
hari ini kantor di buat heboh oleh ulah Nindy, tapi teman-temannya tidak begitu heran karena Nindy yang notabennya bukan wanita baik-baik dan selalu berbuat nekat sudah menjadi rahasia umum
Zayn sebagai CEO sangat geram karena ulahnya, apalagi sudah berbuat kasar pada Sella
Nindy sudah ada di ruangan Zayn, begitupun Adit dan beberapa polisi. Adit memberikan bukti-bukti yang di dapatkan dan di kumpulkan beberapa hari ini kepada polisi untuk di periksa termasuk vidio CCTV tadi. kali ini Nindy sudah tidak bisa mengelak lagi, ia tidak punya alasan untuk menghindar
"pak saya mohon, saya bisa jelaskan semua ini. ini tidak seperti yang bapak tuduhkan, ini tidak benar pak" Nindy masih berusaha mencari pembelaan agar dirinya tidak di penjara
"bukti sudah menunjukkan kamu yang bersalah tapi kamu masih mengelak? benar-benar licik! silahkan bawa saja pak!" ucap Zayn dengan geramnya
"baik pak. kami pergi dulu. selamat siang." ucap salah seorang polisi dan Nindy masih berusaha untuk melepaskan diri namun semua sia-sia karena tenaga para polisi tersebut lebih besar dari Nindy
Nindy mungkin sudah tidak punya muka lagi karena ia di jemput polisi di siang bolong, dan dilihat para karyawan lain
Zayn sudah lega karena pelaku korupsi telah di tangkap, namun masih ada yang mengganjal dalam hatinya, apa saat itu istrinya di celakai oleh Nindy?
hari sudah sore dan waktunya untuk pulang, kali ini Zayn ingin segera bertemu Sella karena ada sesuatu hal yang ingin ia tanyakan. jika benar memang Nindy yang melakukannya, maka ia berjanji tak akan membuat hidupnya tenang. begitulah orang yang diam, dia akan meledak jika sudah diusik
sampai rumah, Zayn langsung memarkirkan mobilnya di garasi dan sedikit berlari saat masuk rumah. bi Sumi yang membukakan pintu heran dengan tuannya, tak biasanya wajah tuannya panik begitu
"sayang, sayang kamu dimana?" teriak Zayn saat masuk kekamarnya
"aku disini" jawab Sella yang berada di kamar baby Al
Zayn menghampiri Sella di kamar baby Al, dan ia melihat Sella sedang menyusui baby Al dengan botolnya
"ada apa? kenapa kamu terlihat panik?" tanya Sella saat suaminya masuk ke kamar baby Al
"sayang, ada yang mau aku tanyakan. saat kamu mengalami pendarahan waktu itu, sebelum pingsan kamu sedang apa? apa kamu di celakai orang atau melihat sesuatu yang membuat kamu shock?"
"ee..aku waktu itu dari kamar mandi lalu ada yang kirim pesan berupa foto tapi tidak ada namanya. waktu aku buka ternyata itu foto kamu sedang satu ranjang dengan seorang wanita dan tanpa busana. dan kamu memeluk wanita tersebut. setelah aku mengetahui itu perasaanku kacau, aku shock lalu tiba-tiba perutku kram sakit sekali dan setelah itu aku tidak tau lagi apa yang terjadi" jelas Sella sambil mengingat-ingat kejadian tempo hari
"apa kamu masih menyimpan fotonya?"
"mungkin masih ada kalau tidak ada yang hapus dari ponselku"
__ADS_1
Sella menuju kamarnya dan mengambil ponselnya yang terletak di nakas. ia kemudian membuka dan mengotak-atik ponsel tersebut dan menemukan foto yang di maksudnya tadi
"ini" Sella kemudian menyerahkan ponselnya pada Zayn untuk dilihat sebenarnya siapa pengirim foto tersebut
"shiit. kurang ajar. dia memang benar-benar ingin menghancurkan rumah tanggaku. sayang jangan percaya, ini cuma editan. dan kamu tau, wanita yang ada dalam foto ini sekarang sudah di tangkap polisi, ternyata dia yang menjadi pelaku korupsi di kantor." Zayn menjelaskan pada Sella takut jika Sella salah paham
"awalnya aku percaya pada foto itu karena saat itu kamu juga tidak bisa aku hubungi seharian tapi setelah ada suatu kejadian di rumah sakit, ternyata aku sadar kalau kamu bukan laki-laki yang serendah itu"
"terima kasih sayang. tapi kejadian apa di rumah sakit? soal Nindy? aku ada bukti vidio CCTV jika ia masuk ke ruangan kamu waktu itu"
"ah iya nama wanita itu Nindy, dia menyebutnya seperti itu. dia bilang lebih baik aku mati saja dan dia siap untuk menggantikan aku. entah apa yang ada di pikirannya saat itu yang jelas dia sangat marah padaku karena aku menjadi istri kamu dan bukan dia" jelas Sella lagi
Zayn menggigit bibir bawahnya, ia merasa kurang dalam melindungi istrinya. ternyata rumah tangganya telah di usik oleh orang jahat
"maaf, maafkan aku karena aku belum bisa melindungimu sepenuhnya!"
Zayn memeluk Sella yang sedang menggendong baby Al. matanya berkaca-kaca dan sudah menetes di pipi namun ia segera menghapusnya. ia tak mau terlihat lemah, ia harus lebih kuat dari istrinya karena pundaknyalah tempat bersandar istrinya, jika ia lemah maka bagaimana dengan istrinya?
"mandilah, setelah itu kita makan"
baby Al yang tertidur saat orang tuanya sedang mengobrol, Sella letakkan di dalam box bayi miliknya kemudian ponsel Sella berbunyi
"halo Ver, ada apa?" tanya Sella saat menerima telfon dan ternyata dari sahabatnya Vera
"Sel, aku jalan ke rumah kamu, tunggu ya aku hampir sampai!" jawab Vera di seberang sana
"oh, iya Ver aku tunggu ya" Sella kemudian mematikan sambungan telfonnya
Sella turun ke dapur untuk membantu bi Sumi menyiapkan makan malam. tapi ternyata makanan sudah siap semuanya. aroma sedapnya berhasil menusuk hidung Sella dan membuat perutnya keroncongan
"non Sella mau makan?" tanya bi Sumi yang mendapati Sella ada di dapur
"tidak bi, nunggu Zayn dulu dia sedang mandi" jawab Sella yang terus memandangi masakan bi Sumi yang menggoda
"non kalau lapar makan saja, kemarin tuan juga begitu saat non tidur, tuan makan sendiri karena sudah tidak bisa menahan lapar" ucap bi Sumi dengan santainya. dan sontak membuat Sella menoleh kearahnya
__ADS_1
"apa? Zayn makan sendiri bi?"
tiba-tiba bel berbunyi, dan sudah pasti itu adalah Vera
"biar aku saja bi yang buka"
Sella berjalan ke arah pintu dan benar saja, Vera nampak di balik pintu tersebut
"hai, ayo masuk!" Sella meraih tangan Vera dan membawanya masuk ke dalam rumah
senyum sumringah terlihat dari wajahnya karena sahabatnya datang ke rumah. meski ia sudah menikah, namun kehadiran seorang sahabat tetap ia nantikan
"bi Sumi tolong buatkan minum ya!" teriak Sella dari ruang tamu
Sella mengajak Vera untuk duduk di ruang tengah yang lebih nyaman dari pada di ruang tamu
"Sel, aku mau bicara sesuatu sama kamu" ucap Vera membuka pembicaraan di antara mereka
"apa Ver? penting sekali?" tabya Sella penasaran
"ini soal sepupu aku yang sudah membuat ulah di kantor Zayn. dan aku juga dengar dia berusaha mencelakai kamu, aku benar-benar malu Sel sama kamu, maaf ya Sel!"
wajah Vera nampak sedih, sahabatnya hampir celaka karena ulah sepupunya itu
"kenapa kamu yang minta maaf? dia yang salah bukan kamu Ver, kamu tenang saja. kejadian itu tidak akan merubah rasa sayangku sama kamu, kamu tetap sahabat terbaikku. lupakanlah, lebih baik tidak memikirkan hal-hal yang tidak penting." ucap Sella dengan tenangnya, ia tak mau menyangkut pautkan masalah orang lain dengan sahabatnya, karena sahabatnya tidak bersalah dalam hal ini
"terima kasih Sel, kamu tetap yang terbaik" Vera memeluk Sella, ia merasa tenang karena sahabatnya itu tidak marah padanya
saat Sella dan Vera sedang dalam mode terharu, Zayn datang menghampiri mereka
"ehhemm. sayang, aku cemburu loh"
Sella dan Vera kemudian melepas pelukan mereka
"ish kamu, apaan sih? oh iya, karena Zayn sudah selesai mandi jadi sekarang kita makan malam, sebelum baby Al bangun dan kita tidak jadi makan nantinya"
__ADS_1
mereka tertawa bersama, seolah hilang beban hari ini dengan kebersamaan mereka.