Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Bekasku


__ADS_3

sesampainya di apartemen, Sella menangis sejadi-jadinya dalam pelukan Zayn. hatinya terasa teriris mengingat ucapan Melvin dan juga istrinya


"sayang, jangan menangis lagi ya. kamu jangan memikirkan perkataan Melvin dan juga istrinya, tenangin diri kamu, kasian bayi yang ada dalam kandungan kamu" ucap Zayn sembari membelai lembut rambut Sella


"hatiku sakit. memang benar kata Melvin, laki-laki mana yang mau denganku. sayang, apa aku begitu kotor?" tanya Sella dalam tangisnya


"aku, aku yang mau dengan kamu. apa kamu kurang percaya denganku selama ini? kamu jangan pernah menghiraukan omongan lelaki pecundang seperti dia, yang harus kamu ingat adalah aku selalu dan selamanya mencintai kamu, aku selalu menerima segala kekurangan dan kelebihan kamu. hanya itu! dan yang harus kamu pikirkan adalah aku dan anak kita!" ucap Zayn yang masih setia memeluk Sella, memberikan ketenangan untuknya


Sella merasa sedikit tenang, ternyata lelaki yang jadi suaminya kini adalah lelaki terbaik yang dikirim Tuhan untuknya. seharusnya dia berterima kasih pada Melvin, karena Melvin meninggalkannya ia jadi menemukan lelaki yang tepat untuknya


"aku balik ke kantor dulu ya, aku harus mempersiapkan berkas untuk pertemuan besok dengan Bianca. kamu istirahat ya, jangan memikirkan hal yang tidak penting. cuup" Zayn mengecup bibir Sella lalu kembali ke kantor sedangkan Sella merebahkan tubuhnya di kasur, melepas segala penat yang memenuhi pikirannya hari ini


malam menjelang, sang mentari telah kembali ke peraduan namun Sella masih tertidur pulas. Zayn mencoba membangunkan Sella namun tak bergeming sedikitpun. Zayn merasakan perutnya keroncongan, memang sore tadi ia belum makan.


Zayn menuju ke dapur, ia berencana akan membuat nasi goreng. saat membuka kulkas tidak ada bahan, hanya ada nasi itupun tinggal sedikit jadi ia harus keluar untuk mencari makan, untuk dirinya juga istri tercintanya


Zayn mengendarai mobilnya untuk mencari makan, dan ia menjumpai penjual sate keliling. hidungnya terasa tertusuk oleh bau sedap daging ayam yang di bakar tersebut.


Zayn kemudian turun untuk memesan sate


"pak, satenya tiga porsi ya" ucap Zayn pada penjual sate rersebut. ia sengaja memesan tiga porsi karena ia tak mau jika nanti istrinya kurang dan dirinya harus mencari penjual sate lagi untuk membelikannya


"pakai lontong mas?" tanya penjual sate itu dengan ramah


"iya boleh, sendirikan saja ya" ujar Zayn. kemudian ia menunggu di kursi yang di sediakan oleh penjual tersebut


sembari menunggu Zayn memainkan ponselnya. tiba-tiba ponselnya bergetar, ada pesan masuk

__ADS_1


[1 pesan diterima (My Wife)] Zayn tersenyum melihat nama yang tertera pada ponselnya, kemudian ia membukanya


S: kamu dimana sayang?


Z: nyari makan, bentar ya habis ini langsung pulang. mau nitip apa?


S: martabak yah, lagi pengen banget. aku tunggu, bye (emot kiss)


Z: siap komandan (emot kiss)


"mas ini satenya sudah selesai" ucap penjual sate sambil menyerahkan bungkusan pada Zayn


"oh iya, ini pak uangnya. kembaliannya ambil saja" Zayn mengambil bungkusan sate tersebut dan menyerahkan selembar uang kertas berwarna pink


"haduh, terima kasih ya mas, semoga rezeki mas lancar dan di mudahkan segala urusannya" ucap penjual tersebut, ia sangat senang karena mendapat rezeki lebih hari ini


Zayn memarkirkan mobilnya di depan kedai tersebut lalu turun untuk memesan martabak


"pak, martabak king ya" ucap Zayn saat berada di dalam kedai. tak banyak berubah hanya saja semakin ramai sekarang menurut Zayn


"spesial ya mas? kemana saja tidak pernah kesini?" tanya penjual martabak tersebut


"sibuk pak" Zayn menjawab dengan senyuman lalu menunggu di luar kedai. menyandarkan tubuhnya pada samping mobilnya


"Zayn, ternyata loe masih ingat tempat ini?" tanya seseorang dan itu adalah Melvin. ia mampir kesitu karena istrinya juga menginginkan martabak


Zayn menoleh ke arah Melvin, lalu membuang muka ke arah lain. malas menanggapi omongan Melvin yang tidak penting

__ADS_1


"Zayn, apa loe benar-benar nikah sama Sella? Zayn, Zayn, Zayn, seharusnya loe pikir-pikir dulu sebelum menikahi Sella karena apa? karena dia sudah ku nodai dan itu artinya kamu menikahi wanita bekasku" ucap Melvin dengan sombongnya


Zayn merasakan amarahnya sudah di ubun-ubun, ia tak tahan lagi jika istrinya terus di hina. Zayn meraih kemeja yang dikenakan Melvin dan tanpa menunggu lama Zayn menghujamkan pukulan ke wajah Melvin dan mengenai ujung bibirnya. darah segar mengalir disana


Melvin menyentuh bibirnya dan melihat ada darah di tangannya. ia tidak terima jika Zayn memukulnya, kemudian ia juga melayangkan pukulan ke wajah Zayn dan mengenai tempat yang sama. ujung bibir Zayn berdarah dan pipinya memerah.


Zayn semakin emosi dengan Melvin. ia kembali menyerang Melvin, memberikan pukulan bertubi-tubi di wajah dan perutnya hingga mereka di pisahkan oleh orang-orang yang berada di sekitar kedai tersebut


"loe ingat, jangan urusin rumah tangga gue lagi. urus saja rumah tangga loe sendiri. gue sudah peringatin sama loe, jangan ganggu istri gue, lelaki pecundang kayak loe nggak pantes ada di dekat istri gue. kalau loe benci sama gue karena gue menikahi Sella, lawan gue aja, jangan pernah menjelek-jelekan istri gue, ngerti loe!" ucap Zayn lalu masuk ke kedai untuk mengambil pesanannya kemudian ia pulang


sesampai di apartemen, Zayn mencari Sella dan ia menemukannya di ruang tv


"sayang, aku pulang" ucap Zayn seraya menghampiri Sella di sofa. Sella yang mendengar suara Zayn langsung menoleh dan terkejut melihat wajah Zayn yang sudah memar dan ujung bibirnya berdarah


"sayang kamu kenapa?" tanya Sella saat Zayn duduk d sampingnya.


"tidak apa-apa, tadi ada jambret jadi aku bantu untuk menangkapnya terus aku kena pukul si jambret, untungnya aku bisa sedikit menghindar jadi tidak begitu parah" jelas Zayn dan Sella percaya begitu saja. ia tak tau jika suaminya baru saja berkelahi dengan Melvin


"aku obati sebentar" Sella berdiri dari sofa dan menuju kotak p3k yang terletak di belakang ruang tv. ia mengambil air hangat untuk mengompres luka di wajah Zayn


Sella mengompres wajah Zayn pelan-pelan, ia tak mau sampai suaminya kesakitan. kemudian memberikan obat merah pada ujung bibir Zayn yang terluka


"sakit?" tanya Sella dengan mngerutkan keningnya


"tidak. terima kasih sayang" ucap Zayn dengan tersenyum. dan Sella pun membalas senyum pada Zayn.


"lain kali jangan ulangi lagi" ucap Sella sembari membelai pipi Zayn yang sedikit di tumbuhi bulu-bulu halus, menambah nilai ketampanannya. Zayn hanya mengangguk, kemudian meraih tangan Sella dan mengecupnya. kemudian mereka membuka makanan yang dibeli Zayn, karena perut mereka sudah berdendang minta di isi.

__ADS_1


terima kasih para readers kesayanganku, masih setia dengan karyaku. yuuuk scrool keatas lagi siapa tau ada yang kelewat tidak di like. dukung terus author ya dengan cara vote, atau kasih hadiah untuk author supaya author selalu semangat. karena like, komen, vote dan juga hadiah dari kalian sangat berarti untuk author. sekali lagi terimakasih banyak yaaa. peluk jauh untuk kalian semua.


__ADS_2