
usia kandungan Sella telah memasuki tujuh bulan. ia semakin sering kelelahan karena kehamilannya yang semakin membesar. tak jarang Zayn memijit kaki Sella saat menjelang tidur untuk meringankan sedikit beban yang di bawa Sella. Zayn sebisa mungkin menjadi suami siaga, yang selalu siap kapanpun istrinya membutuhkan
Sella juga sering ikut senam hamil bersama Bianca. karena usia kehamilan mereka hampir sama, mereka jadi lebih senang karena pasti waktu melahirkan nanti akan bersamaan
hari ini jadwal Sella dan Bianca untuk senam hamil. Sella sebenarnya ingin pergi berdua saja dengan Bianca namun Zayn melarangnya, Zayn tak ingin terjadi apa-apa dengan Sella mengingat usia kandungannya yang sudah besar dan ia juga trauma dengan kejadian Sella sewaktu hamil baby Al
Sella diantar Zayn untuk pergi ke tempat biasa ia senam dengan Bianca dan ternyata disana sudah ada Bianca yang menunggu Sella
"hai, Sel!" sapa Bianca saat melihat temannya itu datang
"hai! oh ya, Vano mana? kok kamu sendirian?" tanya Sella dengan kepala clingak-clinguk mencari keberadaan Vano
"Vano harus ke hotel karena ada meeting penting katanya. ya sudah ayo masuk!" ajak Bianca sembari menggandeng tangan Sella
Sella dan Bianca masuk ke dalam ruangan senam untuk ibu hamil. disana sudah ada beberapa ibu hamil yang juga ingin mengikuti senam
sementara diluar, Zayn sangat mengantuk harus menunggu Sella sendirian karena biasanya ada Vano jadi ia memutuskan untuk menunggu Sella sembari minum kopi di cafe sebelah tempat Sella senam
setelah ia rasa kantuknya menghilang dan sudah jamnya Sella selesai ia harus kembali karena takut Sella menunggunya. Zayn berjalan mencari keberadaan Sella dan ia lihat seseorang yang ia cari sedang berdiri menghadap jendela kaca besar sembari memainkan ponsel
"maaf ya sudah membuatmu menunggu" ucap Zayn yang kemudian memeluknya dari belakang
dari arah lain ada dua pasang mata yang melihat kejadian tersebut dan sontak sangat terkejut hingga mereka segera menghampiri Zayn
"sayang, ka..kamu sedang apa?" tanya Sella dengan suara yang bergetar. ya ternyata yang di peluk oleh Zayn bukanlah Sella
__ADS_1
Zayn menoleh dan sangat terkejut, karena istrinya justru berdiri di belakangnya bersama Vano. begitupun dengan wanita itu yang ternyata adalah Bianca.
"sa..sayang, aku kira ini kamu" ucap Zayn gugup karena dia benar-benar takut Sella salah paham. ia juga tidak tahu jika ia bisa salah orang seperti ini, apalagi orang itu Bianca. Sella pasti akan marah padanya
"Bi, kenapa kamu bisa peluk-pelukan dengan Zayn? apa yang sudah kalian lakukan?" tanya Vano juga dengan wajah yang sudah memerah. mungkin justru Vano yang sangat marah karena kejadian ini
"sayang, aku bisa jelaskan. ini tidak seperti yang kamu lihat, kalian berdua salah paham. aku juga tidak tahu kenapa Zayn bisa tiba-tiba memelukku seperti tadi. atau karena gara-gara aku memakai baju Sella jadi Zayn mengira aku adalah Sella jadi dia salah orang" ucap Bianca mencoba menjelaskan
"iya benar Van, tolong jangan salah paham dulu. Bianca benar, tadi aku mengira dia adalah Sella karena memang ini adalah baju yang sama dengan yang dipakai Sella tadi waktu berangkat kesini" ucap Zayn juga yang mencoba ingin menjelaskan
"maaf aku mau pulang, baby Al mencariku" ucap Sella yang kemudian berlalu meninggalkan Zayn, Vano dan Bianca
"sayang, tunggu sebentar" teriak Zayn dan kemudian ia berlari mengikuti Sella yang sudah jelas terlihat jika ia marah padanya
Sella sama sekali tak mendengarkan Zayn. ia terus mengayunkan langkahnya dengan cepat dan memberhentikan sebuah taksi. Sella masih ingin menenangkan diri, ia tak ingin satu mobil dengan Zayn karena apa yang ia lihat tadi sangat menyakitkan hatinya. meski Bianca adalah sahabatnya namun ia juga mantan kekasih Zayn yang dulu sangat Zayn cintai
Zayn sangat khawatir dengan keadaan Sella. ia takut terjadi apa-apa padanya. ia terus mengikuti taksi yang di tumpangi oleh Sella. perasaannya juga tak karuan. ia sangat merasa bersalah, seharusnya tadi dia tidak spontan memeluk dari belakang karena Sella juga masih sensitif dengan aroma parfumnya dia pasti mual kalau dekat-dekat dengannya
"kamu bodoh Zayn, kamu bodoh sekali!" ucap Zayn menghardik dirinya sendiri dan terus fokus pada kemudinya
"bagaimana ini? sayang, maafkan aku. maaf sudah menyakitimu" guman Zayn sendirian, hatinya sungguh tidak tenang, memikirkan istrinya yang pasti sangat sedih dan marah. Zayn terus mengikuti taksi tersebut dan berhenti tepat di depan rumahnya. ia melihat Sella dari dalam mobilnya berjalan masuk ke dalam rumah.
Sella mempercepat langkah kakinya saat mengetahui Zayn ada di belakangnya.
"sayang tunggu, aku akan jelaskan semua sama kamu" ucap Zayn yang kemudian meraih tangan Sella agar ia tak terus menghindar darinya
__ADS_1
"lepaskan!" ucap Sella dengan suara bergetar
"tidak, aku tidak akan melepaskannya. dengarkan aku dulu sayang, aku benar-benar tidak tahu kalau itu Bianca. aku.." Zayn terus mencoba memberi penjelasan pada Sella namun ia tak mau mendengarnya
"aku bilang lepaskan Zayn! aku capek, aku mau istirahat!" ucap Sella yang kemudian menarik tangannya dari genggaman Zayn. ia segera masuk rumah meninggalkan Zayn yang di selimuti rasa bersalah itu sendirian.
runtuh sudah hati Zayn melihat air mata mengalir di pipi Sella karena sebuah kesalahan yang telah ia lakukan. ia merasa gagal untuk menjaga janjinya yang akan terus membahagiakan Sella
Zayn masuk rumah dan mengayunkan langkah kaki dengan berat, dan saat itu mama Tyas datang dengan Nadya untuk mengantar baby Al, karena tadi sewaktu Sella pergi, ia menitipkan baby Al pada mama Tyas
"Zayn, kamu sudah pulang ternyata? mama kira kamu belum pulang" ucap mama Tyas sembari menghampiri Zayn yang terlihat lesu
"iya ma, baru saja sampai rumah. baby Al tidur?" tanya Zayn yang melihat anaknya tak bergerak-gerak
"iya, baru saja dia tidur. kamu kenapa? kenapa lesu begitu? kamu sakit? Sella mana? dia tidak apa-apa kan Zayn? tidak ada sesuatu yang terjadi sama dia kan? cucu mama juga baik-baik saja kan?" tanya mama Tyas bertubi-tubi dan Zayn hanya tersenyum, bingung harus menjawab pertanyaan dari mana dulu
"ayo masuk saja ma, Nad!" ajak Zayn dan kemudian mereka bertiga masuk ke dalam rumah. rumah nampak sepi dan tak berpenghuni, Sella dan bi Sumi tak terlihat di dalamnya
"ma, biar Nadya yang bawa baby Al ke kamarnya. sekalian aku mau ketemu kak Sella" pinta Nadya yang kemudian meraih baby Al dari gendongan mamanya
"iya sayang" jawab mama Tyas lembut
Zayn menatap lekat wajah mama Tyas, seakan ingin bercerita perihal masalah yang baru saja terjadi atara dirinya dan Sella
"sayang, ada apa? apa kamu butuh pelukan mama?" tanya mama Tyas yang melihat Zayn tak seperti biasanya. "apa kamu ada masalah dengan Sella?" tanyanya lagi
__ADS_1
tanpa pikir panjang, Zayn segera memeluk mamanya, hanya mama Tyas yang mampu menenangkannya saat ada masalah dengan Sella
"aku sudah gagal menjadi suami yang baik untuk Sella ma" ucap Zayn yang masih berada di pelukan mamanya