Sahabat Kekasihku Itu Suamiku

Sahabat Kekasihku Itu Suamiku
Mengadakan Acara


__ADS_3

"sayang maafkan aku sudah tidak percaya sama kamu" ucap Sella memelas saat ia tau fakta sebenarnya


"aku akan memaafkan tapi tidak semudah itu ferguso, harus ada syaratnya!" ucap Zayn dengan mengangkat kedua alisnya


"apa?"


"pagi ini masakin aku, aku lapar sekali. ouwh sepertinya bayimu pindah ke perutku jadi aku yang sangat lapar pagi ini" ucap Zayn dengan meringis memperlihatkan giginya yang putih dan memegang perutnya


"ish, dasar kamu ya" Sella mencubit lengan kekar milik Zayn, "aauuww, perutku" kemudian ia memegang perutnya dan meringis


Zayn panik melihat Sella kesakitan, "sayang ada apa?"


Sella meraih tangan Zayn lalu meletakkannya pada perut besarnya "terasa tidak ada yang nendang?"


"iya. pasti dia sedang main bola di dalam perut kamu." Zayn sangat bahagia bisa merasakan pergerakan pada perut Sella. menurutnya ini adalah anugerah terindah untuknya, bisa menemani Sella dalam masa kehamilannya, bisa mengikuti perkembangan bayinya meski ia tau bayi itu bukan darah dagingnya tapi Zayn tak pernah mempermasalahkan itu. sampai kapanpun ia akan selalu menganggap anak yang ada di perut Sella saat ini adalah anak kandungnya sendiri


Zayn bangkit dan mensejajarkan wajahnya dengan perut Sella, ia mengusap lembut perut Sella dan menciumnya berkali-kali, "hai anak daddy, kamu sedang apa? apa kamu merindukanku? daddy sangat merindukanmu, gara-gara mommy kamu yang ambekan ini jadi daddy tidak bisa memelukmu saat tidur, daddy sangat kesepian tidak ada kamu dan mommy"


ucapan Zayn sontak membuat Sella memicingkan matanya, bagaimana bisa ia mencari pembelaan pada anaknya yang masih di dalam perut.


Zayn masih melanjutkan bicaranya dengan bayi dalam perut istrinya tersebut, ia sungguh tidak sabar ingin segera bertemu anaknya, yang suatu saat akan jadi penerusnya kelak. "karena pagi ini kamu sudah menyapa daddy dan mommy dengan tendangan super kamu, jadi daddy yang akan masak buat kamu. kasian mommy pasti lelah selalu menggendongmu" Zayn tertawa, begitupun Sella. ia merasa beruntung telah memiliki sosok suami yang luar biasa mengerti dirinya


Sella membelai lembut rambut Zayn, kemudian ia meraih wajah Zayn untuk menatapnya. ia tatap mata coklat milik Zayn, tersimpan banyak ketulusan di dalamnya.


entah jika bukan kamu suamiku, apa mungkin akan setulus kamu Zayn? batin Sella


"terima kasih sayang. terima kasih untuk segalanya" ucap Sella dengan tersenyum


"tidak perlu berterima kasih. sudah kewajiban aku untuk selalu berusaha membahagiakanmu" balas Zayn. "oke cukup melow-melowan pagi ini, sekarang kamu mandi dan aku akan memasak untuk kamu. ayo cepat!" perintah Zayn kemudian ia bangkit dari kasur menuju dapur, sedangkan Sella segera berlalu untuk membersihkan diri


...----------------...


2 bulan kemudian

__ADS_1


pagi ini Sella dan Zayn sedang asyik sarapan tiba-tiba ponselnya berbunyi. Sella buru-buru ingin mengangkatnya tapi Zayn sudah menerapkan peraturan jika sedang makan tak boleh menerima telefon


"jangan di angkat" ucap Zayn yang masih fokus menyendokkan makanan kemulutnya


"tapi ini mama Tyas loh sayang, aku tidak enak jika tidak menjawab telfonnya" bantah Sella


"sudah biarkan saja, pasti mama juga mengerti jika ini masih jamnya sarapan. mama sudah tau bagaimana aku jika sedang makan tak mau mengangkat telfon. lanjutkan makannya!" titah Zayn dan Sella tak bisa membantahnya, karena bagaimanapun ia harus selalu mematuhi kata suaminya selagi itu baik untuknya


beberapa menit kemudian mereka selesai sarapan dan Sella segera menghubungi mama Tyas yang tadi menelfonnya


"halo ma, maaf tadi Sella sedang sarapan jadi tidak bisa mengangkat telfon mama. ada apa ma?"


"oh iya sayang, maaf ya mama mengganggu sarapan kamu. begini, apa hari ini kamu bisa ke rumah mama, ada sesuatu penting yang mau mama kasih tau ke kamu nak. Zayn tidak sibuk kan?" tanya mama Tyas di seberang sana


"oh iya ma bisa, nanti aku akan minta Zayn untuk mengantar kesana"


"baiklah, mama tunggu!" mama Tyas kemudian mematikan sambungan telfonnya.


"mama minta aku untuk kesana, katanya ada hal penting yang akan di beritahu kepadaku" jawab Sella dengan sedikit merapikan jas yang dikenakan Zayn


"ouwh, kenapa harus kamu yang di beritahu? kenapa bukan aku? kan anaknya aku, apa kamu sudah merebut posisiku sebagai anak mama?" protes Zayn yang sebenarnya bercanda


"sayang!! ngomong apa sih kamu ini? sudah ayo berangkat, nanti kamu terlambat!" ajak Sella dan kemudian mereka segera berangkat


......................


"Sella, mama sangat merindukanmu. sudah lama kamu tidak kesini. apa Zayn melarangmu untuk datang menemui mama?" sapa mama Tyas saat melihat Sella dan Zayn memasuki rumah kemudian ia memeluk Sella


Sella tertawa mendengar ucapan mama mertuanya. suaminya sekarang selalu dijadikan bahan candaan oleh mertuanya tersebut semenjak ada dirinya


"kenapa aku yang di salahkan?" protes Zayn


Sella semakin tertawa melihat wajah suaminya yang kesal, "tidak ma, akhir-alhir ini Zayn sibuk dan sering pulang terlambat jadi aku tidak bisa kemana-mana, maaf ya ma!"

__ADS_1


"tidak apa-apa sayang, mama mengerti sekali. dia banting tulang untuk keluarga kecilnya. ayo duduk!"


mama Tyas mengajak Sella dan Zayn untuk duduk, karena mama Tyas ingin menyampaikan sesuatu


"sayang, hari ini mama akan mengadakan acara tujuh bulanan untuk kamu. kan hari ini tepat tujuh bulan usia kandungan kamu, jadi ma.."


belum selesai bicara, Sella dan Zayn terbatuk bersamaan karena usia kandungan Sella saat ini sudah menginjak 8 bulan, dan kedua orang tua mereka tidak tau itu


"kalian kenapa? kalian kaget? maaf ya maa tidak memberi tahu kalian dulu soal ini. tapi kalian tenang saja, mama dan mama Rena sudah menyiapkan semua, pasti setelah ini mereka akan datang" ucap mama Tyas yang sangat bersemangat


"eeeh baiklah ma, terserah mama saja. kita menurut apa kata mama" ucap Sella yang tidak enak dengan mertuanya, ia dan Zayn tidak bermaksud untuk membohongi orang tua mereka tapi ini demi kebaikan mereka supaya tidak timbul berbagai masalah


Zayn tak jadi berangkat ke kantor hari ini. ia ikut membantu persiapan untuk acara malam ini di rumah mamanya. mama Rena dan papa Leo juga datang kesana untuk acara tujuh bulanan Sella. Nadya pun tak kalah antusiasnya untuk membantu kakaknya. rumah Tyas mendadak seperti pasar yang ramai sekali. suasana bahagia ada disana. semua orang tak sabar segera bertemu bayi kecil Sella dan Zayn.


cattering sudah datang dan sudah di persiapkan di meja. dekor sudah tertata rapi dan cantik. tetap warna putih kesukaan Sella yang dipilih.


tak banyak tamu yang diundang, hanya sanak saudara dan teman dekat Zayn dan Sella seperti Vera, Adit dan Vano


waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. nampak Vera yang datang duluan ke acara ini.


"Sellaaaaaa!!" Vera berlari memeluk sahabatnya itu, rasanya sudah lama sekali tak pernah bertemu. ia ikut merasakan bahagia dengan apa yang sudah sahabatnya dapatkan saat ini


Sella yang juga merindukan Vera membalas pelukannya. ia senang sahabatnya selalu ada untuknya


setelah itu ada Adit dan Vano yang datang, dan ada seseorang yang tidak mereka undang ikut datang juga kesana.


Sella dan Zayn saling pandang, bagaimana dia bisa ikut kesini? untuk apa? untuk menghancurkan acara ini?


"hai bro, selamat ya untuk tujuh bulan kehamilan Sella" ucap Vano. Zayn tersenyum membalas ucapan Vano


"kalian pasti bingung kan kenapa aku bisa datang kesini?"


siapa sih kira-kira tamu tak di undang seperti jailangkung itu yang datang ke acara Sella dan Zayn??? staytune yaakkk

__ADS_1


__ADS_2