
malam ini Nadya menemani Zayn lagi, ia memutuskan untuk tidak pulang. tapi Nadya tidur di kamar yang di sewa oleh Zayn, sedangkan Zayn seperti biasa, ia tidur di kursi samping tempat tidur Sella. meskipun lelah dan tidak nyaman namun Zayn tetap memilihnya karena dekat dengan Sella adalah lebih dari cukup
pukul dua belas malam Zayn terbangun, alarm ponselnya berbunyi hingga mengagetkannya. ia lihat pada layar ponselnya yang bertuliskan "wife's birthday". Zayn tersenyum, ia menyeting alarmnya untuk memberi kejutan pada istrinya namun takdir berkata lain, justru di hari ulang tahunnya Sella malah belum sadar dari komanya
Zayn adalah suami yang penyayang, meski istrinya sedang tidak sadarkan diri ia tetap membelikan istrinya sebuah kue ulang tahun. Zayn sudah menyiapkannya sedari sore tadi tanpa sepengetahuan siapapun
kemudian Zayn bangkit dari tempat duduknya menuju nakas yang ada di ruangan Sella tersebut, Zayn menyimpan kuenya di dalam nakas itu
setelah mengeluarkan kuenya, ia segera menghidupkan lilin bertuliskan angka 24 sesuai dengan umur Sella
Zayn kembali duduk di kursinya dengan kue ulang tahun di tangannya. Zayn menyanyikan lagu ulang tahun untuk Sella lalu meniup lilinnya sendiri, setelah itu Zayn juga memotong kuenya dan memasukkan potongan kue pertama ke dalam mulutnya. kemudian ia meletakkan kembali kue tersebut pada nakas.
Zayn membelai lembut rambut Sella kemudian mencium keningnya
"selamat ulang tahun sayang" meluncur sudah air mata yang coba di tahannya
"sayang, banyak sekali doa yang aku panjatkan untuk kamu tapi biar aku dan Tuhan saja yang tau. sayang, maaf selama ini aku tidak sempurna di mata kamu, maaf belum bisa jadi suami yang terbaik untuk kamu, maaf belum bisa buat kamu bahagia, maaf jika aku pernah menyakitimu. cepat bangunlah, aku sudah menyiapkan hadiah terbaik untuk kamu. nanti kalau kamu sudah bangun, akan ku ajak kamu dan baby Al untuk melihat hadiah untukmu. aku mohon sayang jangan siksa aku seperti ini, hatiku sakit sekali melihat kamu menderita seperti ini. bangunlah sayang" Zayn menangis sesenggukan sambil menundukkan wajahnya. hatinya serasa hancur berkeping-keping. Tak hentinya Zayn mencium tangan Sella. Tangan yang selama beberapa bulan ini selalu merawatnya, menyeka setiap tetes keringat yang keluar saat pulang kerja
"entah seberapa kuat aku akan bertahan sayang? aku bisa berpura-pura tegar di depan semua orang, tapi apa kamu tau, aku begitu rapuh tanpa kamu" isak tangis Zayn semakin jelas terdengar di telinga Sella hingga membuat Sella merasa sangat bersalah pada suaminya.
dan Tuhan Maha Baik, telah memberikan Sella sebuah keajaiban malam itu. mata yang tak bisa ia buka selama beberapa hari ini ternyata kini ia bisa membukanya pelan-pelan. lalu ia mencoba untuk mengucapkan sesuatu
"sayang!"
deg
Zayn seketika menghentikan tangisnya saat ada seseorang yang memanggilnya, suaranya tak asing di telinganya. Zayn segera mendongak dan melihat ke arah wajah Sella dan benar saja, Sella sudah membuka matanya dan menyunggingkan senyum di sudut bibirnya
Zayn tak percaya dengan apa yang dilihat di depan matanya. ia mengucek-ngucek matanya dan kemudian mengedipkannya berkali-kali namun tetap sama yang dilihatnya, Sella sudah membuka matanya. Sella ingin sekali tertawa melihat tingkah lucu suaminya
"sa..sayang, apa benar itu kamu?"
Sella tak menjawab, ia hanya mengangguk saja dan tak lepas dari senyumnya itu
"sayang, aku merindukanmu!" Zayn langsung memeluk tubuh Sella yang masih terbaring lemah. menciumi pipi Sella yang sedikit kurus itu
__ADS_1
"aku juga. maaf sudah membuatmu tersiksa" Sella terisak di dalam pelukan Zayn. pelukan hangat yang selalu ia rindukan
mendengar suara tangis Sella membuat Zayn terkejut dan kemudian segera melepas pelukannya karena ia mengira Sella menangis karena ulahnya
"sayang, apa kamu baik-baik saja? apa ada yang sakit? sebentar aku panggil dokter untuk memeriksa kamu" ucap Zayn, kemudian ia segera memencet tombol darurat yang ada di tembok. beberapa detik kemudian dokter jaga datang bersama seorang suster
"dok istri saya sudah sadar, tolong dok segera periksa" ucap Zayn saat dokter masuk ke ruangan Sella
"baik pak" jawab dokter tersebut dan segera memeriksa Sella
beberapa menit kemudian..
"pak, kondisi ibu Sella saat ini sudah normal namun untuk lebih detailnya kita tunggu besok keterangan dari dokter yang menangani ibu Sella. sejauh dari yang saya periksa ini tadi mulai dari tekanan darah juga detak jantungnya sudah normal" jelas dokter tersebut
"oooh syukurlah, terima kasih dok"
"sama-sama pak. saya permisi dulu" ucap dokter tersebut dan berlalu meninggalkan Zayn dan Sella
Zayn segera menghampiri Sella kembali di tempat tidurnya. ia peluk erat istrinya tersebut. tak henti-hentinya Zayn bersyukur karena istrinya telah sadarkan diri tepat di hari ulang tahunnya. ia hampir berputus asa karena istrinya tidak sadar-sadar
"biar aku melepas rindu sebentar saja. ah rasanya aku masih tidak percaya. apa jangan-jangan kamu bangun karena aku akan memberi hadiah yang besar untuk kamu?" goda Zayn pada istrinya. ia rindu bercanda dengan Sella
ucapan Zayn sontak membuat Sella memukul lengannya yang kekar dan itu membuat Zayn meringis kesakitan namun hanya pura-pura saja
"aauuww sakit sekali. ternyata orang sakit punya tenaga besar juga"
"ish dasar. sayang, aku ingin bertemu baby Al, besok bawa dia kesini ya, aku sudah tidak sabar untuk menggendongnya" ucap Sella dengan sangat antusias karena ia sama sekali belum menyentuh anaknya sejak melahirkannya ke dunia ini
"baiklah, sekarang kamu istirahat lagi ya. besok kamu harus di cek kesehatannya, aku harap kamu bisa segera pulang"
Sella hanya mengangguk, menuruti ucapan suaminya.
Sella dan Zayn sebenarnya sama-sama merasa gelisah, jika mereka tidur saat bangun nanti tak sesuai kenyataan, takut kalau ini semua hanya mimpi
diantara mereka berdua tak ada yang bisa tidur meski mata telah terpejam, tak bisa di pungkiri hati mereka menolak untuk tidur kembali
__ADS_1
Zayb terus mengusap-usap punggung tangan Sellanagar ia cepat tertidur dan setelah bergulat dengan kegelisahan hati akhirnya mereka berdua terlelap kembali
......................
pagi ini Zayn kembali dikagetkan oleh suara alarm ponselnya. ia buru-buru bangun dan mematikan alarmnya. kemudian ia sadar jika semalam Sella telah bangun dari komanya, namun Sella yang tak kunjung bangun membuat hati Zayn sedih, ia berfikir mungkin semalam hanya mimpi
"sayang, ternyata aku cuma mimpi semalam. aaaaahhh" Zayn menundukkan kepalanya di samping ranjang Sella namun sesaat kemudian Zayn merasakan belaian lembut mengusap kepalanya
"kamu tidak mimpi" ucap Sella dengan suara serak khas bangun tidur
Zayn segera mendongak dan memandang Sella, hatinya kembali bersemangat saat kenyataan sesuai dengan ekspektasi. ia kemudian memeluk Sella
"terima kasih sayang. terima kasih telah berjuang" ucap Zayn. Sella hanya tersenyum
Zayn yang hari-harinya merawat Sella, pagi ini ia juga melakukan kewajibannya, memandikan Sella dan mengganti bajunya dengan baju yang baru. Sella merasa malu karena ia harus merepotkan suaminya untuk urusan mandi saja, namun mau bagaimana lagi, tubuhnya masih lemas dan belum sanggup berdiri karena akibat dari komanya tersebut
setelah merawat Sella, ia berganti membersihkan tubuhnya. Zayn pergi ke kamar yang ia sewa, ia melihat Nadya masih tertidur pulas, mungkin karena kelelahan juga ikut membantu menjaga Sella dan baby Al
setelah selesai membersihkan dirinya dan mengganti baju, Zayn segera ke ruang bayinya. ia ingin menjemput baby Al untuk di bawa ke ruangan Sella sesuai permintaan Sella semalam
"pagi mommy!" seru Zayn saat memasuki ruangan Sella
Sella yang sedang di lepas alat-alat kesehatannya oleh dokter segera menoleh ke arah sumber suara
matanya berbinar menyambut siapa yang sedang di bawa oleh suaminya tersebut. sebelum menyerahkan baby Al kepada Sella, dokter memberikan penjelasan jika Sella sudah normal kembali, hanya butuh waktu untuk melemaskan tubuhnya agar bisa melakukan aktivitas lagi
Zayn dan Sella senang sekali mendengar penjelasan dokter, akhirnya Sella bisa hidup normal kembali seperti biasanya
setelah kepergian dokter, Zayn menyerahkan baby Al pada Sella karena Sella sudah tak sabar ingin menggendongnya, memeluknya dan menciumnya. air mata Sella meluncur bebas melewati pipi mulusnya. anaknya, yang ia kandunh selama ini akhirnya bisa ia lihat di depan matanya, masih tidak menyangka
di saat keluarga kecil ini sedang bahagia, Nadya tiba-tiba datang, ia ingin berpamitan untuk pulang
"kak aku.. kak Sella?" matanya terbelalak dan mulutnya terbuka lebar membentuk huruf o. "kakaaaak" Nadya berlari menghampiri Sella dengan berlari, memeluk Sella dan baby Al yang ada di gendongan Sella
hai, sudah hari senin. jangan lupa vote ya. caranya mudah dan gratis juga supaya author selalu semangat. dan maaf juga sering telat-telat upnya, masih belum begitu sehat. terima kasih ya atas pengertian kalian semua. peluk jauh dari Sella, baby Al dan Zayn
__ADS_1