
pagi-pagi sekali Sella bangun, ia segera membersihkan dirinya dan menyiapkan segala keperluan Zayn untuk ke kantor. meski sedang marah, Sella tak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri
setelah berkutat dengan baju Zayn, ia segera menyiapkan sarapan dan bekal yang akan di bawa Zayn ke kantor
sementara di kamar tamu, alarm berbunyi dengan nyaringnya hingga menusuk ke telinga. Zayn mengerjap-ngerjapkan matanya melihat jam pada ponselnya. saat mengetahuinya mata Zayn langsung melotot karena jam sudah menunjukkan pukul delapan kurang lima belas menit
Zayn segera berlari menuju kamarnya dan ia tak mendapati Sella juga baby Al ada di sana. tempat tidurnya sudah rapi, ia yakin jika Sella sudah bangun sedari pagi
Zayn segera membersihkan diri dan kemudian ia keluar hendak berganti baju. ia melihat baju kantornya sudah berjajar rapi di atas sofa lengkap dengan tas yang berisikan laptop. Zayn bahagia karena Sella masih perhatian dengannya meski sedang marah
Zayn berjalan terburu-buru karena takut telat ke kantor sembari mencari keberadaan Sella dan baby Al namun bi Sumi yang melihat Zayn hampir melupakan sarapan dan juga bekal memanggilnya
"tuan, mari sarapan dulu"
Zayn menoleh mencari sumber suara tersebut kemudian menghampirinya
"tidak usah sarapan bi, aku keburu telat" jawab Zayn yang kemudian meminum teh hangat yang sudah tersaji di meja makan
"baiklah, kalau begitu ini bekalnya tuan. non Sella sudah menyiapkannya untuk tuan" ucap bi Sumi
"terima kasih bi. oh ya, Sella mana?" tanya Zayn yang memang sedari tadi tidak melihat Sella sama sekali
"tadi non Sella bilang mau jalan-jalan sekitar komplek tuan" jawab bi Sumi
"baiklah, tolong bilang ke Sella kalau aku berangkat kerja ya bi"
__ADS_1
"baik, tuan!"
Zayn kemudian segera berangkat menuju kantornya. pekerjaan menumpuk sudah menantinya
"kalau aku terus-terusan tidur terpisah dengan Sella, bisa-bisa setiap hari terlambat ke kantor. sebegitu bergantungnya aku kepada Sella" guman Zayn sembari berjalan cepat menuju ruangannya. Adit yang selalu standby di depan ruangan Zayn pun terheran-heran, atasannya itu bicara sendirian sambil berjalan
"pagi setengah siang bos. tumben baru berangkat?" tanya Adit sembari menyilangkan kedua tangan di depan dadanya
"panjang ceritanya. ayo masuk, bacakan jadwalku!" ucap Zayn yang sangat terburu-buru kemudian masuk ke ruangannya di ikuti oleh Adit dengan membawa beberapa berkas
"hari ini tak ada jadwal meeting, hanya saja nanti siang kita harus pergi ke Bandung karena ada klien yang meminta kamu terjun langsung kesana" Adit membacakan agenda hari ini untuk Zayn atas laporan dari sekertaris Zayn
"kenapa aku harus sendiri yang kesana? disana kan ada kantor cabang kita, dan pimpinannya juga pasti sudah kompeten" Zayn mengerutkan kedua alisnya, merasa heran dengan kemauan kliennya
"tak apalah sebentar saja. lebih baik sekarang kita selesaikan pekerjaan ini agar kita bisa segera berangkat" Adit memberi saran pada Zayn dan Zayn pun mengangguk tanda setuju
Zayn ingin mengabari Sella jika dirinya pergi ke Bandung namun Sella tak mengangkatnya, sudah berkali-kali Zayn menelepon tapi tak ada jawaban dari Sella hingga akhirnya ia hanya mengabari lewat pesan dan kemudian segera berangkat agar tak kemalaman saat pulang
sementara di rumah Sella sedang menidurkan baby Al tiba-tiba ponselnya berbunyi, ia segera melihatnya dan tertulis panggilan sayang untuk suaminya di layar ponsel. Sella malas untuk mengangkat karena ia masih tak ingin bicara pada Zayn.
1 pesan diterima
tulisan pada layar ponsel Sella, kemudian ia membukanya
sayang, aku pergi ke Bandung karena klien minta aku datang ke sana, mungkin pulang sore. kamu baik-baik ya di rumah, jangan kelelahan. Love u
__ADS_1
pesan singkat Zayn pun tak Sella balas. setelah membacanya, Sella meletakkan kembali ponselnya di nakas kemudian tidur bersama baby Al
......................
jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam tapi Zayn belum juga pulang. senenarnya Sella senang Zayn tak ada di rumah karena ia tak perlu menghindarinya agar tak berbicara namun tak bisa di pungkiri bahwa hatinya merasa khawatir
ingin Sella menghubungi Zayn namun ia gengsi untuk melakukannya, bisa-bisa Zayn besar kepala karena mengira Sella sudah memaafkannya
mata baby Al masih membulat sempurna tanda ia belum mengantuk, masih ingin mengajak mommynya untuk bermain. Sella dengan senang hati bermain dengan baby Al di kamarnya. anaknya yang super menggemaskan itu selalu aktif. berlarian ke sana kemari membuat Sella sedikit ngos-ngosan karena mengikuti kemauan anaknya, belum lagi perutnya yang sudah membesar menambah beban yang ia bawa dalam tubuhnya
"mommy, yayi.. mommy, yayi!" ucap baby Al dengan terbata-bata karena memang bicaranya masih belum begitu lancar
"mommy capek sayang, istirahat dulu ya setelah ini kita lari-larian lagi" jawab Sella dengan penuh kelembutan. tak ingin menyakiti hati anaknya. "ini, Al main lego dulu ya!" ucap Sella lagi yang mendapat sambutan tawa dari baby Al
baby Al sangat antusias dengan mainan yang ada di depannya hingga ia lupa untuk mengajak mommynya bermain kejar-kejaran. dan setelah lama ia bermain akhirnya ia meminta susu sebagai bekal tidurnya
Sella menidurkan baby Al di kasurnya kenudian ia juga ikut merebahkan tubuhnya yang kelelahan karena seharian harus menjaga baby Al sendiri tanpa Zayn. jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam tapi Zayn juga belum pulang. Sella terus khawatir namun matanya tak bisa di ajak kompromi hingga ia ketiduran dan beberapa saat kemudian Zayn datang. ia segera menuju kamarnya ingin bertemu anak dan istrinya tapi mereka berdua telah tertidur pulas
Zayn tersenyum memandang wajah polos Sella dan baby Al saat tertidur. mereka berdua adalah malaikat yang dikirim Tuhan untuknya, di tambah lagi janin dalam perut Sella, terasa lengkap sudah hidup Zayn
Zayn yang merasa badannya lengket segera membersihkan diri dan berganti baju. kemudian ia menghampiri Sella yang sedang tertidur, ia belai lembut rambutnya juga pipinya
"sayang, aku sebenarnya ingin sekali tidur dengan kamu disini tapi aku tidak mau menganggu kamu. aku sangat merindukanmu. selamat malam, mimpi indah ya sayang" ucap Zayn sendu kemudian ia cium pucuk kepala milik istrinya dan segera berlalu meninggalkan Sella sebelum ia tersadar jika ada dirinya disana
saat ingin keluar kamar Zayn melihat pintu kamar baby Al terbuka. Zayn berinisiatif menutupnya namun ia membelalakkan matanya karena mainan milik baby Al berserakan di lantai. dengan sigap ia segera mengemas kembali mainan baby Al, mengembalikan pada tempatnya
__ADS_1
"pasti kamu sangat kelelahan menjaga baby Al sendirian" guman Zayn. memang tak biasanya mainan baby Al di biarkan berantakan, pasti setelah bermain Sella selalu membersihkannya. karena hari ini Zayn pulang malam jadi terpaksa Sella harus menjaga baby Al sendiri hingga membuat dirinya kelelahan
selesai membersihkan kamar baby Al, Zayn menuju kamar tamu yang kini sementara menjadi kamarnya