Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Jejak Melvin


__ADS_3

di kantor Zayn tak begitu konsen, dia masih memikirkan istrinya


"sayang, aku kangen banget sama kamu" ucap Zayn sambil memandangi fotonya dan Sella di mejanya


"kamu benar-benar bisa membuat aku gila kalau begini" ucapnya lagi


"siapa yang sudah membuatmu gila" saut Adit yang tak sengaja mendengar ucapan Zayn tadi


"siapa lagi kalau bukan istriku." jawab Zayn


"memangnya kenapa?" tanya Adit penasaran


"ya aku pura-pura marah karena kemarin dia tidak menurutiku untuk memakai lingerie yang aku belikan tapi pagi ini dia sudah membuat aku gila, dia tidak balik marah malah dia perhatian banget sama aku, aku hampir saja tidak tahan untuk marah padanya" jelas Zayn


"salah sendiri, kenapa harus pura-pura marah. nanti kalau dia marah beneran awas saja kamu ngemis-ngemis minta maaf sama dia" ledek Adit


"drreeet,drreeet" ponsel Zayn bergetar tanda panggilan masuk


"tuh ponsel kamu bunyi, siapa tau istrimu" Zayn menunjuk ponsel Zayn


"halo ada apa bi?" tanya Zayn saat mengangkat telfonnya, ternyata bi Sumi yang menghubunginya


"nyonya sudah selesai membereskan baju-bajunya tuan, semua sudah di bawa kekamar tuan, tapi siang ini nyonya belum makan dan minum susu" jelas bi Sumi di seberang sana


"ya sudah antar makanannya saja ke kamar nanti dia keburu tidur siang, jangan lupa buatkan susunya juga" titah Zayn


"baik tuan" lalu Zayn mematikan sambungan telfonnya, lalu ponselnya bergetar lagi


[1 pesan diterima (my wife πŸ’—πŸ’—)] tertera nama tersebut di ponsel Zayn. Zayn buru-buru membukanya


sayang, apa bekalnya sudah dimakan? tulis Sella. Zayn hampir lupa jika Sella membawakan bekal untuknya


mau makan, baru selesai meeting. balas Zayn singkat, mode pura-pura marah


baiklah, selamat makan. aku juga mau makan. Love you (emoj love). balas Sella lagi


Zayn senyum-senyum sendiri namun ia tak membalas pesan Sella

__ADS_1


"love you too sayang" ucap Zayn lalu menciumi poselnya. Adit yang melihat kelakuan Zayn hanya geleng-geleng kepala


hari ini Zayn ada sedikit lembur lagi di kantornya jadi dia harus pulang agak malam lagi karena terkait pembangunan cabang baru di surabaya dan mungkin beberapa waktu juga dia akan pergi ke surabaya untuk meninjau pembangunan


sedangkan di rumah, Sella sedang mempersiapkan diri menyambut Zayn. sudah hampir sejam dia memilih lingerie mana yang cocok dipakainya malam ini


Sella bergidik ngeri membayangkan dirinya memakai lingerie-lingerie pembelian Zayn.


"astaga, kalau aku memakai ini pasti otak mesum Zayn meronta-ronta" guman Sella


"lebih baik aku pakai ini saja, setidaknya ada celana dan jubahnya meski minim sekali" guman Sella lagi


Sella memilih lingerie warna merah dengan model tengtop yang memperlihatkan bagian perutnya, celana yang super minim tapi terdapat jubah untuk menutupi bagian yang terbuka namun panjang jubah juga sangat minim hanya lima senti lebih panjang dari celananya, dan panjang lengannya sesiku


Sella memakai lipcream warna nude, dan memakai sedikit bedak untuk mempercantik dirinya. mengoleskan lotion kesukaannya dan menyemprotkan parfum di sekujur tubuhnya


jantungnya berdebar, menunggu Zayn untuk pulang dan melihat reaksinya saat tau Sella menuruti keinginannya


Sella mondar mandir di dalam kamar, dan berusaha menenangkan dirinya. sudah seperti orang pacaran yang baru pertama bertemu


jam sudah menunjukkan pukul delapan malam tapi Zayn belum juga pulang. Sella merasakan matanya mulai berat. dia mencoba menghubungi Zayn tapi tak diangkat juga, akhirnya dia merebahkan tubuhnya di kasur sambil memainkan ponselnya dan selang beberapa menit Sella ketiduran


saat pintu terbuka mata Zayn langsung tertuju pada Sella yang ketiduran menggunakan lingerie, mata Zayn berbinar tapi sayang Sella sudah tidur


Zayn masuk lebih dalam ke kamar, kini ia melihat jelas betapa seksinya istrinya itu menggunakan lingerie, paha mulus Sella terekspos sempurna, bahannya yang tipis membuat semua bagian tubuh Sella terlihat


jiwa mesumnya sungguh meronta-ronta, lalu buru-buru ia kekamar mandi untuk mengguyur tubuhnya dengan air dingin untuk menetralkan tubuhnya yang memanas


selesai mandi dan mengganti baju celana boxer pendek dan kaos oblong, Zayn segera menyusul Sella. ia memejamkan matanya saat menyelimuti Sella karena ia tak mau terpancing lagi, ia tak mau menganggu Sella tidur


Zayn memeluk Sella dari belakang, mencium rambutnya yang wangi. Sella yang merasa terusik membuka matanya perlahan. dia mulai tersadar, ada tangan yang memeluknya lalu membalik badan


"sayang, kamu baru pulang?" tanya Sella saat melihat Zayn ada di depan matanya, Zayn hanya tersenyum lalu mengangguk


"sayang, maafin aku ya! kamu masih marah sama aku? lihat aku sudah menuruti kemauan kamu!" Sella bangkit dari tidurnya lalu berdiri di samping tempat tidur. ia merentangkan tangannya, menunjukkan pada Zayn bahwa dia sudah menuruti mau Zayn


"oh ya tunggu sebentar" Sella menuju lemari, dia membuka lemari yang penuh dengan gantungan lingerie itu

__ADS_1


"nih lihat, aku sudah menggantung semua pembelian kamu dan aku siap memakainya kapanpun kamu menginginkannya" Sella tersenyum pada Zayn


Zayn yang sudah memendam hasratnya sedari tadi langsung bangkit dan menghampiri Sella. tanpa basa-basi ia langsung mencium bibir Sella, tak memberi celah sedikitpun Sella untuk melepaskannya. karena hampir sesak nafas Sella melepas paksa ciuman Zayn


"sayang, maaf ya aku tidak bermaksud marah sama kamu tadi" ucap Zayn


"tidak apa-apa sayang, justru aku yang minta maaf karena tidak mau menuruti kemauan kamu" balas Sella


Zayn memeluk Sella dengan penuh kasih sayang, ia sangat merindukan istrinya karena sedari pagi tak memeluk istrinya sama sekali


"I Love you" Zayn mencium pucuk kepala Sella, lalu kembali pada bibir manis Sella. Sella pun tak tinggal diam, ia membalas ciuman Zayn bahkan lebih panas dan sekarang malah Zayn yang kehabisan nafas


"kenapa sekarang pintar sekali?" tanya Zayn saat sudah terlepas dari ciuman panas mereka


"kan kamu yang ngajarin" Sella tersenyum


Zayn menuntun Sella menuju kasur empuknya, melanjutkan kegiatan panas mereka. Sella sangat terpancing dengan sentuhan-sentuhan nakal Zayn hingga ia memegang kendali saat ini. Zayn hanya pasrah apapun yang di lakukan Sella, setiap sentuhan, kecupan, ciuman yang di berikan Sella, ia hanya bisa mendesah, menikmatinya dengan mata terpejam


Zayn merasa sudah tidak tahan lagi, ia berganti membalik tubuh Sella menjadi posisi di bawah, mencium setiap inci tubuh Sella tanpa ada yang terlewat


"aku akan memghapus jejak Melvin pada tubuhmu, karena kamu cuma milik aku, tak ada yang boleh memilikimu selain aku" ujar Zayn kemudian melanjutkan kegiatannya, ia merobek lingerie yang di gunakan Sella dengan mudahnya dan merekapun melakukan penyatuan tubuh. baru deh ini disebut malam pertama 😁


setelah selesai melakukan kegiatan panas, Sella dan Zayn membersihkan diri terlebih dahulu lalu kembali ke kasur empuknya


Zayn menggunakan lengannya sebagai bantal Sella, dan melingkarkan tangan di pinggang Sella dan Sella pun memeluk Zayn seperti tak ingin jauh-jauh darinya


"sayang, besok aku harus pergi ke surabaya, besok pembangunan untuk cabang baru akan di mulai" ujar Zayn membuka pembicaraan


"harus kamu sendiri yang kesana?" tanya Sella sembari mendongak ke atas menatap wajah suaminya


"iya, paling cuma sebentar, tidak sampai sore aku sudah pulang, jangan khawatir ya" ujar Zayn, membelai pipi lembut Sella


"janji harus pulang ya, jangan seperti waktu itu ga ngasih kabar ke aku" Sella mengerucutkan bibirnya


"iya sayang janji, lagian aku sama Adit kok. nanti aku minta Nadya datang ke sini untuk menemani kamu ya" ujar Zayn


"terima kasih ya sayang" Sella mencium pipi Zayn

__ADS_1


obrolan tadi menutup malam panas mereka, sebelum besok ada drama baru lagi di antara mereka😁


__ADS_2