggu saja dan Melvin menjanjikan akan membawanya keliling eropa setelah mereka menikah namun itu hanya rayuan saja, Melvin malah justru meninggalkannya


"belum pernah" jawab Zayn. ia tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya


"issshh, lalu kenapa kamu bilang hanya baby Al yang baru pertama kali pergi kesana, sedangkan kamu dan aku juga belum pernah kesana?" protes Sella


"aku mana tau kamu belum pernah ke eropa, aku kira kamu pernah kesana. kalau aku bilang seperti itu tadi supaya terlihat keren saja di depan kamu" jawab Zayn santai


Sella membulatkan matanya, dengan segera ia memukul lengan kekar milik Zayn itu. Zayn meringis, meskipun tangan Sella kecil namun jika di pukul dengan keras pasti akan terasa


...****************...


hari berganti hari, dan sudah sebulan ini Zayn terus disibukkan dengan pekerjaan di kantor. di tinggal Adit untuk bulan madu membuat dirinya sedikit keteteran, untung saja masih ada sekretarisnya yang dengan sigap selalu membantunya


lelah selalu menghinggapinya, dari satu meeting ke meeting yang lain namun jika sudah sampai di rumah seakan semua sirna setelah berjumpa dengan istri dan anak-anaknya. tak pernah ia tunjukkan sedikitpun di depan istrinya jika dirinya lelah karena ia tak mau membuat istrinya sedih


hari ini jadwal penerbangan kepulangan Adit. Zayn senang karena sebentar lagi ia yang akan berlibur bersama keluarga kecilnya. menghabiskan waktu bersama, melepas sedikit penat karena padatnya pekerjaan dirinya


"sayang, seminggu lagi kita akan berangkat ke eropa. kamu harus segera berkemas karena pasti banyak sekali barang-barang anak kita yang harus di bawa" ucap Zayn sembari menggendong baby Milo


"seminggu lagi? benarkah?" mata Sella berbinar mendengar ucapan Zayn. hatinya berdebar, tak sabar menunggu waktu seminggu lagi


"iya. nanti aku bantu berkemasnya jika anak-anak sudah tidur" ucap Zayn di sertai senyuman


Sella yang awalnya menidurkan baby Al kini berjalan menghampiri Zayn. memeluknya dari belakang. "terima kasih sayang untuk semua yang sudah kamu berikan untuk aku, untuk anak kita. sepertinya aku benar-benar menjadi wanita paling beruntung di dunia ini" ucapnya


Zayn tersenyum, hatinya menghangat. ia bersyukur Sella begitu bahagia hidup dengannya. masih teringat di benaknya bagaimana dulu Sella tak pernah sedikitpun suka padanya. namun dengan semua usaha dan perjuangannya mampu membuat Sella jatuh cinta

__ADS_1


"sepertinya aku yang menjadi laki-laki paling beruntung karena sudah mendapatkan wanita sebaik kamu" ucap Zayn


"sepertinya kita sama-sama beruntung" Sella tersenyum sambil terus memeluk Zayn dari belakang.


......................


keesokan harinya, Adit telah sampai dari eropa namun masih belum bisa masuk kerja jadi terpaksa Zayn masih harus mengerjakan pekerjaannya sendiri dulu


sepulang dari kantor ia membantu Sella untuk mempersiapkan segala keperluan yang akan di bawanya ke eropa terutama keperluan anak-anak mereka. Zayn dan Sella juga sudah berbelanja untuk keperluan yang belum ia miliki seperti jas hangat karena disana pasti akan sangat dingin mengingat disana sedang musim dingin.


keesokan paginya Zayn berangkat agak kesiangan karena dirinya tidur terlalu larut untuk membantu Sella berkemas. ia sedikit panik karena ia belum memeriksa berkas yang akan ia bawa meeting pagi ini


Zayn berjalan terburu-buru dan melewati meja kerja Adit seperti ada orang. dan benar saja, hari ini Adit sudah bisa kembali bekerja


"pagi bos!" sapa Adit dengan senyum sumringah di wajahnya


"Adit? oh akhirnya kamu sudah kembali bekerja. aku lega sekali" ucap Zayn, menghembuskan nafas besar


"iya. tak bisa aku jika harus cuti kerja lama-lama, takut kamu tak sanggup bekerja sendirian" ucap Adit yang sontak membuat Zayn memukul lengannya


"ayo masuk" ucap Zayn yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangannya diikuti Adit di belakangnya


Adit menyerahkan sebuah map berisikan berkas yang akan ia bawa untuk meeting


"ini, berkas untuk meeting. aku sudah periksa, jadi kamu tinggal bawa saja" ucap Adit


"baiklah, terima kasih. oh ya, ngomong-ngomong bagaimana liburanmu? menyenangkan?" tanya Zayn


"hmm, pasti lah. jika tidak aku sudah pulang tiga minggu yang lalu" jawab Adit


"dan aku akan meminta ganti rugi jika kamu pulang lebih cepat dari hari cuti yang sudah aku berikan." ucap Zayn dengan memicingkan matanya.


Adit tertawa melihat atasannya. "aku mana ada uang untuk mengganti semua yang sudah kamu berikan untukku dan Vera. terima kasih ya Zayn, selama ini kamu selalu membantuku" ucap Adit


"sama-sama. oh ya, seminggu lagi aku akan berangkat, sementara aku titip perusahaan ini sama kamu. tapi jika ada apa-apa kamu tetap bisa menghubungiku" jelas Zayn


"baik bos, jangan khawatir" ucap Adit bersemangat dan mendapat acungan jempol dari atasannya itu


"oh ya, apa setelah ini kamu akan keluar dari perusahaanku dan memilih bekerja dengan papanya Vera?" tanya Zayn dan Adit menjawab dengan menggelengkan kepalanya


"aku akan tetap disini. kamu tak perlu khawatir. lagipula aku tak mau bergantung pada perusahaan papanya Vera, aku ingin membahagiakan Vera dengan usahaku sendiri"

__ADS_1


Zayn tersenyum mendengar jawaban dari Adit. "beritahu aku jika kamu butuh bantuan apapun, dengan senang hati aku akan membantumu. dan terima kasih sudah setia denganku" ucap Zayn


"dont worry" jawab Adit. Zayn lega jika Adit tak keluar dari perusahaannya. jika Adit keluar, ia pasti akan bingung mencari orang seperti Adit untuk di jadikan asistennya.


__ADS_2