Sembuhnya Sang Pendosa

Sembuhnya Sang Pendosa
Orang kaya baik hati


__ADS_3

" Assalamu'alaikum...." suara dari luar.


" Waalaikumus'salam." jawab semua orang yang berada di dalam rumah.


" Kamu sudah pulang Nina?" tanya Pak Anwar yang menyambut putri nya dengan senyuman.


" Iya Ayah." saut Nina sambil memasuki rumah dan menyalami kedua orang tuanya.


" Mobil siapa yang di luar Bu?" tanya Nina penasaran tentang keberadaan mobil mewah di halaman rumahnya.


" Kenalkan Nak, ini Pak Alkaf dan itu Bu Zainiyah."


Ucap Pak Anwar memperkenalkan kepada Karenina seraya menunjuk sopan ke arah tamunya.


" Mereka adalah orang yang telah menolong Ayah dan Ibu tadi, dan mengantarkan kami pulang ke rumah." jelas Pak Anwar


Nina mengarahkan pandangan nya ke kursi yang berjarak dua meter dari tempat ia berdiri,


Terlihat dua orang yang tidak ia kenal dan sangat asing di matanya. Sepasang suami istri itu masih terlihat gagah dan anggun meskipun sudah termakan oleh usia.


Nina heran, kenapa bisa ada orang-orang kaya yang bertamu kerumahnya . Terlihat dari mobil dan baju yang mereka kenakan itu, yang sudah menunjukkan bahwa mereka dari kalangan atas dan bukan orang sembarangan. Nina berjalan menuju kedua tamu sang Ayah. Lalu menyalami kedua tangan mereka serta menciumnya dengan hormat.


" Siapa Namamu gadis cantik?" tanya Bu Zainiyah sambil mengelus rambut panjang Nina, yang di ikuti senyum hangat Pak Alkaf.


" Nama saya Karenina Tuan, Nyonya." jawab Nina merendah karna sadar dengan keadaan derajat yang ia miliki jauh berbeda dengan mereka.


" Jangan panggil kami Tuan dan nyonya, panggil saja Om dan Tante sayang." Ujar Bu zainiyah dengan nada lembutnya yang di barengi anggukan suaminya.


Entah mengapa Bu zainiyah merasa senang sekali dengan pertemuannya dengan gadis cantik itu, begitupun hal nya dengan Pak Alkaf, Mungkin karna umur Nina seumuran dengan Zizi sehingga mereka menganggap Nina layaknya anak sendiri.


" Baik Om, Tante." jawab Nina agak ragu, karna sungkan dengan julukan yang di perintahkan keduanya.


" Nina bikinin minuman buat tamunya Nak." perintah Ibunya.


" Oo, jangan repot-repot saya tidak lama kok Bu Aminah." saut Bu zainiyah cepat.


" Lagipula habis ini kami mau cepat-cepat pulang karna anak-anak sudah menunggu di rumah." tukas Pak Alkaf menguatkan alasan istrinya.


" Kami jadi merasa tidak enak kalau begini, baru pertama kemari tapi tidak menemukan apa-apa." ujar Pak Anwar berbasa-basi untuk mencegah tamunya pulang.


" Ya sudah kami pamit pulang dulu ya Pak, Bu." ucap Pak Alkaf berpamitan sambil menyalami tuan rumah itu, yang di susul Bu Zainiyah.


" Mari kami antarkan ke depan Pak." timpal Bu Aminah dan Pak Anwar mengikuti keduanya keluar rumah.

__ADS_1


Mereka berlima keluar rumah dengan sesekali tertawa karna sesuatu candaan yang terlontar dari salah satunya yang membuat suasana begitu akrab di rasakan.


" Trimakasih Pak sudah mengantarkan kami sekaligus mampir ke gubuk yang reot ini." seloroh Pak Anwar dan Bu Aminah.


" Saya yang seharus berterima kasih kepada Pak Awar, Karna saya bisa bertemu dengan orang hebat seperti anda. Yang mampu memiliki seorang putri yang mandiri dan pekerja keras, perjuangan kalian dalam menghadapi hidup ini sangatlah membuat kami salut."


Ujar Pak Alkaf yang sudah mengetahui kisah hidup Pak Anwar dari Awal sampai sekarang. karna selama di mobil tadi pasangan itu bercerita banyak terhadap Pak Alkaf dan Bu Zainiyah.


Pak Anwar dan Bu Aminah hanya menyautinya dengan Anggukan kepala serta tersenyum lebar kepada keduanya.


" Nina? panggil Bu Zainiyah.


Nina yang merasa Namanya di panggil menghampiri wanita itu seraya bersalaman dengan ramah.


Lalu Bu Zainiyah tersenyum memeluk gadis cantik itu dan mengelus punggungnya lembut


seraya berkata.


" Jagalah baik-baik Ayahmu karna dia masih kurang sehat, kalau ada apa-apa telepon Om dan Tante ya sayang."


Nada suara Bu Zainiyah sangat tulus di dengar, bahkan Nina terharu terhadap perlakuan orang asing itu yang tiba-tiba datang ke rumahnya.


" Baik Tante, tanpa di suruhpun Nina bakalan jaga mereka berdua, karna cuma mereka yang Nina miliki saat ini."


" Mari ma." ajak Pak Alkaf yang sudh menuju ke arah mobil yang terbuka.


Keduanya sudah menolak atas bantuan itu karna merasa sungkan, Namun apalah daya Pak Alkaf yang kekeh dengan pendiriannya mampu membuat mereka merima semuanya.


Pak Alkaf dan Bu Zainiyah sudah berada di dalam mobil tapi dengan posisi kaca yang terbuka, hingga masih bisa terlihat.


" Assalamu'alaikum semuanya.." ucap Pak Alkaf bersamaan dengan sang istri di iringi lambaian tangan keduanya.


" Waalaikumus'salam!"


jawab semuanya lalu berlalu pergi menuju ke dalam rumah.


Setelah semuanya masuk ke dalam rumah, kedua orang tua itu di cecar berbagai pertanyaan dari sang putri, yang sedari tadi di landa penasaran tentang orang kaya itu.


Kedua orang tuanya lalu menceritakan semuanya kepada Nina, dari awal sampai akhirnya tiba di rumah ini.


Nina yang mendengarkan dengan seksama hanya manggut-manggut dan merasa semakin kagum terhadap Pak Alkaf dan Bu Zainiyah.


" Begitulah ceritanya Nak." tutur Pak Anwar dengan suara seraknya.

__ADS_1


" Kok masih ada ya Yah, orang baik seperti mereka." ucap Nina sambil memeluk ibu nya yang yang berada di sampingnya.


" Kebanyakan orang kaya kan sombong dan angkuh Yah, yang menunjukkan bahwa mereka bukan orang baik."


"Tidak semua orang kaya seperti itu Nin." jelas ayah Nina.


" Nina, Allah itu sudah menciptakan semua di dunia itu dengan adil, orang Kaya dan orang miskin, itu sudah ketentuan Allah."


Nasehat Bu Aminah kepada Nina sambil mengelus rambut anak gadisnya itu.


" Dan mungkin Pak Alkaf adalah salah satu orang kaya yang baik itu." timpal Pak Anwar.


" Ya sudah, ayah dan Ibu istirahat ya, Nina mau mandi sekalian sholat Ashar." ucap Nina lalu berlalu pergi menuju ke kamarnya.


Beberapa waktu kemudian Nina sudah selesai dengan segala ritualnya. Nina keluar dari kamar menggunakan baju yang di anggapnya masih wajar dan tidak terlalu mengumbar banyak aurat.


Walaupun Nina sekarang belum menutup seluruh aurat nya Namun ia masih bisa berpakaian dengan sopan.


Sempat di singgung untuk memakai hijab oleh kedua orang tuanya, Namun ia merasa belum siap,Tapi tidak juga menolak usulan Ayah dan Ibunya. Nina cuma butuh waktu untuk meyakinkan hati dan jiwanya untuk berhijrah yang sesungguhnya.


Nina menuju kamar orang tuanya dan membuka pintu kamar itu.


" Ayah, ibu. Nina ijin keluar dulu ya?" pamit Nina kepada keduanya yang sedang merebahkan tubuh mereka.


" Mau kemana kamu Nin?" tanya Pak Anwar.


" Itu yah, tadi Nina menemukan SIM pengunjung caffe, dan kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh. Jadi Nina ingin mengembalikannya, karna pemiliknya itu pasti kebingungan Yah." jawab Nina.


" Ya sudah hati-hati di jalan, langsung pulang kalau sudah selesai ya." timpal Bu Aminah.


" Nina berangkat Yah, Assalamu'alaikum.."


ucap Nina seraya mengucap salam dan berlalu pergi dari kamar orang tuanya.


.


.


.


Bersambung....


Haiiiii...Apa kabar semuanya....?

__ADS_1


Semoga selalu setia sama karyaku ya All🤗


Salam hangat dari fahad🤗


__ADS_2