Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Pindah


__ADS_3

pagi itu Sella bangun lebih awal dari Zayn, dia membersihkan diri lalu ganti baju. Sella berdiri di depan cermin lemari milik Zayn sambil menyisir rambut, lalu dia mengingat jika dua hari ini dia tak mengalami morning sick


"kok aneh ya, dua hari ini aku ga muntah-muntah sama sekali, biasanya tiap pagi ga pernah telat, apa jangan-jangan karena Zayn? apa karena aku satu kamar sama dia? ah tidak-tidak, mungkin cuma kebetulan saja" Sella menggelengkan kepalanya


Sella melihat dari pantulan cermin, Zayn menggeliat lalu terbangun,


apa dia mendengar apa yang aku ucapkan? kata Sella dalam hati


"tumben sudah bangun?" tanya Zayn dengan suara serak khas bangun tidur


"iya, kamu jadi keganggu ya?" Sella berbalik ke arah Zayn


Zayn tak menjawab pertanyaan Sella malah ia sibuk memandangi wajah Sella yang membuat candu


"hei, kenapa lihat aku kayak gitu sih? semakin terpesona kan sama aku? sudah sana mandi, aku punya surprise buat kamu" Sella berjalan ke arah Zayn, memberikan handuk untuknya


"apa?" Zayn mengangkat alisnya


"mandi dulu sana, kalau aku kasih tau sekarang nanti bukan surprise lagi namanya" elak Sella, padahal dia ingin melihat Zayn dengan rambut basahnya yang membuat Zayn semakin mempesona, yang hanya bisa di lihat olehnya


"ya sudah aku mandi, tunggu sebentar" Zayn berlari masuk kamar mandi karna ia sudah tak sabar akan mendapat surprise dari Sella


hanya hitungan menit Zayn sudah selesai mandi, ia tak biasanya secepat itu karna ia penasaran denga surprise yang akan di berikan Sella


"cepat sekali, aku saja belum selesai menyiapkan pakaian kamu" Sella masih berdiri di depan lemari Zayn, mengambilkan baju untuknya


"repot sekali menyiapkan bajuku segala" Zayn sangat sumringah pagi itu


"ini ganti baju di dalam, aku tunggu sini" Sella menyerahkan t-shirt dan celana jeans untuk Zayn


"makasih" Zayn tersenyum bahagia, dia seperti melambung mendapat perhatian dari Sella, lalu dia masuk kembali ke kamar mandi dan berganti baju


"sudah selesai" ucap Zayn saat keluar dari kamar mandi, "udah mana surprisenya?" tanya Zayn penasaran


"ish, ga sabaran banget. sini duduk dulu." Sella menyuruh Zayn duduk di sofa, dan Zayn pun mengikutinya

__ADS_1


"emmb Zayn, aku mau menerima tawaran kamu untuk tinggal di apartemen" ucap Sella saat Zayn sudah siap mendengarkannya


"benarkah? kamu serius?" tanya Zayn tak percaya


"iya aku serius, nanti kita izin mama Tias, papa sama mama aku ya" pinta Sella pada Zayn


"baiklah. terima kasih Sel" Zayn spontan memeluk Sella karna saking bahagianya, dan Sella hanya terpaku, kaget dengan perlakuan Zayn


"maaf-maaf aku tak sengaja. aku hanya bahagia saja" ucap Zayn


"iya tak apa-apa. ya sudah ayo kita turun, kita izin sama mama dan Nadya" ajak Sella


"ayo" ucap Zayn semangat


...****************...


Zayn, Sella, Tias dan Nadya selesai menikmati sarapan dan Zayn ingin mengutarakan maksudnya untuk tinggal di apartemen bersama Sella


"ma, Zayn mau izin untuk tinggal di apartemen saja dengan Sella"


"kenapa nak? apa kalian tidak betah tinggal di rumah ini?" tanya Tias penasaran


"maaf ma, Nad, kakak ingin tinggal berdua sama kak Sella dulu, nanti pasti kalo ada waktu Zayn akan sering-sering ajak Sella main kesini, jangan khawatir ya, lagian kan dekat ma" Zayn mengelus punggung tangan mamanya


"ya sudah, mama mengerti karena mama juga pernah muda nak, asal jaga diri kalian baik-baik ya, mama akan selalu mendukung apa yang kalian putuskan" Tias tersenyum pada Zayn dan Sella


"makasih ma" ucap Sella dan Zayn bersamaan


setelah itu mereka berdua berpamitan untuk pergi ke rumah Sella, meminta izin pada Leo dan Renata


di perjalanan mereka berdua sama-sama deg-degan, takut tak di izini oleh orang tua Sella


"Zayn, nanti kamu yang ngomong sama papa mama ya, aku takut mereka ga ngizinin" Sella menoleh ke arah Zayn


"iya tenang aja, aku sebenarnya juga takut papa ga ngizinin tapi pasti mereka mengerti posisi kita, positif thinking aja" Zayn menoleh ke Sella lalu fokus lagi ke jalanan

__ADS_1


"iya" Sella tersenyum


40 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Sella, dan Renata sudah pasti menyambut mereka dengan senyum merekah, ia sangat merindukan putrinya tapi ia juga harus mengerti kalau putrinya sudah milik orang lain


"sayang, mama rindu sekali" Renata memeluk Sella yang baru memasuki rumah


"Sella juga rindu mama" Sella membalas pelukan mamanya dan mencium pipinya, ah mereka seperti setahun tak bertemu, padahal baru dua hari 😁


Renata membawa putrinya juga Zayn ke ruang keluarga, seperti biasa.


"ma, apa papa ada di rumah?" Zayn membuka pembicaraan di antara mereka, Zayn tak ingin berlama-lama lagi


"ada di kamar, kenapa Zayn?" tanya Renata penasaran


"ada yang mau Zayn dan Sella bicarakan ma" jawab Zayn serius


"sebentar mama panggil dulu" Renata menuju kamarnya untuk memanggil Leo


setelah beberapa menit ia kembali dengan Leo lalu mereka duduk bersebelahan dan berseberangan dengan Sella dan Zayn


"ada apa Zayn, Sella? kata mama kamu ada hal serius yang mau di bicarakan" Leo bertanya pada Zayn


"begini pa, rencananya saya akan mengajak Sella untuk tinggal di apartemen saya pa, ya supaya kita lebih mandiri, tidak bergantung terus sama papa mama, apa papa sama mama mengizinkan kami?" Zayn menatap Leo dan Renata bergantian. Leo nampak serius, tak terlihat senyum di wajahnya. Zayn sangat takut Leo akan melarangnya, jantungnya sudah berdebar


"gimana pa?" Renata memegang lengan Leo, supaya ia tidak tegang dan tidak marah


"ya tentu saja boleh dong, papa suka kalian punya pemikiran seperti itu, kalian akan lebih mandiri nantinya" Leo tiba-tiba berubah menjadi senang, batinnya ini adalah kesempatan untuk semakin mendekatkan Sella dengan Zayn


"beneran pa? makasih papa." Sella berlari memeluk papanya


"iya sayang, papa mengizinkan selama itu baik untuk hubungan kalian" Leo menasehati anak-anaknya


"makasih ya pa, ma" Zayn tersenyum pada Leo dan Renata


"ya sudah pa, aku sama Zayn mau beresin baju dulu, karna kita akan pindah sekarang juga"

__ADS_1


"uhuk-uhuk" Zayn membulatkan matanya, dia tak menyangka Sella akan secepat itu mengajaknya pindah, "iya pa, kita akan pindah hari ini"


"baiklah, silahkan nak" Leo dengan senang hati mempersilahkan mereka segera pindah, hatinya bahagia Sella sudah bisa menerima Zayn


__ADS_2