Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Rencana


__ADS_3

Zayn tidak habis pikir jika istrinya akan mengerjainya begini. dia jadi merindukan istrinya yang selalu tersenyum manis untuknya, selalu manja dalam pelukannya


"ah bodohnya aku, harusnya saat itu aku tidak bangun untuk minum, pasti sekarang Sella tidak marah seperti ini" guman Zayn. kemudian ia bangkit dari kasur dan mencari Sella, ia menuju kamar tamu yang ditiduri Sella waktu mereka baru pindah ke apartemen.


saat Zayn ingin membuka pintu ternyata pintunya terkunci. harapan Zayn untuk tidur bersama Sella malam ini pupus. mau tidak mau ia harus tidur sendiri


Zayn kembali ke kamar, lalu merebahkan tubuhnya di kasur. lama ia tak bisa tidur. ia sudah coba berbagai cara supaya bisa tidur tapi tetap tak bisa tidur juga. ia merindukan istrinya, yang selalu memeluknya saat akan tidur dan menjadi obat bius untuk Zayn karena ia selalu cepat tidur jika di peluk oleh Sella. barulah sekitar jam 2 dini hari Zayn bisa tertidur.


......................


pagi-pagi sekali Sella terbangun, ia keluar dari kamar tamu dan menuju kamarnya. ia coba membuka pintu dan ternyata Zayn tak mengunci pintunya.


Sella masuk ke kamarnya mengendap-endap supaya Zayn tak bangun karena ia belum bisa berhadapan dengan Zayn untuk saat ini, hatinya masih terasa sakit.


Sella segera mengambil baju ganti untuknya, juga untuk Zayn karena bagaimanapun ia tak bisa melepas tanggung jawabnya sebagai istri. Sella menyiapkan semua keperluan Zayn untuk ke kantor tapi Zayn belum bangun juga


aku ada ide! batin Sella, ia terkekeh sendiri. setelah melancarkan aksinya Sella kembali ke kamar tamu untuk membersihkan diri


"kriiiiiiiiiiiiiiiiing, kriiiiiiiiiiiiiing" bunyi jam weker menusuk di telinga Zayn, membuatnya langsung terbangun dari alam mimpinya


"astaga, siapa sih yang menghidupkan alarm weker ini, berisik sekali" gerutunya saat terbangun, ia mengucek matanya yang masih pedih karena kantuk


"jam delapan?" Zayn membelalakkan matanya karena ia kesiangan pagi ini, "oooh astaga, pagiku jadi berantakan karena tidak ada Sella" gumannya, kemudian ia segera ke kamar mandi untuk ritual mandi


hanya beberapa menit saja Zayn mandi karena ia pasti telat sekali hari ini, meski ia CEO tapi ia juga ingin memberikan contoh yang baik untuk karyawannya


ia segera ke arah lemari untuk mengambil baju gantinya tapi ia melihat ke arah sofa. kemeja, celana, dasi dan lengkap dengan jasnya sudah tersedia di sana


terima kasih sayang! batin Zayn, karena ia tau pasti istrinya yang sudah menyiapkan semua. dan dengan segera ia bersiap


"aduh bagaimana sih memakai dasi? semenjak ada Sella aku jadi tidak bisa memakai dasi, sepertinya aku akan jadi bodoh kalau Sella seperti ini terus" gerutunya lagi


setelah berkutat dengan dasi yang super menyebalkan, akhirnya ia selesai dan segera berangkat tapi ia melihat Sella keluar dari kamar tamu dengan wajah yang sudah segar, dan aroma parfum favorit Sella menyeruak menusuk indra penciuman Zayn. Sella yang melihat Zayn juga keluar kamar, ia buru-buru masuk kamar lagi agar Zayn tidak menghampirinya

__ADS_1


"sayang? sayang buka pintunya! aku mau ngomong sebentar" Zayn mengetuk-ngetuk pintu kamar tersebut tapi tak ada jawaban dari Sella


"sayang ayolah! kamu masih marah sama aku? sayang aku minta maaf, aku tau aku salah, tolong jangan diamkan aku seperti ini, aku tidak bisa kalau kamu seperti ini terus. sayang buka pintunya!" Zayn terus mengetuk pintu tersebut tapi Sella masih belum mau keluar dan tidak mau menjawab


"sayang, kalau kamu marah kenapa tadi kamu siapin baju untuk aku ke kantor. semua perlengkapan aku sudah kamu siapkan. kamu sudah tidak marah lagi kan sama aku?" tanya Zayn lagi


"itu bukan aku yang menyiapkan, tapi bi Sumi!" ucap Sella di balik pintu sontak membuat Zayn sangat Lesu karena istrinya benar-benar marah padanya


"baiklah. aku berangkat kerja, tapi tolong izinkan aku mencium bayi kita dulu" ucap Zayn memohon, berharap Sella berbaik hati membiarkannya mencium anaknya dan ternyata harapannya terwujud, Sella membukakan pintu untuknya


mata Zayn berbinar melihat istrinya nampak dari balik pintu, ia sungguh merindukan istrinya.


"cepat, aku tidak punya waktu banyak buat kamu!" ucap Sella ketus setelah keluar dari kamar dan mendapati Zayn hanya melongo


Zayn segera menundukkan kepalanya di depan perut Sella. ia membelai lembut perut istrinya, kemudian mencium perut yang semakin membesar itu. Sella merasakan aliran darahnya berdesir, tapi ia buru-buru menepis itu. ia tak mau memaafkan Zayn begitu saja atas apa yang sudah ia lakukan dengan Bianca sampai ada bukti bahwa Zayn tidak bersalah. karena jika dilihat dari ekspresi Zayn waktu itu, dan ia sangat menikmatinya sangat tidak mungkin jika Zayn lupa atas kejadian tersebut


"anak daddy jangan nakal ya, sehat-sehat terus di perut mommy" ucap Zayn setelah mencium perut Sella. kemudian ia berdiri lagi dan menatap Sella dalam


"aku berangkat dulu!" ucap Zayn dan kemudian berlalu dari hadapan Sella yang hanya berdiri mematung di depan kamar.


Sella mencoba menghubungi seseorang untuk ikut mencari bukti


"halo Van, apa kamu hari ini sibuk?" tanya Sella saat sambungan telfonnya di angkat oleh Vano


"lumayan Sel, ada apa?" tanya Vano balik dari seberang sana


"aku mau ketemu bisa?" tanya Sella dengan harap-harap cemas karena Vano adalah orang yang paling dekat dengan Bianca, setidaknya ia mengetahui sesuatu


"oke, nanti jam makan siang ya. kita ketemu di cafe dekat apartemen Zayn saja" ucap Vano


"baiklah" Sella mematikan sambungan telfonnya.


sedangkan di kantor, Zayn tidak punya semangat untuk bekerja, pikirannya hanya fokus pada bukti yang harus di tunjukkan pada Sella

__ADS_1


bagaimana caranya Bianca mau mengakui jika ia hanya menjebakku saja? batin Zayn


"aaaaaaaarghhh. dasar wanita ular" Zayn sedikit menggebrak meja, membuat Adit yang berada diluar ruangan segera masuk ke ruangan Zayn


"astaga, ada apa?" tanya Adit yang baru masuk ke ruangan Zayn


"kamu harus bantu aku untuk memaksa Bianca mengakui semua jebakan yang dia buat, aku capek di diamkan Sella terus" gerutu Zayn dengan rambut yang acak-acakan karena ulahnya sendiri


"bagaimana caranya?" tanya Adit penasaran


"nanti aku pikirkan caranya" ucap Zayn


"sebenarnya aku ada cara, tapi kita harus melibatkan Vano juga, bagaimana?" tanya Adit


"baiklah, apapun deh yang penting kita segera punya bukti untuk Sella" ucap Zayn seraya duduk di kursinya


"oke, aku hubungi Vano sekarang."


Adit beberapa kali menghubungi Vano tapi tak ada jawaban. entah sudah panggilan keberapa baru Vano mengangkatnya


"halo Dit, ada apa?" tanya Vano di seberang sana


"Van kamu sibuk ga? aku mau ketemu dong, apa bisa?" tanya Adit balik


"sebenarnya gue sudah ada janji hari ini sama Sella. kebetulan juga hari ini gue sibuk sekali, bagaimana ya Dit? penting banget?" tanya Vano lagi


"penting sih. begini saja, kamu batalin janji kamu sama Sella, bilang kalau kamu ada meeting mendadak jadi tidak bisa ketemu, oke? ayolah Van!" ucap Adit memohon, berharap Vano mau bertemu


"baiklah, aku akan bilang pada Sella" ucap Vano menyetujui permintaan Adit


"terima kasih Van" ucap Adit dengan tersenyum lebar lalu mematikan sambungan telfonnya.


kira-kira rencana apa ya yang akan Adit lakukan kepada Bianca?? semoga berhasil ya Dit!!

__ADS_1


__ADS_2