Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Menata


__ADS_3

"Sel, apa kamu sudah siap?" Zayn masuk kamar Sella yang terbuka, dia melihat ada dua koper di ranjang Sella, "tidak usah bawa baju banyak-banyak, nanti mending beli lagi aja"


"beli mulu, sayang tau uangnya, mending buat yang lain" elak Sella yang masih fokus mengemas peralatan makeupnya


"apa kamu tidak tau kalau uang aku banyak? kalau untuk membelikan baju kamu satu truk itu masih sangat cukup" Zayn berkata dengan sombong


"Zayn, jangan bicara seperti itu, semua hanya titipan, harusnya kalau kita sedang diberi rezeki lebih kita harus lebih banyak sedekah, untuk membersihkan rezeki kita supaya rezeki kita lebih berkah, kamu tau?" Sella menasehati Zayn sambil memasukkan tas makeupnya ke dalam koper


"iya nyonya muda, tenang saja, aku sudah melakukan itu" Zayn sangat bahagia, meski istrinya terlahir dari keluarga kaya tapi ia tak memiliki sifat sombong dan boros


"dasar kamu. ya sudah ayo kita berangkat"


"biar aku yang bawa" Zayn menyeret dua koper milik Sella, sedang dirinya tak membawa apa-apa karena memang semua bajunya ada di apartemen


"kita sudah siap ma, pa, Sella dan Zayn pamit ya" Sella memeluk mama dan papanya


"iya sayang, nanti sering main kesini, atau nggak papa sama mama yang akan kesana" ucap Renata


"iya ma, kita pamit" Sella mencium tangan mama dan papanya, begitupun dengan Zayn, Zayn sangat senang bisa mendapat mertua yang sangat baik seperti Leo karena bisa menggantikan sosok ayah yang telah lama meninggalkannya


"kalian berdua jangan lupa ya, buatkan cucu untuk kita yang cantik dan tampan" ucap Leo disertai tawa kecil yang langsung membuat Sella dan Zayn terbatuk


"ih papa apaan sih" Sella cemberut, pipinya merona, tapi kembali terlintas di pikirannya soal anaknya dengan Melvin, ah terasa sesak di dada


Zayn, Leo dan Renata tertawa bersamaan dan mereka sama sekali tak mengerti beban yang ada dibenak Sella


...****************...


jarak antara rumah Sella dan apartemen hanya memakan waktu sekitar 40 menit, hingga mereka tiba di apartemen tidak sampai jam makan siang


Zayn mengeluarkan kartu aksesnya dan pintu apartemen terbuka. high class menurut Sella, semua tertata rapi dan sangat nyaman, "pantas kamu betah tinggal di sini" ucap Sella saat memasuki apartemen milik Zayn


"iya, dan sekarang lebih betah lagi karena ada kamu" Zayn menjawabnya dengan santai tapi mengena di hati


"ish dasar modus. kamar aku dimana?" tanya Sella sambil menoleh ke kanan kiri mencari kamar


"emang masih belum mau tidur satu kamar?" tanya Zayn polos


"Zayn!" Sella melotot

__ADS_1


"iya-iya maaf. kamu mau tidur di mana, kamar aku apa kamar tamu? terserah kamu aja"


"kamar tamu saja"


"yakin?"


"iyalah, emang kenapa?"


"gapapa sih, cuma kasurnya ga sebesar punya kamu di rumah" Zayn meringis


"iya tak apa, nyantai aja. dimana kamar tamunya?" tanya Sella sambil membawa kopernya


"udah aku bawain aja, ayo aku tunjukin kamarnya!" Zayn membawa koper Sella dan menunjukkan kamar untuk Sella, dia membuka gorden yang menutupi kaca besar, di baliknya terlihat pemandangan gedung bertingkat jakarta, "disini kalau malam bagus loh pemandangannya, kamu bisa lihat lampu-lampu yang menyala di malam hari. di kamar aku malah lebih bagus, ada balkonnya juga, apa kamu mau lihat" Zayn menawari Sella


"tidak terima kasih, pasti kamu mau modus lagi" tolak Sella mentah-mentah, "Zayn aku laper banget, apa ada bahan makanan disini?" tanya Sella


"belum beli lah, nanti sore kita belanja. sekarang kita delivery order saja, kamu mau makan apa?"


"beef steak 2 porsi, no coment oke, aku laper banget" Sella berlalu dari Zayn yang melongo dan menuju kopernya untuk segera menata baju-bajunya


Zayn segera memesan makanan yang di minta Sella dan untuk dirinya juga, setelah itu ia kembali mendekati Sella yang sibuk menata bajunya


"mau aku bantu?"


"biar cepet selesai, terus bisa cepat istirahat"


"ya sudah terserah kamu"


Zayn membantu menggantung baju-baju Sella lalu ia menemukan tas kecil dan dia penasaran hingga terdorong rasa untuk membukanya


"ini apa?"


Sella menoleh dan langsung berteriak, "Zayn, jangan di lihat" Sella mengambil tas kecil itu


"kenapa sih? kan aku juga mau menatanya" Zayn mengerutkan keningnya


"kamu tu ya, ini pakaian dalam aku, masak kamu mau lihat, malu tau!" Sella mengomel


"ya maaf, kan aku ga tau"

__ADS_1


bel berbunyi, menghentikan perdebatan mereka, "biar aku yang buka" Zayn pergi untuk membuka pintu, pesanan makanannya sudah datang.


"Sel, ayo kita makan, nih udah dateng" Zayn menunjukkan kotak beef steak pada Sella, mata Sella berbinar, rasanya perut itu sudah tak tahan untuk segera di isi


Zayn dan Sella menuju meja makan dekat dapur, Zayn menyiapkan peralatan makan untuknya dan Sella


"selamat makan" ucap Sella dan langsung melahap makanan yang ada di depannya, masih panas karena Zayn memesannya di gerai dekat apartemennya


"pelan-pelan nanti tersedak, kalau kurang nanti sore kita beli lagi" ucap Zayn yang juga memasukkan makanan ke mulutnya


"nanti sore kita buat sendiri ya" pinta Sella


"baiklah terserah kamu"


mereka menikmati makan dengan santai dan sesekali bercanda. selesai makan mereka melanjutkan menata baju Sella, hingga Zayn merasakan matanya sangat berat, dia menidurkan diri di kasur Sella sambil memainkan ponselnya, tak terasa matanya sudah terpejam dengan ponsel yang masih menyala


"Zayn, nanti kita belanja di supermarket dekat sini ya, supaya tak jauh-jauh" Sella tak mendengar jawaban dari Zayn, lalu dia melihat ke arah Zayn, "ternyata dia tertidur" Sella mendekati Zayn, "kamu ganteng banget kalau tidur gini, tidak ada wajah menyebalkan yang aku lihat" Sella bermonolog di depan Zayn, entah ada dorongan darimana, tangannya berani menyentuh pipi Zayn.


"astagaaa, apa-apaan aku. bisa-bisanya aku memuji dia" buru-buru dia menyingkirkan tangannya dari Zayn tapi terlambat, Zayn segera meraih tangan Sella dan menariknya hingga Sella terjatuh di atas tubuh Zayn tapi kakinya masih menggantung di lantai


"kenapa mau pergi? kamu sudah bangunin aku dan kamu mau pergi?" Zayn berkata pada Sella dengan suara tercekat


"a...aa..aku ga maksud bangunin kamu Zayn, aku tadi cuma.."


"cuma mau menikmati wajah tampanku?" Zayn sangat percaya diri


Sella kenapa sih kamu bodoh sekali, kan dia jadi dengar ucapan kamu, batin Sella


"ee..tidak, kata siapa begitu, aku tadi cuma mau mengambil selimut buat kamu, kamu salah paham" elak Sella dengan nada gugup, karena itu alasan yang paling tepat menurutnya


"oh ya?" Zayn menatap mata Sella sangat dalam, dia benar-benar jatuh cinta pada wanita ini, wanita yang sudah membuatnya susah tidur dan sangat merindukannya bila ia jauh darinya


"iya lah, mau apa lagi?" Sella masih sangat gugup, kini ia dan Zayn sudah sangat menempel, tak ada jarak antara mereka, deru nafas antara mereka berdua pun sama-sama terasa


Zayn merasakan bagian bawahnya sudah menegang, dia takut akan lepas kontrol jika masih dengan posisi ini bersama Sella


"cupp" Zayn dengan berani mengecup bibir pink Sella, lalu bangun dari posisinya, "sudah aku mau mandi" Zayn berlalu meninggalkan Sella yang masih terpaku, terkejut dengan apa yang Zayn lakukan


buru-buru ia tersadarkan, "oh Tuhan, kenapa jantung aku sangat berdebar, rasanya aku susah nafas" Sella memegang dadanya, lalu memegang bibirnya "kenapa aku tidak marah? kenapa justru aku merasa senang? ah ada apa denganku?" Sella merasa dirinya sangat aneh semenjak dekat dengan Zayn dua hari ini.

__ADS_1


......................


maafkan author ya gaiss, masih suka telat up karena memang lagi sibuk banget tapi aku usahakan selalu up meski terkadang hanya satu bab. jangan lupa like, coment, vote dan juga hadiahnya jika berkenan, supaya author semakin semangat. terima kasih masih setia menunggu. peluk jauh kalian semua 😘😘


__ADS_2