Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Sakit Perut


__ADS_3

kandungan Sella sudah memasuki usia sembilan bulan, tinggal menunggu siang dan malam untuk Sella melahirkan. sebenarnya Sella kembali harus melahirkan dengan cara cesar karena jarak melahirkan anak pertama dan kedua hanya dua tahun dan dokter menyarankan untuk tidak melahirkan secara normal. namun Sella ingin merasakan kontraksi seperti ibu hamil yang ingin melahirkan normal


"sayang, apa kamu belum merasakan sakit?" tanya Zayn yang selalu siaga ada di samping Sella, dia tak mau kejadian pada saat hamil baby Al terulang lagi


"belum, memangnya kenapa?" tanya Sella yang sedang asyik menikmati camilan


"tidak, aku hanya berdebar saja, tak sabar menunggu kelahiran bayi kita" jawab Zayn sembari terus mengelus perut Sella


"aku juga sudah tidak sabar untuk melihatnya lahir ke dunia ini. kira-kira nanti mirip siapa ya?" Sella menoleh ke arah Zayn


"kalau perempuan pasti secantik kamu, dan kalau laki-laki akan setampan aku" jawab Zayn terkekeh


Sella tersenyum, "iya yang paling tampan"


deerrrrtt, deerrrrtt


ponsel Zayn bergetar tanda panggilan masuk, dan tertera nama Vano di layarnya. Zayn segera mengangkatnya takut ada hal penting


"halo Van, ada apa?"


"halo Zayn, aku hanya ingin memberi kabar bahagia untuk kamu dan Sella" jawab Vano di seberang sana


"kabar bahagia apa?" tanya Zayn penasaran


"Bianca sudah melahirkan, dan sekarang kita ada di rumah sakit" jawab Vano dengan penuh semangat, terdengar sangat bahagia


"oh ya? selamat ya Van!" ucap Zayn ikut berbahagia karena sahabatnya pun kini telah memiliki malaikat kecil. "tapi maaf Van, aku tidak bisa kesana karena kamu tau sendiri kan Sella juga sudah hampir melahirkan, aku tidak mau Sella terlalu lelah" imbuhnya lagi


"baiklah, tidak apa Zayn. terima kasih ya" ucap Vano yang kemudian mematikan sambungan telfonnya


"kenapa Vano? apa Bianca sudah melahirkan?" tanya Sella yang sudah penasaran


"iya sayang" jawab Zayn singkat

__ADS_1


"lalu bayinya laki-laki atau perempuan?" tanya Sella lagi


"entah, Vano tidak memberitahunya" jawab Zayn sembari memasukkan camilan ke mulutnya


"kalau begitu kita harus kesana, kita harus melihat Bianca dan bayinya" Sella bersemangat untuk melihat sahabatnya yang baru saja melahirkan itu namun Zayn buru-buru menolaknya dengan alasan Sella tak boleh capek tapi bukan Sella namanya kalau tidak protes


"sayang, aku ini hamil bukan orang sakit jadi aku tidak akan apa-apa. ayolah sayang, sekali ini saja turuti kemauan aku, aku hamil loh!" Sella mengatupkan kedua tangannya di depan dada, berharap Zayn menurutinya


"tidak sayang, aku selalu menuruti semua kemauan kamu selama hamil tapi kali ini aku tidak mau" jawab Zayn dengan tidak menatap wajah Sella, ia tak mau terpengaruh oleh wajah Sella yang memelas


Sella terus berusaha merayu Zayn, hingga ia harus berpura-pura menangis, "sayang, ayolah! apa kamu tidak kasian pada anak kita? apa kamu mau nanti kalau waktu dia lahir terus ileran? tidak kan?"


mendengar anaknya akan ngeces jika tidak di turuti kemauannya Zayn berubah fikiran, ia akhirnya mau diajak Sella untuk menjenguk Bianca


......................


Sella dan Zayn berjalan menyusuri rumah sakit mencari ruangan Bianca dirawat setelah mendapat petunjuk dari perawat. Zayn melihat Vano keluar dari kamar dan bisa dipastikan itu adalah kamar rawat Bianca


"Van!" seru Zayn, Vano menoleh dan tersenyum lebar setelah melihat jika Zayn datang ke rumah sakit bersama Sella


sambutan senyum lebar dari Bianca di dapatkan oleh Zayn dan Sella. raut kebahagiaan nampak di wajahnya. wajah segar sehabis melahirkan pun memancar


"selamat ya Bi" Sella memeluk Bianca yang sedang beristirahat di atas kasurnya


"sama-sama Sel. terima kasih ya! kata Vano kalian tidak bisa kesini, aku sedih sekali" ucap Bianca sembari melepas pelukannya dari Sella


"tidak mungkin lah aku tidak datang, aku juga ingin merasakan kebahagiaan yang kalian rasakan. Oh ya, dimana bayinya?" tanya Sella dengan antusias


"ada di ruang bayi. mau lihat fotonya?" Bianca mengambil ponsel di nakas sebelah tempat tidurnya dan mendapat anggukan dari Sella


mata Sella berbinar melihat gambar wajah anak Bianca dan Vano. "aaaa lucu sekali" ucapnya gemas


Bianca tersenyum lebar. "baby Al tak kalah lucu kok, apalagi anak kalian yang ini pasti juga lebih lucu" ucapnya sembari mengelus perut besar Sella

__ADS_1


"terima kasih" ucap Sella


sudah hampir dua jam Sella dan Zayn berada di rumah sakit, dan kini mereka berniat untuk pulang karena sudah terlalu lama meninggalkan baby Al. namun tiba-tiba Zayn merasakan perutnya sakit dan sangat melilit.


"sayang, kamu kenapa? kenapa bisa sakit tiba-tiba begini?" tanya Sella panik


"tidak tau kenapa bisa begini" jawab Zayn dengan muka yang sudah pucat pasi menahan sakitnya


"mungkin kamu salah makan. lebih baik kita bawa saja ke dokter" ucap Vano yang kemudian membantu membopong Zayn di ikuti Sella di belakangnya yang sudah sangat panik. ia khawatir terjadi apa-apa pada suaminya


Vano segera memanggil dokter untuk memeriksa Zayn dan beberapa saat kemudian datang seorang dokter dan diikuti suster di belakangnya


Zayn di periksa di ruang IGD karena Vano membawanya kesana, ia ingin Zayn cepat di tangani oleh dokter. Sella dan Vano menunggu Zayn di depan ruang IGD dengan perasaan cemas, mereka berharap Zayn hanya sakit perut biasa


setelah sekitar lima belas menit menunggu, dokter keluar dari ruang IGD yang kemudian di sambut pertanyaan oleh Sella yang sangat cemas


"dok, bagaimana keadaan suami saya?"


"suami ibu mungkin hanya salah makan saja, tidak apa-apa kok, tidak ada yang serius" jawab dokter tersebut


"ta..tapi dok, tadi pagi suami saya makan seperti biasa saja dan tidak makan yang aneh-aneh, tapi kenapa bisa sakit perut begitu ya dok?" tanya Sella


"mungkin ada yang salah dengan bahan makanannya. dan sekarang pak Zayn sudah baik-baik saja. silahkan masuk jika ibu ingin melihatnya" ucap dokter tersebut yang mendapat anggukan dari Sella. dengan segera Sella dan Vano masuk ke ruang IGD untuk mengetahui keadaan Zayn


"sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Sella yang melihat Zayn sudah tidak kesakitan lagi


"aku tidak apa-apa. tiba-tiba sakit perutku hilang sewaktu di periksa dokter" jawab Zayn


Sella dan Vano saling pandang, bagaimana bisa sakit perutnya sembuh di waktu yang singkat? padahal tadi mereka tau jika Zayn sangat kesakitan


"mungkin kamu hanya salah makan saja Zayn, makanya kalau makan itu yang benar. jangan suka merebut jatah ASI milik baby Al" ucap Vano yang sontak membuat Sella dan Zayn membelalakkan matanya. bisa-bisanya Vano berbicara tepat sasaran 😁


*akhirnyaaaa akunku bisa balik lagi gengs, setelah beberapa hari ini eror dan ga bisa di buka. aku harus memperbaikinya dulu dan alkhamdulillah bisa di buka lagi, sempet khawatir hilang tapi Allah masih baik.

__ADS_1


jangan lupa like, komen dan vote yaa.. terima kasih yang masih setia membaca novelku, aku tau mungkin kalian banyak yang kecewa karena novelnya sempat terhenti, itu karena ada suatu hal yang tidak bisa aku jelaskan gengs. sekali lagi author minta maaf yang sebesar-besarnya yaaa.. semoga kalian sehat selalu 😘*


__ADS_2