Sembuhnya Sang Pendosa

Sembuhnya Sang Pendosa
Bentuk Balas Budi


__ADS_3

"Anwar, aku sangat senang kau mau mendengarkan semua tentang masalahku kepadamu. Perasaan ini jadi lega, meskipun kau tidak bisa membantuku, tapi setidaknya ada orang yang bisa mengerti aku selain istriku, jujur aku sangat malu terhadap Anton atas apa yang sudah terjadi atas perjodohan anak kami yang gagal dan tak sesuai rencana," ucap Pak Alkaf yang memang terlihat tak bersemangat dalam bercerita.


Ya, setelah beberapa bulan terakhir, hubungan Pak Alkaf dan Pak Anwar yang semakin dekat membuat keduanya menjadi sahabat baru, dan panggilan keduanya pun juga berubah menjadi lebih akrab didengar dengan sama-sama menyebutkan nama masing-masing, begitupun dengan para istri mereka.


Pak Anwar yang sudah mendengar semua cerita dan keluh kesah seorang Alkaf Al-Ghazali itu hanya diam dan terus mencerna akan permasalahan yang dialami oleh anak laki-lakinya yang bernama Nizam.


Sebenarnya, Pak Anwar di buat sedikit berpikir akan nama yang disebutkan oleh Pak Alkaf, sepertinya ia pernah mendengar nama itu? Tapi, entah di mana ia mendengarnya dan Pak Anwar masih tidak bisa menebaknya. Beda lagi dengan Bu Aminah yang sama sekali tak ingat apa-apa tentang nama yang dipikirkan oleh Pak Anwar tersebut.


"Jadi, apa tindakanmu sekarang Alkaf?" tanya Pak Anwar yang hanya mendapatkan helaan nafas dari Pak Alkaf, namun akhirnya ia mengatakan hal yang menjadi harapannya tapi tak bisa ia lakukan.


"Aku ingin mencarikan wanita yang mau aku jadikan sebagai istri dari Nizam, Anwar. Tapi, rasanya itu sangat sulit, mengingat Nizam adalah laki-laki yang pernah memiliki kelakuan menyimpang dan itu tidak mudah untuk disembuhkan, bahkan mungkin takkan ada wanita yang akan rela mengorbankan sisa hidupnya hanya demi menjalani rumah tangga yang tak jelas dengan menjadi istri Nizam," tutur Pak Alkaf.


Bu Zainiyah dan Bu Aminah yang juga berada di dalam ruangan itu hanya menjadi pendengar dari para suami yang berbicara tentang masalah yang rumit. Bu Aminah jadi merasa tersentuh dengan semua permasalahan yang dialami keluarga Pak Alkaf tersebut.


Bagi Bu Aminah, ternyata permasalahan hidup itu tidak hanya terletak pada lemahnya ekonomi dan kemiskinan. Kesempurnaan sebuah keluarga juga lebih utama. Hidup kaya dan bergelimang harta juga tak mampu menjamin manusia terlepas dari semua masalah dan bisa mengatasinya dengan mudah.

__ADS_1


"Aku sangat senang sekali jika seandainya ada wanita yang mau menjadi istri Nizam, tapi di mana aku menemukannya?" lanjut Pak Alkaf dengan wajah sendu seakan ia sudah putus asa.


Bu Zainiyah yang memang sedari tadi berada di samping Pak Alkaf memegang tangan suaminya dan mengelusnya seakan itu adalah sebuah energi yang mampu menjadi kekuatan yang tersalurkan.


Pak Anwar dan Bu Aminah hanya saling pandang seakan tatapan itu adalah sebuah percakapan yang hanya merekalah yang mengetahuinya. Keduanya membisu, sedangkan Pak Anwar menunduk untuk memantapkan sebuah keputusan yang ia ambil secara tiba-tiba.


"Alkaf, jika kau mau biarkan Nina yang menjadi istri dari anakmu. Aku berharap apa yang aku lakukan ini bisa mengatasi semua masalahmu dan Nina bisa menjadi istri yang mampu membatu Nizam kembali pada kodratnya agar ia bisa normal seperti laki-laki lainnya," ucap Pak Anwar tegas dengan wajah penuh dengan kesungguhan.


Pak Anwar yang sangat ingin membantu Pak Alkaf itu di buat terketuk hatinya saat siang tadi pasangan tersebut datang ke rumahnya dan bercerita panjang lebar akan pergulatan batin seorang orang tua yang tidak berdaya dengan keadaan anaknya.


Jadi, keputusan untuk menjadikan Nina sebagai menantu mereka bukanlah hal yang buruk. Soal Nina, Pak Anwar yakin anaknya itu pasti tidak akan pernah menolak permintaannya, tapi ia akan menanyakan terlebih dulu pada Nina sebelum kesepakatan itu benar-benar terjadi.


Pak Alkaf dan Bu Zainiyah yang mendengar perkataan dari Pak Anwar terkejut sehingga membuat mereka bersamaan menegakkan duduknya dengan tatapan lurus ke arah Pak Anwar penuh dengan kebingungan.


Apakah yang dikatakan Pak Anwar barusan benar-benar kenyataan? Seorang bapak yang rela menyerahkan anak gadisnya yang masih baru saja lulus SMA menjadi istri seorang yang belum ia kenal.

__ADS_1


Meskipun jauh di lubuk hati Pak Alkaf dan Bu Zainiyah sangat bahagia mendengar pernyataan Pak Anwar barusan, terutama Bu Zainiyah. Tapi, mereka tidak pernah berpikir untuk menjadikan Nina sebagai istri dari anaknya yang umurnya jauh di atas Nina. Bu Zainiyah di buat tak percaya dengan apa yang baru didengarnya sehingga ia tak mampu untuk memastikan.


"Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan, Anwar?" tanya Bu Zainiyah yang langsung mendapatkan jawaban yang pasti dari Pak Anwar.


"Apa aku terlihat bercanda," jawab Pak Anwar seraya terkekeh pelan.


"Aku memang sangat sadar, Zainiyah, bahkan sesadar- sadar nya! Mungkin dengan ini aku bisa membantu kalian. Soal Nina serahkan pada kami, iya 'kan, Bu?" tutur Pak Anwar sembari melirik pada istrinya untuk meminta tanggapan atas semua pertanyaannya barusan.


"Iya, Zainiyah, jangan pernah menolak niat baik ini dan jangan berpikir aku telah membayar harga dari kebaikan kalian dengan menjadikan Nina sebagai menantu untuk membantu Nak Nizam kembali pada kesempurnaan. Di sini kita murni ingin mencari ridho dan pahala dari Tuhan karena ingin membantu Nak Nizam. Seandainya Nina benar-benar mampu mewujudkan apa yang kita harapkan untuk bisa menyembuhkan Nak Nizam, tentu akulah orang tua yang paling beruntung dengan mendapatkan pahala yang begitu besar bagi keluarga kami!" timpal Bu Aminah menjelaskan apa yang menjadi alasan mereka merelakan Nina sebagai istri Nizam.


Meskipun Pak Anwar dan Bu Aminah baru mendengar cerita tentang Nizam yang memiliki penyimpangan dalam kelakuan, tapi mereka yakin Nizam bisa sembuh seperti sediakala asal didukung oleh keluarga dan juga istri yang menyayanginya, terutama doa orang tua yang selalu menjadi senjata dari segala pusaka.


Pak Alkaf yang sedari tadi hanya diam mendengarkan kebesaran hati Pak Anwar dan Bu Aminah yang menjadikan anaknya sebagai solusi dalam kerumitan masalahnya saat ini tidak bisa berkata apa-apa. Bahkan seandainya pun seluruh hartanya diberikan kepada Pak Anwar rasanya itu belum sebanding dengan kebaikan yang telah dilakukan oleh Pak Anwar beserta keluarga.


Tapi, Pak Alkaf tidak mau menjadi orang tua yang jahat, sebelum Pak Alkaf mendengar persetujuan langsung dari Nina, tentunya ia tidak akan menerima keputusan sepihak dari Pak Anwar saja.

__ADS_1


Pak Alkaf perlu memastikan kesanggupan Nina yang benar-benar mau menjadi bagian dari keluarga dengan menjadi Istri dari anaknya, maka dari itu Pak Alkaf menyarankan agar Pak Anwar mengatakan terlebih. dahulu kepada Nina yang menjadi satu-satunya orang yang berperan penting dalam hal ini.


__ADS_2