
pagi ini Sella bangun terlambat karena semalam begadang dengan baby Al. saat ia terbangun baby Al sudah tak ada lagi di sampingnya begitupun suaminya
Sella buru-buru mencari baby Al, ia khawatir terhadap anaknya meski ia yakin ini adalah ulah suaminya, entah kemana suaminya membawa anaknya pergi
Sella berjalan perlahan mencari dimana anak dan suaminya berada. ia panggil-panggil suaminya namun tak ada jawaban, justru bi Sumi yang menyahut. ya bi Sumi kemarin di hubungi oleh Zayn untuk bekerja kembali di rumahnya dan pagi tadi bi Sumi sudah datang
"pagi non Sella, sedang mencari tuan Zayn ya?" sapa bi Sumi yang keluar dari dapur
"bibi? bibi kapan datang?" tanya Sella sedikit terkejut
"tadi pagi non. oh ya, tuan Zayn ada di taman non. sedang berjemur dengan si kecil" ucap bibi
"terima kasih bi"
Sella kemudian menyusul Zayn yang ada di taman. dari kejauhan ia lihat suaminya memakai kacamata hitam dan hanya mengenakan celana pendek. tubuh bagian atasnya tak terlindung oleh sehelai kain, memperlihatkan roti sobek yang ada di perutnya. bentuk tubuh yang sangat di sukai oleh para wanita termasuk Sella
warna kulit yang kontras dengan warna kacamatanya, jika terkena sinar matahari akan menambah ketampanan yang dimiliki oleh Zayn. bagaimana Sella tidak selalu jatuh cinta jika suaminya sesempurna itu menurutnya?
"selamat pagi daddy. selamat pagi baby Al" sapa Sella disertai senyuman dan semangat dalam dirinya. kini ia tak punya alasan lagi untuk tidak bahagia karena kedua malaikat cinta ada di sampingnya
"pagi sayang, kamu sudah bangun?"
"iya, baru saja bangun. waah ganteng sekali anak mommy pakai kacamata ini." puji Sella yang melihat anaknya memakai kacamata yang sama dengan daddynya hanya ukurannya lebih kecil
"anak siapa dulu? ternyata kamu beli kacamata ini berguna juga ya. aku kira untuk apa"
"ayo masuk, segera bersiaplah untuk bekerja, nanti kamu telat ke kantor" kata Sella
"ayo"
Zayn dan Sella masuk ke dalam rumah, karena hari sudah siang dan Zayn harus segera ke kantor setelah beberapa hari ini ia absen dari kantornya dan menyerahkan semua pekerjaan pada Adit
setelah Zayn selesai bersiap dan Sella pun selesai mandi segera menyiapkan bekal untuk suaminya yang telah di masak oleh bi Sumi pagi ini
Sella menggendong baby Al dan mengantar Zayn berangkat ke kantor sampai depan rumah
__ADS_1
"hati-hati ya sayang"
"rasanya aku ingin di rumah saja, malas sekali pergi ke kantor. aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama kamu dan baby Al" wajah Zayn mulai berubah sedih
"semangat sayang, untukku dan baby Al" Sella memegang jemari Zayn, memberi semangat untuk suaminya
"huuuh, terima kasih sayang. aku berangkat dulu ya" pamit Zayn kemudian ia mencium kening Sella seperti biasanya
Sella melambaikan tangannya saat suaminya melajukan mobilnya, ia pandang sampai benar-benar pergi dari hadapannya
Sella sangat telaten menjaga dan merawat baby Al meski dirinya belum sehat betul. bi Sumi ikut membantu tapi Sella tak sepenuhnya menyerahkan penjagaan baby Al pada bi Sumi, selain ia tak tega karena bi Sumi sudah berumur, ia juga ingin merawat baby Al dengan tangannya sendiri
hari sudah sore dan waktunya Zayn pulang kerja. Zayn sangat semangat karena ia segera bertemu dengan anak dan istrinya. anak dan istrinya adalah tempatnya pulang, rumah yang selalu ia rindukan
sampai rumah Zayn segera naik ke lantai atas mencari keberadaan anak dan istrinya. saat ia masuk kamar, ia tak mendapati istrinya ada disana namun ia sudah mengira jika istrinya pasti ada di kamar anaknya
"daddy pul..."
niat hati ingin menyapa anak dan istrinya tapi ia justru melihat pemandangan indah, istrinya sedang tertidur dengan memeluk anaknya
kemudian ia menyelimuti Sella dan baby Al dan setelah itu ia segera membersihkan diri
malam telah tiba namun Sella belum juga bangun dari tidurnya, Zayn merasakan perutnya berdemo minta di isi. ia ingin sekali makan tapi ia tak mau meninggalkan istrinya makan sendirian nantinya
Zayn kemudian turun ke dapur dan mendapati bi Sumi ada di sana sedang menyiapkan makan malam. aroma masakan yang sedap semakin membuat Zayn kelaparan. ia bimbang, jika ia makan dulu nanti istrinya tak ada teman makan dan jika ia tak makan perutnya sudah berdendang ria
lebih baik aku makan sedikit saja, nanti aku makan lagi jika Sella sudah bangun. pikir Zayn
dan tanpa pikir panjang ia segera duduk di meja makan, lauk pauk yang di sajikan oleh bi Sumi benar-benar menggoda iman Zayn untuk menyantapnya
"nona Sella kemana tuan?" tanya bi Sumi sembari menyiapkan piring dan juga gelas
"Sella sedang tidur bi, aku tidak tega ingin membangunkannya" jawab Zayn dengan mengambil makanan yang ia letakkan di piringnya
"oh ya sudah tuan kalau begitu" bi Sumi pun segera berlalu ke dapur untuk membersihkan sisa memasaknya tadi
__ADS_1
Zayn yang kelaparan dan menyantap masakan bi Sumi yang super sedap tak ingat jika ia hanya akan makan sedikit saja, ia justru menghabiskan banyak makanan hingga perutnya terasa kenyang dan Zayn baru ingat akan ucapannya tadi
"astaga, kenapa aku malah makan sampai kenyang? kalau setelah ini Sella bangun dan mengajakku makan bagaimana?" Zayn merutuki kesalahannya namun apa boleh dikata, semua makanan telah masuk kedalam perutnya
Zayn akhirnya kembali kekamarnya dan mendapati Sella sudah bangun dan sedang membuatkan susu untuk baby Al
"sayang, kamu sudah pulang dari tadi? maaf aku ketiduran!" ucap Sella saat melihat suaminya masuk ke kamar
"tidak apa-apa, aku tau kamu pasti sangat lelah menjaga baby Al"
"oh ya, apa kamu sudah makan? setelah ini ayo kita makan!" ajak Sella dengan senyum sumringah
"ha? ee..aku su.."
tiba-tiba baby Al menangis di gendongan Sella padahal ia sedang meminum susu, dan ini menjadi ide cemerlang untuk menolak ajakan makan Sella
"mungkin baby Al rindu dengan daddynya, sini biar aku gendong"
Sella menyerahkan baby Al pada Zayn, dan benar saja tangis baby Al seketika berhenti dan kembali meneguk susu dalam botol miliknya
"wah iya benar sayang, dia merindukanmu" ucap Sella, walau sebenarnya ia heran bayi bisa mengerti seperti itu
Zayn hanya tersenyum kemudian ia segera menyuruh Sella untuk makan karena ini sudah lewat jam makan malam, pasti ia kelaparan
"sayang, makanlah! biar baby Al aku yang jaga"
"tapi aku maunya kita makan berdua" protes Sella
"tak apa, makanlah! aku temani di meja makan ya sambil gendong baby Al?" tanya Zayn
"tidak usah, kamu disini saja. nanti kasian baby Al kalau malam-malam harus keluar kamar. aku makan sendiri saja. maafkan aku harus merepotkan kamu lagi" ucap Sella
"aku tidak merasa di repotkan, cepat makanlah!"
kemudian Sella berlalu meninggalkan Zayn dan baby Al menuju meja makan. Zayn merasa sangat lega karena ia bisa lolos dari ajakan Sella. sebenarnya, jika Zayn jujur pun kalau ia sudah makan Sella tak akan marah tapi Zayn sangat menghargai istrinya, ia ingin susah dan senang selalu bersama, tidak seperti ini tadi ia justru meninggalkan istrinya makan terlebih dahulu
__ADS_1
"terima kasih nak, kamu baru saja menyelamatkan daddy dari mommymu. kamu memang malaikat penyelamat untuk daddy" ucap Zayn berbicara pada baby Al, padahal baby Al belum mengerti omongan Zayn